Media Islam Web Developer

HARAM MERAYAKAN HARI VALENTINE

PENTING! BUKU IMAN

PASANG IKLAN?

JUAL MOBIL TOYOTA

Daftar Milis Syiar-Islam

Powered by us.groups.yahoo.com

WAKAF PASAR ISLAM

TanahAbang.Asia

Islam Download.Net

TanahAbang.Asia

Busana Muslim

busanatanahabang.com

Baju Muslim

BayiPintar.com

Toko Buku Online DemiMasa

FORUM DISKUSI

Jadwal Shalat

Bukti Tuhan itu Ada

Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata.

Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka.

Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada, di manakah Tuhan itu?”

Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang, barulah muncul orang alim tersebut.

“Maaf jika kalian menunggu lama. Karena hujan turun deras, maka sungai menjadi banjir, sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. Kemudian, pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya, sehingga jadi satu batang yang lurus, hingga akhirnya menjadi perahu. Setelah itu, baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut.” Begitu orang alim itu berkata.

Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. Dia berkata kepada orang banyak, “Orang alim ini sudah gila rupanya. Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!” Orang banyak pun tertawa riuh.

Setelah tawa agak reda, orang alim pun berkata, “Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya, kenapa kalian percaya bahwa bumi, langit, dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit, membuat perahu, atau menciptakan bumi, langit, dan seisinya ini?”

Mendengar perkataan orang alim tersebut, akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri.

“Kalau begitu, jawab pertanyaanku yang kedua,” kata si Atheist. “Jika Tuhan itu ada, mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?” Orang atheist itu berpendapat, karena dia tidak pernah melihat Tuhan, maka Tuhan itu tidak ada.

Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras, sehingga si atheist merasa kesakitan.

“Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali.” Begitu si Atheist mengaduh.

Si Alim bertanya, “Ah mana ada sakit. Saya tidak melihat sakit. Di mana sakitnya?”

“Ini sakitnya di sini,” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya.

“Tidak, saya tidak melihat sakit. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Si Alim bertanya ke orang banyak.

Orang banyak berkata, “Tidak!”

“Nah, meski kita tidak bisa melihat sakit, bukan berarti sakit itu tidak ada. Begitu juga Tuhan. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya.” Demikian si Alim berkata.

Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.

Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?

Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?

Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat).

Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada.

Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.

Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!

Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.

Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih kompleks.

Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Matahari, dan 9 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.

Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.

Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:

“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al Furqoon:61]

Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [Yunus:5]

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa Siin:40]

Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imron:191]

Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan, Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. Manusiakah yang menciptakan, atau Tuhan yang Maha Pencipta:

“Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi’ah:58-59]

“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?”[Al Waaqi’ah:63-64]

“Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi’ah:72]

Di ayat lain, bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka mampu. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah. Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi (beranak-pinak), tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali Allah:

“…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” [Al Hajj:73]

Sesungguhnya, masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa sesungguhnya, Tuhan itu ada, dan Dia lah yang Maha Pencipta.

Silahkan baca juga:

Tuhan itu Satu!

Siapa Tuhan Kita?

118 comments to Bukti Tuhan itu Ada

  • iciaq

    Apabila Tuhan lebih dari satu, maka Tuhan yang satu akan berusaha menguasai Tuhan yang lain. Konsep maha kuasa akan hancur, demikian juga akan hancur segala sesuatu. Dengan demikian Tuhan mustilah satu.

  • Rere

    Kenapa tuhan yang satu harus menguasai tuhan yang lain? Masa tuhan kaya manusia yang serakah, sehingga harus menguasai tuhan yang lain? manusia suka peperangan, tapi apakah tuhan juga harus bernafsu memerangi tuhan lain? kenapa tidak berpikir bahwa tuhan yang satu bekerja sama dengan tuhan yang lain? bukankah memikirkan tuhan-tuhan berdamai lebih baik dari pada memikirkan tuhan-tuhan saling berperang?

    • edopdx

      Kalau Tuhan kita yakini sebagai Zat Yang Maha Kuasa, konsekwensi logisnya Tuhan itu cuma satu. Misal ada A dan B yang dianggap Tuhan, kita tanya saja: Apakah A bisa mengalahkan B? Jika tidak bisa, A bukan Tuhan. Jika bisa, B bukan Tuhan. Jika tidak bisa saling mengalahkan dua2nya bukan Tuhan. Mengapa musti ditanya saling mengalahkan? Ini untuk mengukur siapa Yang Maha Kuasa. Lain halnya dengan keyakinan Tuhan itu bukan Zat Yang Maha Kuasa, konsekwensi logisnya percaya kepada banyaknya tuhan/dewa-dewa.

  • iciaq

    iya, kok komentar saya hilang yaa? Tadi saya berkomentar bahwa tuhan memang ada dan satu. Apabila tuhan lebih dari satu, maka tuhan yang satu akan memerangi tuhan yang lain. Hancurlah konsep maha kuasa, demikian juga akan hancur segala sesuatu. Jadi, tuhan musti satu !!!

  • nizami

    @Rere: Tuhan memang beda dengan manusia. Oleh karena itu manusia itu bisa 2, 3 atau 10 milyar jumlahnya. Namun Tuhan itu tetap Esa (Satu). Oleh karena itu sila pertama Pancasila adalah: Ketuhanan Yang MAHA ESA. Bukan Maha Banyak, 2, 3, atau lebih.

    Kalau Tuhan lebih dari 1, misalnya ada 3. Maka Tuhan itu bukan Maha Kuasa lagi. Tapi terbatas kekuasaannya. Cuma 1/3 saja!

    Kalau Tuhan lebih dari 1, misalnya ada 3. Maka Tuhan itu bukan Maha Esa lagi. Tapi banyak atau berbilang. Politheist atau Syirik!

    Kalau Tuhan lebih dari 1, misalnya ada 3. Maka Tuhan itu bukan Maha Pencipta lagi. Tapi cuma 1/3 pencipta.Atau kalau yang satu tidak mencipta sama sekali, maka dia bukan Tuhan Maha Pencipta.

    Padahal dalam Islam Tuhan yang sejati itu adalah:
    - Maha Pencipta
    - Maha Esa
    - Maha Kuasa, dsb…

    Komentarnya bukan hilang, tapi memang website ini moderated/dimoderasi. Harus diapprove dulu baru bisa muncul.

    Kalau ada yang mau menyumbang moderator Rp 10 milyar, mungkin moderator bisa pensiun dari pekerjaannya, pasang internet di rumah, dan langsung memoderasi setiap posting yang masuk hingga tulisannya bisa langsung muncul…:)

    Tapi karena tidak ada yang menyumbang sejumlah itu, jadi harap sabar saja kalau di sela-sela pekerjaan/waktu luang baru bisa melakukan moderasi. Ini saja saya menjawabnya di waktu istirahat makan siang saya…:)

    Tapi doakan saja agar Allah memberi kekuatan pada moderator sehingga tanpa bantuan/sumbangan makhluknya tetap bisa memaintain dan menjawab dengan cepat tanggapan/pertanyaan di situs ini.

  • idam

    artikel ini bagus banget

  • n

    Subhanallohwaalhamdulillah. notes yang bermanfaat. bisa dijadikan referens. Jzkllh .

  • Sangat menarik..
    Ijin Copas ya..

  • N_N

    mMng bnar than tu 1, mngapa Qta hrs rgu… sip lah d dkng artkelnya.

  • aa udy

    dengan membaca apa yang tertera tantang Tuhan itu ada, sungguh memnambah keimanan saya , menangis rasanya hati ini, menjerit, ingin selalu ada di dalam masjid untuk mendekatkan kepadaMU ya Allah, kalau lah mau tau. Bahwa Agama yang dirdoi oleh Allah hanyalah Islam, Innallaha indalahil islam…

  • Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatu

    Subhanallah…, maha suci Allah dari segala ciptaan-Nya…

    teruskan berjihad dengan dakwah ustadz, saudara – saudara kita yang masih membutuhkan bimbingan sangat banyak.

    Salam Kenal dan Terima Kasih.

    Wassalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatu

  • abdi

    pergunakan akal niscaya kau tak menolak tuhan kecuali kau memang kurang akal atau hanya bisa ngakal -ngakalin .

  • Assalamu Ala man Ittaba’a’ al-huda.

    Ciptaan Tuhan di alam semesta ini lebih dari 1 billion macam dan jenis. Setiap satu daripadanya sungguh ajaib dan menakjubkan. Tiada makhluk yang bisa mencipta sesuatu seperti ciptaan Tuhan walaupun sekecil lalat.

    Dari tiada kepada ada. Menjadikannya berpasang-pasangan. berketurunan. dan lain-lain.

    Oh ya. Dah tengok mata Dajjal dan telinga kenderaan Dajjal?

    Sila layari:

    http://rahsia-rahsiabesardalamal-quran.blogspot.com/

    dan

    http://surah-al-kahfi.blogspot.com/

  • Tuhan tidak akan bisa berkerja sama dengan Tuhan yang lain.

    bayangkan sebuah kapal terbang dipandu oleh dua juru terbang serentak. Atau sebuah Mobil dipandu serentak oleh dua driver. Adakah ia biasa dipandu seperti itu.

    Atau bayangkan jika 1 Tuhan berehat, sedangkan Tuhan lain menguruskan pula, Apabila tuhan yang rehat berkerja semula, bukankah nanti tuhan yang berehat itu bingung dengan kerja-kerja yang telah dibuat tuhan yang kedua.

    Jika mereka dapat berkerja sama pun dalam banyak keadaan, maka adakah mereka dapat berkerjasama dalam semua keadaan yang berbilion macam itu? lama-lama, tuhan yang satu bisa marah dengan tuhan kedua, maka terjadilah perebutan kuasa.

    Bayangkan dalam badan anda ada dua hati. satu hati anda mahu tidur, satu lagi mahu berjalan-jalan dan kedua-dua hati ini berpendapat, keinginan merekalah yang lebih baik dan perlu dilaksanakan. Badan anda bisa terpotong dua jadinya.

    Atau mungkin mereka boleh berbagi kuasa, satu kuasa di langit dan di laut dan satu lagi di bumi. Tetapi bukankah setiap sesuatu bumi dan langit itu ada kaitannya. Katakanlah tuhan dibumi mahu hujan, tetapi tuhan langit pula mahu kemarau, dan kedua-dua mereka berpendapat, keinginan mereka lebih utama dari keinginan Tuhan yang lain.

    Bayangkan jika tuhan langit memilih anda jadi kekasihnya, sedangkan tuhan bumi pula mahu selain itu. Adakah peperangan tidak akan terjadi?

    Oleh itu Tuhan adalah satu, jika tidak Bumi ini akan hancur, sama dengan hancurnya kapal terbang jika dipandu oleh dua juru terbang pada masa yang sama.

  • segala sesuatu ada karena ada penciptanya,lalu bagaimana dg Tuhan sendiri siapa yang menciptakanya?bagaimana ia da bagaimana memahaminya sebg sebab tanpa penyebab ..bgaaiman?tolong jawabsejak kapan ia ada kenapa harus ada ,kenapa harus dia yang mjd sebab tanpa peneyebab siapa yang mengatur semuanya.tlg balas mealaui email sya

  • nizami

    @Tiyas: sama saja jika kita bilang bahwa tidak mungkin komputer atau sendal itu ada dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya, tentu kita juga akan berkata tidak mungkin jika bumi, alam semesta dan juga manusia ada dengan sendirinya tanpa ada penciptanya.

    Kita tahu bahwa bukan manusia yang menciptakan bumi, alam semesta, dan juga manusia. Bahkan Allah menantang manusia untuk menciptakan seekor lalat jika bisa, namun kita tidak akan bisa.

    Ada satu zat yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta dan Maha Berdiri Sendiri yang menciptakan semua itu. Sebaliknya jika kita katakan Allah itu ada penciptanya, kemudian penciptanya ada pencipta lagi, dst, itu juga absurd dan pemikiran yang sesat.

    Nabi berkata, jika otak kita sampai memikirkan hal itu, ucapkan segera: Amantu billah. Aku percaya kepada Allah.

    Silahkan baca juga sifat2 Tuhan yang merupakan zat yang Maha Segalanya. Dia dengan segala kebesarannya berdiri sendiri dan tidak butuh pencipta atau pun penolong:

    http://media-islam.or.id/2009/11/08/sifat-20-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui/

  • Yaap.Subhanallah. Meja tidak ada kalau tidak ada pembuatnya tetapi Meja tidak bisa jadi Tukang Kayu

  • yang dinantikan

    jika tuhan menciptakan alam semesta. apa bahan baku yang dipakai oleh tuhan dalam membuat alam semesta, sebagaimana perahu yang dibuat dari batang kayu…
    menurut hukum kekekalan energi, energi itu tidak dapat diciptakan juga tidak dapat dimusnahkan, dan jika merujuk E = mc2 yang dikatakan oleh einstein bahwa energi adalah massa, maka dengan kata lain massa alias benda-benda dalam alam semesta ini tidak ada yang menciptakan, alias ada dengan sendirinya dan tak akan punah maupun musnah. artinya bahan baku alam semsta yang tidak mungkin musnah itu telah ada (mungkin) bersamaan dengan keberadaan tuhan sebagai penciptanya, karena mustahil mencipta tanpa ada bahan bakunya sebagaimana perahu tidak akan ada tanpa ada batang kayu, begitupun alam semesta.
    bigbang pun ada karena ada material pertama yang singularitas (kerapatan) materinya tak hingga, nbukan dari keadaan yang kosong alias tidak ada apa2.
    karena mustahil dari yang tidak ada apa2 jadi ada apa2.
    konsepsi tentang bahan baku semesta ini benar2 menggangu saya, semoga penu;lis yang baik hati atau mungkin pengunjung blog ini sudi untuk menjawabnya… terimakasih…

    • nizami

      Hukum Kekekalan energi seperti energi tak dapat diciptakan atau dimusnahkan itu kan buatan manusia yang lemah. Jika seluruh manusia bersatu pun tetap tidak akan mampu menciptakan seekor lalat. Sementara Allah menciptakan segalanya termasuk manusia, bumi dan 7 lapis langit.

      Namun bagi Allah yang Maha Pencipta, hal itu tidak berlaku. Allah Maha Pencipta segalanya termasuk energi. Allah juga mampu memusnahkannya.

      Pikiran manusia yang makhluk (diciptakan) jauh berbeda dengan pikiran dan kemampuan Allah yang Maha Pencipta. Tidak dapat dibandingkan.

  • Putra – putriku juga pernah bertanya padaku,

    Ma… Allah itu dimana ya ? Apa di Surga ? Surga itu di mana ma ?

    Allah itu seperti apa ya ma, kok adek tidak dapat melihatnya ???

    Kadang susah juga menjelaskannya untuk seusia mereka yg msdh duduk di kelas TK & SD.

  • abdul latif

    Tak mungkin Tuhan berdamai kalau banyak sebab Tuhan sendiri yang kata kalau ada lebih Tuhan sudah tentu musnah alam ini. So memang tidak ada Tuhan selain Allah, sebab tu semuanya berjalan lancar dan murni setiap hari. Bukti Tuhan itu ada adalah senang sahaja. Cuba anda lihat benda paling halus dan cuba lihat menggunakan teleskop benda paling halus lepas tu anda lihat seluas-luasnya dunia dan alam ini. Maka yang paling halus hingga ruang paling besar cuba anda lihat. Maka dimana-mana pun yang kecil hingga yang besar hingga meresap menembus dinding badan manusia pun Tuhan ada (kekuasaannya.
    Ruang kosong diangkasa hingga yang terkecil itulah Tuhan, tetapi kita tak boleh lihat sekarang kerana boleh mati. Sebabkan Tuhan ada dimana-mana. Oleh itu hendaklah kita berbuat berusaha berbuat baik baik dan berusaha mengelak dari melakukan maksiat kerana semuanya Tuhan tahu. Yang buat jahat pasti kena balik dan yang berbuat baik pasti terima habuanya balik. Sampai kehati manusia dan perkara yang belum berlaku semuanya ada disisi Tuhan. Segalanya dia ketahui.

  • Firman Ayo Shalat

    @Yang Dinantikan… Semoga Allah selalu memberikan kita cahaya hidayah.
    Ketidak mampuan kita membayangkan bahan baku alam semesta adalah bukti ketidak sempurnaan manusia (dibandingkan ALLAH SWT).

    Hukum kekekalan energy memang menyatakan bahwa energy tidak dapat dihilangkan, tp juga tidak dapat diciptakan tanpa sebab/energy yang ada. Misalnya saat kita memerlukan energi dorong sebuah mobil yang manusia ciptakan dari perubahan bensin menjadi ledakan panas pada ruang bakar (combution room). Bensin sendiri adalah sumber energi yg berasal dari minyak bumi, yg mana minyak bumi berasal dari fosil dst shg kita menemui bahwa semuanya berasal dari bentuk zat (yg kita sebut) sederhana (padahal adalah kompleksitas yg tdk mampu lagi kita uraikan).

    Bigbang ternyata bukan dari kerapatan yang jenuh seperti yg kita kira selama ini, tetapi dari lepasnya kevakumam (giant black hole) dimana blackhole menyerap massive energy sebanyak-banyaknya.
    Bayangkan jika inti matahari adalah kerapatan jenuh yg senantiasa hendak mendorong/meledak/blast out? Maka kita tidak perlu menunggu lama menyaksikannya meledak berkeping2. Energi besar tersebut berkumpul pada satu inti yang mengelilingi “hakikat inti” yang sebenarnya adalah kevakuman yg mengerikan besarnya. Saya ingin sekali menyampaikan darimana kutipan dalil ini, tapi saya begitu tergelitik untuk segera berkomentar.
    Allahu alam bi sowab.

  • iza

    Allah itu bagikue ada,allah tue selalu menemani aku ,kemenapun aku melangkah.

  • artikelnya sngt bermanfaat, trimakasih

  • Qulhuallahu Ahad….katakan Allah itu Esa. Q.S Al-Ikhlas 1-5

  • sumarwan hadisoemarto

    Hatur nuhuuun, artikelna sae pisaaan. Ditunggu artikel lain untuk pencerahan Kang, Nuhun

  • jadi nambah dah pengetahuan & pengalaman gw ttg agama,mksh inponya…keep sharing gan,.

  • saya sangat percaya sekali kalau Tuhan itu ada

  • elhuq

    allahu akbar..tuhan itu cuma 1 yang menciptakan langit,bumi dan seisinya…jadi tuhan itu ada meski manusia tidak bisa melihatnya secara langsung..

  • Asnawi A Rahman

    Rasa sakit merupakan bukti bhwa yg tidak terlihat itu sebenar-a dan dapat dirasakan… Angin itu kita percaya ada namun tidak terlihat oleh panca indra tanpa ada bantuan pohon atau awan yg bergerak… Jadi orang memegang teguh bahwa Allah SWT tidak ada karena tidak dapat dilihat-a secara panca indra adalah kebohongan yang diciptakan sendiri dengan ego yang dibuat-buat…. Dan hanya orang yang beriman saja yang tetap teguh pada keyakinan imannya memang Allah SWT itu ada dan tidak ada keraguan sedikitpun padaNya…

  • Rachmad Suryadi

    Surat Al iklhas ayat pertama itu udah jd buktinya Allah tu ahad, sekali lagi Allah tu bukan satu jikalau satu berarti berbilang dan berjumlah..

  • Emak naik haji

    Kadang kita terjebak pada apa yang dapat kita jangkau dengan akal dan panca indera kita, apapun hal tersebut bila bicara ketuhanan, yang ada hanya kepercayaan dan keyakinan, Al Quran telah menunjukkan tiga pilihan untuk kita pertama anda boleh memilih menjadi sebagian umat seperti umat nabi isa yang disesatkan, anda boleh memilih menjadi sebagian umat nabi musa yang dimurkai/terkutuk seperti atau mendapat hidayah dan tiket ke surga sebagai salah satu umat yang ditunjukkan jalan yang lurus. Silahkan memilih, ingat kesempatan anda hanya satu waktu kita tak tahu sebentar lagi mungkin kita mati.

  • andhi djavu

    kebetulan ada tugas kampus..aku minta izin buat tulis artikel ini yah…..

    bagus banget isinya…mudah”an bisa menjadi pencerahan bagi semua yang membacanya….
    amieen…..

  • labotakw

    banyak cara untuk mengenal dan meyakini bahwa Allah itu wujud (ada) yaitu dengan:
    1. Melihat dan mengagumi, merenung dan memikirkan ciptaanNya yaitu meliputi langit bumi beserta seisinya termasuk manusia kita-kita ini yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

    2. Mengenali manusia pertama yaitu Adam dan istrinya Hawa, mereka diciptakan oleh Allah dengan kekuasaannya atas kehendakNya, dan seterusnya lahir keturunannya sampai dengan kita saat ini

    3. Mengenali diri kita bahwa kita adalah makhluk ciptaan Allah. atas kekuasaan dan kehendakNyalah kita lahir dan hidup subhanallah cobalah kita lihat diri kita tubuh kita yang terdiri dari susunan anggota tubuh dari kepala ada otak untuk berfikir, susunan syaraf di lidah untuk merasakan lezatnya makanan, ada jantung untuk memompa darah, hati, paru, ginjal, daaaan yang lebih penting lagi ruh atau nyawa pada tubuh manusia yang masih hidup,kalau tanpa ruh tubuh yang gagah dan molek tiada arti buru-buru dibawa orang ke kuburan. buat pertanyaan sendiri pertanyaan demi pertanyaan dari kita apakah selain Allah bisakah ada pihak lain yang membuat tiruannya yang persis? manusia mungkin bisa tetapi tidak sesempurna Allah, coba bandingkan robot bikinan manusia dengan manusia ciptaan Allah yang bikin robot itu manakah yang lebih sempurna? apakah kita ada dengan sendirinya, apakah kita ada karena ibu dan bapak kita? tapi bapak dan ibu kita juga berasal dari pasangan bapak dan ibu yang melahirkan mereka, akhirnya dirunut-runut ketemu kepada bapak moyang manusia manusia pertama di dunia yaitu Adam dan hawa yang diciptakan oleh Allah SWT.kemudian kemana setelah pergi setelah hidup di dunia ini? dst.dst.dst.

    4.Jangan menyamakan Allah dengan makhluk ciptaanNya baik yang kelihatan (dhohir) maupun yang tidak kelihatan (ghoib)yang memiliki kelemahan dan keterbatasan. setiap yang memiliki kelemahan dan keterbatasan berarti bukan Allah tetapi makhluk ciptaan Allah.
    Banyak umat sejak zaman nabi-nabi terdahulu ingin menyaksikan bentuk rupa Allah, sampai dengan zaman jahiliyah/kebodohan manusia terjebak dengan hawa nafsunya sendiri menyerupakan Allah dengan patung-patung, bahkan manusia-manusia yang mereka sembah padahal semuanya adalah ciptaan Allah sehingga terjerumus kepada perbuatan syirik yang merupakan dosa besar yang sulit diampuni oleh Allah. Padahal Allah menjanjikan kepada manusia bagi sipa yang beriman dan beramal kebaikan ( soleh) ketika hidup di dunia kelak akan dapat bertemu Tuhannya (Allah) kelak di hari akhirat setelah ruh kembali kepadaNya.
    Yakinkanlah wahai diri kita semua yang beriman kepada Allah SWT, selagi masih di dunia ini cukuplah dengan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah yang kita rasakan dan saksikan saat ini yakin bahwa Allah itu EXIS/ada walaupun belum melihat Allah orang beriman yakin ALLAH pasti maha melihat kita.

    Untuk Saudaraku Tyas, Tuhan Allah itu PENCIPTA (Khalik)yang menciptakan dunia dan isinya termasuk kita ini (Makhluk) jadi Allah itu memiliki sifat Berdiri sendiri dan bersifat lebih terdahulu dari ciptaannya karena maha pencipta.coba logikanya dipakai pencipta pasti lebih dahulu ada dari pada yang diciptakan. jadi jangan pernah berfikir siapa yang menciptakan Allah. kalau Allah itu diciptakan berarti bukan maha pencipta (kholik) tetapi (makhluk)

  • sukrial

    Salam,
    Saudaraku, anda percaya bahwa ALLAH SWT, itu ada
    Saudaraku, anda yakin AL-QUR’AN itu benar dan satu-satunya petunjuk Hidup,
    berarti anda harus percaya akan ayat-ayat AL-QURAN seluruhnya karena tidak ada keraguan dalam AL-Qur’an.
    PAHAM KAN QS. 50 ayat 16 silakan buka AL-QUR’AN yang anda yakini
    kebenarannya yang tidak terbantahkan dan jangan
    mimilih ayat yang sesuai dengan logika/akal
    manusia
    yang artinya :
    16. dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa
    yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya
    daripada urat lehernya,

  • Cold

    Artikelnya sangat bagus…
    Ane izin copy ye…..
    Sukron….

  • artikelnya sangat bagus. saya ijin ikut nyebarkan artikel ini supaya banyak orang ateis yg tobat. Syukron.

  • aprilia

    SUBHANALLAH WAL HAMDULILLAH ALLAHU AKBAR….

  • Usy

    Sesungguhnya Alloh ada, dan dekatnya lebih dekat dari urat nadi kita, maha besar engkau Ya Alloh…….

  • Hamba Allah

    Dari semua koment saya ingin menjelaskan dengan rangkuman saya yang terbatas ruang dan waktu, hanya Allah yang tidak terbatas pada ruang dan waktu sahaja. Allah pernah berkata pada adam pada saat malaikat bertanya tentang penciptaan adam, Maksud perkataan Allah Bahwa malaikat, iblis dan makhluk lainnya dimanapun berada tidak akan mendapatkan pengetahuan tentang penciptaan makhluk, sifat dan zat allah melainkan hanya sedikit. tetapi hanya diberi sedikit sahaja, dalam alquran allah menjelaskan tentang sifat-sifat Allah sahaja, makhluk hanya mengetahui sedikit dengan keterbatasan pengetahuan makhluk di dalam alquran dan hadits nabi. oleh karena itu kita tidak boleh berdebat soalan ketuhanan Allah dan ke-Esaan Nya, selain hanya meyakini tentang sifat sifat dan nama-nama Allah seperti yang diajar Alquran dan menguatkan keyakinan kita dengan melihat melalui indera atas penciptaan alam semesta ini. sebenarnya ini soalan yang mudah jika kita ber ilmu, tetapi jika kita tidak berilmu dan hanya mengandalkan akal fikiran semata maka kita akan terombang ambing dalam keraguan, keraguan akan menimbulkan ketidakfahaman soalan ke-esaan Allah. Saya hanya berdoa semoga kita tidak tersesat dengan akal fikiran dan nafsu kita semata, kesesatan balasannya adalah Neraka Zahanam yang lebih panas dari semilyar panas matahari, nauzubillahi min zalik. Mari kita semua berhenti dari perdebatan ni dan kita belajar berilmu dan beriman sesuai dengan petunjuk Alquran hadits

  • Rifal

    Allah itu Esa dan Allah itu ada…. hanya orang2 yang celakalah yang berpendapat bahwa Allah itu tak ada dan Tuhan lebih dari satu…. Bacalah QS. Al-Ihlas biar lebih jelas….

  • maxtube

    media ini bagus untuk islam..maju terus…

  • Allah, Hualawallu, wal akhiruu, wa dhohiru, wa bathinnu. Allah tak terbilang, tak terhalang ruang dan waktu. Maha nyata dan Maha Ghoib. Kalau sudah tak masuk dalam dimensi ruang dan waktu, berarti cukup diyakini dengan seyakinnya. Dimana, kapan, pasti adaNya. Sedangkan jagadraya hanya sebagian kecil dari yang Mahanyata. Tak perlu diragukan Allah adanya, Surga neraka ada apa tidak ( sebagian Maha ghoibnya), Alam kenangan jaman dahulu permulaan dimensi waktu(-sebagian Maha awalnya),dan peristiwa yang akan terjadi(sebagian Maha Akhiru), semua itu Allah Tahu. Manusia intinya hanya diberi Rasa!thok. Yang mana rasa itu termasuk ghoib, dan ghoibpun urusan Allah. Manusia mau ngapainpun dan bagaimanapun yang dicari pasti Rasa. Gembira, senang ,sedih, sakit ,sengsara dan lain lain rasa. Jadi apa tujuan hidup?(Nyata) Allah cuma kasih rasa dengan fasilitas bumi dan isinya serta ghoib(akal)yang menyertainya. Subhanaallah, hanya Allah yang kurindukan.

  • adriyan

    AlhamdulILLAH…,

  • Atak Kurik

    Terima kasih atas ilmunya…

  • Daniel_

    GW MUSLIM tp GW HOBY KE GREJA BUAT BELAJAR ALAT MUSIK GRATIS . .

    PERTANYAAN GW,
    GMN MENURUT ANDA SEKALIAN TENTANG AKTIVTAS GW DI GREJA YANG HANYA SEKEDAR BLAJAR ALAT MUSIK GRATIS
    . . . .??? (HARAM atau MAKRUH.??) kalo HALAL GX MUNGKIN KYKNYA

    TRIMS.

  • nizami

    Hobi ke Gereja sekedar belajar alat musik gratis itu haram.
    Pertama Gereja itu adalah pusat ibadah ummat Nasrani. Di sana mereka menyembah Tuhan Bapa, Tuhan Yesus, dan Roh Kudus yg menurut Islam merupakan Syirik. Syirik adalah Dosa Terbesar yang tidak diampuni Allah:
    Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An Nisaa’:116]
    http://media-islam.or.id/2009/02/01/dosa-dosa-besarharam-yang-harus-dijauhi

    “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” [Al Maa-idah:72]

    “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

    Banyak kok cara belajar alat musik gratis. Misalnya di masjid-masjid yang taklim dan pengajiannya ramai, ada grup Marawis. Jika anda kurang suka, anda bisa berkumpul dengan teman-teman anda yang hobi menyanyi. Buktinya banyak pengamen miskin, namun mereka bisa memiliki dan memainkan alat musik seperti gitar dan drum.

  • wow … artikelnya sangat bagus. saya ijin ikut nyebarkan artikel ini supaya banyak orang ateis yg tobat. Syukron.

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*