<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Islam &#187; Aliran Sesat</title>
	<atom:link href="http://media-islam.or.id/category/aliran-sesat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-islam.or.id</link>
	<description>Belajar Islam sesuai Al Qur&#039;an dan Hadits</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 15:03:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Ciri Khawarij: Tak Mengamalkan Al Qur&#8217;an dan Membunuh Muslim</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 09:15:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Sesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2524</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)</p> <p style="text-align: justify;">Satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;">Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada <strong>orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala</strong>. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)</p>
<p style="text-align: justify;">Satu dari ciri kaum Khawarij menurut Nabi Muhammad adalah mereka membaca Al Qur&#8217;an dan Hadits, namun tidak diamalkan. Ucapannya tidak melampaui kerongkongan mereka. Hanya di mulut saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Hadis riwayat Ali ra., ia berkata:<br />
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. <strong>Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka</strong>. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.1771)</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2524"></span></p>
<h1>سيخرج في آخر الزمان قوم أحدث الأسنان سفهاء الأحلام</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang usia mereka masih muda, dan bodoh, mereka mengatakan sebaik‑baiknya perkataan manusia, membaca Al Qur&#8217;an tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari din (agama Islam) sebagaimana anak panah keluar dan busurnya.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</strong></p>
<h1>يخرج قوم من أمتي يقرئون القرآن يحسبون لهم وهو عليهم لاتجاوز صلاتهم تراقيهم</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Suatu kaum dari umatku akan keluar membaca Al Qur&#8217;an, mereka mengira bacaan Al-Qur&#8217;an itu menolong dirinya padahal justru membahayakan dirinya. Shalat mereka tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka.&#8221; (HR. Muslim)</strong></p>
<h1>يحسنون القيل ويسيئون الفعل يدعون إلى كتاب الله وليسوا منه في شيء</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Mereka baik dalam berkata tapi jelek dalam berbuat, mengajak untuk mengamalkan kitab Allah padahal mereka tidak menjalankannya sedikitpun.&#8221; (HR. Al-Hakim)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai ayat Al Qur&#8217;an dan Hadits mereka pakai, namun kesimpulan lain yang mereka dapat dan amalkan. Berbagai caci-maki terhadap sesama Muslim seperti Ahlul Bid&#8217;ah, Sesat, Kafir dan sebagainya terlontar dari mulut mereka. Jangankan ulama, Nabi saja mereka anggap sesat. Bahkan Khalifah Ali mereka bunuh karena mereka anggap kafir.</p>
<p style="text-align: justify;">Kafirnya Khawarij bukan karena aqidahnya sesat atau karena ibadahnya penuh bid&#8217;ah. Aqidah dan ibadahnya bersih. Namun sikap mereka yang mengkafirkan Muslim lain itulah yang mengakibatkan mereka jadi kafir. Keluar dari Islam. Khawarij artinya orang-orang yang keluar (dari Islam).</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok Khawarij ini tak segan-segan menista ummat Islam yang berbeda pendapat dengan mereka dengan berbagai sebutan yang mereka sendiri tidak suka. Padahal itu dilarang oleh Allah SWT:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat 11-12]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">“Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran” (Bukhari no.46,48, muslim no. .64,97, Tirmidzi no.1906,2558, Nasa’I no.4036, 4037, Ibnu Majah no.68, Ahmad no.3465,3708)</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat Al Qur&#8217;an dan hadits di atas sering mereka ucapkan. Namun sering pula mereka langgar sehingga mereka mengumpat dan bersangka buruk terhadap sesama Muslim.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika diingatkan dengan enteng mereka berdalih: &#8220;Ah mereka bukan Muslim!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak pantas bagi seorang Muslim untuk mudah menganggap sesat atau mengkafirkan sesama Muslim yang masih sholat dan mengucapkan 2 kalimat syahadah. Jika begitu, maka mereka itu lemah imannya atau mungkin justru tidak punya iman:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tiga perkara berasal dari iman: (1) Tidak mengkafirkan orang yang mengucapkan “Laailaaha illallah” karena suatu dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya dari Islam karena sesuatu perbuatan</strong>; (2) Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal tidak dapat dirubah oleh kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil; (3) Beriman kepada takdir-takdir. (HR. Abu Dawud)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar.</strong> Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p style="text-align: justify;">Di saat Usamah, sahabat Rasulullah saw, membunuh orang yang sedang mengucapkan, “Laa ilaaha illallaah, ” Nabi menyalahkannya dengan sabdanya, “Engkau bunuh dia, setelah dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah.” <strong>Usamah lalu berkata, “Dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah karena takut mati.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Apakah kamu mengetahui isi hatinya?”</strong> [HR Bukhari dan Muslim]</p>
<p style="text-align: justify;">Lihat hadits di atas saat Usamah berkilah: &#8220;Ah dia berpura2&#8243; Ah dia taqiyah! Ah dia berbohong. Tidak pantas kita berdalih seperti itu karena kita manusia tidak tahu isi hati mereka. Kita hanya bisa menilai zahir lisan, tulisan, dan perbuatan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski mengkafirkan sesama Muslim itu resikonya sangat berat, kaum Khawarij selalu menemukan cara untuk itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Zar r.a. bahwasanya ia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang memanggil orang lain dengan sebutan kekafiran atau berkata bahwa orang itu musuh Allah, padahal yang dikatakan sedemikian itu sebenarnya tidak, melainkan kekafiran itu kembalilah pada dirinya sendiri.” (Muttafaq ‘alaih)</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila ada seseorang berkata kepada saudaranya -sesama Muslimnya-: “Hai orang kafir,” maka salah seorang dari keduanya -yakni yang berkata atau dikatakan- kembali dengan membawa kekafiran itu. Jikalau yang dikatakan itu benar-benar sebagaimana yang orang itu mengucapkan, maka dalam orang itulah adanya kekafiran, tetapi jikalau tidak, maka kekafiran itu kembali kepada orang yang mengucapkannya sendiri.” (Muttafaq ‘alaih)</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka gemar berdusta dan mengadu-domba sesama Muslim meski tahu dosanya amat besar:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Allah Ta’ala berfirman: “Jangan pula engkau mematuhi orang yang suka mencela, berjalan membuat adu domba.” (al-Qalam: 11)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dari Hudzaifah r.a. katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak dapat masuk syurga seorang yang gemar mengadu domba.” (Muttafaq ‘alaih)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. berjalan melalui dua buah kubur, lalu bersabda: “Sesungguhnya kedua orang yang mati ini disiksa, tetapi tidaklah mereka disiksa karena kesalahan besar. Ya, tetapi sebenarnya besar juga -bila dilakukan secara terus menerus-. Adapun yang seorang diantara keduanya itu dahulunya -ketika di dunia- suka berjalan dengan melakukan adu domba, sedang yang lainnya, maka ia tidak suka menghabiskan sama sekali dari kencingnya -yakni di waktu kencing kurang memperdulikan kebersihan serta kesucian dari najis-.” Muttafaq ‘alaih. Ini adalah lafaz dari salah satu riwayat Imam Bukhari. Para ulama berkata bahwa maknanya: “Tidaklah mereka itu disiksa karena melakukan kesalahan yang besar,” yakni bukan kesalahan besar menurut anggapan kedua orang tersebut. Ada yang mengatakan bahwa itu merupakan hal besar -berat- baginya untuk meninggalkannya.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Tahukah engkau semua, apakah kedustaan besar itu? Yaitu Namimah atau banyak bicara adu domba antara para manusia.” (Riwayat Muslim) Al’adhha dengan fathahnya ‘ain muhmalah dan sukunnya dhad mu’jamah dan dengan ha’ menurut wazan Alwajhu. Ada yang mengatakan Al’idhatu dengan kasrahnya ‘ain dan fathahnya dhad mu’jamah menurut wazan Al’idatu, artinya ialah kedustaan serta kebohongan besar. Menurut riwayat pertama, maka al’adhhu adalah mashdar, dikatakan: ‘adhahahu ‘adhhan artinya melemparnya dengan kedustaan atau pengadu-dombaan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Meski Allah dan RasulNya memerintahkan ummat Islam bersatu, namun kaum Khawarij ini meski sering mengutip ayat dan hadits tentang itu selalu memecah-belah persatuan ummat Islam dengan berbagai dalih. Mereka merasa hanya merekalah yang benar. Yang lain sesat atau kafir:</p>
<p style="text-align: justify;">“Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar Ruum:32]</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka gemar berbantah-bantahan panjang lebar hanya untuk menimbulkan fitnah dan melemahkan kekuatan Islam.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [Al Anfaal 46]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2011/03/13/ummat-islam-itu-satu-dan-jangan-berpecah-belah">http://media-islam.or.id/2011/03/13/ummat-islam-itu-satu-dan-jangan-berpecah-belah</a></p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya meski mengaku ingin berpegang pada sunnah, namun dengan bersahabat dengan kaum Yahudi dan Nasrani dan menganggap kaum tersebut lebih baik daripada sesama Muslim, mereka ingkar Al Qur’an. Ingkar kepada Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang-orang yang beriman tidak akan mengambil kaum Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hanya orang munafik yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok Khawarij ini boleh dikata sebagian besar menghabiskan waktunya untuk menyakiti ummat Islam baik dengan lisan, tulisan, bahkan pedang. Para penyembah berhala atau orang-orang kafir justru aman dari kejahatan mereka sebagaimana sabda Nabi Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya:</p>
<p style="text-align: justify;">Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata:<br />
Ali ra. yang sedang berada di Yaman, mengirimkan emas yang masih dalam bijinya kepada Rasulullah saw., kemudian Rasulullah saw. membagikannya kepada beberapa orang, Aqra` bin Habis Al-Hanzhali, Uyainah bin Badr Al-Fazari, Alqamah bin Ulatsah Al-Amiri, seorang dari Bani Kilab, Zaidul Khair At-Thaiy, seorang dari Bani Nabhan. Orang-orang Quraisy marah dan berkata: Apakah baginda memberi para pemimpin Najed, dan tidak memberikan kepada kami? Rasulullah saw. bersabda: Aku melakukan itu adalah untuk mengikat hati mereka. Kemudian datang seorang lelaki yang berjenggot lebat, kedua tulang pipinya menonjol, kedua matanya cekung, jidatnya jenong dan kepalanya botak. Ia berkata: Takutlah kepada Allah, ya Muhammad! Rasulullah saw. bersabda: Siapa lagi yang taat kepada Allah jika aku mendurhakai-Nya? Apakah Dia mempercayai aku atas penduduk bumi, sedangkan kamu tidak mempercayai aku? Lalu laki-laki itu pergi. Seseorang di antara para sahabat minta izin untuk membunuh laki-laki itu (diriwayatkan bahwa orang yang ingin membunuh itu adalah Khalid bin Walid), tetapi Rasulullah saw. bersabda: <em>Sesungguhnya diantara bangsaku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala.</em> Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/16/kadang-kebenaran-tidak-hanya-satu/">http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/16/kadang-kebenaran-tidak-hanya-satu/</a></p>
<p style="text-align: justify;">Kita mungkin terkagum-kagum pada ayat-ayat Al Qur&#8217;an dan Hadits-hadits Nabi yang dibawakan oleh kaum Khawarij tersebut, namun itu semua tidak mereka amalkan. Bahkan mereka injak-injak. Mereka bersikap keras dan zalim terhadap sesama Islam dan justru lemah-lembut terhadap orang-orang kafir harbi.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/">http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/</a></p>
<p style="text-align: justify;">Kaum Khawarij ini seperti kaum Yahudi yang akan dilempar masuk neraka karena hanya bicara tanpa melakukan apa yang dia ucapkan:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?&#8221; [Al Baqarah 44] </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pada hari kiamat seorang dihadapkan dan dilempar ke neraka. Orang-orang bertanya, “Hai Fulan, mengapa kamu masuk neraka sedang kamu dahulu adalah orang yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah perbuatan mungkar?” Orang tersebut menjawab, “Ya benar, dahulu aku menyuruh berbuat ma’ruf, sedang aku sendiri tidak melakukannya. Aku mencegah orang lain berbuat mungkar sedang aku sendiri melakukannya.” (HR. Muslim)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kaum Khawarij ini berpendapat hanya ada 1 kebenaran, yaitu pendapat mereka dan memaksakan kehendaknya kepada yang lain. Padahal dalam Islam itu ada dikenal Khilafiyah atau beda pendapat. Oleh karena itulah ada 4 Madzhab: Hanafi, Maliki, Syafi&#8217;ie, dan Hambali. Semua madzhab itu benar. Tidak ada yang salah. Dan Imam Malik juga menolak saat Sultan Harun Al Rasyid meminta agar Madzhab Maliki dipakai sebagai satu-satunya Madzhab di negara Islam. Beliau khawatir nanti di tempat lain yang memakai madzhab lain bisa berontak.</p>
<p style="text-align: justify;">Di zaman Nabi pun para sahabat biasa berbeda pendapat:</p>
<p style="text-align: justify;">Umar bin Khattab berkata: “Aku mendengar Hisyam bin Hakim membaca surat Al-Furqan di masa hidupya Rasulullah SAW, aku mendengar bacaannya, tiba-tiba ia membacanya dengan beberapa huruf yang belum pernah Rasulullah SAW membacakannya kepadaku sehingga aku hampir beranjak dari shalat, kemudian aku menunggunya sampai salam. Setelah ia salam aku menarik sorbannya dan bertanya: “Siapa yang membacakan surat ini kepadamu?”. Ia menjawab: “Rasulullah SAW yang membacakannya kepadaku”, aku menyela: “Dusta kau, Demi Allah sesungguhnya Rasulullah SAW telah membacakan surat yang telah kudengar dari yang kau baca ini”.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu aku pergi membawa dia menghadap Rasulullah SAW lalu aku bertanya: “Wahai Rasulullah aku telah mendengar lelaki ini, ia membaca surat Al-Furqan dengan beberapa huruf yang belum pernah engkau bacakan kepadaku, sedangkan engkau sendiri telah membacakan surat Al-Furqan ini kepadaku”. Rasulullah SAW menjawab: “Hai Umar! lepaskan dia. “Bacalah Hisyam!”. Kemudian ia membacakan bacaan yang tadi aku dengar ketika ia membacanya. Rasululllah SAW bersabda: “Begitulah surat itu diturunkan” sambil menyambung sabdanya: “Bahwa Al-Qur’an ini diturunkan atas tujuh huruf maka bacalah yang paling mudah!”.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam satu riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW mendengarkan pula bacaan sahabat Umar r.a. kemudian beliau bersabda: “Begitulah bacaan itu diturunkan”.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat berbeda pun dalam berpuasa di perjalanan para sahabat tidak saling cela. Ada yang berbuka, ada pula yang tetap berpuasa:</p>
<p style="text-align: justify;">Anas bin Maalik berkata: “Kami sedang bermusafir bersama dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam semasa Ramadhan dan di kalangan kami ada yang berpuasa, ada yang tidak berpuasa. Golongan yang berpuasa tidak menyalahkan orang yang tidak berpuasa dan golongan yang tidak berpuasa tidak menyalahkan orang yang berpuasa. [ hadist riwayat Bukhari and Muslim]</p>
<p style="text-align: justify;">Dari situ kita tahu bahwa kebenaran itu KADANG-KADANG tidak hanya satu. Bisa 2 bahkan 7 seperti cara membaca Al Qur&#8217;an di atas. Nabi membenarkan mereka semua dan tidak mencela salah satu kelompok. Jika dipaksakan hanya satu meski yang lain tidak suka, maka akan timbul perpecahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ciri Khawarij lainnya adalah akhlak yang buruk. Nabi dan ummat Islam yang baik memiliki akhlak yang mulia. Penuh kasih sayang. Bukan kekejian:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. &#8221; [Al Anbiyaa' 107]</p>
<p style="text-align: justify;">Nabi Muhammad itu diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. (HR. Al Bazzaar)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Paling dekat dengan aku kedudukannya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya. (HR. Ar-Ridha)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya orang yang akhlaknya rendah, keji, dan suka bermusuhan adalah orang yang dibenci Allah:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sesungguhnya Allah membenci orang yang keji, yang berkata kotor dan membenci orang yang meminta-minta dengan memaksa. (AR. Ath-Thahawi)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Orang yang paling dibenci Allah ialah yang bermusuh-musuhan dengan keji dan kejam. (HR. Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi jika kita ikut pengajian, tapi gurunya akhlaknya buruk dan kita pun jadi kasar, niscaya itu pengajian yang sesat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kadang ada orang yang merasa berjihad/mujahid, namun akhlaknya kasar dan sombong. Tidak punya adab. Ada yang suka menghina sesama Muslim bahkan ulama. Seolah-olah dia yang mempunyai surga. Padahal Nabi yang merupakan Mujahid Agung akhlaknya sangat sempurna.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi itulah beberapa ciri kaum Khawarij yang sebetulnya jika kita tidak taqlid dan membaca Al Qur&#8217;an dan Hadits dengan cerdas, mereka itu meski dalihnya menghidupkan Sunnah, pada dasarnya Ingkar Al Qur&#8217;an dan Ingkar Sunnah.</p>
<p style="text-align: justify;">Referensi:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.dakwatuna.com/2008/10/1295/khawarij-dan-sifat-sifatnya/#ixzz1jsDLFG6u">http://www.dakwatuna.com/2008/10/1295/khawarij-dan-sifat-sifatnya/#ixzz1jsDLFG6u</a></p>
<div class="shr-publisher-2524"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2012%2F01%2F19%2Fciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim%2F' data-shr_title='Ciri+Khawarij%3A+Tak+Mengamalkan+Al+Qur%27an+dan+Membunuh+Muslim'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2012%2F01%2F19%2Fciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2012%2F01%2F19%2Fciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim%2F' data-shr_title='Ciri+Khawarij%3A+Tak+Mengamalkan+Al+Qur%27an+dan+Membunuh+Muslim'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2012%2F01%2F19%2Fciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim%2F' data-shr_title='Ciri+Khawarij%3A+Tak+Mengamalkan+Al+Qur%27an+dan+Membunuh+Muslim'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rekomendasi MUI Tentang Syi&#8217;ah</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2012/01/11/rekomendasi-mui-tentang-syiah/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2012/01/11/rekomendasi-mui-tentang-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 03:05:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Sesat]]></category>
		<category><![CDATA[Syi'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2530</guid>
		<description><![CDATA[Berikut Rekomendasi MUI (bukan Fatwa) tentang Syi&#8217;ah: Faham Syiah بسم اللّه الرحمن الرحيم <p style="text-align: justify;">Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi&#8217; ah sebagai berikut: Faham Syi&#8217;ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><h1 style="text-align: justify;">Berikut Rekomendasi MUI (bukan Fatwa) tentang Syi&#8217;ah:<br />
Faham Syiah</h1>
<h1 style="text-align: justify;">بسم اللّه الرحمن الرحيم</h1>
<p style="text-align: justify;">Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi&#8217; ah sebagai berikut:<br />
Faham Syi&#8217;ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jamm&#8217;ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia.<br />
Perbedaan itu di antaranya :<br />
<span id="more-2530"></span>1. Syi&#8217;ah menolak hadis yang tidak diriwayatkan oleh Ahlu Bait, sedangkan Ahlu Sunnah wal Jama&#8217;ah tidak membeda-bedakan asalkan hadits itu memenuhi syarat ilmu mustalah hadis.<br />
2. Syi&#8217;ah memandang &#8220;Imam&#8221; itu ma &#8216;sum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan (kesalahan).<br />
3. Syi&#8217;ah tidak mengakui Ijma&#8217; tanpa adanya &#8220;Imam&#8221;, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama&#8217; ah mengakui Ijma&#8217; tanpa mensyaratkan ikut sertanya &#8220;Imam&#8221;.<br />
4. Syi&#8217;ah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/pemerintahan (imamah) adalah termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah) memandang dari segi kemaslahatan umum dengan tujuan keimamahan adalah untuk menjamin dan melindungi da&#8217;wah dan kepentingan umat.<br />
5. Syi&#8217;ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar as-Siddiq, Umar Ibnul Khatab, dan Usman bin Affan, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah mengakui keempat Khulafa&#8217; Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali bin Abi Thalib).<br />
Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi&#8217;ah dan Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan tentang &#8220;Imamah&#8221; (pemerintahan)&#8221;, Majelis Ulama Indonesia menghimbau kepada umat Islam Indonesia yang berfaham ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi&#8217;ah<br />
Ditetapkan : Jakarta, 7 Maret 1984 M<br />
4 Jumadil Akhir 1404 H<br />
KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA<br />
Ketua<br />
ttd<br />
Prof. K.H. Ibrahim Hosen, LML<br />
Sekretaris<br />
ttd<br />
H. Musytari Yusuf, LA<br />
Sumber: <a href="http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&amp;task=search_result&amp;Itemid=73">http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&amp;task=search_result&amp;Itemid=73</a><br />
Fatwa MUI/Bidang Aqidah dan Aliran Keagamaan<br />
<a href="http://faisalchoir.blogspot.com/2011/12/fatwa-mui-tentang-syiah.htm">http://faisalchoir.blogspot.com/2011/12/fatwa-mui-tentang-syiah.htm</a></p>
<p style="text-align: justify;">Meski masyarakat banyak yang mengira tulisan di atas Fatwa, namun bukan. Itu rekomendasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut penjelasan dari beberapa Ketua MUI:<br />
<a href="http://www.sabili.co.id/indonesia-kita/mui-tak-punya-fatwa-sesat-tentang-syiah">http://www.sabili.co.id/indonesia-kita/mui-tak-punya-fatwa-sesat-tentang-syiah</a></p>
<h1 style="text-align: justify;">MUI Tak Punya Fatwa Sesat tentang Syiah</h1>
<p style="text-align: justify;">JUMAT, 10 JUNI 2011 16:49 DWI HARDIANTO<br />
Namun, sampai saat ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai kumpulan ulama yang mayoritas berpaham Sunni, tidak memiliki fatwa kesesatan Syiah.<br />
&#8220;Pada tahun 1984, MUI hanya mengeluarkan himbauan paham Syiah. Yang Saat itu ditandatangani oleh Prof Ibrahim Hosen,&#8221; papar Ketua MUI KH Kholil Ridwan pada diskusi tentang ajaran Syiah di Masjid Al-Furqan, Komplek Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Kramat Raya, Jakarta (10/6/2011).<br />
Dikatakan Kholil, anggota MUI bersifat heterogen sehingga banyak kepentingan yang diakomodir, salah satunya ada yang membela kepentingan Syiah. &#8221;Di MUI ada ulama yang membela kepentingan Syiah sehingga tidak ada fatwa sesat Syiah,&#8221; katanya.<br />
====</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.metrotvnews.com/index.php/read/newsvideo/2012/01/01/142507/MUI-Syiah-Tak-Sesat/3">http://www.metrotvnews.com/index.php/read/newsvideo/2012/01/01/142507/MUI-Syiah-Tak-Sesat/3</a></p>
<h1 style="text-align: justify;">MUI: Syiah Tak Sesat</h1>
<p style="text-align: justify;">Nasional / Minggu, 1 Januari 2012 16:01 WIB<br />
Metrotvnews.com, Jakarta:Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak pernah memberi fatwa ajaran Syiah adalah sesat. MUI bahkan menyayangkan peristiwa pembakaran pondok pesantren Syiah di Sampang, Madura, Jawa Timur.<br />
&#8220;Saya katakan, MUI berprinsip pertama, Mazhab Syiah tidak sesat. Karena ada yang mengatakan Syiah sesat. kedua, mazhab Ahl As-sunnah wal Jamaah (Sunni) dan Syiah adalah mazhab besar dalam dunia Islam. Bahkan, dalam pertemuan internasional yang dihadiri ulama Sunni juga dihadiri ulama Syiah,&#8221; kata Ketua MUI Umar Shihab di Jakarta, Ahad (1/1)<br />
=====<br />
Pandangan FPI (Front Pembela Islam) soal Syi&#8217;ah dan Wahabi. Patut diketahui, menurut Ustad Arifin Ilham, Habib Rizieq Syihab ternyata seorang DOKTOR di bidang Ilmu Syari&#8217;ah. Jadi ilmu beliau cukup dalam. Beliau juga pengurus organisasi Keturunan Ahlul Bait Rabithoh yang meski mayoritas Sunni, namun ada juga Syi&#8217;ah yang minoritas. Jadi tahu langsung soal Syi&#8217;ah dari penganutnya. Bukan dari katanya..katanya… atau sekedar copy paste dari internet:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://fpi.or.id/?p=detail&amp;nid=98">http://fpi.or.id/?p=detail&amp;nid=98</a></p>
<h1 style="text-align: justify;">Sikap FPI Terhadap SYI&#8217;AH Dan WAHABI</h1>
<p style="text-align: justify;">SENIN, 15 FEBRUARI 2010 | 16:43 WIB<br />
Sehubungan dengan bermunculan beragam macam pertanyaan bahkan fitnah dan tuduhan dalam berbagai blog mau pun facebook di dunia maya tentang aqidah FPI, ditambah lagi banyaknya desakan dari berbagai pihak agar FPI menyampaikan sikapnya secara terbuka tentang SYI&#8217;AH dan WAHABI. Maka kami redaksi <a href="http://fpi.or.id/">fpi.or.id</a> berinisiatif untuk menukilkan pernyataan Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab, MA, saat DIKLAT Sehari FPI di akhir tahun 2009 yang lalu berkaitan dengan ASASI PEJUANGAN FPI yang terkait asas, aqidah, dan madzhab Organisasi.<br />
FPI adalah organisasi AMAR MA&#8217;RUF NAHI MUNKAR yang berasaskan ISLAM dan ber-aqidahkan AHLUS SUNNAH WAL JAMA&#8217;AH serta bermadzhab fiqih SYAFI&#8217;I. Jadi, FPI bukan SYI&#8217;AH atau pun WAHABI.</p>
<h2 style="text-align: justify;">SYI&#8217;AH</h2>
<p style="text-align: justify;">Pandangan FPI terhadap SYI&#8217;AH sebagai berikut : FPI membagi Syi&#8217;ah dengan semua sektenya menjadi TIGA GOLONGAN ; Pertama, SYI&#8217;AH GHULAT yaitu Syi&#8217;ah yang menuhankan/menabikan Ali ibn Abi Thalib RA atau meyakini Al-Qur&#8217;an sudah di-TAHRIF (dirubah/ditambah/dikurangi), dan sebagainya dari berbagai keyakinan yang sudah menyimpang dari USHULUDDIN yang disepakati semua MADZHAB ISLAM. Syi&#8217;ah golongan ini adalah KAFIR dan wajib diperangi.<br />
Kedua, SYI&#8217;AH RAFIDHOH yaitu Syi&#8217;ah yang tidak berkeyakinan seperti Ghulat, tapi melakukan penghinaan/penistaan/pelecehan secara terbuka baik lisan atau pun tulisan terhadap para Sahabat Nabi SAW seperti Abu Bakar RA dan Umar RA atau terhadap para isteri Nabi SAW seperti &#8216;Aisyah RA dan Hafshah RA. Syi&#8217;ah golongan ini SESAT, wajib dilawan dan diluruskan.<br />
Ketiga, SYI&#8217;AH MU&#8217;TADILAH yaitu Syi&#8217;ah yang tidak berkeyakinan Ghulat dan tidak bersikap Rafidhah, mereka hanya mengutamakan Ali RA di atas sahabat yang lain, dan lebih mengedapankan riwayat Ahlul Bait daripada riwayat yang lain, secara ZHOHIR mereka tetap menghormati para sahabat Nabi SAW, sedang BATHIN nya hanya Allah SWT Yang Maha Tahu, hanya saja mereka tidak segan-segan mengajukan kritik terhadap sejumlah sahabat secara ilmiah dan elegan. Syi&#8217;ah golongan inilah yang disebut oleh Prof. DR. Muhammad Sa&#8217;id Al-Buthi, Prof. DR. Yusuf Qardhawi, Prof. DR. Wahbah Az-Zuhaili, Mufti Mesir Syeikh Ali Jum&#8217;ah dan lainnya, sebagai salah satu Madzhab Islam yang diakui dan mesti dihormati. Syi&#8217;ah golongan ketiga ini mesti dihadapi dengan DA&#8217;WAH dan DIALOG bukan dimusuhi.</p>
<h2 style="text-align: justify;">&#8230;</h2>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian, FPI sangat MENGHARGAI PERBEDAAN, tapi FPI sangat MENENTANG PENYIMPANGAN. Oleh karena itu semua, FPI menyerukan kepada segenap Umat Islam agar menghentikan/membubarkan semua majelis/mimbar mana saja yang secara terbuka melecehkan/menghina/menistakan Ahlul Bait dan Shahabat Nabi SAW atau menyebarluaskan berbagai KESESATAN atau melakukan PENODAAN terhadap agama, lalu menyeret para pelakunya ke dalam proses hukum dengan tuntutan PENISTAAN AGAMA. (redaksi <a href="http://fi.or.id/adie">fi.or.id/adie</a>)<br />
<a href="http://fpi.or.id/adie">fpi.or.id/adie</a><br />
====</p>
<h1 style="text-align: justify;">Beda Syi&#8217;ah dengan Alawiy</h1>
<p style="text-align: justify;">Hidayatullah.com. Adanya sebagian dari kalangan alawiyin (Arab keturunan sayyid yang menisbatkan diri sebagai keturuan Rasulullah SAW dari jalur Fatimah Ra) yang menganut Syi&#8217;ah, menimbulkan persepsi sebagian masyarakat, bahwa kaum alawiyin atau habaib identik dengan Syi&#8217;ah.<br />
Namun, anggapan ini dibantah oleh Rabithah Alawiyah, satu-satunya organisasi resmi kalangan alawiyyin di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1928 di Jakarta. Salah seorang ketua Rabithah yang juga Ketua Umum Front Pembela Islam, Habib Muhammad Rizieq Shihab menjelaskannya secara singkat saat Suara Hidayatullah mengunjunginya di rumah tahanan Polda Metro Jaya, awal Maret lalu.<br />
&#8220;Jangan samakan alawiyyin dengan Syi&#8217;ah. Itu menyinggung semua habaib, karena tidak semua habaib itu Syi&#8217;ah. Ana (saya) bukan Syi&#8217;ah,&#8221; jawab Rizieq.<br />
Memang, ada sebagian habaib yang menganut Syi&#8217;ah, tapi prosentasenya sangat kecil, tidak sampai sepuluh persen. Pengurus Rabithah sendiri, kata Rizieq, bebas dari Syi&#8217;ah. Semuanya Sunni.<br />
Rizieq menjelaskan, alawiyyin terbagi menjadi dua, yakni alawiyyin nasaban dan alawiyyin madzhaban. Alawiyyin madzhaban itu yang Syiah. Mereka bermadzhab Alawiy. Sedang alawiyyin nasaban, yakni nasabnya atau silsilahnya dari Ali bin Abi Thalib Ra. yang bermadzhab Syafi&#8217;i. Yang berasal dari Hadramaut, Yaman, termasuk alawiyyin nasaban.<br />
Meski demikian, kata Rizieq, secara nasab sebagian pengikut Syi&#8217;ah tadi memang alawiy. Mereka memang berasal dari Hadramaut tapi tidak secara langsung hijrah ke Indonesia. Sebagian mereka hijrah dahulu ke Irak ataupun Iran sebelum berlabuh di Indonesia.<br />
&#8230;<br />
Menurut Rizieq, Rabithah mengambil sikap dialogis menanggapi para alawiyyin Syi&#8217;ah tersebut. Tidak konfrontif. Hal ini dikarenakan para alawiyyin Syi&#8217;ah tersebut termasuk keluarga besar alawyyin di bawah naungan Rabithah. Sehingga mereka punya hak untuk untuk diperhatikan, diajak dialog, dibina, dan diayomi. Laporam mereka yang merasa diancam oleh kalangan Sunni juga ditampung Rabithah.<br />
Meski demikian, kata Rizieq, Rabithah juga meminta kalangan Syi&#8217;ah untuk introspeksi diri. &#8220;Adanya aksi anarkis disebabkan aksi dari kalangan Syi&#8217;ah yang membuat selebaran, buku, yang menyinggung hal yang sangat sensitif bagi Ahlus Sunnah. Seperti soal Abu Bakar, Umar bin Khatab, Ustman bin Affan, juga tentang istri-istri nabi, Aisyah dan Hafsah.&#8221;<br />
Sebagai ketua FPI, meski masih bersedia dialog dengan kalangan Syi&#8217;ah, Rizieq punya garis tegas mengenai masalah Syi&#8217;ah. Suatu hal yang katanya sering ia sampaikan kepada anggota FPI dan di hadapan habaib Syi&#8217;ah sendiri. &#8220;Kalau ada dai-dai di atas mimbar mencaci maki ahlul bait atau sahabat Nabi, turunkan! Bakar mimbarnya! Ana nggak mau tahu, mau Syi&#8217;ah kek, wahabi kek. Caci maki sahabat, caci maki ahlul bait, berarti musuh ana&#8221;. *Surya Fachrizal/Suara Hidayatullah<br />
<a href="http://majalah.hidayatullah.com/?p=262">http://majalah.hidayatullah.com/?p=262</a><br />
===</p>
<h1 style="text-align: justify;">Pendapat Habib Munzir Al Musawwa dari Majelis Rasulullah tentang Syi&#8217;ah dan Salafi Wahabi:</h1>
<p style="text-align: justify;">2. sebagian besar kaum syiah memvonis para sahabat sebagai para pengkhianat pada Nabi saw. termasuk Abubakar Shiddiq ra, Umar bin Khattab ra, Utsman bin Affan ra, Aisyah ummulmukminin ra, dan masih banyak lagi, dan mereka pun menghalalkan Mut&#8217;ah (kawin kontrak) yg suidah diharamkan oleh Rasul saw, dan masih banyak lagi penyimpangan kaum syiah..<br />
<a href="http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=5&amp;func=view&amp;id=957&amp;catid=7">http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=5&amp;func=view&amp;id=957&amp;catid=7</a></p>
<h1>Kalau Ketua MUI, Ketua NU, Ketua Muhammadiyyah disebut pembela aliran sesat Syi’ah, lalu yang benar siapa? Ulama Salafi Wahabi?</h1>
<p style="text-align: justify;">Menurut Habib Rizieq, Syi’ah itu terbagi 3: Ghulat yg menTuhankan Ali (Sesat), Rafidhoh yg mencaci Khalifah/para Sahabat (Sesat), dan Mu’tazilah (tidak sesat).<br />
Syi’ah golongan inilah yang disebut oleh Prof. DR. Muhammad Sa’id Al-Buthi, Prof. DR. Yusuf Qardhawi, Prof. DR. Wahbah Az-Zuhaili, Mufti Mesir Syeikh Ali Jum’ah dan lainnya, sebagai salah satu Madzhab Islam yang diakui dan mesti dihormati. Syi’ah golongan ketiga ini mesti dihadapi dengan Da’wah dan Dialog bukan dimusuhi.<br />
Mereka semua ulama. Kalau mereka semua dianggap sesat, lalu yang benar siapa?</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan sebut ulama Pembela Paham Sesat Syi&#8217;ah karena mereka membela Syi&#8217;ah dengan anggapan minimal ada sebagian Syi&#8217;ah yang tidak sesat. Jika ada yang menyebut ulama sebagai pembela paham sesat, maka orang itu adalah Khawarij yang menghina ulama. Jangankan ulama, Nabi pun dihina oleh ulama. Bahkan Khalifah Ali mereka bunuh.</p>
<h1>Inilah Tokoh Para Pembela Paham Sesat Syiah</h1>
<p>Jakarta (Voa-Islam) – Rupanya, ada banyak tokoh yang mengklaim dirinya sebagai tokoh Islam yang membela paham sesat Syiah. Mulai dari Ketua MUI Umar Syihab, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, dan sebagainya. Berikut Voa-Islam tampilkan pendapat mereka mengenai ajaran Syiah:</p>
<p><strong>Umar Syihab (Ketua MUI)</strong></p>
<p>Menurut Umar Syihab, ia tak sependapat dengan MUI Jawa Timur yang menyebut aliran Syiah sesat. Umar menegaskan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Syiah sebagai aliran sesat.</p>
<p>Mengenai insiden pembakaran pesantren Syiah di Sampang, Madura beberapa waktu lalu, Umar berpendapat insiden hanyalah ditumpangi pihak-pihak yang ingin mengadu domba umat Islam dengan kedok ajaran Syiah yang dituding sesat.<br />
Kata Umar, MUI tidak pernah menyatakan, bahwa Syiah itu sesat. Syiah dianggap salah satu mazhab yang benar, sama halnya dengan ahli sunnah wal jama’ah. Kendati pun ada perbedaan pandangan, kata dia, Islam tidak pernah menghalalkan kekerasan, apalagi perusakan tempat ibadah dan majelis taklim seperti terjadi di Sampang.</p>
<p>Ajaran Syiah, kata Umar, sudah diakui di dunia islam sebagai mazhab yang benar sampai saat ini. “Karena itu jangan kita membuat peryataan yang bisa mengeluapkan gejolak di tengah-tengah masyarakat kita dan bisa menyebabkan korban.”</p>
<p><strong>Said Aqil Siraj (Ketua NU)</strong></p>
<p>Menurut Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, ada desain besar di balik aksi pembakaran pesantren penganut Syiah di Sampang, Madura. Tak mungkin peristiwa tersebut terjadi tanpa ada yang membuatnya. Padahal kerukunan hidup beragama di sana sebelumnya baik-baik saja.</p>
<p>Said meminta pemerintah dan aparat keamanan bekerja lebih keras, mencegah aksi serupa terulang di kemudian hari. “Ini pasti ada big design-nya. Ada pihak-pihak yang ingin merusak suasana damai di Indonesia,” kata Said.</p>
<p>Menurut Said Aqil, Sunni dan Syiah hanya dijadikan alat seolah-olah memang ada permusuhan. Padahal tidak, mereka dari dulu sampai sekarang hidup damai berdampingan. Ketua Umum PBNU itu meminta semua pihak bisa menahan diri dengan tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis. “Pihak ketiga itu selalu melancarkan provokasi supaya konflik terus terjadi. Dan bukan tidak mungkin kasus serupa akan terjadi di kemudian hari,” katanya.</p>
<p>Prof Dr Said Agil Siraj mengungkapkan, di sejumlah negara Islam maupun Timur Tengah yang hidup faham Suni dan Syiah, dapat hidup rukun dan berdampingan. ”Bahkan Mufti Syria Badruddin Hassun yang berasal dari Suni, fatwa-fatwanya sangat didengar oleh kelompok Syiah,” jelas Kiai Siraj seraya menambahkan kondisi serupa terjadi di Saudi Arabia, Pakistan, maupun Libanon.</p>
<p>Bahkan di Libanon Selatan, lanjut Said, Hizbullah dari kelompok Syiah didukung juga oleh kelompok Suni. Dikatakan Said, sepanjang sejarah, perbedaan yang terjadi antara Suni dan Syiah sebenarnya, terkait soal kekuasaan atau lazim disebut imamah. Karena itu, kelompok Syiah memasukkan masalah imamah ke dalam rukun agama dan sejak dini anak-anak mereka diajarkan pengetahuan tentang imamah. “Dalam perkembangan Islam, kedua kelompok Suni dan Syiah sama-sama memberikan andil dan peran yang sangat besar dalam peradaban Islam,” tegas kyai Siraj.</p>
<p>Said menyebut sejumlah tokoh Syiah yang memberikan andil besar bagi kemajuan Islam. Sebut saja misalnya Ibnu Sina, seorang filsuf yang juga dikenal sebagai seorang dokter, Jabir bin Hayyan yang dikenal sebagai penemu ilmu hitung atau aljabbar, dan seorang sufi Abu Yazid al Busthami. Mereka yang beraliran Syiah ini telah menyumbangkan ilmunya bagi kemajuan Islam. “Jadi, kedua kelompok ini adalah aset yang sangat berharga bagi umat Islam.”</p>
<p><strong>Syafii Maarif (Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah)</strong></p>
<p>Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif mengutuk keras aksi pembakaran terhadap pondok pesantren Syiah di Kecamatan Karang Penang, Sampang. Terlebih jika aksi pembakaran tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan pandangan keagamaan.</p>
<p>Menurutnya, kebenaran bukanlah milik individu apalagi kelompok. Syafii mengatakan, Syiah telah diakui sebagai mazhab kelima dalam Islam. Dia pun menyatakan bahwa setiap orang, sekalipun atheis berhak hidup. Terpenting, katanya, bisa hidup rukun dan toleran.</p>
<p><strong>Din Syamsudin (Ketua Muhammadiyah)</strong></p>
<p>Pada Konferensi Persatuan Islam Sedunia yang berlangsung 4-6 Mei 2008 di Teheran, Iran, Din Syamsuddin pernah mengatakan, bahwa Sunni dan Syi’ah ada perbedaan, tapi hanya pada wilayah cabang (furu’yat), tidak pada wilayah dasar agama (akidah). Menurut Din, Sunni dan Syi’ah berpegang pada akidah Islamiyah yang sama, walau ada perbedaan derajat penghormatan terhadap sahabat sekaligus menantu Nabi Muhammad, yakni Ali bin Abi Thalib.</p>
<p>Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini juga mengatakan, sewajarnya jika dua kekuatan besar Islam ini (Sunni dan Syi’ah) bersatu melawan dua musuh utama umat saat ini yaitu kemiskinan dan keterbelakangan. (Detikcom 5 Mei 2008)</p>
<p>Dikatakan Din, seandainya tidak dicapai titik temu, maka perlu dikembangkan tasamuh atau toleransi. Seluruh elemen umat Islam dalam kemajemukannya perlu menemukan “kalimat sama” (kalimatun sawa) dalam merealisasikan misi kekhalifahan di muka bumi.</p>
<p>Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan bahwa persatuan umat Islam khususnya antara kaum Sunni dan kaum Syiah, adalah mutlak perlu sebagai prasyarat kejayaan Islam. Kejayaan umat Islam pada abad-abad pertengahan juga didukung persatuan dan peran serta kedua kelompok umat Islam tersebut. (Desastian/dbs)<br />
<a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/01/04/17291/inilah-tokoh-para-pembela-paham-sesat-syiah/">http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/01/04/17291/inilah-tokoh-para-pembela-paham-sesat-syiah/</a></p>
<p>Syi&#8217;ah muncul saat Mu&#8217;awiyah berontak terhadap Khalifah &#8216;Ali sehingga akhirnya Islam pecah jadi 3 bagian: Sunni (Pendukung Mu&#8217;awiyah), Syi&#8217;ah Ali (Pendukung Ali), dan Khawarij (Orang-orang yang keluar dari Islam). Saat itu aqidah dan ibadah ummat Islam baik Sunni, Syi&#8217;ah, mau pun Khawarij adalah sama. Namun Khawarij dianggap sesat atau keluar dari Islam karena mengkafirkan sesama Muslim dan menghalalkan darah ummat Islam.</p>
<p>Khawarij ingin membunuh Mu&#8217;awiyah dan Ali karena menganggap mereka berdua sumber fitnah. Namun hanya Ali yang terbunuh. Mu&#8217;awiyah selamat dan jadi khalifah.</p>
<p>Meski awalnya sama, namun seiring perjalanan waktu mulai timbul perbedaan. Sunni mengambil hadits dari seluruh sahabat. Syi&#8217;ah hanya mengambil dari Ali dan dari keturunan Husein bin Ali. Syi&#8217;ah tidak mengakui Mu&#8217;awiyah sebagai Khalifah. Sebaliknya mereka mengakui Ali dan keturunan Nabi dari Siti Fatimah dan Ali sebagai Imam. Di antaranya adalah Hasan, Husein. Urutan Imamnya:</p>
<p>Urutan imam mereka yaitu:</p>
<ol>
<li><a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali bin Abi Thalib</a> (<a title="600" href="http://id.wikipedia.org/wiki/600">600</a>–<a title="661" href="http://id.wikipedia.org/wiki/661">661</a>), juga dikenal dengan <em>Amirul Mukminin</em></li>
<li><a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan bin Ali</a> (<a title="625" href="http://id.wikipedia.org/wiki/625">625</a>–<a title="669" href="http://id.wikipedia.org/wiki/669">669</a>), juga dikenal dengan <em>Hasan al-Mujtaba</em></li>
<li><a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">Husain bin Ali</a> (<a title="626" href="http://id.wikipedia.org/wiki/626">626</a>–<a title="680" href="http://id.wikipedia.org/wiki/680">680</a>), juga dikenal dengan <em>Husain asy-Syahid</em></li>
<li><a title="Ali bin Husain" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Husain">Ali bin Husain</a> (<a title="658" href="http://id.wikipedia.org/wiki/658">658</a>–<a title="713" href="http://id.wikipedia.org/wiki/713">713</a>), juga dikenal dengan <em>Ali Zainal Abidin</em></li>
<li>Muhammad bin Ali (<a title="676" href="http://id.wikipedia.org/wiki/676">676</a>–<a title="743" href="http://id.wikipedia.org/wiki/743">743</a>), juga dikenal dengan <em><a title="Muhammad al-Baqir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Baqir">Muhammad al-Baqir</a></em></li>
<li>Jafar bin Muhammad (<a title="703" href="http://id.wikipedia.org/wiki/703">703</a>–<a title="765" href="http://id.wikipedia.org/wiki/765">765</a>), juga dikenal dengan <em><a title="Ja'far ash-Shadiq" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_ash-Shadiq">Ja&#8217;far ash-Shadiq</a></em></li>
<li>Musa bin Ja&#8217;far (<a title="745" href="http://id.wikipedia.org/wiki/745">745</a>–<a title="799" href="http://id.wikipedia.org/wiki/799">799</a>), juga dikenal dengan <em><a title="Musa al-Kadzim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musa_al-Kadzim">Musa al-Kadzim</a></em></li>
<li>Ali bin Musa (<a title="765" href="http://id.wikipedia.org/wiki/765">765</a>–<a title="818" href="http://id.wikipedia.org/wiki/818">818</a>), juga dikenal dengan <em><a title="Ali ar-Ridha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_ar-Ridha">Ali ar-Ridha</a></em></li>
<li>Muhammad bin Ali (<a title="810" href="http://id.wikipedia.org/wiki/810">810</a>–<a title="835" href="http://id.wikipedia.org/wiki/835">835</a>), juga dikenal dengan <em><a title="Muhammad al-Jawad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Jawad">Muhammad al-Jawad</a></em> atau Muhammad at Taqi</li>
<li>Ali bin Muhammad (<a title="827" href="http://id.wikipedia.org/wiki/827">827</a>–<a title="868" href="http://id.wikipedia.org/wiki/868">868</a>), juga dikenal dengan <em><a title="Ali al-Hadi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_al-Hadi">Ali al-Hadi</a></em></li>
<li>Hasan bin Ali (<a title="846" href="http://id.wikipedia.org/wiki/846">846</a>–<a title="874" href="http://id.wikipedia.org/wiki/874">874</a>), juga dikenal dengan <em><a title="Hasan al-Asykari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_al-Asykari">Hasan al-Asykari</a></em></li>
<li>Muhammad bin Hasan (<a title="868" href="http://id.wikipedia.org/wiki/868">868</a>—), juga dikenal dengan <em><a title="Muhammad al-Mahdi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Mahdi">Muhammad al-Mahdi</a></em></li>
</ol>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syi'ah">http://id.wikipedia.org/wiki/Syi&#8217;ah</a></div>
<div></div>
<div>Itu adalah Imam dari Syi&#8217;ah Imamiyah yang merupakan kelompok Syi&#8217;ah terbesar.</div>
<div>Sebagian kaum Sunni menuduh bahwa ajaran Syi&#8217;ah adalab buatan Yahudi Abdullah bin Saba&#8217; yang masuk Islam di zaman Khalifah Usman guna menimbulkan perpecahan. Oleh sebab itu ada kelompok Sunni yang menuding Syi&#8217;ah = Yahudi:</div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdullah_bin_Saba'">http://id.wikipedia.org/wiki/Abdullah_bin_Saba&#8217;</a></div>
<div></div>
<div>Namun kaum Syi&#8217;ah menolak. Allamah Murtadha Askari telah mengesan dan membuktikan bahawa cerita Abdullah ibn Saba&#8217; yang terdapat dalam versi sunni adalah bersumberkan dari Al-Tabari (w.310H/922M), Ibn Asakir (w571H/1175M), Ibn Abi Bakr (w741H/1340M) dan al-Dhahabi (w747H/1346M). Mereka ini sebenarnya telah mengambil cerita Abdullah ibn Saba&#8217; dari satu sumber iaitu Sayf ibn Umar dalam bukunya al-Futuh al-kabir wa al-riddah dan al-Jamal wal-masir Aishah wa Ali [Murtadha Askari, Abdullah ibn Saba' wa digar afsanehaye tarikhi, Tehran, 1360 H].Sayf adalah seorang penulis yang tidak dipercayai oleh kebanyakan penulis-penulis rijal seperti Yahya ibn Mu&#8217;in (w233/847H), Abu Dawud (w275H/888M), al-Nasai (w303H/915M), Ibn Abi Hatim (w327H/938M), Ibn al-Sukn (w353H/964M), Ibn Hibban (w354H/965M), al-Daraqutni (w385H/995M), al-Hakim (w405H/1014M), al-Firuzabadi (w817H/1414M), Ibn Hajar (w852H/1448M), al-Suyuti (w911H/1505M, dan al-Safi al-Din (w923H/1517M).</div>
<div>Tapi memang jika kelompok Syi&#8217;ah Ali yang merupakan sahabat Nabi disebut taqlid terhadap ajaran Abdullah bin Saba&#8217; aneh juga. Sebab Sahabat Nabi adalah satu generasi terbaik. Mereka mungkin bisa terperdaya oleh taktik pecah-belah yang dilakukan Abdullah bin Saba&#8217;. Tapi jika mengikuti ajaran buatan Abdulllah bin Saba&#8217; yaitu Syi&#8217;ah yang sesat itu sangat aneh. Apa kemudian Hasan, Husen, <a title="Ali bin Husain" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Husain">Ali bin Husain</a> (<a title="658" href="http://id.wikipedia.org/wiki/658">658</a>–<a title="713" href="http://id.wikipedia.org/wiki/713">713</a>), Muhammad bin Ali (<a title="676" href="http://id.wikipedia.org/wiki/676">676</a>–<a title="743" href="http://id.wikipedia.org/wiki/743">743</a>), juga dikenal dengan <a title="Muhammad al-Baqir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Baqir">Muhammad al-Baqir</a>, Jafar bin Muhammad (<a title="703" href="http://id.wikipedia.org/wiki/703">703</a>–<a title="765" href="http://id.wikipedia.org/wiki/765">765</a>), juga dikenal dengan <a title="Ja'far ash-Shadiq" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_ash-Shadiq">Ja&#8217;far ash-Shadiq</a> yang merupakan keturunan Nabi akhirnya tertipu mengikuti ajaran sesat Abdullah bin Saba&#8217;?</div>
<div>Apalagi Imam Ja&#8217;far Ash Shadiq pendiri Madzhab Ja&#8217;fariyah merupakan guru dari Imam Hanafi dan Imam Malik yang merupakan 2 tokoh dari 4 Madzhab Sunni. Tak mungkin beliau tertipu oleh Yahudi. Prof. Dr Quraish Shihab meragukan tuduhan para sahabat dan keturunan Nabi taqlid terhadap ajaran Syi&#8217;ah buatan Yahudi lewat bukunya &#8220;“Sunni-Syiah Bergandengan Tangan, Mungkinkah ?&#8221;</div>
<div>Ada pula yang menuding bahwa Imam Ja&#8217;far menolak dijadikan Imam oleh Syi&#8217;ah. Jika itu benar, harusnya Imam Ja&#8217;far menolak secara terbuka sehingga kaum Syi&#8217;ah membatalkannya menjadi Imam. Bahkan jika perlu menulis 1 buku kesesatan Syi&#8217;ah karena ini adalah perkara besar:</div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_ash-Shadiq">http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_ash-Shadiq</a></div>
<div></div>
<div>Ada Syi&#8217;ah yang sesat, agak sesat, dan ada juga yang lurus. Terhadap Syi&#8217;ah yang menTuhankan Ali, menganggap Al Qur&#8217;an palsu kita nyatakan itu adalah kafir. Yang menghina sahabat dan istri Nabi &#8216;Aisyah itu sesat dan kita ajak mereka agar menghentikan hal itu dengan baik-baik. Tapi terhadap yang lurus, hendaknya kita juga bertoleransi meski ummat Islam tetap harus lurus sesuai Al Qur&#8217;an dan Hadits.</div>
<div>Ada pun dalil-dalil untuk menyesatkan bahkan mengkafirkan Syi&#8217;ah selain ada yang benar, ada juga yang dusta. Jika Syi&#8217;ah itu memang kafir seluruhnya, tentu Jema&#8217;ah Iran yang 99% Syi&#8217;ah itu tidak boleh pergi Haji untuk menginjak Tanah Suci Mekkah karena Mekkah itu haram bagi orang-orang kafir. Toh nyatanya kaum Syi&#8217;ah dari dulu hingga tahun 2011 kemarin tetap berhaji dan umrah ke tanah Suci. Iran mendapat kuota Haji 50 ribu orang dari pemerintah Arab Saudi.</div>
<div>
<p>Pernyataan bahwa Al Kafi adalah Kitab Hadits yang setara dengan Sahih Bukhari dan Muslim juga menyesatkan karena menurut Ulama Syi&#8217;ah sendiri 58% dari hadits di Al Kafi adalah dhoif/palsu. Sementara Kulayni sendiri menyatakan hadits yang sesuai dengan Al Qur&#8217;an terimalah dan hadits yang berlawanan dengan Al Qur&#8217;an tolaklah. Silahkan lihat:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kulayni also states, in reference to hadiths:<br />
&#8220;whatever (hadith) agrees with the Book of God (the Qur&#8217;an), accept it. And whatever contradicts it, reject it&#8221;<br />
Mulla Baqir Majlisi stating in his commentary on al-Kafi, named Mir’at al-’Uqul, that 58% of narrations in al-Kafi are unreliable.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kitab_al-Kafi">http://en.wikipedia.org/wiki/Kitab_al-Kafi</a></p>
</blockquote>
<p>Jika Bukhari dari 200 ribu hadits akhirnya hanya memuat sekitar 7000 hadits. Kulayni mengumpulkan hadits apa adanya tanpa menyaringnya.</p>
<p>Menurut Ulama Syi&#8217;ah Zayn al-Din al-`Amili, yang dikenal sebagai al-Shahid al-Thani (911-966/1505-1559), yang meneliti sanad Al Kafi,  5.072 hadits dinyatakan Sahih, 144 hadits Hasan, 1118 muwaththoq, 302 hadits qowi, dan 9.485 dhaif/lemah. Karena itulah mungkin Kitab Syi&#8217;ah tersebut jarang didapat karena perlu ulama untuk menentukan kesahihannya.</p>
<p>Oleh karena itu saat kaum Salafi Wahabi menunjukkan kesesatan Syi&#8217;ah berdasar hadits Al Kafi, harusnya mereka menyebut derajad haditsnya itu Sahih apa bukan? Sebab jika dhoif dan bertentangan dengan Al Qur&#8217;an, menurut penyusun Hadits tersebut, Kulayni harus ditolak. Bukan diterima.</p>
<p>Jangankan hadits dho&#8217;if, hadits Sahih seperti Bukhari saja tidak bisa sembarang dipakai untuk memvonis Sunni sesat seperti hadits yang menyatakan bahwa pria dewasa boleh menetek pada wanita yang bukan muhrimnya sehingga jadi mahrom dan bebas keluar masuk rumah. Itu kan sudah mendekati zina namanya.</p>
<p>Tentang Syi&#8217;ah punya Al Qur&#8217;an tersendiri, yaitu Mushaf Fatimah yang panjangnya 3 x Al Qur&#8217;an dan tak ada satu ayat pun dari Al Qur&#8217;an kita harus tabayyun langsung ke orang yang dituduh yaitu Syi&#8217;ah sebagaimana surat Al Hujuraat ayat 6. Bukan ke penuduhnya.</p>
<p>Ternyata Al Qur&#8217;an kaum Syi&#8217;ah sama dengan kita. Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mereka membaca Al Qur&#8217;an yang sama dengan kita. Ada pun Mushaf Fatimah meski kata Mushaf mengingatkan kita pada Mushaf Usmani yang Al Qur&#8217;an, namun ternyata bukan Al Qur&#8217;an. Tapi adalah &#8220;hiburan&#8221; Jibril kepada Siti Fatimah usai Nabi Muhammad meninggal dunia. Secara fisik saat ini sudah tidak ada sehingga tidak ada seorang Syi&#8217;ah pun yang memiliki dan membacanya. Konon menurut mereka nanti Imam Mahdi akan membawanya. Ini penjelasan Mushaf Fatimah menurut Syi&#8217;ah:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Munculnya Mushaf Fathimah</p>
<p style="text-align: justify;">Imam Shadiq as bersabda: “Sepeninggal Rasulullah saw Sayyidah Fathimah hanya hidup selama tujuh puluh lima hari. Di masa-masa kesedihan beliau itu malaikat Jibril selalu turun menemuinya memberitakan keadaan ayahnya di sisi Allah dan memberitakan tentang kejadian yang akan datang mengenai anak-anaknya (kejadian yang akan menimpa kesahidan anak-anaknya di tangan manusia-manusia zalim), dan Imam Ali menulisnya dalam sebuah Mushaf sehingga disebut sebagai Mushaf Fathimah”.<br />
Poin-poin yang ada dalam Mushaf Fathimah as</p>
<p style="text-align: justify;">Abu Bashir bertanya kepada Imam Muhammad Baqir as mengenai poin-poin yang ada dalam Mushaf Fathimah.</p>
<p style="text-align: justify;">Imam menjelaskan kandungannya:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Tentang kabar-kabar sekarang dan kabar yang akan datang sampai hari kiamat.<br />
2. Tentang kabar langit dan nama-nama malaikat langit.<br />
3. Jumlah dan nama orang-orang yang diciptakan Allah swt.<br />
4. Nama-nama utusan Allah dan nama-nama orang yang mendustakan Allah.<br />
5. Nama-nama seluruh orang mukmin dan orang kafir dari awal sampai akhir penciptaan.<br />
6. Nama-nama kota dari barat sampai timur dunia.<br />
7. Jumlah orang-orang mukmin dan kafir setiap kota.<br />
8. Ciri-ciri orang-orang pendusta.<br />
9. Ciri-ciri umat terdahulu dan sejarah kehidupan mereka.<br />
10. Jumlah orang-orang zalim yang berkuasa dan masa kekuasaannya.<br />
11. Nama-nama pemimpin dan sifat-sifat mereka, satu persatu yang berkuasa di bumi, dan keterangan pembesar-pembesar mereka, serta siapa saja yang akan muncul di masa yang akan datang.<br />
12. Ciri-ciri penghuni surga dan jumlah orang yang akan masuk surga.<br />
13. Ciri-ciri penghuni neraka dan nama-nama mereka.<br />
14. Pengetahuan al-Quran, Taurat, Injil, Zabur sebagaimana yang diturunkan dan jumlah pohon-pohon di seluruh daerah.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://syiahali.wordpress.com/2010/07/02/mushaf-fatimah/">http://syiahali.wordpress.com/2010/07/02/mushaf-fatimah/</a></p>
<p style="text-align: justify;">There are several versions of this tradition, but common to all are that the angel Gabriel appeared to her and consoled her by telling her things (including future events regarding her offspring)<sup id="cite_ref-0"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Book_of_Fatimah#cite_note-0">[1]</a></sup> that she wrote in a book. During these revelations, Ali acted as the scribe for Fatima.<sup id="cite_ref-1"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Book_of_Fatimah#cite_note-1">[2]</a></sup> According to one tradition <sup id="cite_ref-al-Islam_9_2-0"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Book_of_Fatimah#cite_note-al-Islam_9-2">[3]</a></sup> they were prophecies. The book, if it was ever physical, did not survive, and was seen to be something that the <a title="Mahdi" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mahdi">Mahdi</a> would reveal in the <a title="End times" href="http://en.wikipedia.org/wiki/End_times">last days</a>.<sup id="cite_ref-al-Islam_8_3-0"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Book_of_Fatimah#cite_note-al-Islam_8-3">[4]</a></sup></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Book_of_Fatimah">http://en.wikipedia.org/wiki/Book_of_Fatimah</a></p>
</blockquote>
<p>Menurut kita tetap saja aneh. Namun hendaknya kita mengajak mereka ke jalan yang lurus dengan cara yang bijak. Bukan justru menjauhkan mereka dari Islam.</p>
<p>Pernyataan kaum Salafi Wahabi bahwa Yahudi dan Nasrani lebih baik daripada Syi&#8217;ah hanya karena Syi&#8217;ah menghina sahabat bukan hanya bertentangan dengan akal, namun juga Al Qur&#8217;an. Dalam surat Al Fatihah dan ayat-ayat lainnya Allah mengutuk kaum Yahudi dan Nasrani. Bukan Syi&#8217;ah:</p>
<p><a href="http://media-islam.or.id/2011/10/11/ummat-islam-akan-mengikuti-kaum-yahudi-dan-nasrani-hingga-masuk-lubang-biawak/">http://media-islam.or.id/2011/10/11/ummat-islam-akan-mengikuti-kaum-yahudi-dan-nasrani-hingga-masuk-lubang-biawak/</a></p>
<p>Menghina sahabat memang dosa besar. Tapi menghina Allah, Al Qur&#8217;an, dan Nabi Muhammad jauh lebih besar lagi. Bagaimana mungkin kita bisa menempatkan sahabat yang bukan termasuk Rukun Iman di atas Allah, Al Qur&#8217;an, dan Nabi Muhammad (yang termasuk Rukun Iman) sehingga orang yang menghina Allah, Al Qur&#8217;an, dan Nabi Muhammad seperti kaum Yahudi dan Nasrani lebih baik daripada Syi&#8217;ah?</p>
<p><a href="http://kabarislam.wordpress.com/2011/12/31/ketika-as-dan-israel-menyerang-iran-anda-memihak-siapa/">http://kabarislam.wordpress.com/2011/12/31/ketika-as-dan-israel-menyerang-iran-anda-memihak-siapa/</a></p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<h1>Membongkar Kesesatan Syiah</h1>
<p>Penulis : Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Al-Atsari, Lc.</p>
<div>
<p>Serupa tapi tak sama. Barangkali ungkapan ini tepat untuk menggambarkan Islam dan kelompok Syi’ah. Secara fisik, memang sulit dibedakan antara penganut Islam dengan Syi’ah. Namun jika ditelusuri -terutama dari sisi aqidah- perbedaan di antara keduanya ibarat minyak dan air. Sehingga, tidak mungkin disatukan.</p>
<p>Apa Itu Syi’ah?<br />
Syi’ah menurut etimologi bahasa Arab bermakna: pembela dan pengikut seseorang. Selain itu juga bermakna: Setiap kaum yang berkumpul di atas suatu perkara. (Tahdzibul Lughah, 3/61, karya Azhari dan Tajul Arus, 5/405, karya Az-Zabidi. Dinukil dari kitab Firaq Mu’ashirah, 1/31, karya Dr. Ghalib bin ‘Ali Al-Awaji)</p>
<p>Adapun menurut terminologi syariat bermakna: Mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib lebih utama dari seluruh shahabat dan lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian pula anak cucu sepeninggal beliau. (Al-Fishal Fil Milali Wal Ahwa Wan Nihal, 2/113, karya Ibnu Hazm)</p>
<p>Syi’ah, dalam sejarahnya mengalami beberapa pergeseran. Seiring dengan bergulirnya waktu, kelompok ini terpecah menjadi lima sekte yaitu Kaisaniyyah, Imamiyyah (Rafidhah), Zaidiyyah, Ghulat, dan Isma’iliyyah. Dari kelimanya, lahir sekian banyak cabang-cabangnya. (Al-Milal Wan Nihal, hal. 147, karya Asy-Syihristani)</p>
<p>Dan tampaknya yang terpenting untuk diangkat pada edisi kali ini adalah sekte Imamiyyah atau Rafidhah, yang sejak dahulu hingga kini berjuang keras untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Dengan segala cara, kelompok sempalan ini terus menerus menebarkan berbagai macam kesesatannya. Terlebih lagi kini didukung dengan negara Iran-nya.<br />
Rafidhah , diambil dari yang menurut etimologi bahasa Arab bermakna , meninggalkan (Al-Qamus Al-Muhith, hal. 829).</p>
<p>Sedangkan dalam terminologi syariat bermakna: Mereka yang menolak imamah (kepemimpinan) Abu Bakr dan ‘Umar radhiallahu ‘anhuma, berlepas diri dari keduanya, dan mencela lagi menghina para shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Badzlul Majhud fi Itsbati Musyabahatir Rafidhati lil Yahud, 1/85, karya Abdullah Al-Jumaili)</p>
<p>Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata:<br />
“Aku telah bertanya kepada ayahku, siapa Rafidhah itu? Maka beliau menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang mencela Abu Bakr dan ‘Umar’.” (Ash-Sharimul Maslul ‘Ala Syatimir Rasul hal. 567, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah)</p>
<p>Sebutan “Rafidhah” ini erat kaitannya dengan Zaid bin ‘Ali bin Husain bin ‘Ali bin Abu Thalib dan para pengikutnya ketika memberontak kepada Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan di tahun 121 H. (Badzlul Majhud, 1/86)</p>
<p>Asy-Syaikh Abul Hasan Al-Asy’ari berkata:<br />
“Zaid bin ‘Ali adalah seorang yang melebihkan ‘Ali bin Abu Thalib atas seluruh shahabat Rasulullah, mencintai Abu Bakr dan ‘Umar, dan memandang bolehnya memberontak1 terhadap para pemimpin yang jahat. Maka ketika ia muncul di Kufah, di tengah-tengah para pengikut yang membai’atnya, ia mendengar dari sebagian mereka celaan terhadap Abu Bakr dan ‘Umar. Ia pun mengingkarinya, hingga akhirnya mereka (para pengikutnya) meninggalkannya. Maka ia katakan kepada mereka:</p>
<p>“Kalian tinggalkan aku?” Maka dikatakanlah bahwa penamaan mereka dengan Rafidhah dikarenakan perkataan Zaid kepada mereka “Rafadhtumuunii.” (Maqalatul Islamiyyin, 1/137). Demikian pula yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ Fatawa (13/36).</p>
<p>Rafidhah pasti Syi’ah, sedangkan Syi’ah belum tentu Rafidhah. Karena tidak semua Syi’ah membenci Abu Bakr dan ‘Umar sebagaimana keadaan Syi’ah Zaidiyyah.</p>
<p>Rafidhah ini terpecah menjadi beberapa cabang, namun yang lebih ditonjolkan dalam pembahasan kali ini adalah Al-Itsna ‘Asyariyyah.</p>
<p>Siapakah Pencetusnya?<br />
Pencetus pertama bagi faham Syi’ah Rafidhah ini adalah seorang Yahudi dari negeri Yaman (Shan’a) yang bernama Abdullah bin Saba’ Al-Himyari, yang menampakkan keislaman di masa kekhalifahan ‘Utsman bin Affan.2</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:<br />
“Asal Ar-Rafdh ini dari munafiqin dan zanadiqah (orang-orang yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran, pen). Pencetusnya adalah Abdullah bin Saba’ Az-Zindiq. Ia tampakkan sikap ekstrim di dalam memuliakan ‘Ali, dengan suatu slogan bahwa ‘Ali yang berhak menjadi imam (khalifah) dan ia adalah seorang yang ma’shum (terjaga dari segala dosa, pen).” (Majmu’ Fatawa, 4/435)</p>
<p>Sesatkah Syi’ah Rafidhah ?<br />
Berikut ini akan dipaparkan prinsip (aqidah) mereka dari kitab-kitab mereka yang ternama, untuk kemudian para pembaca bisa menilai sejauh mana kesesatan mereka.</p>
<p>a. Tentang Al Qur’an<br />
Di dalam kitab Al-Kaafi (yang kedudukannya di sisi mereka seperti Shahih Al-Bukhari di sisi kaum muslimin), karya Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini (2/634), dari Abu Abdullah (Ja’far Ash-Shadiq), ia berkata : “Sesungguhnya Al Qur’an yang dibawa Jibril kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam (ada) 17.000 ayat.”</p>
<p>Di dalam Juz 1, hal 239-240, dari Abu Abdillah ia berkata: “…Sesungguhnya di sisi kami ada mushaf Fathimah ‘alaihas salam, mereka tidak tahu apa mushaf Fathimah itu. Abu Bashir berkata: ‘Apa mushaf Fathimah itu?’ Ia (Abu Abdillah) berkata: ‘Mushaf 3 kali lipat dari apa yang terdapat di dalam mushaf kalian. Demi Allah, tidak ada padanya satu huruf pun dari Al Qur’an kalian…’.”<br />
(Dinukil dari kitab Asy-Syi’ah Wal Qur’an, hal. 31-32, karya Ihsan Ilahi Dzahir)</p>
<p>Bahkan salah seorang “ahli hadits” mereka yang bernama Husain bin Muhammad At-Taqi An-Nuri Ath-Thabrisi telah mengumpulkan sekian banyak riwayat dari para imam mereka yang ma’shum (menurut mereka), di dalam kitabnya Fashlul Khithab Fii Itsbati Tahrifi Kitabi Rabbil Arbab, yang menjelaskan bahwa Al Qur’an yang ada ini telah mengalami perubahan dan penyimpangan.</p>
<p>b. Tentang shahabat Rasulullah<br />
Diriwayatkan oleh Imam Al-Jarh Wat Ta’dil mereka (Al-Kisysyi) di dalam kitabnya Rijalul Kisysyi (hal. 12-13) dari Abu Ja’far (Muhammad Al-Baqir) bahwa ia berkata: “Manusia (para shahabat) sepeninggal Nabi, dalam keadaan murtad kecuali tiga orang,” maka aku (rawi) berkata: “Siapa tiga orang itu?” Ia (Abu Ja’far) berkata: “Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifari, dan Salman Al-Farisi…” kemudian menyebutkan surat Ali Imran ayat 144. (Dinukil dari Asy-Syi’ah Al-Imamiyyah Al-Itsna ‘Asyariyyah Fi Mizanil Islam, hal. 89)</p>
<p>Ahli hadits mereka, Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini berkata: “Manusia (para shahabat) sepeninggal Nabi dalam keadaan murtad kecuali tiga orang: Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifari, dan Salman Al-Farisi.” (Al-Kafi, 8/248, dinukil dari Asy-Syi’ah Wa Ahlil Bait, hal. 45, karya Ihsan Ilahi Dzahir)</p>
<p>Demikian pula yang dinyatakan oleh Muhammad Baqir Al-Husaini Al-Majlisi di dalam kitabnya Hayatul Qulub, 3/640. (Lihat kitab Asy-Syi’ah Wa Ahlil Bait, hal. 46)</p>
<p>Adapun shahabat Abu Bakr dan ‘Umar, dua manusia terbaik setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka cela dan laknat. Bahkan berlepas diri dari keduanya merupakan bagian dari prinsip agama mereka. Oleh karena itu, didapati dalam kitab bimbingan do’a mereka (Miftahul Jinan, hal. 114), wirid laknat untuk keduanya:</p>
<p>Ya Allah, semoga shalawat selalu tercurahkan kepada Muhammad dan keluarganya, laknatlah kedua berhala Quraisy (Abu Bakr dan Umar), setan dan thaghut keduanya, serta kedua putri mereka…(yang dimaksud dengan kedua putri mereka adalah Ummul Mukminin ‘Aisyah dan Hafshah)<br />
(Dinukil dari kitab Al-Khuthuth Al-‘Aridhah, hal. 18, karya As-Sayyid Muhibbuddin Al-Khatib)</p>
<p>Mereka juga berkeyakinan bahwa Abu Lu’lu’ Al-Majusi, si pembunuh Amirul Mukminin ‘Umar bin Al-Khaththab, adalah seorang pahlawan yang bergelar “Baba Syuja’uddin” (seorang pemberani dalam membela agama). Dan hari kematian ‘Umar dijadikan sebagai hari “Iedul Akbar”, hari kebanggaan, hari kemuliaan dan kesucian, hari barakah, serta hari suka ria. (Al-Khuthuth Al-‘Aridhah, hal. 18)</p>
<p>Adapun ‘Aisyah dan para istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya, mereka yakini sebagai pelacur -na’udzu billah min dzalik-. Sebagaimana yang terdapat dalam kitab mereka Ikhtiyar Ma’rifatir Rijal (hal. 57-60) karya Ath-Thusi, dengan menukilkan (secara dusta) perkataan shahabat Abdullah bin ‘Abbas terhadap ‘Aisyah: “Kamu tidak lain hanyalah seorang pelacur dari sembilan pelacur yang ditinggalkan oleh Rasulullah…” (Dinukil dari kitab Daf’ul Kadzibil Mubin Al-Muftara Minarrafidhati ‘ala Ummahatil Mukminin, hal. 11, karya Dr. Abdul Qadir Muhammad ‘Atha)</p>
<p>Demikianlah, betapa keji dan kotornya mulut mereka. Oleh karena itu, Al-Imam Malik bin Anas berkata: “Mereka itu adalah suatu kaum yang berambisi untuk menghabisi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak mampu. Maka akhirnya mereka cela para shahabatnya agar kemudian dikatakan bahwa ia (Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ) adalah seorang yang jahat, karena kalau memang ia orang shalih, niscaya para shahabatnya adalah orang-orang shalih.” (Ash-Sharimul Maslul ‘ala Syatimirrasul, hal. 580)</p>
<p>c. Tentang Imamah (Kepemimpinan Umat)<br />
Imamah menurut mereka merupakan rukun Islam yang paling utama3. Diriwayatkan dari Al-Kulaini dalam Al-Kaafi (2/18) dari Zurarah dari Abu Ja’far, ia berkata: “Islam dibangun di atas lima perkara:… shalat, zakat, haji, shaum dan wilayah (imamah)…” Zurarah berkata: “Aku katakan, mana yang paling utama?” Ia berkata: “Yang paling utama adalah wilayah.” (Dinukil dari Badzlul Majhud, 1/174)</p>
<p>Imamah ini (menurut mereka -red) adalah hak ‘Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu dan keturunannya sesuai dengan nash wasiat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun selain mereka (Ahlul Bait) yang telah memimpin kaum muslimin dari Abu Bakr, ‘Umar dan yang sesudah mereka hingga hari ini, walaupun telah berjuang untuk Islam, menyebarkan dakwah dan meninggikan kalimatullah di muka bumi, serta memperluas dunia Islam, maka sesungguhnya mereka hingga hari kiamat adalah para perampas (kekuasaan). (Lihat Al-Khuthuth Al-‘Aridhah, hal. 16-17)</p>
<p>Mereka pun berkeyakinan bahwa para imam ini ma’shum (terjaga dari segala dosa) dan mengetahui hal-hal yang ghaib. Al-Khumaini (Khomeini) berkata: “Kami bangga bahwa para imam kami adalah para imam yang ma’shum, mulai ‘Ali bin Abu Thalib hingga Penyelamat Umat manusia Al-Imam Al-Mahdi, sang penguasa zaman -baginya dan bagi nenek moyangnya beribu-ribu penghormatan dan salam- yang dengan kehendak Allah Yang Maha Kuasa, ia hidup (pada saat ini) seraya mengawasi perkara-perkara yang ada.” (Al-Washiyyah Al-Ilahiyyah, hal. 5, dinukil dari Firaq Mu’ashirah, 1/192)</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya Minhajus Sunnah, benar-benar secara rinci membantah satu persatu kesesatan-kesesatan mereka, terkhusus masalah imamah yang selalu mereka tonjolkan ini.</p>
<p>d. Tentang Taqiyyah<br />
Taqiyyah adalah berkata atau berbuat sesuatu yang berbeda dengan keyakinan, dalam rangka nifaq, dusta, dan menipu umat manusia. (Lihat Firaq Mu’ashirah, 1/195 dan Asy-Syi’ah Al-Itsna ‘Asyariyyah, hal. 80)</p>
<p>Mereka berkeyakinan bahwa taqiyyah ini bagian dari agama. Bahkan sembilan per sepuluh agama. Al-Kulaini meriwayatkan dalam Al-Kaafi (2/175) dari Abu Abdillah, ia berkata kepada Abu Umar Al-A’jami: “Wahai Abu ‘Umar, sesungguhnya sembilan per sepuluh dari agama ini adalah taqiyyah, dan tidak ada agama bagi siapa saja yang tidak ber-taqiyyah.” (Dinukil dari Firaq Mu’ashirah, 1/196)</p>
<p>Oleh karena itu Al-Imam Malik ketika ditanya tentang mereka beliau berkata:<br />
“Jangan kamu berbincang dengan mereka dan jangan pula meriwayatkan dari mereka, karena sungguh mereka itu selalu berdusta.”</p>
<p>Demikian pula Al-Imam Asy-Syafi’i berkata:<br />
“Aku belum pernah tahu ada yang melebihi Rafidhah dalam persaksian palsu.” (Mizanul I’tidal, 2/27-28, karya Al-Imam Adz-Dzahabi)</p>
<p>e. Tentang Raj’ah<br />
Raj’ah adalah keyakinan hidupnya kembali orang yang telah meninggal. ‘Ahli tafsir’ mereka, Al-Qummi ketika menafsirkan surat An-Nahl ayat 85, berkata: “Yang dimaksud dengan ayat tersebut adalah raj’ah, kemudian menukil dari Husain bin ‘Ali bahwa ia berkata tentang ayat ini: ‘Nabi kalian dan Amirul Mukminin (‘Ali bin Abu Thalib) serta para imam ‘alaihimus salam akan kembali kepada kalian’.” (Dinukil dari kitab Atsarut Tasyayyu’ ‘Alar Riwayatit Tarikhiyyah, hal. 32, karya Dr. Abdul ‘Aziz Nurwali)</p>
<p>f. Tentang Al-Bada’<br />
Al-Bada’ adalah mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. Mereka berkeyakinan bahwa Al-Bada’ ini terjadi pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bahkan mereka berlebihan dalam hal ini. Al-Kulaini dalam Al-Kaafi (1/111), meriwayatkan dari Abu Abdullah (ia berkata): “Tidak ada pengagungan kepada Allah yang melebihi Al-Bada’.” (Dinukil dari Firaq Mu’ashirah, 1/252). Suatu keyakinan kafir yang sebelumnya diyakini oleh Yahudi4.</p>
<p>Demikianlah beberapa dari sekian banyak prinsip Syi’ah Rafidhah, yang darinya saja sudah sangat jelas kesesatan dan penyimpangannya. Namun sayang, tanpa rasa malu Al-Khumaini (Khomeini) berkata: “Sesungguhnya dengan penuh keberanian aku katakan bahwa jutaan masyarakat Iran di masa sekarang lebih utama dari masyarakat Hijaz (Makkah dan Madinah, pen) di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan lebih utama dari masyarakat Kufah dan Iraq di masa Amirul Mukminin (‘Ali bin Abu Thalib) dan Husein bin ‘Ali.” (Al-Washiyyah Al-Ilahiyyah, hal. 16, dinukil dari Firaq Mu’ashirah, hal. 192)</p>
<p>Perkataan Ulama tentang Syi’ah Rafidhah<br />
Asy-Syaikh Dr. Ibrahim Ar-Ruhaili di dalam kitabnya Al-Intishar Lish Shahbi Wal Aal (hal. 100-153) menukilkan sekian banyak perkataan para ulama tentang mereka. Namun dikarenakan sangat sempitnya ruang rubrik ini, maka hanya bisa ternukil sebagiannya saja.</p>
<p>1. Al-Imam ‘Amir Asy-Sya’bi berkata:<br />
“Aku tidak pernah melihat kaum yang lebih dungu dari Syi’ah.” (As-Sunnah, 2/549, karya Abdullah bin Al-Imam Ahmad)</p>
<p>2. Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri ketika ditanya tentang seorang yang mencela Abu Bakr dan ‘Umar, beliau berkata:<br />
“Ia telah kafir kepada Allah.” Kemudian ditanya: “Apakah kita menshalatinya (bila meninggal dunia)?” Beliau berkata: “Tidak, tiada kehormatan (baginya)….” (Siyar A’lamin Nubala, 7/253)</p>
<p>3. Al-Imam Malik dan Al-Imam Asy-Syafi’i, telah disebut di atas.</p>
<p>4. Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata:<br />
“Aku tidak melihat dia (orang yang mencela Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Aisyah) itu orang Islam.” (As-Sunnah, 1/493, karya Al-Khallal)</p>
<p>5. Al-Imam Al-Bukhari berkata:<br />
“Bagiku sama saja apakah aku shalat di belakang Jahmi, dan Rafidhi atau di belakang Yahudi dan Nashara (yakni sama-sama tidak boleh -red). Mereka tidak boleh diberi salam, tidak dikunjungi ketika sakit, tidak dinikahkan, tidak dijadikan saksi, dan tidak dimakan sembelihan mereka.” (Khalqu Af’alil ‘Ibad, hal. 125)</p>
<p>6. Al-Imam Abu Zur’ah Ar-Razi berkata:<br />
“Jika engkau melihat orang yang mencela salah satu dari shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ketahuilah bahwa ia seorang zindiq. Yang demikian itu karena Rasul bagi kita haq, dan Al Qur’an haq, dan sesungguhnya yang menyampaikan Al Qur’an dan As Sunnah adalah para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sungguh mereka mencela para saksi kita (para shahabat) dengan tujuan untuk meniadakan Al Qur’an dan As Sunnah. Mereka (Rafidhah) lebih pantas untuk dicela dan mereka adalah zanadiqah.” (Al-Kifayah, hal. 49, karya Al-Khathib Al-Baghdadi)</p>
<p>Demikianlah selayang pandang tentang Syi’ah Rafidhah, mudah-mudahan bisa menjadi pelita dalam kegelapan dan embun penyejuk bagi pencari kebenaran…Amin.</p>
<p>Sumber : http://www.asysyariah.com</p>
<p><a href="http://shirotholmustaqim.wordpress.com/2012/01/14/membongkar-kesesatan-syiah/">http://shirotholmustaqim.wordpress.com/2012/01/14/membongkar-kesesatan-syiah/</a></p>
</div>
</div>
<div></div>
<div></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sesuai berita di atas, Syi&#8217;ah ada yang sesat, ada yang agak sesat, dan ada pula yang lurus.</p>
<div class="shr-publisher-2530"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2012%2F01%2F11%2Frekomendasi-mui-tentang-syiah%2F' data-shr_title='Rekomendasi+MUI+Tentang+Syi%27ah'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2012%2F01%2F11%2Frekomendasi-mui-tentang-syiah%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2012%2F01%2F11%2Frekomendasi-mui-tentang-syiah%2F' data-shr_title='Rekomendasi+MUI+Tentang+Syi%27ah'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2012%2F01%2F11%2Frekomendasi-mui-tentang-syiah%2F' data-shr_title='Rekomendasi+MUI+Tentang+Syi%27ah'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2012/01/11/rekomendasi-mui-tentang-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Alternatif Solusi untuk Ahmadiyah</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2008/06/16/3-alternatif-solusi-untuk-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2008/06/16/3-alternatif-solusi-untuk-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 01:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Sesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.media-islam.or.id/2008/06/16/3-alternatif-solusi-untuk-ahmadiyah/</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ahmadiyah menganggap ada rasul setelah Nabi Muhammad SAW, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Ini bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits serta jumhur ‘ulama yang berkeyakinan bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasul terakhir dan tidak ada Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad SAW.</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dalilnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Ahmadiyah menganggap ada rasul setelah Nabi Muhammad SAW, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Ini bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits serta jumhur ‘ulama yang berkeyakinan bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasul terakhir dan tidak ada Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad SAW.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Dalilnya di antaranya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi…” [Al Ahzab:40]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 15.6px;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><span id="more-101"></span></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Nabi Muhammad SAW: “Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku” [HR Abu Daud]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Dalil selengkapnya bisa dilihat di:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><a href="../2007/09/27/dalil-nabi-muhammad-nabi-terakhir">http://syiarislam.wordpress.com/2007/09/27/dalil-nabi-muhammad-nabi-terakhir</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Oleh karena itu bukan hanya Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang merupakan perwakilan ormas Islam di Indonesia, tapi juga para ulama di seluruh dunia yang tergabung dalam Rabithah ‘Alam Islami (Liga Dunia Muslim) berfatwa Ahmadiyah itu sesat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><a href="http://media-islam.or.id/2007/09/26/fatwa-liga-muslim-dunia-ahmadiyah-sesat/">http://media-islam.or.id/2007/09/26/fatwa-liga-muslim-dunia-ahmadiyah-sesat/</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Kelompok Ahmadiyah, Islam Liberal, dan Non Muslim membela Ahmadiyah. Sementara ummat Islam lainnya (MUI, NU, Muhammadiyah, DDII) menganggap Ahmadiyah sesat. Melihat pro kontra tentang Ahmadiyah di Indonesia, menurut saya ada 3 alternatif solusi untuk itu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><span>1.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Jika anggota Ahmadiyah ingin tetap di dalam Islam, maka dia harus mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul terakhir. Dia harus mengingkari bahwa siapa pun setelah Nabi Muhammad SAW, termasuk Mirza Ghulam Ahmad, bukanlah Nabi atau Rasul.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, DDII, siap membantu anggota Ahmadiyah yang ingin kembali dalam ajaran Islam yang benar sesuai Al Qur’an dan Hadits.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><span>2.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Jika anggota Ahmadiyah tetap ingin mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai rasul, dia harus menyatakan diri keluar dari Islam. Membentuk agama baru yang ajarannya berbeda dengan Islam yaitu agama Ahmadiyah. Di Pakistan Ahmadiyah di anggap sebagai Non Muslim. Jika sudah jadi agama tersendiri, maka Ahmadiyah bukan lagi aliran sesat dalam Islam karena dalam Islam ada ajaran „Untukmu agamamu dan untukku agamaku“</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><span>3.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Jika Ahmadiyah tetap ngotot mengaku sebagai Islam, tapi juga tetap berkeras menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi maka Ahmadiyah adalah aliran sesat. </span></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Ini masuk dalam penistaan agama dan harus ditindak oleh negara sesuai dengan pasal penistaan agama. Saat ini banyak orang-orang Ahmadiyah yang menyusup ke milis-milis Islam tapi menyiarkan paham bahwa ada Rasul setelah Nabi Muhammad SAW. Ini akhirnya menimbulkan perdebatan yang tidak ada akhir dan membuat ummat Islam jadi terganggu kegiatannya dalam mempelajari ajaran Islam yang benar sesuai Al Qur’an dan Hadits.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Menurut saya 3 alternatif tersebut cukup luwes dan memberi kebebasan bagi anggota Ahmadiyah untuk memilih mana yang mereka mau selama tidak melakukan penistaan terhadap agama Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Kebebasan beragama dihargai dalam Islam selama dia beragama Islam dengan benar (bukan aliran sesat) atau beragama lain seperti Hindu, Budha, Kristen, dan sebagainya. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Tapi jika dia mengaku Islam, maka dia harus menjalankan agama Islam dengan konsekwen. Bukan merusak atau menista ajaran Islam dengan aliran sesat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Kebebasan beragama dihormati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Tapi aliran sesat harus ditindak.</span></p>
<div class="shr-publisher-101"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F06%2F16%2F3-alternatif-solusi-untuk-ahmadiyah%2F' data-shr_title='3+Alternatif+Solusi+untuk+Ahmadiyah'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F06%2F16%2F3-alternatif-solusi-untuk-ahmadiyah%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F06%2F16%2F3-alternatif-solusi-untuk-ahmadiyah%2F' data-shr_title='3+Alternatif+Solusi+untuk+Ahmadiyah'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F06%2F16%2F3-alternatif-solusi-untuk-ahmadiyah%2F' data-shr_title='3+Alternatif+Solusi+untuk+Ahmadiyah'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2008/06/16/3-alternatif-solusi-untuk-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Download File Presentasi Haram Memerangi dan Membunuh Muslim – GP Anshor Siap Perangi FPI</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2008/06/09/download-file-presentasi-haram-memerangi-dan-membunuh-muslim-%e2%80%93-gp-anshor-siap-perangi-fpi/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2008/06/09/download-file-presentasi-haram-memerangi-dan-membunuh-muslim-%e2%80%93-gp-anshor-siap-perangi-fpi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 08:14:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Sesat]]></category>
		<category><![CDATA[Download]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.media-islam.or.id/2008/06/09/download-file-presentasi-haram-memerangi-dan-membunuh-muslim-%e2%80%93-gp-anshor-siap-perangi-fpi/</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Memprihatinkan membaca pernyataan Sekjen GP Anshor, Abdul Malik Haramain, di Hidayatullah.com yang menyatakan siap memerangi FPI (Front Pembela Islam). Di Jawa Timur beberapa oknum Garda Bangsa dan GP Anshor menggerebek Markas FPI dan memaksa pimpinan FPI setempat membubarkan diri. Bahkan anggota perguruan silat NU Pagar Nusa katanya “mengisi kekebalan” guna memerangi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Memprihatinkan membaca pernyataan Sekjen GP Anshor, Abdul Malik Haramain, di Hidayatullah.com yang menyatakan siap memerangi FPI (Front Pembela Islam). Di Jawa Timur beberapa oknum Garda Bangsa dan GP Anshor menggerebek Markas FPI dan memaksa pimpinan FPI setempat membubarkan diri. Bahkan anggota perguruan silat NU Pagar Nusa katanya “mengisi kekebalan” guna memerangi FPI, saudara sesama Muslim. Adakah sesama Muslim akan saling bantai dan terbunuh?</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Padahal FPI pada kejadian Monas hanya memukuli kelompok AKKBB yang membela aliran sesat Ahmadiyah yang mengakui Ghulam Mirza Ahmad sebagai Nabi setelah Nabi Muhammad. Karena salah satu pembela aliran sesat itu katanya seorang Kiai NU digebuki, maka sebagian oknum NU menyatakan perang terhadap FPI.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-98"></span><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Silahkan download juga file presentasi tentang Haram Memerangi Sesama Muslim dan silahkan sebar ke ummat Islam lainnya di sini:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><a href="../"> </a></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial"><a href="http://www.mediafire.com/?wzxezyv20yb">http://www.mediafire.com/?wzxezyv20yb</a></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Pimpinan NU, KH Hasyim Muzadi, tidak mau NU diadu-domba dengan sesama Muslim. Menurutnya ada anasir Islam Liberal di NU yang berusaha melibatkan NU untuk memerangi sesama Muslim. NU moderat. Tidak mungkin NU Liberal sehingga mendukung aliran sesat Ahmadiyah. </font><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Hasyim menyatakan agar NU menahan diri dan tidak terlibat menyerang FPI.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Kalangan Islam Liberal sendiri melalui Gus Dur (Mantan Ketua PBNU) yang merupakan pengurus Yayasan Shimon Peres (mantan PM Israel) baru-baru ini mendapat penghargaan dan uang dari Yayasan Yahudi: Simon Wiesenthal membela Ahmadiyah (Antara). Ulil Abshar Abdalla yang di Hidayatullah mengaku dapat dana Rp 1,4 milyar setahun dari Asia Foundation juga menjabat Ketua Lakspedam NU. Keduanya melalui organisasi berbau NU seperti Lakspedam NU, Fatayat NU, dan Wahid Institute tergabung dalam AKKBB membela Ahmadiyah dan menuntut pembubaran FPI.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Ini bertentangan dengan perintah Allah:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” [Al Maa-idah:82]</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Aliran sesat dibela sementara FPI yang menuntut pembubaran aliran sesat ingin dibubarkan. Aneh bukan?</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka” [Al Fath:29]</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Dalam menghadapi kelompok munafik atau aliran sesat yang ingin menghancurkan Islam, orang-orang Islam dilarang berpecah-belah:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.&#8221; [An Nisaa':88]</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Kita juga harus hati-hati dalam menerima berita yang disampaikan orang-orang fasik atau kafir agar tidak termakan fitnah dan menganiaya sesama Muslim:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Hujuraat:6]</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Nabi Muhammad SAW berkata bahwa orang yang memerangi sesama Muslim, maka dia bukanlah Muslim. Tapi munafik atau kafir:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata: </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Nabi saw. bersabda: Barang siapa menghunus pedang kepada kami, maka ia bukanlah dari golongan kami. (Shahih Muslim No.143) </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Hadis riwayat Abu Musa ra.: </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Bahwa Nabi saw. bersabda: Barang siapa menghunus pedang kepada kami, maka ia bukanlah dari golongan kami. (Shahih Muslim No.145)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Barangsiapa mengangkat senjata terhadap kami tidaklah dia dari golongan kami dan barangsiapa menipu kami maka dia bukan dari golongan kami. (HR. Bukhari)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Barangsiapa mengangkat senjata melawan kita, bukanlah termasuk golongan kita.&#8221; Muttafaq Alaihi.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Muslim yang memerangi Muslim lainnya, baik yang membunuh mau pun yang terbunuh sama-sama masuk neraka:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Hadis riwayat Abu Bakrah ra., ia berkata: </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apabila dua orang muslim saling bertarung dengan menghunus pedang mereka, maka pembunuh dan yang terbunuh, keduanya akan masuk neraka. Aku (Abu Bakrah) bertanya atau beliau ditanya: Wahai Rasulullah, kalau yang membunuh itu sudah jelas berdosa, tetapi bagaimana dengan yang terbunuh? Beliau menjawab: Karena sesungguhnya ia juga ingin membunuh saudaranya. (Shahih Muslim No.5139)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Orang-orang Islam itu bersaudara. Maka memerangi sesama Muslim adalah tindakan kekafiran. Hendaklah mereka sadar dan bertobat:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.Hujuraat:10</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Saya khawatir AS dan Israel memberi dana puluhan milyar rupiah kepada oknum-oknum Muslim hanya untuk menyusup ke ormas Islam kemudian akhirnya memerangi dan membantai Muslim lainnya. Mereka memakai politik adu domba Devide et Impera (Pecah-belah dan Kuasai) seperti yang dilakukan penjajah Belanda dulu di Indonesia. Mudah-mudahan ummat Islam sadar dan mencegah hal ini.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial">FPI Tak Gentar, Ansor Siap “Perang”, Siapa untung?</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Senin, 02 Juni 2008 </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Hidayatullah.com&#8211;Gerakan Pemuda Ansor, sayap pemuda Nahdlatul Ulama (NU), siap “perang” dengan FPI. </font><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Pernyataan ini disampaikan Sekjen GP Ansor Abdul Malik Haramain di Jakarta, Senin siang.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Menurut Abdul Malik, Ansor siap membubarkan paksa Front Pembela Islam (FPI) jika pemerintah enggan membubarkan organisasi pimpinan Habib Rizieq Shihab itu.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">&#8220;Kalau pemerintah tidak tegas maka GP Ansor bersama elemen lain akan merencanakan langkah pembubaran paksa FPI,&#8221; kata Sekjen GP Ansor Abdul Malik Haramain.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">&#8220;Pelaku kekerasan, FPI, harus dibubarkan karena telah berperilaku barbar di negara demokratis,&#8221; tandasnya.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Sementara itu, pihak FPI mengaku hal sama. Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab menyatakan dirinya tidak gentar dengan berbagai ancaman terhadap organisasinya. Dan ancaman kelompok tertentu untuk membubarkan FPI.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Rizieq bahkan menyerukan setiap Laskar Islam di seluruh Indonesia untuk siap berperang melawan Ahmadiyah dan para pendukungnya. Rizieq juga mengatakan, tidak akan rela jika ada anggotanya ditangkap, sebelum SKB tiga menteri tentang pelarangan Ahmadiyah dikeluarkan.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Pernyataan Habib Rizieq disambut sahutan takbir pengunjung acara jumpa pers di Markas FPI, Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, 12.30 WIB, (2/6), Senin siang.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Jika “perang” dua sayap organisasi Islam ini terjadi, siapa kira-kira yang untung dan menang? </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Baca artikel selengkapnya di:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=6953&amp;Itemid=65">http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=6953&amp;Itemid=65</a>&gt;</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial">FUI: Diduga Kuat AS Ikut Dalangi Insiden Monas</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Jumat, 6 Jun 08 06:32 WIB</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">&#8220;Apa maksudnya kuasa usaha AS John A Hefern yang datang membesuk para korban dari kalangan AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan), apakah ini upaya untuk mendramatisir agar FPI dibubarkan, &#8221; ujar Dewan Penasehat FUI Ahmad Sumargono kepada wartawan, di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta, Kamis(5/6).</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Ia juga mempertanyakan sikap Kedubes AS yang menggelar jumpa pers mengecam insiden tersebut dan mendesak pemerintah Indonesia untuk segera bertindak terkait kasus itu.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Baca artikel selengkapnya di:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><a href="http://eramuslim.com/berita/nas/8605205847-fui-diduga-kuat-as-ikut-dalangi-insiden-monas.htm">http://eramuslim.com/berita/nas/8605205847-fui-diduga-kuat-as-ikut-dalangi-insiden-monas.htm</a></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><strong>Membongkar Jaringan AKKBB (Bag.1)</strong></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Selasa, 3 Jun 08 19:03 WIB</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali diidentikan dengan gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan al-Qur’an—dan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan Rasulullah Muhammad SAW.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok sesat Ahmadiyah dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan benang merahnya, yakni permusuhan terhadap syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan berbaik sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap kaum Muslimin.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan seruan agar umat Islam India taat dan tsiqah kepada penjajah Inggris, dan mengharamkan jihad melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak sekali perwira-perwira tentara Inggris, para penentu kebijakannya, terdiri dari orang-orang Yahudi Inggris seperti Jenderal Allenby dan sebagainya. Dengan kata lain, seruan Ghulam Ahmad dini sesungguhnya mengusung kepentingan kaum Yahudi Inggris.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari banyak organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan juga kelompok-kelompok “keagamaan”, termasuk kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span><span> </span>* Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* National Integration Movement (IIM)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* The Wahid Institute</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Kontras</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* LBH Jakarta</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Jaingan Islam Kampus (JIK)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Jaringan Islam Liberal (JIL)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Generasi Muda Antar Iman (GMAI)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Institut Dian/Interfidei</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Masyarakat Dialog Antar Agama</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Komunitas Jatimulya</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* eLSAM</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Lakpesdam NU</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* YLBHI</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Lembaga Kajian Agama dan Jender</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Pusaka Padang</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Yayasan Tunas Muda Indonesia</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Crisis Center GKI</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Gerakan Ahmadiyah Indonesia</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Tim Pembela Kebebasan Beragama</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* El Ai Em Ambon</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Fatayat NU</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Koalisi Perempuan Indonesia</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* SHEEP Yogyakarta Indonesia</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* LSM Adriani Poso</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* PRKP Poso</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Komunitas Gereja Damai</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Komunitas Gereja Sukapura</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* GAKTANA</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Wahana Kebangsaan</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Yayasan Tifa</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Komunitas Penghayat</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Crisis Center SAG Manado</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* LK3 Banjarmasin</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Jaringan Antar Iman se-Sulawesi</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* PERCIK Salatiga</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Sumatera Cultural Institut Medan</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Muslim Institut Medan</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* PUSHAM UII Yogyakarta</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Swabine Yasmine Flores-Ende</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Komunitas Peradaban Aceh</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Yayasan Jurnal Perempuan</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* AJI Damai Yogyakarta</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Ashram Gandhi Puri Bali</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Gerakan Nurani Ibu</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span>* Rumah Indonesia</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair dari 64 organisasi, kelompok, dan lembaga swadaya masyarakat. Banyak, memang. Tapi kebanyakan merupakan organisasi ‘ladang tadah hujan’ yang bersifat insidental dan aktivitasnya tergantung ada ‘curah hujan’ atau tidak. Maksudnya, kelompok atau organisasi yang hanya dimaksudkan untuk menampung donasi dari sponsor asing, dan hanya bergerak jika ada dana keras yang tersedia.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Namun ada beberapa yang memang memiliki ideologi yang jelas dan bergerak di akar rumput. Walau demikian, yang terkenal hanya ada beberapa dan inilah yang menjadi motor penggerak utama dari aliansi besar ini.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Keseluruhan organisasi dan kelompok ini sebenarnya bisa disatukan dalam satu kata, yakni: Amerika. Kita tentu paham, Amerika adalah gudang dari isme-isme yang “aneh-aneh” seperti gerakan liberal, gerakan feminisme, HAM, Demokrasi, dan sebagainya. Ini tentu dalam tataran ide atau Das Sollen kata orang Jerman.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Namun dalam tataran faktual, yang terjadi di lapangan ternyata sebaliknya. Kalangan intelektual dunia paham bahwa negara yang paling anti demokrasi di dunia adalah Amerika, negara yang paling banyak melanggar HAM adalah Amerika, negara yang merestui pasangan gay dan lesbian menikah (di gereja pula!) atas nama liberalisme adalah Amerika, dan sebagainya. Dan kita tentu juga paham, ada satu istilah yang bisa menghimpun semua kebobrokkan Amerika sekarang ini: ZIONISME.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Bukan kebetulan jika banyak tokoh-tokoh AKKBB merupakan orang-orang yang merelakan dirinya menjadi pelayan kepentingan Zionisme Internasional. Sebut saja Abdurrahman Wahid, ikon Ghoyim Zionis Indonesia. Lalu ada Ulil Abshar Abdala dan kawan-kawannya di JIL, lalu Goenawan Muhammad yang pada tahun 2006 menerima penghargaan Dan David Prize dan uang kontan senilai US$ 250, 000 di Tel Aviv (source: indolink.com), dan sejenisnya. Tidak terhitung berapa banyak anggota AKKBB yang telah mengunjungi Israel sambil menghujat gerakan Islam Indonesia di depan orang-orang Ziuonis Yahudi di sana.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana demokrasi, HAM, anti kekerasan, pluralitas, keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang absurd sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika, terang-terangan menginjak-injak prinsip-prinsip ini di berbagai belahan dunia seperti di Palestina, Irak, Afghanistan, dan sebagainya.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Jelas, bukan sesuatu yang aneh jika kelompok seperti ini membela Ahmadiyah. Karena Ahmadiyah memang bagian dari mereka, bagian dari upaya pengrusakkan dan penghancuran agama Allah di muka bumi ini.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Bagi yang ingin mengetahui ideologi aliansi ini maka silakan mengklik situs-situs kelompok mereka seperti libforall.com, Islamlib.com. dan lainnya.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Baca artikel selengkapnya di:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><a href="http://eramuslim.com/berita/tha/8603185827-membongkar-jaringan-akkbb-bag.1.htm">http://eramuslim.com/berita/tha/8603185827-membongkar-jaringan-akkbb-bag.1.htm</a></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial">20/10/2000 19:35 Konflik Israel-Palestina:</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><strong>Gus Dur Diminta Keluar dari Yayasan Shimon Peres</strong></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Liputan6.com, Makassar: Ribuan umat Islam Sulawesi Selatan mengutuk kekejaman tentara Israel terhadap warga muslim Palestina. Mereka juga mendesak Presiden Abdurrahman Wahid agar memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel dan keluar dari kepengurusan Yayasan Shimon Peres. Seruan itu mereka sampaikan saat menggelar tablig akbar di Masjid Almarkaz Al Islami, Makassar, baru-baru ini. </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Baca artikel selengkapnya di:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><a href="http://www.liputan6.com/daerah/?id=2465">http://www.liputan6.com/daerah/?id=2465</a></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Gus Dur Siap Jadi Saksi Ahli Ahmadiyah</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Jakarta (ANTARA News), 4/05/2008 &#8211; &#8220;Kalau sampai dibubarkan, maka saya akan menjadi saksi ahli untuk Ahmadiyah. </font><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Bahkan, saya akan bersedia menjadi tim pembela Ahmadiyah, jika masalah itu harus diselesaikan di pengadilan,&#8221; kata Gus Dur di Jakarta, Minggu.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Di New York, Gus Dur menerima penghargaan sebagai penegak HAM dari Simon Wiethemthal Center, yayasan yang dipimpin mantan PM Israel Shimon Peres.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Baca artikel selengkapnya di:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><a href="http://www.antara.co.id/arc/2008/5/4/gus-dur-siap-jadi-saksi-ahli-ahmadiyah/">http://www.antara.co.id/arc/2008/5/4/gus-dur-siap-jadi-saksi-ahli-ahmadiyah/</a></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<div class="shr-publisher-98"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F06%2F09%2Fdownload-file-presentasi-haram-memerangi-dan-membunuh-muslim-%25e2%2580%2593-gp-anshor-siap-perangi-fpi%2F' data-shr_title='Download+File+Presentasi+Haram+Memerangi+dan+Membunuh+Muslim+%E2%80%93+GP+Anshor+Siap+Perangi+FPI'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F06%2F09%2Fdownload-file-presentasi-haram-memerangi-dan-membunuh-muslim-%25e2%2580%2593-gp-anshor-siap-perangi-fpi%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F06%2F09%2Fdownload-file-presentasi-haram-memerangi-dan-membunuh-muslim-%25e2%2580%2593-gp-anshor-siap-perangi-fpi%2F' data-shr_title='Download+File+Presentasi+Haram+Memerangi+dan+Membunuh+Muslim+%E2%80%93+GP+Anshor+Siap+Perangi+FPI'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F06%2F09%2Fdownload-file-presentasi-haram-memerangi-dan-membunuh-muslim-%25e2%2580%2593-gp-anshor-siap-perangi-fpi%2F' data-shr_title='Download+File+Presentasi+Haram+Memerangi+dan+Membunuh+Muslim+%E2%80%93+GP+Anshor+Siap+Perangi+FPI'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2008/06/09/download-file-presentasi-haram-memerangi-dan-membunuh-muslim-%e2%80%93-gp-anshor-siap-perangi-fpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Download File Presentasi “Aliran Sesat dan Cara Menghindarinya” Gratis</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2008/01/01/download-file-presentasi-aliran-sesat-dan-cara-menghindarinya/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2008/01/01/download-file-presentasi-aliran-sesat-dan-cara-menghindarinya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 03:25:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Sesat]]></category>
		<category><![CDATA[Download]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.media-islam.or.id/2007/11/14/download-file-presentasi-aliran-sesat-dan-cara-menghindarinya/</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saat ini begitu marak aliran sesat bermunculan. Banyak orang-orang yang awam dalam masalah agama tersesat. Untuk itu saya membuat file presentasi yang berjudul ”Aliran Sesat dan Cara Menghindarinya” dengan memakai 10 Kriteria Aliran Sesat dari MUI sebagai referensi. File ini bebas untuk diperbaiki dan disebarluaskan.</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p> <p [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Saat ini begitu marak aliran sesat bermunculan. Banyak orang-orang yang awam dalam masalah agama tersesat. Untuk itu saya membuat file presentasi yang berjudul ”</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Aliran Sesat dan Cara Menghindarinya” dengan memakai 10 Kriteria Aliran Sesat dari MUI sebagai referensi. File ini bebas untuk diperbaiki dan disebarluaskan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span><span id="more-65"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Di antara isinya adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Baca dan Pelajari Al Qur’an dan Hadits</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">“Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">”Hai orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya, dan ulil amri di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah ia pada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik.” [An Nisaa’:59]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">“Aku telah meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan sunnahku, kamu tidak akan sesat selama berpegang padanya. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">(Riwayat Tirmidzi)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Untuk mendownload silahkan klik:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://www.ziddu.com/download/12229212/AliranSesatdanCaraMenghindarinya.ppt.html"><strong>http://www.ziddu.com/download/12229212/AliranSesatdanCaraMenghindarinya.ppt.html</strong></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Tips agar tidak tersesat:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Baca dan Pelajari Al Qur’an dan Hadits<br />
Untuk terjemah Al Qur’an cari yang versi Depag/M Yunus<br />
Hadits sahih dan terkenal ada 6 (Kutuubus Sittah), yaitu: Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmizi, Sunan Ahmad, dan Sunan Ibnu Majah<br />
Bulughul Marom: Hadits kumpulan Ibnu Hajar yang sistematis menjelaskan hukum Islam<br />
Mengajilah di masjid jami’ yang biasa dipakai shalat jum’at. Biasanya di situ guru-guru mengaji sudah dipilih oleh pengurus masjid.<br />
Bergurulah dengan banyak guru yang lurus sehingga ada perbandingan.<br />
Ikuti sunnah Nabi dan jangan berpisah dari jama’ah Islam terbesar (Ahlus Sunnah wal Jama’ah)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a title="Download File Presentasi “Aliran Sesat dan Cara Menghindarinya”" href="http://www.media-islam.or.id/wordpress/wp-content/uploads/2007/11/aliran-sesat-dan-cara-menghindarinya.ppt"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/wp-content/uploads/2009/02/aliran-sesat-dan-cara-menghindarinya.ppt"><br />
</a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<div class="shr-publisher-65"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F01%2F01%2Fdownload-file-presentasi-aliran-sesat-dan-cara-menghindarinya%2F' data-shr_title='Download+File+Presentasi+%E2%80%9CAliran+Sesat+dan+Cara+Menghindarinya%E2%80%9D+Gratis'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F01%2F01%2Fdownload-file-presentasi-aliran-sesat-dan-cara-menghindarinya%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F01%2F01%2Fdownload-file-presentasi-aliran-sesat-dan-cara-menghindarinya%2F' data-shr_title='Download+File+Presentasi+%E2%80%9CAliran+Sesat+dan+Cara+Menghindarinya%E2%80%9D+Gratis'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F01%2F01%2Fdownload-file-presentasi-aliran-sesat-dan-cara-menghindarinya%2F' data-shr_title='Download+File+Presentasi+%E2%80%9CAliran+Sesat+dan+Cara+Menghindarinya%E2%80%9D+Gratis'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2008/01/01/download-file-presentasi-aliran-sesat-dan-cara-menghindarinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MUI: 10 (Sepuluh) Kriteria Aliran Sesat</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2007/11/09/mui-sepuluh-kriteria-aliran-sesat/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2007/11/09/mui-sepuluh-kriteria-aliran-sesat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Nov 2007 07:54:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Sesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.media-islam.or.id/2007/11/09/mui-sepuluh-kriteria-aliran-sesat/</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan 10 kriteria aliran sesat. Apabila ada satu ajaran yang terindikasi punya salah satu dari kesepuluh kriterai itu, bisa dijadikan dasar untuk masuk ke dalam kelompok aliran sesat</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify"> </p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in">1. Mengingkari rukun iman (Iman kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan 10 kriteria aliran sesat. Apabila ada satu ajaran yang terindikasi punya salah satu dari kesepuluh kriterai itu, bisa dijadikan dasar untuk masuk ke dalam kelompok aliran sesat<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><o:p> </o:p></span><span id="more-50"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><span>1.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Mengingkari rukun iman (Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab Suci, Rasul, Hari Akhir, Qadla dan Qadar) dan rukun Islam (Mengucapkan 2 kalimat syahadah, sholat 5 waktu, puasa, zakat, dan Haji)<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><span>2.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-sunah),<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><span>3.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><span>4.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><span>5.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><span>6.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><span>7.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><span>8.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><span>9.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><span>10.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">   </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar&#8217;i<o:p></o:p></span></p>
<div class="shr-publisher-50"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2007%2F11%2F09%2Fmui-sepuluh-kriteria-aliran-sesat%2F' data-shr_title='MUI%3A+10+%28Sepuluh%29+Kriteria+Aliran+Sesat'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2007%2F11%2F09%2Fmui-sepuluh-kriteria-aliran-sesat%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2007%2F11%2F09%2Fmui-sepuluh-kriteria-aliran-sesat%2F' data-shr_title='MUI%3A+10+%28Sepuluh%29+Kriteria+Aliran+Sesat'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2007%2F11%2F09%2Fmui-sepuluh-kriteria-aliran-sesat%2F' data-shr_title='MUI%3A+10+%28Sepuluh%29+Kriteria+Aliran+Sesat'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2007/11/09/mui-sepuluh-kriteria-aliran-sesat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hilangnya Gadis-gadis karena Aliran Sesat Al Qur&#8217;an Suci</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2007/10/31/hilangnya-gadis-gadis-karena-aliran-sesat-al-quran-suci/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2007/10/31/hilangnya-gadis-gadis-karena-aliran-sesat-al-quran-suci/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 04:45:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Sesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.media-islam.or.id/2007/10/31/hilangnya-gadis-gadis-karena-aliran-sesat-al-quran-suci/</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Aliran Al Qur’an suci sesat karena tidak mengakui hadits sebagai pedoman atau ingkar sunnah / hadits. Sebetulnya selain ingkar sunnah aliran ini juga sesat karena ingkar Al Qur’an dengan mengajarkan perzinahan padahal Allah melarangnya:</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify"> </p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify">”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Aliran Al Qur’an suci sesat karena tidak mengakui hadits sebagai pedoman atau ingkar sunnah / hadits. Sebetulnya selain ingkar sunnah aliran ini juga sesat karena ingkar Al Qur’an dengan mengajarkan perzinahan padahal Allah melarangnya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa’:32]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span><span id="more-43"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Banyak gadis-gadis yang menghilang dari keluarganya karena berkumpul bersama dan berzinah bersama kelompok Aliran<span>  </span>Al Qur’an Suci.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Cara merekrutnya misalnya dengan mengajak ikut pengajian kepada perempuan yang sholat di masjid-masjid.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Untuk menghindari hal ini sebaiknya jika ada orang tak dikenal mengajak ikut pengajian, berhati-hatilah. Ikutilah pengajian yang memang sudah dikenal baik sejak lama seperti pengajian At Tahiriyah, DDII (Dewan Dakwah), Asy Syafi’iyah, Muhammadiyyah, majelis Az Zikro Arifin Ilham, dsb. Jangan mengikuti orang yang belum kita kenal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Polisi dengan menghilangnya banyak gadis karena aliran Al Qur’an suci hendaknya segera bertindak dan mencari pimpinan kelompok Al Qur’an suci agar tidak meresahkan masyarakat.</span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Mahasiswi Hilang Misterius, Diduga Ikut Aliran Sesat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Antara. Karawang (ANTARA News) &#8211; Sejak 9 September 2007 lalu, mahasiswi D-III Politeknik Pajajaran &#8220;Insan Cinta Bangsa&#8221; Bandung, Semester III, Achriyanie Yulvie (19), warga Perumnas Bumi Telukjambe Blok T Nomor 536 RT 06/11, Kabupaten Karawang, Jabar, tidak diketahui keberadaannya, setelah ikut pengajian &#8220;al-Qur`an Suci&#8221; di Bandung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Menurut keterangan yang dihimpun ANTARA, pengajian &#8220;al-Qur`an Suci&#8221; disinyalir aliran sesat, karena mengajarkan manusia hanya berpedoman kepada al-Qur`an, tanpa hadits.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Akibat hal tersebut, Suprapto dan Tati mengaku sangat sedih karena merasa kehilangan anak pertamanya. Sementara adik Yulvie, Anggi Kartika (16) dan Indira Aulia (10), kata Suprapto, selalu menanyakan Yulvie yang pada awalnya sangat dekat dengan kedua adiknya itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">&#8220;Saya bingung harus bagaimana dan mencari ke mana? Saya sudah melapor ke kantor polisi di Bandung (Kiara Condong), sampai sekarang tidak ada kabar. Kepada orang pintar juga saya sudah melaporkan kejadian ini, tetap tidak ada kabar. Saya bingung. Ibunya Yulvie dan kedua adiknya juga selalu menangis kalau mengingat Yulvie,&#8221; katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Sesuai dengan kabar dari salah seorang teman Yulvie, Serly (19), kata Suprapto, anak kesayangannya itu ikut pengajian &#8220;al-Qur`an Suci&#8221; karena diajak oleh seorang perempuan tak dikenal di sebuah masjid di Kota Bandung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/10/5/mahasiswi-hilang-misterius-diduga-ikut-aliran-sesat/">http://www.antara.co.id/arc/2007/10/5/mahasiswi-hilang-misterius-diduga-ikut-aliran-sesat/</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Polres Cirebon Deteksi Aliran Qur&#8217;an Suci</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Jumat, 26 Oktober 2007 10:03</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Cirebon</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">, NU Online</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Jajaran Polres Cirebon melakukan deteksi dini atas penyebaran ajaran sesat yang menamakan diri Al Quran Suci menyusul laporan hilangnya Tuffatul Maulidia (20), mahasiswi Akademi Analis Kesehatan &#8220;An Naser&#8221; Kaliwadas, Kab Cirebon, yang diduga ikut &#8220;hijrah&#8221; bersama aliran itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><a href="http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=10566">http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=10566</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Aliran Sesat di Indonesia, Mengapa Semakin Merajalela?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">AnTV. Jakarta, 28 Oktober 2007 – Aliran sesat atau aliran yang dianggap menyimpang saat ini semakin merajalela. Sebut saja aliran Ahmadiyah, Salamullah, Isa Bugis, Baha’i, Al Qur’an Suci dan yang baru-baru ini merebak Al Qidayah Al Islamiyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Ahmadiyah misalnya – yang mulai populer di indonesia pada tahun 2000-an, dianggap sesat karena mengakui keberadaan nabi lain yaitu Mirza Ghulam Ahmad yang berasal dari India, setelah Nabi Muhammad SAW. Meskipun tidak mengeluarkan syariat-syariat baru namun keresahan warga menyebabkan sejumlah basis Ahmadiyah di Kuningan – Jawa Barat dan Lombok – NTB dihancurkan massa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Lalu kita juga mengenal aliran Salamullah, yang menghimpun semua agama dan dipopulerkan oleh Lia Aminuddin. Lia yang mengaku sebagai Imam Mahdi dan jelmaan roh Mariam juga mengeluarkan kitab suci yang dinamakan Ruhul Kudus. Putusan pengadilan membuat Lia kini mendekam di LP Pondok Bambu Jakarta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Pertengahan tahun ini muncul aliran baru yaitu aliran Al Qur’an Suci di Bandung – Jawa Barat yang selain menafikan perlunya wudhu ketika beribadah sholat atau menghalalkan perzinahan, juga tidak mengakui keberadaan hadis. Seorang intelektual muda Bandung yang mantan pengikut aliran Al Qur’an Suci membagi pengalamannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">http://www.an.tv/s/?sid=4&amp;newsid=7560</span></p>
<div class="shr-publisher-43"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2007%2F10%2F31%2Fhilangnya-gadis-gadis-karena-aliran-sesat-al-quran-suci%2F' data-shr_title='Hilangnya+Gadis-gadis+karena+Aliran+Sesat+Al+Qur%26%238217%3Ban+Suci'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2007%2F10%2F31%2Fhilangnya-gadis-gadis-karena-aliran-sesat-al-quran-suci%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2007%2F10%2F31%2Fhilangnya-gadis-gadis-karena-aliran-sesat-al-quran-suci%2F' data-shr_title='Hilangnya+Gadis-gadis+karena+Aliran+Sesat+Al+Qur%26%238217%3Ban+Suci'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2007%2F10%2F31%2Fhilangnya-gadis-gadis-karena-aliran-sesat-al-quran-suci%2F' data-shr_title='Hilangnya+Gadis-gadis+karena+Aliran+Sesat+Al+Qur%26%238217%3Ban+Suci'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2007/10/31/hilangnya-gadis-gadis-karena-aliran-sesat-al-quran-suci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

