<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Islam &#187; Dosa &#8211; Kemunkaran</title>
	<atom:link href="http://media-islam.or.id/category/dosa-kemunkaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-islam.or.id</link>
	<description>Belajar Islam sesuai Al Qur&#039;an dan Hadits</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 15:03:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Bantahan Atas Fatwa Halal Mengucapkan Selamat Natal Yusuf Al Qaradhawi</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/12/20/bantahan-atas-fatwa-halal-mengucapkan-selamat-natal-yusuf-al-qaradhawi/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/12/20/bantahan-atas-fatwa-halal-mengucapkan-selamat-natal-yusuf-al-qaradhawi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 02:38:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dosa - Kemunkaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2491</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Prof. Dr. Yusuf Al Qaradhawi memfatwakan bahwa mengucapkan Selamat Natal itu Halal. Ini jelas bertentangan dengan Firman Allah, Sunnah Nabi dan para Sahabat, dan juga para Imam Madzhab.</p> <p style="text-align: justify;">Mengingat beliau punya banyak pengikut, tentu hal ini perlu diluruskan agar pengikutnya tidak tersesat.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/selamatnatalharam.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2590" title="selamatnatalharam" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/selamatnatalharam.jpg" alt="" width="231" height="210" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Prof. Dr. Yusuf Al Qaradhawi memfatwakan bahwa mengucapkan Selamat Natal itu Halal. Ini jelas bertentangan dengan Firman Allah, Sunnah Nabi dan para Sahabat, dan juga para Imam Madzhab.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengingat beliau punya banyak pengikut, tentu hal ini perlu diluruskan agar pengikutnya tidak tersesat.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2491"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di antara dalil yang dipakai Al Qaradhawi untuk menghalalkan Ucapan Selamat Natal adalah:<strong></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu&#8230;” [QS. Al-Mumtahanah: 8]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penggunaan Dalil di atas tidak tepat untuk menghalalkan Selamat Natal. Sebab Nabi dan Para Sahabat serta Imam Madzhab tak pernah menggunakan itu untuk mengucapkan Selamat Natal kepada orang-orang Nasrani.<strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu&#8230;” <strong>[QS. Al-Mumtahanah: 8]</strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Firman Allah tersebut mengenai berbuat baik seperti memberi makan atau menyantuni Non Muslim atau bergaul dengan orang tua yang Non Muslim. Bukan untuk berbuat dosa seperti Syirik dengan mengucapkan Selamat Natal kepada ummat Kristen yang merayakan kelahiran Tuhan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebab turunnya ayat Al Qur&#8217;an di atas adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">Imam Bukhari membawakan Bab dalam kitab Shahihnya “Menjalin hubungan dengan orang tua yang musyrik”. Kemudian beliau membawakan riwayat berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Asma’ mengatakan,</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Ibuku mendatangiku dan ia sangat ingin aku menyambung hubungan dengannya4. Kemudian aku menanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bolehkah aku tetap menjalin hubungan dengannya? Beliau pun menjawab, “Iya boleh”.” Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan bahwa setelah itu Allah menurunkan firman-Nya (yang artinya), “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama.” [QS. Al Mumtahanah [60] : 8]” </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau &#8220;Tolong-Menolong&#8221; dalam perbuatan dosa seperti Syirik dengan turut merayakan atau memberi ucapan selamat atas kelahiran Tuhan Anak/Yesus itu justru dosa:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;&#8230;Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran..&#8221; [Al Maa-idah 2]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menolong orang Musyrik yang tengah berbuat dosa syirik dengan memberi ucapan selamat justru mendapat murka Allah dan siksa neraka yang kekal:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.&#8221; [Al Maa-idah 80]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Syirik itu adalah dosa terbesar dan tidak diampuni oleh Allah. Bagaimana mungkin kita terhadap orang yang sedang berbuat dosa Syirik justru memberikan ucapan &#8220;Selamat Natal&#8221;? Ini sama halnya ketika ada orang yang sedang berbuat dosa misalnya sedang mencuri atau berzina, kemudian kita justru memberi mereka ucapan Selamat. Wajarkah itu?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.&#8221; [An Nisaa' 116]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin ada yang merasa tak enak seandainya anaknya Muslim dan orang tuanya beragama Kristen yang merayakan Natal. Nanti tidak enak dong kalau tidak mengucapkan Selamat Natal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya berbuat baik selama tidak maksiyat kepada Allah tidak mengapa misalnya setiap hari mencium tangan orang tua, ngobrol dengannya, dan merawatnya jika sakit. Itu lebih bermakna dan bermanfaat daripada mengucapkan &#8220;Selamat Natal&#8221; setahun sekali tapi tidak melakukan itu. Jika pun ditanya mengapa tidak mau mengucapkan &#8220;Selamat Natal&#8221;, itulah kesempatan kita menyelamatkan mereka agar tidak terjerembab ke api neraka dan bisa masuk surga bersama kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Katakan bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah tidak beranak dan diperanakkan. Dan menyekutukan Allah dengan yang lain itu dosa besar yang tidak terampuni. Coba Bapak marah tidak jika mama kawin lagi? Tentu marah bukan. Nah Allah lebih cemburu lagi. Allah tidak mau ada Tuhan lain yang disembah selain Dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin ada yang berkata, “Masak mengucapkan Selamat Natal saja haram?” Menurut kita mungkin kecil. Tapi di sisi Allah ucapan yang sesat itu besar dosanya. Coba lihat:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak.”</strong><br />
<strong>Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh” [Maryam 88-90]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal muamalat, kita bisa berbuat baik. Tapi dalam hal aqidah kita tegas. Untukmu agamamu dan untukku agamaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa al-Walid bin al-Mughirah, al-’Ashi bin Wa-il, al-Aswad bin Muthalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah saw dan berkata: “Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami.” Maka Allah menurunkan ayat ini (S.109:1-6)<br />
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Mina.)</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah surat Al Kaafiruun ayat 1-6:</p>
<p style="text-align: justify;">Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,<br />
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.<br />
Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.<br />
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,<br />
dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.<br />
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya firman Allah di atas menyangkut dengan ucapan salam: &#8220;Assalamu&#8217;alaikum&#8221;. Semoga Allah memberi keselamatan untukmu. Bukan ucapan Selamat Natal yang mengandung kemusyrikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu pun ucapan salam di atas berlaku jika pemberinya adalah sesama Muslim. Bukan non Muslim. Jika yang memberi salam seorang Muslim misalnya &#8220;Assalamu&#8217;alaikum&#8221;, kita sebaiknya menjawab dengan lebih baik seperti &#8220;Wa &#8216;alaikum salam wa rohmatullahi wa barokatuhu&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya jika Non Muslim yang mengucapkan itu, kita cukup menjawab &#8220;Wa &#8216;alaika&#8221;. Sebab kita tidak bisa mendoakan Non Muslim dengan semoga Allah memberimu Keselamatan, Rahmat, dan Keberkahan sementara mereka tidak mau beriman kepada Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Nabi menjelaskan di hadits yang sahih:</p>
<p style="text-align: justify;">Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:<br />
Rasulullah saw. bersabda: Apabila Ahli Kitab mengucapkan salam kepadamu, maka jawablah: Wa`alaikum. (Shahih Muslim No.4024)</p>
<p style="text-align: justify;">Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:<br />
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya orang Yahudi itu bila mengucapkan salam kepada kalian mereka mengucapkan: &#8220;Assaamu `alaikum&#8221; (kematian atas kalian), maka jawablah dengan: &#8220;Wa`alaka&#8221; (semoga menipa kamu). (Shahih Muslim No.4026)</p>
<p style="text-align: justify;">Kita tak boleh taqlid mengikuti ulama. Harus dilandasi ilmu. Sebab tak semua ulama itu mengikuti sunnah Nabi. Ada juga ulama su’ yang justru mengajak pada kesesatan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah[639] dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” [At Taubah 31]</p>
<p style="text-align: justify;">[639]. Maksudnya: mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.</p>
<p style="text-align: justify;">Celaka atas umatku dari ulama yang buruk. (HR. Al Hakim)<br />
Seorang ulama yang tanpa amalan seperti lampu membakar dirinya sendiri (Berarti amal perbuatan harus sesuai dengan ajaran-ajarannya). (HR. Ad-Dailami)Seorang ulama yang tanpa amalan seperti lampu membakar dirinya sendiri (Berarti amal perbuatan harus sesuai dengan ajaran-ajarannya). (HR. Ad-Dailami)</p>
<p style="text-align: justify;">Nabi dan para sahabat serta tabi’in serta para Imam Madzhab seperti Imam Malik, Imam Syafi&#8217;e, dsb tak pernah mengucapkan selamat Natal. Hendaknya kita ikuti sunnah mereka. Saat ini banyak ulama yang &#8220;keblinger&#8221; dalam hal berfatwa. Jadi hendaknya kita mengikuti Nabi, sahabat, dan para ulama Salaf/terdahulu agar tidak tersesat:</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,<br />
<strong>“Sebaik-baik manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang sesudah mereka (tabi’in), kemudian orang-orang sesudah mereka (tabi’ut tabi’in).”</strong></p>
<p style="text-align: justify;">dalam lafazh lain disebutkan bahwa,</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Sebaik-baik zaman adalah zamanku (zaman para sahabat), kemudian yang setelahnya (zaman tabi’in), kemudian yang setelahnya (zaman tabi’ut tabi’in).”</strong><br />
(HR. Bukhari no. 6429 dan Muslim no. 2533 hadits ini adalah Mutawatir)</p>
<p style="text-align: justify;">Ada juga beberapa website yang memelintir seolah-olah MUI (Majelis Ulama Indonesia) menghalalkan Ucapan Selamat Natal. Padahal MUI mengharamkannya:</p>
<div><strong>Fatwa MUI:</strong></div>
<div id="yui_3_2_0_1_1324515242176370">
<div style="text-align: justify;">1.       Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan diatas.</div>
<div style="text-align: justify;">2.       Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.</div>
<div id="yui_3_2_0_1_1324515242176367" style="text-align: justify;">3.       Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Dengan melarang ummat Islam agar tidak terjerumus ke hal yang Syubhat (Tidak Jelas Halal/Haram seperti Ucapan Selamat Natal) jelas MUI saat itu mengharamkan segala hal yang Syubhat termasuk mengucapkan Selamat Natal.</div>
</div>
<p style="text-align: justify;">Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI H. Aminuddin Ya`qub menyatakan MUI sejak masa Buya Hamka telah mengeluarkan fatwa haram bagi umat Islam memberi ucapan selamat natal. “Fatwa haram itu masih berlaku. MUI hingga kini belum merubahnya,” tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.hidayatullah.com/read/14709/21/12/2010/%5C">http://www.hidayatullah.com/read/14709/21/12/2010/%5C</a></p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan baca juga:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2010/12/14/haram-hukumnya-mengucapkan-selamat-natal">http://media-islam.or.id/2010/12/14/haram-hukumnya-mengucapkan-selamat-natal</a></p>
<h1 style="text-align: justify;">Referensi:</h1>
<p><a href="http://www.hidayatullah.com/read/14709/21/12/2010/%5C">http://www.hidayatullah.com/read/14709/21/12/2010/%5C</a></p>
<h1>Sejak Buya HAMKA, MUI Haramkan Ucapan Selamat Natal</h1>
<p>Selasa, 21 Desember 2010</p>
<p style="text-align: justify;">Hidayatullah.com&#8211;Pernyataan yang membolehkan kaum Muslim mengucapkan selamat natal mendapat kritik pedas Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat. Menurut Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI H. Aminuddin Ya`qub, Pernyataan seperti itu, dianggap basi karena MUI sudah mengatakan larangannya telah lama.<br />
“Hal seperti itu bukan hal baru. Sudah lama,” kata H. Aminuddin Ya`qub kepada hidayatullah.com, Selasa (21/12).<br />
Sebagaimana diketahui, belum lama ini, pengurus ICMI Eropa, Prof. Dr. Sofjan Siregar, MA di sebuah media massa mengatakan bolehnya memberikan ucapan selamat natal bagi kaum Muslim.</p>
<p>MUI sendiri, lanjut Aminuddin, sejak masa Buya Hamka telah mengeluarkan fatwa haram bagi umat Islam memberi ucapan selamat natal. “Fatwa haram itu masih berlaku. MUI hingga kini belum merubahnya,” tegasnya.</p>
<p>Aminuddin menjelaskan, ucapan selamat natal (tahniah) adalah berkenaan dengan akidah (kenyakinan). Memberi ucapan selamat berarti setidaknya menyakini kebenaran agama tersebut. Padahal, ujar Aminuddin, baik dalam al-Qur’an maupun sunnah hal itu bisa menodai akidah seseorang.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://nahimunkar.com/191/fatwa-majelis-ulama-indonesia-tentang-perayaan-natal-bersama/">http://nahimunkar.com/191/fatwa-majelis-ulama-indonesia-tentang-perayaan-natal-bersama/</a></p>
<h4 align="center">FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA</h4>
<h4 align="center">TENTANG PERAYAAN NATAL BERSAMA</h4>
<h4 align="center"></h4>
<p align="center">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ<br />
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, setelah :</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Memperhatikan</span></strong><strong></strong></p>
<p>1.       Perayaan Natal bersama pada akhir-akhir ini disalah artikan oleh sebagian ummat Islam dan disangka dengan ummat Islam merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.</p>
<p>2.       Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam yang ikut dalam perayaan Natal dan duduk dalam kepanitiaan Natal.</p>
<p>3.       Perayaan Natal bagi orang-orang Kristen adalah merupakan ibadah.<br />
<strong>Menimbang :</strong></p>
<p>1.       Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama.</p>
<p>2.       Ummat Islam agar tidak mencampur adukkan aqiqah dan ibadahnya dengan aqiqah dan ibadah agama lain.</p>
<p>3.       Ummat Islam harus berusaha untuk menambah Iman dan Taqwanya kepada Allah SWT.</p>
<p>4.       Tanpa mengurangi usaha ummat Islam dalam Kerukunan Antar Ummat Beragama di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Meneliti kembali</span></strong> : Ajaran-ajaran agama Islam, antara lain:</p>
<p>A.      Bahwa ummat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan ummat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan, berdasarkan atas:</p>
<p>1.       Al Qur‘an surat Al-Hujurat ayat 13:</p>
<p dir="rtl">يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ(13)</p>
<p>“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan Kamu sekattan dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang bertaqwa (kepada Allah), sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”</p>
<p>2.    Al Qur‘an surat Luqman ayat 15:</p>
<p dir="rtl">وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ(15)</p>
<p>“Dan jika kedua orang tuamu memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikutinya, dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik. Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian kepada-Ku lah kembalimu, maka akan Ku-berikan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”</p>
<p>3.    Al Qur‘an surat Mumtahanah ayat 8:</p>
<p dir="rtl">لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ(8)</p>
<p>“Allah tidak melarang kamu (ummat Islam) untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (beragama lain) yang tidak memerangi kamu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”</p>
<p>B.      Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampuradukkan aqiqah dan peribadatan agamanya dengan aqiqah dan peribadatan agama lain berdasarkan :</p>
<p>1.       Al Qur‘an surat Al-Kafirun ayat 1-6:</p>
<p dir="rtl">قُلْ يَاأَيُّهَا الْكَافِرُونَ(1)لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ(2)وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ(3)وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ(4)وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ(5)لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ(6)</p>
<p>“Katakanlah hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.”</p>
<p>2.       Al Qur‘an surat Al Baqarah ayat 42:</p>
<p dir="rtl">وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ(42)</p>
<p>“Dan jika kedua orang tuamu memaksamu untuk mempersatukan dengan aku sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikutinya dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Kita, kemudian kepada-Kulah kembalimu, maka akan Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”</p>
<p>C.      Bahwa ummat Islam harus mengakui kenabian dan kerasulan Isa Al Masih bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain, berdasarkan atas:</p>
<p>1.       Al Qur‘an surat Maryam ayat 30-32:</p>
<p dir="rtl">قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ ءَاتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا(30)وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ ‎وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا(31)وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا(32)</p>
<p>“Berkata Isa: Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup. (Dan Dia memerintahkan aku) berbakti kepada ibumu (Maryam) dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”</p>
<p>2.       Al Qur‘an surat Al Maidah ayat 75:</p>
<p dir="rtl">مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ(75)</p>
<p>“Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rosul yang sesungguhnya telah lahir sebelumnya beberapa Rosul dan ibunya seorang yang sangat benar. Kedua-duanya biasa memakan makanan(sebagai manusia). Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).”</p>
<p>3.    Al Qur‘an surat Al Baqarah ayat 285 :</p>
<p dir="rtl">ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ(285)</p>
<p>“Rasul (Muhammad telah beriman kepada Al Qur‘an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman) semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari Rasul-rasulnya dan mereka mengatakan : Kami dengar dan kami taat. (Mereka berdoa) Ampunilah Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”</p>
<p>D.      Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih daripada satu, Tuhan itu mempunyai anak Isa Al Masih itu anaknya, bahwa orang itu kafir dan musyrik, berdasarkan atas :</p>
<p>1.       Al Qur‘an surat Al Maidah ayat 72 :</p>
<p dir="rtl">لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ(72)</p>
<p>“Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata : Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam. Padahal Al Masih sendiri berkata : Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka, tidak adalah bagi orang zhalim itu seorang penolong pun.”</p>
<p>2.       Al Qur‘an surat Al Maidah ayat 73 :</p>
<p dir="rtl">لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ(73)</p>
<p>“Sesungguhnya kafir orang-orang yang mengatakan : Bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga (Tuhan itu ada tiga), padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu pasti orang-orang kafir itu akan disentuh siksaan yang pedih.”</p>
<p>3.    Al Qur‘an surat At Taubah ayat 30 :</p>
<p dir="rtl">وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ(30)</p>
<p>“Orang-orang Yahudi berkata Uzair itu anak Allah, dan orang-orang Nasrani berkata Al Masih itu anak Allah. Demikianlah itulah ucapan dengan mulut mereka, mereka meniru ucapan/perkataan orang-orang kafir yang terdahulu, dilaknati Allah-lah mereka bagaimana mereka sampai berpaling.”</p>
<p>E.       Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakan dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya, agar mereka mengakui Isa dan Ibunya (Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab “Tidak” : Hal itu berdasarkan atas : Al Qur‘an surat Al Maidah ayat 116-118 : “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: Hai Isa putera Maryam adakah kamu mengatakan kepada manusia (kaummu): Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah, Isa menjawab : Maha Suci Engkau (Allah), tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya tentu Engkau telah mengetahuinya, Engkau mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang engkau perintahkan kepadaku (mengatakannya), yaitu : sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu dan aku menjadi saksi terhadapa mereka selama aku berada di antara mereka. Tetapi setelah Engkau wafatkan aku, Engkau sendirilah yang menjadi pengawas mereka. Engkaulah pengawas dan saksi atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu dan Jika Engkau mengampunkan mereka, maka sesungguhnya Engkau Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”</p>
<p>F.       Islam mengajarkan Bahwa Allah SWT itu hanya satu, berdasarkan atas Al Qur‘an surat Al Ikhlas :</p>
<p dir="rtl">قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(1)اللَّهُ الصَّمَدُ(2)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ(3)وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ(4)</p>
<p>“Katakanlah : Dia Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun / sesuatu pun yang setara dengan Dia.”</p>
<p>G.      Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan, berdasarkan atas :</p>
<p>1.       Hadits Nabi dari Nu‘man bin Basyir :</p>
<p dir="rtl">{ إنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ ، وَالْحَرَامَ بَيِّنٌ ، وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ ، لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ ، فَمَنْ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدْ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ : كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَقَعَ فِيهِ ، أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى ، أَلَا وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ ، }.<strong></strong></p>
<p>“Sesungguhnya apa apa yang halal itu telah jelas dan apa apa yang haram itu pun telah jelas, akan tetapi diantara keduanya itu banyak yang syubhat (seperti halal, seperti haram) kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barang siapa memelihara diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah agamanya dan kehormatannya, tetapi barang siapa jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada yang haram, semacam orang yang mengembalakan binatang makan di daerah larangan itu. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkan-Nya (oleh karena itu hanya haram jangan didekati).”</p>
<p>2.       Kaidah Ushul Fiqih</p>
<h2 dir="rtl">دَرْءَُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ الْمَصَالِحِ .</h2>
<p>“Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahatan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan masholihnya tidak dihasilkan).”</p>
<p align="center"><strong>MEMUTUSKAN</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Memfatwakan</span></strong></p>
<p>1.       Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan diatas.</p>
<p>2.       Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.</p>
<p>3.       Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta, 1 Jumadil Awal 1401 H<br />
7 Maret 1981</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><strong>Komisi Fatwa</strong></p>
<p align="center"><strong>Majelis Ulama Indonesia</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua                                                                                  Sekretaris</p>
<p><strong>     K.H.M SYUKRI GHOZALI                                          Drs. H. MAS‘UDI</strong></p>
<p>Sumber: Himpunan Fatwa Mejelis Ulama Indonesia 1417H/ 1997, halaman 187-193</p>
<p><a href="http://www.mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=71" target="_blank">http://www.mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=71</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.eramuslim.com/syariah/tsaqofah-islam/muhammad-abduh-tuasikal-mengucapkan-selamat-natal-dianggap-amalan-baik.htm">http://www.eramuslim.com/syariah/tsaqofah-islam/muhammad-abduh-tuasikal-mengucapkan-selamat-natal-dianggap-amalan-baik.htm</a></p>
<h1 style="text-align: justify;">Fatwa Ulama Tentang Hukum Mengucapkan Selamat Natal</h1>
<div style="text-align: justify;">Posted on <a title="7:25 am" href="http://erzal.wordpress.com/2011/12/02/fatwa-ulama-tentang-hukum-mengucapkan-selamat-natal/" rel="bookmark">December 2, 2011</a></div>
<div style="text-align: justify;">
<h2>Fatwa Ulama Tentang Hukum Mengucapkan Selamat Natal</h2>
</div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Perbedaan Pendapat tentang Mengucapkan Selamat Natal</strong><br />
Diantara tema yang mengandung perdebatan setiap tahunnya adalah <em>ucapan selamat Hari Natal</em>. Para ulama kontemporer berbeda pendapat didalam penentuan hukum fiqihnya antara yang mendukung ucapan selamat dengan yang menentangnya. Kedua kelompok ini bersandar kepada sejumlah dalil.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun pengucapan <strong>selamat hari natal</strong> ini sebagiannya masuk didalam wilayah aqidah namun ia memiliki hukum fiqih yang bersandar kepada pemahaman yang mendalam, penelaahan yang rinci terhadap berbagai nash-nash syar’i.<br />
Ada dua pendapat didalam permasalahan ini :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim</strong> dan para pengikutnya seperti Syeikh Ibn Baaz, Syeikh Ibnu Utsaimin—semoga Allah merahmati mereka—serta yang lainnya seperti Syeikh Ibrahim bin Muhammad al Huqoil berpendapat bahwa mengucapkan selamat Hari Natal hukumnya adalah haram karena perayaan ini adalah bagian dari syiar-syiar agama mereka. Allah tidak meredhoi adanya kekufuran terhadap hamba-hamba-Nya. <strong>Sesungguhnya didalam pengucapan selamat kepada mereka adalah tasyabbuh (menyerupai) dengan mereka dan ini diharamkan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Diantara bentuk-bentuk tasyabbuh :</strong><br />
1. Ikut serta didalam hari raya tersebut.<br />
2. Mentransfer perayaan-perayaan mereka ke neger-negeri islam.<br />
Mereka juga berpendapat wajib menjauhi berbagai perayaan orang-orang kafir, menjauhi dari sikap menyerupai perbuatan-perbuatan mereka, menjauhi berbagai sarana yang digunakan untuk menghadiri perayaan tersebut, tidak menolong seorang muslim didalam menyerupai perayaan hari raya mereka, tidak mengucapkan selamat atas hari raya mereka serta menjauhi penggunaan berbagai nama dan istilah khusus didalam ibadah mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Jumhur ulama kontemporer </strong>membolehkan mengucapkan selamat Hari Natal.<br />
Di antaranya Syeikh Yusuf al Qaradhawi yang berpendapat bahwa perubahan kondisi global lah yang menjadikanku berbeda dengan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah didalam mengharamkan pengucapan selamat hari-hari Agama orang-orang Nasrani atau yang lainnya. Aku (Yusuf al Qaradhawi) membolehkan pengucapan itu apabila mereka (orang-orang Nasrani atau non muslim lainnya) adalah <strong>orang-orang yang cinta damai terhadap kaum muslimin</strong>, terlebih lagi apabila ada hubungan khsusus antara dirinya (non muslim) dengan seorang muslim, seperti : kerabat, tetangga rumah, teman kuliah, teman kerja dan lainnya. Hal ini termasuk didalam berbuat kebajikan yang tidak dilarang Allah swt namun dicintai-Nya sebagaimana Dia swt mencintai berbuat adil.<br />
Firman Allah swt :Artinya : “<em>Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil</em>.” (QS. Al-Mumtahanah: <img src="http://www.usahamaju.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" /><br />
Terlebih lagi jika mereka mengucapkan selamat Hari Raya kepada kaum muslimin.<br />
Firman Allah swt yang Artinya : “<em>Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu</em>.” (QS. An Nisaa : 86)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lembaga Riset dan Fatwa Eropa</strong> juga membolehkan pengucapan selamat ini <strong>jika mereka bukan termasuk orang-orang yang memerangi kaum muslimin</strong> khususnya dalam keadaan dimana kaum muslimin minoritas seperti di Barat. Setelah memaparkan berbagai dalil, Lembaga ini memberikan kesimpulan sebagai berikut : Tidak dilarang bagi seorang muslim atau Markaz Islam memberikan selamat atas perayaan ini, baik dengan lisan maupun pengiriman kartu ucapan yang tidak menampilkan simbol mereka atau berbagai ungkapan keagamaan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam seperti salib. Sesungguhnya Islam menafikan fikroh salib,<br />
firman-Nya yang Artinya , “<em>Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka</em>.” (QS. An Nisaa : 157)</p>
<p style="text-align: justify;">Kalimat-kalimat yang digunakan dalam pemberian selamat ini pun harus yang tidak mengandung pengukuhan atas agama mereka atau ridho dengannya. Adapun kalimat yang digunakan adalah kalimat pertemanan yang sudah dikenal dimasyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak dilarang untuk <strong>menerima berbagai hadiah</strong> dari mereka karena sesungguhnya Nabi saw telah menerima berbagai hadiah dari non muslim seperti al Muqouqis Pemimpin al Qibthi di Mesir dan juga yang lainnya dengan persyaratan bahwa hadiah itu bukanlah yang diharamkan oleh kaum muslimin seperti khomer, daging babi dan lainnya.<br />
Diantara para ulama yang membolehkan adalah DR. Abdus Sattar Fathullah Sa’id, ustadz bidang tafsir dan ilmu-ilmu Al Qur’an di Universitas Al Azhar, DR. Muhammad Sayyid Dasuki, ustadz Syari’ah di Univrsitas Qatar, Ustadz Musthafa az Zarqo serta Syeikh Muhammad Rasyd Ridho. (www.islamonline.net)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Adapun MUI (Majelis Ulama Indonesia)</strong> pada tahun 1981 sebelum mengeluarkan fatwanya, terlebih dahulu mengemukakan dasar-dasar ajaran Islam dengan disertai berbagai dalil baik dari Al Qur’an maupun Hadits Nabi saw sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">A) Bahwa ummat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan ummat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan.<br />
B) Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampur-adukkan agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain.<br />
C) Bahwa ummat Islam harus mengakui ke-Nabian dan ke-Rasulan Isa Almasih bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain.<br />
D) Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih dari satu, Tuhan itu mempunyai anak dan Isa Almasih itu anaknya, maka orang itu kafir dan musyrik.<br />
E) Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakah dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya agar mereka mengakui Isa dan Ibunya (Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab: Tidak.<br />
F) Islam mengajarkan bahwa Allah SWT itu hanya satu.<br />
G) Islam mengajarkan ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan.<br />
Juga berdasarkan Kaidah Ushul Fikih ”Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan mushalihnya tidak dihasilkan)”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Untuk kemudian MUI mengeluarkan fatwanya berisi</strong> :<br />
1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa as, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas.<br />
2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.<br />
3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah Subhanahu Wata’ala dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan perayaan Natal.<br />
Mengucapkan Selamat Hari Natal Haram kecuali Darurat. Diantara dalil yang digunakan para ulama yang membolehkan mengucapkan Selamat Hari Natal adalah firman Allah swt :<br />
Artinya : “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah : <img src="http://www.usahamaju.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" /></p>
<p style="text-align: justify;">Ayat ini merupakan rukhshoh (keringanan) dari Allah swt untuk membina hubungan dengan orang-orang yang tidak memusuhi kaum mukminin dan tidak memerangi mereka. Ibnu Zaid mengatakan bahwa hal itu adalah pada awal-awal islam yaitu untuk menghindar dan meninggalkan perintah berperang kemudian di-mansukh (dihapus).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Qatadhah </strong>mengatakan bahwa ayat ini dihapus dengan firman Allah swt :<br />
Artinya : “Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka.” (QS. At Taubah : 5)<br />
Adapula yang menyebutkan bahwa hukum ini dikarenakan satu sebab yaitu perdamaian. Ketika perdamaian hilang dengan futuh Mekah maka hukum didalam ayat ini di-mansukh (dihapus) dan yang tinggal hanya tulisannya untuk dibaca. Ada juga yang mengatakan bahwa ayat ini khusus untuk para sekutu Nabi saw dan orang-orang yang terikat perjanjian dengan Nabi saw dan tidak memutuskannya, demikian dikatakan al Hasan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Al Kalibi </strong>mengatakan bahwa mereka adalah Khuza’ah, Banil Harits bin Abdi Manaf, demikian pula dikatakan oleh Abu Sholeh. Ada yang mengatakan bahwa mereka adalah Khuza’ah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mujahid </strong>mengatakan bahwa ayat ini dikhususkan terhadap orang-orang beriman yang tidak berhijrah. Ada pula yang mengatakan bahwa yang dimaksud didalam ayat ini adalah kaum wanita dan anak-anak dikarenakan mereka tidak ikut memerangi, maka Allah swt mengizinkan untuk berbuat baik kepada mereka, demikianlah disebutkan oleh sebagian ahli tafsir… (al Jami’ li Ahkamil Qur’an juz IX hal 311)</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pemaparan yang dsebutkan Imam Qurthubi diatas maka ayat ini tidak bisa diperlakukan secara umum tetapi dikhususkan untuk orang-orang yang terikat perjanjian dengan Rasulullah saw selama mereka tidak memutuskannya (ahli dzimmah).<br />
Hak-hak dan kewajiban-kewajiban kafir dzimmi adalah sama persis dengan kaum muslimin di suatu negara islam. Mereka semua berada dibawah kontrol penuh dari pemerintahan islam sehingga setiap kali mereka melakukan tindakan kriminal, kejahatan atau melanggar perjanjian maka langsung mendapatkan sangsi dari pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify;">Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Janganlah kamu memulai salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani. Apabila kalian bertemu salah seorang diantara mereka di jalan maka sempitkanlah jalannya.” (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">Yang dimaksud dengan sempitkan jalan mereka adalah jangan biarkan seorang dzimmi berada ditengah jalan akan tetapi jadikan dia agar berada ditempat yang paling sempit apabila kaum muslimin ikut berjalan bersamanya. Namun apabila jalan itu tidak ramai maka tidak ada halangan baginya. Mereka mengatakan : “Akan tetapi penyempitan di sini jangan sampai menyebabkan orang itu terdorong ke jurang, terbentur dinding atau yang sejenisnya.” (Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi juz XIV hal 211)</p>
<p style="text-align: justify;">Hadits “menyempitkan jalan” itu menunjukkan bahwa seorang muslim harus bisa menjaga izzahnya dihadapan orang-orang non muslim tanpa pernah mau merendahkannya apalagi direndahkan. Namun demikian dalam menampilkan izzah tersebut janganlah sampai menzhalimi mereka sehingga mereka jatuh ke jurang atau terbentur dinding karena jika ini terjadi maka ia akan mendapatkan sangsi.</p>
<p style="text-align: justify;">Disebutkan didalam sejarah bahwa <strong>Umar bin Khottob</strong> pernah mengadili Gubernur Mesir Amr bin Ash karena perlakuan anaknya yang memukul seorang Nasrani Qibti dalam suatu permainan. Hakim Syuraih pernah memenangkan seorang Yahudi terhadap Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib dalam kasus beju besinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan pada zaman ini, orang-orang non muslim tidaklah berada dibawah suatu pemerintahan islam yang terus mengawasinya dan bisa memberikan sangsi tegas ketika mereka melakukan pelanggaran kemanusiaan, pelecehan maupun tindakan kriminal terhadap seseorang muslim ataupun umat islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Keadaan justru sebaliknya, orang-orang non muslim tampak mendominanasi di berbagai aspek kehidupan manusia baik pilitik, ekonomi, budaya maupun militer. Tidak jarang dikarenakan dominasi ini, mereka melakukan berbagai penghinaan atau pelecehan terhadap simbol-simbol islam sementara si pelakunya tidak pernah mendapatkan sangsi yang tegas dari pemerintahan setempat, terutama di daerah-daerah atau negara-negara yang minoritas kaum muslimin.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan berarti dalam kondisi dimana orang-orang non muslim begitu dominan kemudian kaum muslimin harus kehilangan izzahnya dan larut bersama mereka, mengikuti atau mengakui ajaran-ajaran agama mereka. Seorang muslim harus tetap bisa mempertahankan ciri khas keislamannya dihadapan berbagai ciri khas yang bukan islam didalam kondisi bagaimanapun.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentunya diantara mereka—orang-orang non muslim—ada yang berbuat baik kepada kaum muslimin dan tidak menyakitinya maka terhadap mereka setiap muslim diharuskan membalasnya dengan perbuatan baik pula.<br />
Al Qur’an maupun Sunah banyak menganjurkan kaum muslimin untuk senantiasa berbuat baik kepada semua orang baik terhadap sesama muslim maupun non muslim, diantaranya : surat al Mumtahanah ayat 8 diatas. Sabda Rasulullah saw,”Sayangilah orang yang ada di bumi maka yang ada di langit akan menyayangimu.” (HR. Thabrani) Juga sabdanya saw,”Barangsiapa yang menyakiti seorang dzimmi maka aku akan menjadi lawannya di hari kiamat.” (HR. Muslim)<br />
Perbuatan baik kepada mereka bukan berarti harus masuk kedalam prinsip-prinsip agama mereka (aqidah) karena batasan didalam hal ini sudah sangat jelas dan tegas digariskan oleh Allah swt :<br />
Artinya : “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”(QS. Al Kafirun : 6)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hari Natal</strong> adalah bagian dari prinsip-prinsip agama Nasrani, mereka meyakini bahwa di hari inilah Yesus Kristus dilahirkan. Didalam bahasa Inggris disebut dengan Christmas, Christ berarti Kristus sedangkan Mass berarti masa atau kumpulan jadi bahwa pada hari itu banyak orang berkumpul mengingat / merayakan hari kelahiran Kristus. Dan Kristus menurut keyakinan mereka adalah Allah yang mejelma.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbuat kebaikan kepada mereka dalam hal ini adalah bukan dengan ikut memberikan selamat Hari Natal dikarenakan alasan diatas akan tetapi dengan tidak mengganggu mereka didalam merayakannya (aspek sosial).<br />
Pemberian ucapan selamat Natal baik dengan lisan, telepon, sms, email ataupun pengiriman kartu berarti sudah memberikan pengakuan terhadap agama mereka dan rela dengan prinsip-prinsip agama mereka. Hal ini dilarang oleh Allah swt dalam firman-Nya, Artinya : “Jika kamu kafir Maka Sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az Zumar : 7)</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi pemberian ucapan Selamat Hari Natal kepada orang-orang Nasrani baik ia adalah kerabat, teman dekat, tetangga, teman kantor, teman sekolah dan lainnya adalah <strong>haram hukumnya</strong>, sebagaimana pendapat kelompok pertama (Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim, Ibn Baaz dan lainnya) dan juga fatwa MUI.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun demikian setiap muslim yang berada diantara lingkungan mayoritas orang-orang Nasrani, seperti muslim yang tempat tinggalnya diantara rumah-rumah orang Nasrani, pegawai yang bekerja dengan orang Nasrani, seorang siswa di sekolah Nasrani, <strong>seorang pebisnis muslim yang sangat tergantung dengan pebisinis Nasrani atau kaum muslimin yang berada di daerah-daerah atau negeri-negeri non muslim maka boleh memberikan ucapan selamat Hari Natal kepada orang-orang Nasrani yang ada di sekitarnya tersebut disebabkan keterpaksaan</strong>. Ucapan selamat yang keluar darinya pun harus tidak dibarengi dengan keredhoan didalam hatinya serta diharuskan baginya untuk beristighfar dan bertaubat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Diantara kondisi terpaksa misalnya</strong>; jika seorang pegawai muslim tidak mengucapkan Selamat Hari Natal kepada boss atau atasannya maka ia akan dipecat, karirnya dihambat, dikurangi hak-haknya. Atau seorang siswa muslim apabila tidak memberikan ucapan Selamat Natal kepada Gurunya maka kemungkinan ia akan ditekan nilainya, diperlakukan tidak adil, dikurangi hak-haknya. Atau seorang muslim yang tinggal di suatu daerah atau negara non muslim apabila tidak memberikan Selamat Hari Natal kepada para tetangga Nasrani di sekitarnya akan mendapatkan tekanan sosial dan lain sebagainya.<br />
Artinya : “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah Dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir Padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, Maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. (QS. An Nahl : 106)</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun apabila keadaan atau kondisi sekitarnya tidaklah memaksa atau mendesaknya dan tidak ada pengaruh sama sekali terhadap karir, jabatan, hak-hak atau perlakuan orang-orang Nasrani sekelilingnya terhadap diri dan keluarganya <strong>maka tidak diperbolehkan baginya mengucapkan Selamat Hari Natal</strong> kepada mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">wallahu a’lam<br />
Sumber : <a href="http://www.eramuslim.com/">www.eramuslim.com</a></p>
<p style="text-align: justify;">http://www.usahamaju.com/2010/12/24/fatwa-ulama-tentang-hukum-mengucapkan-selamat-natal/</p>
<div class="shr-publisher-2491"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F20%2Fbantahan-atas-fatwa-halal-mengucapkan-selamat-natal-yusuf-al-qaradhawi%2F' data-shr_title='Bantahan+Atas+Fatwa+Halal+Mengucapkan+Selamat+Natal+Yusuf+Al+Qaradhawi'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F20%2Fbantahan-atas-fatwa-halal-mengucapkan-selamat-natal-yusuf-al-qaradhawi%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F20%2Fbantahan-atas-fatwa-halal-mengucapkan-selamat-natal-yusuf-al-qaradhawi%2F' data-shr_title='Bantahan+Atas+Fatwa+Halal+Mengucapkan+Selamat+Natal+Yusuf+Al+Qaradhawi'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F20%2Fbantahan-atas-fatwa-halal-mengucapkan-selamat-natal-yusuf-al-qaradhawi%2F' data-shr_title='Bantahan+Atas+Fatwa+Halal+Mengucapkan+Selamat+Natal+Yusuf+Al+Qaradhawi'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/12/20/bantahan-atas-fatwa-halal-mengucapkan-selamat-natal-yusuf-al-qaradhawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haram Berteman dengan Kafir Harbi dan Membunuh Sesama Muslim</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 07:58:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dosa - Kemunkaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2447</guid>
		<description><![CDATA[<p class="wp-caption-text">Arab Saudi Pinjamkan Pangkalan Militer Kepada AS untuk Serang Iraq</p> <p style="text-align: justify;">Ciri-ciri ummat Islam adalah bersikap lemah lembut terhadap sesama Muslim. Yaitu orang-orang yang mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan, Malaikat, Kitab Suci Al Qur&#8217;an, Nabi Muhammad sebagai Nabi yang terakhir, dan Hari akhir serta menjalankan 5 rukun Islam:</p> <p style="text-align: justify;">&#8220;Maka disebabkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_753" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://kabarislam.files.wordpress.com/2011/11/tentaraarabdanas.jpg"><img class="size-full wp-image-753" title="Arab Saudi Pinjamkan Pangkalan Militer Kepada AS untuk Serang Iraq" src="http://kabarislam.files.wordpress.com/2011/11/tentaraarabdanas.jpg" alt="Arab Saudi Pinjamkan Pangkalan Militer Kepada AS untuk Serang Iraq" width="640" height="430" /></a><p class="wp-caption-text">Arab Saudi Pinjamkan Pangkalan Militer Kepada AS untuk Serang Iraq</p></div>
<p style="text-align: justify;">Ciri-ciri ummat Islam adalah bersikap lemah lembut terhadap sesama Muslim. Yaitu orang-orang yang mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan, Malaikat, Kitab Suci Al Qur&#8217;an, Nabi Muhammad sebagai Nabi yang terakhir, dan Hari akhir serta menjalankan 5 rukun Islam:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah <strong>kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.</strong> Karena itu ma&#8217;afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.&#8221; [Ali 'Imran 159]</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2447"></span>Ummat Islam itu berkasih sayang terhadap sesama, namun keras terhadap orang-orang kafir:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;<strong>Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.</strong> Kamu lihat mereka ruku&#8217; dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.&#8221; [Al Fath 29]</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu <strong>kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir,</strong> yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.&#8221; [Al Maa-idah 54]</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu pernyataan kaum Salafi Wahabi yang mengatakan lebih baik berteman dengan kaum Yahudi dan Nasrani ketimbang kaum Syi&#8217;ah sebetulnya bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab kaum Yahudi dan Nasrani itu bukan cuma mengingkari sahabat, namun juga Allah, Kitab Al Qur&#8217;an, dan Nabi Muhammad.</p>
<p style="text-align: justify;">Kaum Yahudi dan Nasrani bukan cuma mencela sahabat. Tapi juga Nabi Muhammad. Bahkan kaum Yahudi sampai meracuni Nabi Muhammad untuk membunuh Nabi. Jadi kalau kaum Salafi Wahabi berkata kaum Yahudi lebih baik ketimbang Syi&#8217;ah yang masih menyembah Allah dan menghormati Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir, sangat aneh. Itu bukan ucapan seorang Muslim. Tapi budak Yahudi dan Nasrani untuk merusak Persatuan Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Kaum Yahudi dan Nasrani saat ini membantai ummat Islam di Palestina, Iraq, dan Afghanistan.</p>
<p><img src="http://islammyreligion.files.wordpress.com/2010/12/israelterrorist.jpg" alt="" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Foto di atas adalah pembantaian terhadap ummat Islam yang dilakukan kaum Yahudi. Selengkapnya bisa dilihat di:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2007/11/19/foto-foto-kekejaman-tentara-israel">http://media-islam.or.id/2007/11/19/foto-foto-kekejaman-tentara-israel</a></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sementara kaum Syi&#8217;ah meski berbeda dgn kaum Sunni, namun masih sama-sama mengaku Islam. Mereka masih percaya Allah sebagai satu-satunya Tuhan, Al Qur&#8217;an sebagai kitab suci, dan Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir. Kita juga saat haji dan umrah shalat bersama-sama mereka di Masjidil Haram.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi tindakan kaum Salafi Wahabi yang bersahabat dengan Yahudi dan Nasrani dan memusuhi sesama Muslim Syi&#8217;ah tersebut selain bertentangan dengan Islam juga merugikan perjuangan Islam. Pasca Revolusi Iran, Iraq dibantu dengan negara-negara Arab, AS, dan NATO menyerang Iran. Lebih dari 1 juta Muslim tewas karenanya dengan kerugian lebih dari US$ 1 TRILYUN! Seandainya yang diserang adalah Israel, tentu Masjidil Aqsa sudah di tangan Islam sekarang dan Muslim Palestina tidak menderita lagi. Di Timur Tengah kaum Sunni dan Syi&#8217;ah saling membom masjid. Bayangkan jika di Indonesia masjid-masjid juga dibom. Bukankah kita tidak tenang beribadah?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/10/perangiraniraq.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2401" title="perangiraniraq" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/10/perangiraniraq.jpg" alt="" width="640" height="296" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Perang Iran-Iraq (1980-1988) yang menewaskan lebih dari 1 juta Muslim dan kerugian lebih dari US$ 1 Trilyun!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Iran%E2%80%93Iraq_War">http://en.wikipedia.org/wiki/Iran%E2%80%93Iraq_War</a></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Abdullah bin Ubay bin salul adalah bapak para munafik, tapi Rasulullah tidak memeranginya, karena khawatir akan digunjingkan bahwa Rasul memerangi pengikutnya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya meski mengaku ingin berpegang pada sunnah, namun dengan bersahabat dengan kaum Yahudi dan Nasrani dan menganggap kaum tersebut lebih baik daripada sesama Muslim, mereka ingkar Al Qur&#8217;an. Ingkar kepada Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang-orang yang beriman tidak akan mengambil kaum Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hanya orang munafik yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: &#8220;Kami takut akan mendapat bencana.&#8221; Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.&#8221; [Al Maa-idah 52]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/12/arabas.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;">Bukan cuma kaum Syi&#8217;ah yang dimusuhi kaum Salafi/Wahabi. Pada awal berdirinya kerajaan Arab Saudi, Ibnu Su&#8217;ud dibantu oleh Muhammad bin Abdul Wahab bughot/berontak terhadap KEKHALIFAHAN TURKI USMANI dengan bantuan Inggris yang kafir. Padahal Kekhalifahan Turki Usmani itu adalah sama-sama Sunni.</p>
<p style="text-align: justify;">Terhadap kaum Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah pun kerap memvonis bid&#8217;ah sehingga ada orang yang tidak belajar Islam sama sekali di dekat rumahnya hanya karena alasan bid&#8217;ah. Akibatnya aqidahnya lemah, cara shalat belum tentu benar, dan sebagainya. Ini mendangkalkan aqidah dan ilmu ummat Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan terhadap Iraq pun di mana kaum Sunni menguasai pemerintahan, Arab Saudi meminjamkan pangkalan militernya bagi AS guna menyerang Iraq. Sekarang ummat Islam di Iraq dijajah oleh AS.</p>
<div id="attachment_761" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://kabarislam.files.wordpress.com/2011/11/iran-surrounded-by-us2.jpg"><img class="size-full wp-image-761" title="Berbagai Pangkalan Militer AS (Warna Ungu) di Negara2 Islam Mengepung Iran" src="http://kabarislam.files.wordpress.com/2011/11/iran-surrounded-by-us2.jpg" alt="Berbagai Pangkalan Militer AS (Warna Ungu) di Negara2 Islam Mengepung Iran" width="640" height="544" /></a><p class="wp-caption-text">Berbagai Pangkalan Militer AS (Warna Ungu) di Negara2 Islam Mengepung Iran</p></div>
<p style="text-align: justify;">Kenapa negara-negara Arab (Arab Saudi, Mesir, Qatar, Kuwait, Yordania, dsb) yang jumlah penduduknya 280 juta orang tidak mampu mengalahkan negara Israel yang jumlahnya hanya 7 juta orang? Karena negara-negara Arab itu sudah dipecah-belah oleh kaum Yahudi dan Nasrani sehingga berperang satu sama lainnya. Lihat foto di atas bagaimana mesranya tentara Arab Saudi bersama tentara AS saat menyerang Iraq yang sesama Arab dan sesama Muslim! Tak heran jika ummat Islam tak pernah menang melawan Israel.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kabarislam.files.wordpress.com/2011/11/hotelhilton.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-707" title="hotelhilton" src="http://kabarislam.files.wordpress.com/2011/11/hotelhilton.jpg" alt="" width="426" height="332" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana mungkin kaum Salafi/Wahabi yang mendominasi Islam di Arab Saudi memurnikan Sunnah Nabi jika perintah Allah saja mereka langgar seperti membiarkan orang-orang kafir seperti Hilton, Sheraton, Intercontinental, dsb mendirikan hotel tepat di depan Masjidil Haram? Bukankah ini bertentangan dengan perintah Allah?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka</strong><br />
<strong> Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.&#8221; [At Taubah 17-18]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Orang Islam hanya memohon pertolongan kepada Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman yang shalat dan menunaikan zakat serta tunduk kepada Allah:</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).&#8221; [Al Maa-idah 55]</p>
<p style="text-align: justify;">Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.&#8221; [Al Maa-idah 56]</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.&#8221; [Al Hujuraat 10]</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi orang-orang yang minta bantuan kepada orang-orang kafir seperti minta bantuan kafir harbi AS untuk menyerang Iraq, mereka akan kekal di neraka:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kamu melihat kebanyakan dari <strong>mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.&#8221; [Al Maa-idah 80-81]</p>
<p style="text-align: justify;">Jika pun ada penyimpangan/bid&#8217;ah, hendaknya diseru kepada kebenaran dengan cara yang baik. Bukan justru merusak dan memecah-belah:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;<strong>Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.</strong> Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.&#8221; [An Nahl 125]</p>
<p style="text-align: justify;">Orang Islam yang baik itu punya sifat yang baik sehingga musuh bisa jadi teman. Contohnya Umar bin Khatab, Abu Sofyan, dan Khalid bin Walid yang dulu musuh, akhirnya bisa jadi teman.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.&#8221; [Fushshilat 34-35]</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi tidak pantas seorang dai, syekh, mujahid cuma jadi tukang ghibah (gunjing), tajassus (mencari2 kesalahan/aib sesama Muslim), bahkan berusaha menteror atau membunuh manusia yang tidak bersalah. Itu dosa.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.&#8221; [Al 'Ashr 3]</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak pantas juga bagi seorang Muslim untuk mudah menganggap sesat atau mengkafirkan sesama Muslim yang masih sholat dan mengucapkan 2 kalimat syahadah. Jika begitu, maka mereka itu lemah imannya atau mungkin justru tidak punya iman:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tiga perkara berasal dari iman: (1) Tidak mengkafirkan orang yang mengucapkan “Laailaaha illallah” karena suatu dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya dari Islam karena sesuatu perbuatan</strong>; (2) Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal tidak dapat dirubah oleh kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil; (3) Beriman kepada takdir-takdir. (HR. Abu Dawud)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar.</strong> Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p style="text-align: justify;">Di saat Usamah, sahabat Rasulullah saw, membunuh orang yang sedang mengucapkan, “Laa ilaaha illallaah, ” Nabi menyalahkannya dengan sabdanya, “Engkau bunuh dia, setelah dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah.” Usamah lalu berkata, “Dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah karena takut mati.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Apakah kamu mengetahui isi hatinya?” [HR Bukhari dan Muslim]</p>
<p style="text-align: justify;">“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat 11]</p>
<p style="text-align: justify;">“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat 12]</p>
<p style="text-align: justify;">Dari ayat di atas, sering orang suka mencari-cari kesalahan orang lain. Padahal kalau dia introspeksi, bisa jadi kesalahannya lebih banyak daripada orang yang dia cari.</p>
<p style="text-align: justify;">Hendaknya kita bisa mengikuti para Imam Madzhab dan pengikutnya seperti Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi&#8217;ie, dan Imam Hambali. Meski mereka berbeda-beda pendapat dalam memahami Al Qur&#8217;an dan Hadits, namun mereka tidak saling mengkafirkan atau membid&#8217;ahkan. Demikian pula pengikutnya. Mereka tetap menjunjung perintah Allah untuk menjaga persatuan dan persaudaraan Islam/Ukhuwah Islamiyyah.</p>
<h1 style="text-align: justify;">Referensi:</h1>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/tentara-the-united-states-of-saudi-arabia.htm">http://www.eramuslim.com/berita/dunia/tentara-the-united-states-of-saudi-arabia.htm</a></p>
<p style="text-align: justify;">Lihat bagaimana pemerintah Pakistan menyediakan Pangkalan Militer bagi AS dan NATO untuk membantai bukan hanya ummat Islam di Afghanistan, tapi juga 30 ribu Muslim di Pakistan. Separuh pasokan logistik Nato berupa bahan bakar untuk tank dan pesawat terbang serta makanan puluhan ribu tentara mereka dipasok lewat Pakistan:</p>
<p><a href="http://www.detiknews.com/read/2011/11/27/111557/1776477/1148/bunuh-24-tentara-pakistan-nato-diminta-segera-angkat-kaki?nd992203605">http://www.detiknews.com/read/2011/11/27/111557/1776477/1148/bunuh-24-tentara-pakistan-nato-diminta-segera-angkat-kaki?nd992203605</a></p>
<h1>Bunuh 24 Tentara Pakistan, NATO Diminta Segera Angkat Kaki</h1>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/12/tentarapakistan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1955" title="tentarapakistan" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/12/tentarapakistan.jpg" alt="" width="500" height="187" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Muhammad Taufiqqurahman &#8211; detikNews<br />
Pemerintah Pakistan meminta NATO untuk segera meninggalkan pangkalan udara milternya menyusul serangan helikopter NATO, Sabtu (26/11) kemarin. Pihak Amerika Serikat (AS) melakukan investigasi serius atas insiden itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Serangan yang menewaskan 24 tentara Pakistan tersebut mendorong pemerintahnya segera memanggil duta besar AS di Islamabad dan mengajukan protes kepada NATO dan menutup jalur pasokan kebutuhan pasukan NATO yang berperang di Afghanistan.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti diberitakan Al-Jazeera, Minggu (27/11/2011), Pakistan juga memberikan waktu 15 hari kepada AS untuk mengosongkan pangkalan udaranya di Shamsi. Pakistan pernah melakukan permintaan serupa pada awal tahun ini, setelah serangan yang menewaskan Osama bin Laden.</p>
<p style="text-align: justify;">Keputusan ini diambil setelah Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani mengadakan pertemuan darurat dengan para pemimpin militer. Pihak Kementerian luar negeri (Kemenlu) Pakistan juga memanggil duta besar AS di Islamabad, Cameron Munter, dan mengajukan protes keras terhadap serangan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Serangan yang dilakukan oleh NATO/ISAF di pos perbatasan, di mana 24 tentara Pakistan tewas dan 13 lainnya luka-luka telah membuat pemerintah dan rakyat Pakistan sangat marah,&#8221; ujar pernyataan resmi Kemenlu Pakistan.</p>
<p><a href="http://dunia.vivanews.com/news/read/267805-pakistan-stop-aliran-logistik-ke-pasukan-nato">http://dunia.vivanews.com/news/read/267805-pakistan-stop-aliran-logistik-ke-pasukan-nato</a></p>
<h1>Pakistan Stop Aliran Logistik ke Pasukan NATO</h1>
<p>&#8220;Pakistan lebih penting daripada uang. Pemerintah harus hentikan semua pasokan ke NATO&#8221;</p>
<p>Pakistan selama ini mengangkut separuh dari kebutuhan logistik bagi pasukan NATO di Afganistan. Sebanyak dua pertiga dari total logistik bagi kebutuhan NATO dikirim lewat jalur darat.</p>
<div class="shr-publisher-2447"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F11%2F30%2Fharam-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim%2F' data-shr_title='Haram+Berteman+dengan+Kafir+Harbi+dan+Membunuh+Sesama+Muslim'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F11%2F30%2Fharam-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F11%2F30%2Fharam-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim%2F' data-shr_title='Haram+Berteman+dengan+Kafir+Harbi+dan+Membunuh+Sesama+Muslim'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F11%2F30%2Fharam-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim%2F' data-shr_title='Haram+Berteman+dengan+Kafir+Harbi+dan+Membunuh+Sesama+Muslim'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salahkah Pejabat Bermewah-mewahan di Tengah Kemiskinan Rakyat?</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/11/21/salahkah-pejabat-bermewah-mewahan-di-tengah-kemiskinan-rakyat/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/11/21/salahkah-pejabat-bermewah-mewahan-di-tengah-kemiskinan-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 03:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dosa - Kemunkaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2423</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"> Dari berbagai ayat Al Qur&#8217;an dan Hadits di bawah, sesungguhnya Allah melarang kita hidup boros/mewah bahkan Allah menyebut pemboros sebagai saudaranya setan. Kita dilarang juga untuk riya&#8217;/pamer atau menyombongkan harta. Dan Allah memerintahkan kita untuk memberi harta kita untuk fakir miskin dan orang-orang yang memerlukan.</p> <p style="text-align: justify;">Secara nalar juga tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://media-islam.or.id/2011/11/21/salahkah-pejabat-bermewah-mewahan-di-tengah-kemiskinan-rakyat/"><img src="http://img.youtube.com/vi/8kXagHSco6M/2.jpg" alt="" /></a></span><br />
Dari berbagai ayat Al Qur&#8217;an dan Hadits di bawah, sesungguhnya Allah melarang kita hidup boros/mewah bahkan Allah menyebut pemboros sebagai saudaranya setan. Kita dilarang juga untuk riya&#8217;/pamer atau menyombongkan harta. Dan Allah memerintahkan kita untuk memberi harta kita untuk fakir miskin dan orang-orang yang memerlukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara nalar juga tidak pantas para pejabat hidup bermewah-mewahan sementara 14,5 juta rakyatnya kelaparan. Apalagi Indonesia termasuk salah satu negara terkorup di dunia. Bahkan ada anggota DPR yang disebut punya mobil mewah seperti Ferrari, Bentley, Mercy, Alphard dsb adalah pengacara kasus koruptor yang bisa jadi menerima uang haram dari koruptor. Ada juga yang dituduh terlibat kasus korupsi oleh bekas rekan sesama partainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ironis. Para pejabat bermewah-mewahan sementara jutaan rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan&#8230;<br />
Apa salahnya kami hidup mewah punya mobil hingga 7 milyar rupiah? Dalih beberapa pejabat dan anggota DPR. Toh kami mendapatnya dgn cara yang halal.<br />
Jawabnya: Salah!<br />
Allah bukan cuma melihat dari mana harta itu didapat. Tapi juga ke mana harta itu dihabiskan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2423"></span><br />
<strong>”Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Itulah orang yang menghardik anak yatim,</strong><br />
<strong> dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, yaitu orang-orang yang lalai dari salatnya, </strong><strong>orang-orang yang berbuat ria.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dan enggan menolong dengan barang berguna.” [Al Maa’uun:1-7]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>”Tidak beriman kepadaku orang yang tidur dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu.” (HR. Al Bazzaar)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>”Berikanlah hartamu kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]</strong></p>
<p><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/11/mewahmiskin.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2425" title="mewahmiskin" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/11/mewahmiskin.jpg" alt="" width="468" height="351" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Saat Nabi memimpin ummatnya, 2 negara Adi Kuasa saat itu: Kerajaan Romawi dan Persia nyaris jatuh di tangannya. Jika mau, beliau bisa hidup mewah.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun beliau memilih hidup sederhana. Sebaliknya sebagian besar harta beliau sumbangkan untuk kaumnya. Jika pagi beliau mendapat rezeki, maka sore hari sudah nyaris tidak tersisa lagi sekedar untuk bisa makan saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Nabi tidur di atas pelepah kurma. Rumahnya yang luasnya sekitar 100 m2, nyaris tidak ada perabotan yang berharga. Beliau sering mengganjal perutnya dengan 3 batu karena menahan lapar. Itulah gaya hidup Nabi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara para sahabat yang kaya seperti Usman menyumbang 1/3 hartanya untuk Allah. Umar 1/2, sementara Abu Bakar seluruh hartanya beliau sumbangkan.</p>
<p><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/11/mobilmewah2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2428" title="mobilmewah2" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/11/mobilmewah2.jpg" alt="" width="468" height="322" /></a></p>
<p>Jadi beda sekali dengan banyak ummat Islam sekarang yang hidup bermewah-mewahan sementara jutaan rakyat kelaparan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/11/lapar3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2429" title="lapar3" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/11/lapar3.jpg" alt="" width="468" height="172" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Ada orang yang berkata tidak apa hidup mewah asal tidak korupsi.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu keliru.</p>
<p style="text-align: justify;">Qarun meski mendapat harta dengan cara halal dan tidak korupsi, Allah tetap murka dengannya. Allah murka bukan karena Qarun korupsi. Tapi karena Qarun sombong dengan bermewah-mewahan:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Karun berkata: &#8220;Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.&#8221; Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.&#8221; [Al Qashash 78]</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: &#8220;Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.&#8221; [Al Qashash 79]</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).&#8221; [Al Qashash 81]</p>
<p style="text-align: justify;">Orang kaya yang bermewah-mewahan biasanya memang sombong dan sengaja riya&#8217;/pamer dengan membeli rumah dan mobil mewah agar orang-orang tahu kalau mereka kaya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main&#8221; [Asy Syu'araa' 128]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan ada seorang anggota DPR dengan sombong berkata, saya dari lahir ini sudah kaya. Mana orang yang lebih kaya daripada saya? Begitu katanya.  Padahal semua kekayaan yang dia dapat itu milik Allah. Saat lahir, dia telanjang bulat tidak punya apa-apa. Saat meninggal pun nanti begitu. Segala macam rumah, mobil, dan uang yang dia miliki, sudah bukan milik dia lagi. Tapi berpindah ke ahli warisnya. Demikian seterusnya. Sementara dia cuma jadi tulang belulang dan makanan serangga dan binatang tanah.</p>
<p style="text-align: justify;">Lihat bagaimana Allah menjanjikan siksa neraka kepada orang-orang yang bermegah-megahan dan membanggakan hartanya:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.&#8221; [Al Hadiid 20]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Bermegah-megahan telah melalaikan kamu&#8221; [At Takaatsur 1]</strong><br />
<strong> &#8220;Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim&#8221; [At Takaatsur 6]</strong><br />
<strong> &#8220;Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).&#8221; [At Takaatsur 8]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;&#8230;Orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.&#8221; [Huud 116]</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hingga apabila Kami timpakan azab, kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong.&#8221; [Al Mu'minuun 64]</p>
<div class="shr-publisher-2423"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F11%2F21%2Fsalahkah-pejabat-bermewah-mewahan-di-tengah-kemiskinan-rakyat%2F' data-shr_title='Salahkah+Pejabat+Bermewah-mewahan+di+Tengah+Kemiskinan+Rakyat%3F'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F11%2F21%2Fsalahkah-pejabat-bermewah-mewahan-di-tengah-kemiskinan-rakyat%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F11%2F21%2Fsalahkah-pejabat-bermewah-mewahan-di-tengah-kemiskinan-rakyat%2F' data-shr_title='Salahkah+Pejabat+Bermewah-mewahan+di+Tengah+Kemiskinan+Rakyat%3F'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F11%2F21%2Fsalahkah-pejabat-bermewah-mewahan-di-tengah-kemiskinan-rakyat%2F' data-shr_title='Salahkah+Pejabat+Bermewah-mewahan+di+Tengah+Kemiskinan+Rakyat%3F'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/11/21/salahkah-pejabat-bermewah-mewahan-di-tengah-kemiskinan-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Mudah Mengkafirkan Sesama Muslim</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/10/26/jangan-mudah-mengkafirkan-sesama-muslim/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/10/26/jangan-mudah-mengkafirkan-sesama-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 06:24:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dosa - Kemunkaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2375</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya ada 6 Rukun Iman (Allah, Malaikat, Kitab Suci, Nabi, Hari Akhir, dan Qadla serta Qadar) dan 5 Rukun Islam (Mengucapkan 2 kalimat Syahadah, Shalat 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, Zakat, dan Haji jika mampu). Jika mengingkari salah satunya, misalnya tidak mau shalat, baru kita bisa mengatakan orang itu kafir. Atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;">Sesungguhnya ada 6 Rukun Iman (Allah, Malaikat, Kitab Suci, Nabi, Hari Akhir, dan Qadla serta Qadar) dan 5 Rukun Islam (Mengucapkan 2 kalimat Syahadah, Shalat 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, Zakat, dan Haji jika mampu). Jika mengingkari salah satunya, misalnya tidak mau shalat, baru kita bisa mengatakan orang itu kafir. Atau mengaku ada Nabi setelah Nabi Muhammad.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun jika tidak, kita harus hati-hati dalam mengkafirkan seseorang. Karena dosanya besar. Jika yang dituduh tidak kafir, maka kitalah yang kafir.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2375"></span>Ada kelompok Khawarij yang begitu mudah mengkafirkan seorang Muslim bahkan menghalalkan darahnya untuk dibunuh. Mereka menganggap hanya kelompok mereka saja yang paling benar. Para ulama sepakat bahwa kelompok Khawarij ini sudah keluar dari Islam. Semoga kita tidak terjebak dalam kelompok ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiga perkara berasal dari iman: (1) <strong>Tidak mengkafirkan orang yang mengucapkan &#8220;Laailaaha illallah&#8221; karena suatu dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya dari Islam karena sesuatu perbuatan</strong>; (2) Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal tidak dapat dirubah oleh kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil; (3) Beriman kepada takdir-takdir. (HR. Abu Dawud)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Musa r.a., katanya: &#8220;Saya berkata: &#8220;Ya Rasulullah, manakah kaum Muslimin itu yang lebih utama?&#8221; Beliau s.a.w. menjawab: &#8220;Yaitu yang orang-orang Islam lainnya merasa selamat daripada gangguan lisannya -yakni pembicaraannya- serta dari tangannya.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p style="text-align: justify;">Di saat Usamah, sahabat Rasulullah saw, membunuh orang yang sedang mengucapkan, &#8220;Laa ilaaha illallaah, &#8221; Nabi menyalahkannya dengan sabdanya, &#8220;Engkau bunuh dia, setelah dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah.&#8221; Usamah lalu berkata, &#8220;Dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah karena takut mati.&#8221; Kemudian Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Apakah kamu mengetahui isi hatinya?&#8221; [HR Bukhari dan Muslim]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.&#8221; [Al Hujuraat 11]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">[1409]. Jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">[1410]. Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: hai fasik, hai kafir dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.&#8221; [Al Hujuraat 12]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari ayat di atas, sering orang suka mencari-cari kesalahan orang lain. Padahal kalau dia introspeksi, bisa jadi kesalahannya lebih banyak daripada orang yang dia cari.</p>
<p style="text-align: justify;">Ash-Shahih (Shahih al-Bukhari), dari Tsabit bin adh-Dhahhak, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:</p>
<p style="text-align: justify;">“… Dan melaknat seorang Mukmin seperti membunuhnya. <strong>Siapa saja yang menuduh seorang Mukmin dengan kekafiran, maka ia seperti membunuhnya”.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Barangsiapa yang berkata kepada saudaranya “hai kafir”, maka ucapan itu akan mengenai salah seorang dari keduanya.&#8221; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu. Dalam riwayat lain: Jika seperti apa yang dikatakan. Namun jika tidak, kekafiran itu kembali kepada dirinya sendiri”.[HR Muslim]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu , Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Barangsiapa memanggil seseorang dengan kafir atau mengatakan kepadanya “hai musuh Allah”, padahal tidak demikian halnya, melainkan panggilan atau perkataannya itu akan kembali kepada dirinya”.[HR Muslim]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Janganlah kita mengkafirkan seorang Muslim hanya karena dia tidak mampu melaksanakan 100% dari perintah Allah dalam Al Qur&#8217;an. Itu bukan berarti dia kafir. Tapi karena memang manusia itu sifatnya lemah. Tempat salah dan lupa. Hanya Nabi yang mampu melaksanakan 100% perintah Allah. Hanya Nabi yang maksum/terlindung dari dosa. Kita semua niscaya tak lepas dari dosa. Jadi jangan seenaknya mengkafirkan sesama Muslim.</p>
<p style="text-align: justify;">Referensi:<br />
<a href="http://almanhaj.or.id/content/2395/slash/0"> http://almanhaj.or.id/content/2395/slash/0</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://suaraperpaduanmelayu.blogspot.com/2010/03/hukum-mengkafirkan-sesama-islam.html">http://suaraperpaduanmelayu.blogspot.com/2010/03/hukum-mengkafirkan-sesama-islam.html</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1135039060">http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1135039060</a></p>
<div class="shr-publisher-2375"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F26%2Fjangan-mudah-mengkafirkan-sesama-muslim%2F' data-shr_title='Jangan+Mudah+Mengkafirkan+Sesama+Muslim'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F26%2Fjangan-mudah-mengkafirkan-sesama-muslim%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F26%2Fjangan-mudah-mengkafirkan-sesama-muslim%2F' data-shr_title='Jangan+Mudah+Mengkafirkan+Sesama+Muslim'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F26%2Fjangan-mudah-mengkafirkan-sesama-muslim%2F' data-shr_title='Jangan+Mudah+Mengkafirkan+Sesama+Muslim'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/10/26/jangan-mudah-mengkafirkan-sesama-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Homoseks (Liwath) Satu Dosa Besar Menurut Islam</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/08/14/homoseks-liwath-satu-dosa-besar-menurut-islam/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/08/14/homoseks-liwath-satu-dosa-besar-menurut-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 04:28:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dosa - Kemunkaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2096</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam Islam, Homoseks (hubungan seks antara pria dengan sesama pria) merupakan satu dosa yang besar. Lebih besar ketimbang zina antara lelaki dengan perempuan. Begitu pula dengan lesbian (zina antara wanita dengan sesama wanita).</p> <p style="text-align: justify;">Dalam Al Qur’an Allah melaknat kaum Luth yang melakukan homoseks dan lesbian sehingga menyiksa mereka.</p> <p style="text-align: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;">Dalam Islam, Homoseks (hubungan seks antara pria dengan sesama pria) merupakan satu dosa yang besar. Lebih besar ketimbang zina antara lelaki dengan perempuan. Begitu pula dengan lesbian (zina antara wanita dengan sesama wanita).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Al Qur’an Allah melaknat kaum Luth yang melakukan homoseks dan lesbian sehingga menyiksa mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Ketika Luth berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu</strong><br />
<strong> Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki (homosex), menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” [Al 'Ankabuut 28-29]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span id="more-2096"></span>“Dan Kami mengutus Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”</strong><br />
<strong> Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. ” [Al A'raaf 81-82]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong></strong><br />
<strong>“Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu memperlihatkan(nya)?”</strong><br />
<strong> “Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).”</strong><br />
<strong> Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: “Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (menda’wakan dirinya) bersih.”</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Maka Kami selamatkan dia beserta keluarganya, kecuali isterinya. Kami telah mentakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). ” [An Naml 54-57]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jelas bukan bagaimana Allah mengharamkan perbuatan Homoseks?</p>
<p style="text-align: justify;">Jika zina antara lelaki dengan perempuan yang belum menikah hukumnya hanya dicambuk 100x dan diasingkan selama setahun, hukuman homoseks lebih berat, yaitu: dibunuh keduanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hadits riwayat Ibn Abbas : “Siapa saja yang engkau dapatkan mengerjakan perbuatan homoseksual maka bunuhlah kedua pelakunya”. [ditakhrij oleh Abu Dawud 4/158 , Ibn Majah 2/856 , At Turmuzi 4/57 dan Darru Quthni 3/124].</p>
<p style="text-align: justify;">Ini karena perbuatan homoseks itu lebih besar dosanya daripada zina antara lelaki dengan perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Nabi paling menakuti bahaya Homoseks di kalangan ummat Islam:</p>
<p style="text-align: justify;">Hadits Jabir: “Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth (Homoseks)” [HR Ibnu Majah : 2563, 1457. Tirmidzi berkata : Hadits ini hasan Gharib, Hakim berkata, Hadits shahih isnad]</p>
<p style="text-align: justify;">Homoseks berbahaya karena selain bisa menimbulkan kecanduan juga akan membuat penderitanya untuk memperkosa pria lain, bahkan anak kecil, untuk memuaskan nafsunya. Jika merebak, maka ummat manusia pun bisa punah.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah melaknat para pelaku homoseks sehingga sampai membinasakan kaum Nabi Luth:</p>
<p style="text-align: justify;">Hadits Ibnu Abbas: “Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga kali)” [HR Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 No. 7337]</p>
<p style="text-align: justify;">Merebaknya berbagai penyakit kelamin seperti penyakit AIDS yang terutama menimpa para penderita Homoseks cuma azab kecil Allah bagi para pelaku homoseks. Usai mati akan ada siksa kubur dan siksa neraka yang jauh lebih keras dan lebih lama untuk mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu kita harus berhati-hati terhadap perbuatan Homoseks. Banyak orang jadi homoseks karena diperkosa oleh orang yang terlebih dulu jadi Homoseks baik di penjara, sekolah (SMA dsb), atau pun tempat-tempat lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu jika ada seorang pria memegang (maaf) pantat anda, anda harus hati-hati sebab itu satu gejala dari seorang homoseks.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang Blogger yang dulunya juga pernah gay namun sekarang bertobat dan berhenti jadi gay menulis cara untuk menyembuhkan penyakit gay:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://lubisgrafura.wordpress.com/2006/11/05/gay-dapat-disembuhkan">http://lubisgrafura.wordpress.com/2006/11/05/gay-dapat-disembuhkan</a></p>
<p style="text-align: justify;">Di antaranya harus meyakini bahwa gay/homoseks itu dosa besar dan dibenci oleh Allah sehingga Allah sampai menghancurkan kaum Sodom dan Gomorrah karenanya. Bertobatlah dengan mengucapkan Astaghfirullahal &#8216;azhiim berulangkali.</p>
<p style="text-align: justify;">Terapi diri sendiri dengan mengatakan &#8220;Gay itu Sesat&#8221;, Gay itu menjijikkan, Aku bukan Gay, Aku Suka perempuan, minimal 2.000 kali di berbagai waktu dari mulai bangun, bengong, hendak tidur, dan sebagainya. Jika perlu menulis 50 kertas HVS bolak-balik setiap hari kata-kata di atas untuk mensugesti diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian berdoa kepada Allah dan bertawakkal agar disembuhkan dari penyakit gay. Entah bagaimana, menurut pengakuan penulis tersebut dia sembuh dari penyakit itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, sebaiknya berpuasa atau segera menikah dengan lawan jenis yang saleh agar kebutuhan seksual bisa dipenuhi dengan cara yang fitrah. Jauhi orang-orang yang bisa mengajak anda kembali kepada homoseksual/lesbianisme.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menghindari/mencegah Homoseks/Lesbianisme, Islam mengajarkan:</p>
<p style="text-align: justify;">a. Pria tidak boleh berpenampilan seperti wanita, demikian pula sebaliknya: “Rasulullah saw melaknat kaum pria yang menyerupai (penampilan) wanita, dan kaum wanita yang menyerupai penampilan para pria.” (HR Bukhari).</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi jika ada film/sinetron yang memuat tokoh banci/tomboy, itu tidak sesuai syariat Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">b. Jangan melihat aurat orang lain dan juga jaga aurat masing-masing. Pakailah pakaian yang sopan dan jangan mandi bareng:“Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lainnya, jangan pula seorang wanita melihat aurat wanita lainnya.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi)</p>
<p style="text-align: justify;">c. Jangan tidur satu selimut: ”Janganlah seorang laki-laki tidur satu selimut dengan sesama laki-laki, jangan pula wanita tidur satu selimut dengan wanita lainnya.” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi)</p>
<p style="text-align: justify;">d. Jika tertarik pada seseorang yang bukan pasangannya yang sah, segera palingkan pandangan muka. Jika sudah punya istri/suami, segera &#8220;datangi&#8221; pasangan anda.</p>
<p style="text-align: justify;">e. Hindari penjara karena ini adalah sarang pembiakan homoseksual/lesbianisme. Karena kaum pria dikurung bertahun-tahun dengan sesama pria, akhirnya mereka melampiaskan nafsunya ke teman sekamarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan baca artikel lainnya tentang dosa menurut ajaran Islam di:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/category/dosa-kemunkaran/">http://media-islam.or.id/category/dosa-kemunkaran</a> d</p>
<p style="text-align: justify;">Referensi:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.dudung.net/buletin-gaul-islam/jangan-bangga-jadi-homoseks.html">http://www.dudung.net/buletin-gaul-islam/jangan-bangga-jadi-homoseks.html</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://lubisgrafura.wordpress.com/2006/11/05/gay-dapat-disembuhkan">http://lubisgrafura.wordpress.com/2006/11/05/gay-dapat-disembuhkan</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="shr-publisher-2096"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F14%2Fhomoseks-liwath-satu-dosa-besar-menurut-islam%2F' data-shr_title='Homoseks+%28Liwath%29+Satu+Dosa+Besar+Menurut+Islam'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F14%2Fhomoseks-liwath-satu-dosa-besar-menurut-islam%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F14%2Fhomoseks-liwath-satu-dosa-besar-menurut-islam%2F' data-shr_title='Homoseks+%28Liwath%29+Satu+Dosa+Besar+Menurut+Islam'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F14%2Fhomoseks-liwath-satu-dosa-besar-menurut-islam%2F' data-shr_title='Homoseks+%28Liwath%29+Satu+Dosa+Besar+Menurut+Islam'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/08/14/homoseks-liwath-satu-dosa-besar-menurut-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syirik Dosa Terbesar dan Tidak Diampuni Allah</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/05/31/syirik-dosa-terbesar-dan-tidak-diampuni-allah/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/05/31/syirik-dosa-terbesar-dan-tidak-diampuni-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 00:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dosa - Kemunkaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=1846</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya syirik atau mempersekutukan Tuhan adalah dosa yang amat besar:</p> <p style="text-align: justify;">“Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” [Al Hajj:31]</p> <p style="text-align: justify;">“Katakanlah: “Adakan perjalanan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;">Sesungguhnya syirik atau mempersekutukan Tuhan adalah dosa yang amat besar:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” [Al Hajj:31]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Katakanlah: “Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”.” [Ar Ruum:42]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jelas sekali bukan ayat Al Qur’an di atas bagi orang-orang yang berpikir atau berakal bahwa syirik itu adalah perbuatan sesat dan dosa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya syirik atau mempersekutukan Tuhan itu adalah dosa yang tidak terampuni. Ini adalah perkataan Allah SWT sendiri yang tertulis di dalam kitab suci Al Qur’an:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span id="more-1846"></span>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [An Nisaa’:48]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An Nisaa’:116]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika seseorang melakukan kemusyrikan, maka sia-sialah amalnya meski mereka banyak berbuat hal-hal yang dianggap oleh manusia “baik”:</p>
<p style="text-align: justify;">“Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” [Al An’aam:88]</p>
<p style="text-align: justify;">“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” [Az Zumar:65]</p>
<p style="text-align: justify;">“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.” [At Taubah:17]</p>
<p style="text-align: justify;">Menyembah Yesus atau Isa sebagai Tuhan adalah dosa yang amat besar. Tuhan adalah Pencipta alam semesta, sedang Yesus atau Isa bukanlah pencipta alam semesta. Yesus atau Isa adalah seorang manusia yang dilahirkan dari rahim ibunya, Siti Maryam:</p>
<p style="text-align: justify;">“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” [Al Maa-idah:72]</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya, kafirlah orang yang mengatakan bahwa Tuhan itu bisa beranak dan dilahirkan layaknya manusia, sehingga ada lebih dari 1 Tuhan seperti Tuhan Bapa dan Tuhan Anak. Bagaimana Allah bisa punya anak, padahal dia tidak punya istri? Adakah (na’udzubillah min dzalik!) mereka mengira bahwa Tuhan berzina dengan Maryam sehingga punya anak di luar nikah? Allah SWT membantah kebohongan itu:</p>
<p style="text-align: justify;">“Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.” [Al An’aam:101]</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam surat Al Ikhlas ditegaskan:</p>
<p style="text-align: justify;">“Katakanlah: Allah itu Satu<br />
Allah tempat meminta<br />
Dia tidak beranak dan tidak diperanakan<br />
Dan tak ada satu pun yang setara dengannya” [Al Ikhlas 1-4]</p>
<p style="text-align: justify;">Selain Syirik Besar di atas yaitu menyembah Tuhan selain Allah, ada lagi syirik yang lebih kecil derajadnya meski tetap saja besar dosanya. Di antaranya:</p>
<p style="text-align: justify;">Pergi ke Dukun</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak orang yang pergi ke dukun atau “Orang Pintar” untuk mendapat kekayaan, jabatan, wanita, dan sebagainya. Padahal itu termasuk syirik. Dosa.</p>
<h2 style="text-align: justify;">مَنْ أََتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فِيْمَا يَقُوْلَ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ</h2>
<p style="text-align: justify;">“Barangsiapa yang mendatangi dukun dan membenarkan apa-apa yang diucapkannya, maka dia telah kufur terhadap apa-apa yang diturunkan kepada Muhammad .” (HR. Abu Dawud).</p>
<p style="text-align: justify;">Hadits tersebut menunjukkan bahwa mendatangi dan bertanya kepada dukun merupakan dosa besar. Bahkan bila membenarkan keyakinan dukun dan seluruh apa-apa yang diucapkannya bisa menyebabkan kekufuran.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula mendatangi tukang sihir untuk berobat atau semisalnya merupakan perbuatan dosa besar, bahkan bisa pula menyebabkan kekufuran bila ia meyakini bahwa tukang sihir tersebut bisa mendatangkan manfa’at dan menolak mudharat dengan sendirinya, selain Allah .</p>
<h2 style="text-align: justify;">Rasulullah bersabda:<br />
لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَطَيَّرَ أَوْ تُطُيِّرَ لَهُ أَوْ تَكَهَّنَ أو تُكُهِّنَ لَهُ أَوْ سَحَرَ أَو سُحِرَ لَهُ</h2>
<p style="text-align: justify;">“Bukan termasuk golonganku yang mengundi nasib dengan burung dan semisalnya atau minta diundikan baginya, meramal sesuatu yang ghaib atau minta diramalkan untuknya, serta melakukan sihir atau disihirkan untuknya.” (HR. Ath Thabrani).</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi sangat disayangkan jika ada ummat Islam yang pergi ke dukun-dukun atau orang pintar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bertanya Pada Peramal</strong></p>
<h2 style="text-align: justify;">Rasulullah bersabda:<br />
مَنْ أََتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْئٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعُوْنَ لَيْلَةً</h2>
<p style="text-align: justify;">“Barangsiapa yang mendatangi ‘Arraf (Orang pintar, dukun), dan menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari.” (HR. Muslim). Dalam riwayat lain:</p>
<p style="text-align: justify;">Kita harus yakin bahwa selain Allah, tidak ada yang tahu perkara yang gaib termasuk para peramal tersebut:<br />
Allah berfirman (artinya): “Katakanlah, tidak ada seorangpun yang ada di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah.” (An Naml: 65).</p>
<p style="text-align: justify;">Jangankan mengetahui hal yangg ghaib, mengetahui hal yang sudah terjadi atau pengetahuan umum saja para peramal tersebut belum tentu bisa. Pernah ada peramal yang ikut lomba kuis namun kalah karena tidak bisa menjawab pertanyaan tentang hal-hal yang sebenarnya sudah terjadi. Jika yang sudah terjadi saja tidak tahu, tentu dia juga tidak mengetahui apa yang belum terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Percaya Adanya Kekuatan Selain Allah</strong><br />
Banyak di antara kita yang meyakini adanya benda-benda yang mempunyai kekuatan ghaib seperti cincin wasiat, keris pusaka, jimat, dan sebagainya. Mereka menganggap benda-benda tersebut bisa memberi kekuatan, perlindungan, kekayaan, dan sebagainya. Padahal itu adalah syirik kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">Abu Musa al-Asy&#8217;ari berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku: &#8220;Wahai Abdullah Ibnu Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu satu simpanan dari beberapa simpanan surga? Yaitu, (artinya = Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah)&#8221;. Muttafaq Alaihi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Percaya Dokter, Tabib, atau Obat yang Menyembuhkannya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai seorang Muslim, kita wajib beriman bahwa Allah yang menyembuhkan penyakit kita. Bukan obat, dokter, tabib, dan sebagainya. Meski kita pergi ke dokter/tabib dan minum obat, jika Allah tidak mengizinkan, niscaya kita tidak akan sembuh.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku” [Asy Syu’araa’ 80]</p>
<p style="text-align: justify;">Meski Allah menurunkan bermacam obat seperti madu, habbatus saudah, bekam, dan sebagainya, namun itu semua hanya perantara/ikhtiar saja. Jika Allah tidak mengizinkan, niscaya orang tersebut tidak akan sembuh juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernah ada seorang pembekam yang begitu yakin dan takjub akan khasiat bekam karena menurutnya bisa menyembuhkan stroke. Namun dalam waktu kurang dari sebulan setelah dia mengatakan itu, orang yang dia bekam meninggal dunia. Meski memang usia pasiennya sudah tua, namun hendaknya kita tidak takabbur sehingga mempersekutukan Allah dengan yang lain. Yang Maha Menyembuhkan adalah Allah. Bukan yang lain. Segala macam obat atau pun tabib itu hanya perantara saja. Tidak lebih.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi jika ada Dokter/Tabib mengaku dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit tanpa menyebut insya Allah atau bi idznillah, hendaknya istighfar. Karena selain takabbur juga sudah menyerempet-nyerempet kepada syirik.</p>
<p style="text-align: justify;">Baca juga:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2007/09/06/tauhid-%E2%80%93-mengesakan-allah/">http://media-islam.or.id/2007/09/06/tauhid-%E2%80%93-mengesakan-allah</a></p>
<p style="text-align: justify;">Referensi:</p>
<p>http://www.assalafy.org/mahad/?p=122</p>
<p>http://media-islam.or.id/2007/09/06/tauhid-%E2%80%93-mengesakan-allah</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div class="shr-publisher-1846"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F31%2Fsyirik-dosa-terbesar-dan-tidak-diampuni-allah%2F' data-shr_title='Syirik+Dosa+Terbesar+dan+Tidak+Diampuni+Allah'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F31%2Fsyirik-dosa-terbesar-dan-tidak-diampuni-allah%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F31%2Fsyirik-dosa-terbesar-dan-tidak-diampuni-allah%2F' data-shr_title='Syirik+Dosa+Terbesar+dan+Tidak+Diampuni+Allah'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F31%2Fsyirik-dosa-terbesar-dan-tidak-diampuni-allah%2F' data-shr_title='Syirik+Dosa+Terbesar+dan+Tidak+Diampuni+Allah'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/05/31/syirik-dosa-terbesar-dan-tidak-diampuni-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merayakan Hari Saint Valentine itu Haram bagi Ummat Islam</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/02/14/merayakan-hari-saint-valentine-itu-haram/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/02/14/merayakan-hari-saint-valentine-itu-haram/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 22:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dosa - Kemunkaran]]></category>
		<category><![CDATA[Saint Valentine]]></category>
		<category><![CDATA[Saint Valentine Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Valentine's day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=1579</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saat ini mulai banyak Muslim Indonesia (terutama remaja dan pemudanya) yang merayakan Hari “Kasih Sayang” Saint Valentine (Valentine&#8217;s Day). Dengan pacarnya mereka berpegangan mesra bahkan lebih dari itu. Di Barat sendiri, kaum remaja dan pemuda kafir (misalnya SMA atau Perguruan Tinggi) biasa mengadakan Pesta Perayaan Hari St Valentine. Biasanya mereka berpasangan pria [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/02/valentine.jpg"><img class="alignleft" title="valentine" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/02/valentine.jpg" alt="" width="299" height="220" /></a>Saat ini mulai banyak Muslim Indonesia (terutama remaja dan pemudanya) yang merayakan Hari “Kasih Sayang” Saint Valentine (Valentine&#8217;s Day). Dengan pacarnya mereka berpegangan mesra bahkan lebih dari itu. Di Barat sendiri, kaum remaja dan pemuda kafir (misalnya SMA atau Perguruan Tinggi) biasa mengadakan Pesta Perayaan Hari St Valentine. Biasanya mereka berpasangan pria dan wanita. Kadang ada kamar khusus untuk berzinah. Bisa juga mereka melakukan perzinahan usai pesta Valentine tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari situ kita tahu bahwa Hari St Valentine itu lebih kepada hawa nafsu atau maksiat perzinahan. Bukan kasih sayang! Itu satu budaya kafir yang buruk yang tidak pantas ditiru!</p>
<p style="text-align: justify;">Islam mengajarkan kita untuk menjalin Silaturrahim. Tali Kasih Sayang. Membantu sesama seperti menolong fakir miskin dan menyantuni anak yatim. Dan itu dilakukan setiap hari mulai dari mengucapkan salam kepada sesama saat bertemu dan menebar senyum. Tak terbatas kepada wanita pasangannya. Dalam Islam kita dilarang mendekati perbuatan zina.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1579"></span>Sementara Hari Raya Saint Valentine itu cuma setahun sekali. Itu pun umumnya ke pacarnya/pasangannya yang mengarah pada perbuatan mesum/zinah. Jika sudah hamil, &#8220;kekasih&#8221; bisa tak bertanggung-jawab. Bisa menggugurkan/membunuh kandungan. Ada juga gadis yang bunuh diri karena tak dinikahi padahal terlanjur hamil. Ada pula yg membunuh pacarnya karena tak mau menikahi saat didesak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Islam ada ajaran Silaturrahim/menjalin tali kasih sayang yang tulus. Namun dilarang mendekati zinah sehingga kasih itu benar2 tulus. Bukan nafsu&#8230;Jadi beda dengan ajaran Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang teman berkata: Daripada Palentinan mendingan Pengantenan (Menikah)!</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Hidayatullah.com:</p>
<p style="text-align: justify;">Kalangan ulama Aceh menyatakan &#8220;haram&#8221; merayakan Hari Valentine, khususnya untuk masyarakat muslim di provinsi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Haram bagi kaum muslimin merayakan valentine day karena Islam mengaktualisasikan hari kasih sayang tidak hanya sekali dalam setahun, tapi setiap detik dan waktu sepanjang kehidupan,&#8221; kata Tgk Faisal Ali di Banda Aceh, Kamis (10/2).</p>
<p style="text-align: justify;">Hal senada disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Dumai, Riau, Roza`i Akbar. Ia menegaskan, perayaan Hari Valentine (Valentine`s Day) pada 14 Februari adalah haram bagi umat Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hari Valentine adalah sebuah hari kasih sayang bagi warga di dunia Barat di luar agama Islam. Dilihat dari asal muasalnya, diketahui bahwa Valentine merupakan hari raya bagi kaum non-Islam di Roma, Italia. Untuk itu, Valentine haram bagi mereka yang beragama Islam,&#8221; tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Saint_Valentine ), Saint Valentine sendiri tidak jelas asal-usulnya. Ada 3 oknum yang diduga merupakan Saint Valentine yang “Asli”:</p>
<p style="text-align: justify;">* Seorang Pendeta di Roma</p>
<p style="text-align: justify;">* Seorang Uskup di Interamna (modern Terni), atau</p>
<p style="text-align: justify;">* Seorang “Syuhada di Propinsi Roma di Afrika</p>
<p style="text-align: justify;">Tanggal perayaannya pun sebelumnya berbeda-beda. Ada yang tanggal 6 Juli, 30 Juli, dan terakhir 14 Februari!</p>
<p style="text-align: justify;">Sejarah Valentine pun tidak jelas. Paling tidak ada beberapa versi. Pertama berdasarkan Nuremberg Chronicle (1493) menyatakan seorang Pendeta Roma mati “Syahid” saat pemerintahan Claudius II (Claudius Gothicus). Dia dihukum mati karena menikahkan pasangan Kristen. Tahun kematiannya pun tak jelas. Ada yang menyatakan tahun 269, 279, dan 273 masehi.</p>
<p style="text-align: justify;">Alban Butler dan Francis Douce menyatakan bahwa Hari Valentine dibuat untuk menggantikan hari raya kaum Romawi: Lupercalia untuk merayakan Dewi Juno sang pensuci</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak legenda Valentine dibuat di abad ke 14 di Inggris oleh Geoffrey Chaucer dan teman-temannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Perayaan Hari Saint Valentine itu haram dengan dalil:</p>
<p style="text-align: justify;">Mengikuti/Membebek Budaya Kaum Kafir yang Penuh Maksiat:</p>
<h1>مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ</h1>
<p style="text-align: justify;">“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.&#8221; (HR At-Tirmizi).</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya jika kita mengikuti budaya kaum kafir yang negatif tersebut, maka kita termasuk kaum kafir yang layak dimasukkan ke neraka.</p>
<p style="text-align: justify;">Merayakan Saint Valentine berarti mencintai Saint Valentine. Maka di akhirat akan berkumpul bersama Saint Valentine padahal menurut Islam, kaum Kristen yang mempertuhankan Nabi Isa adalah kafir dan masuk neraka:</p>
<h1>فَمَا فَرِحْنَا بِشَىْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ</h1>
<p style="text-align: justify;">“Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”</p>
<p style="text-align: justify;">Anas pun mengatakan,</p>
<h1>فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ</h1>
<p style="text-align: justify;">“Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”</p>
<p>Kalau orang Kristen merayakan hari Valentine, itu wajar. Mereka merayakan hari kematian pendeta mereka.</p>
<p>Tapi  kalau ada orang Islam yang merayakan hari Valentine, otaknya ditaruh ke  mana? Bisa pinteran sedikit tidak? Kok merayakan hari kematian pendeta  Kristen?</p>
<p style="text-align: justify;">Merayakan Valentine itu Haram karena Mendekati Perzinahan/Berzinah</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan merayakan Valentine bersama pacar yang bukan muhrimnya, itu sama dengan mendekati zina:</p>
<h1>وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا</h1>
<p style="text-align: justify;">“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)</p>
<p style="text-align: justify;">Jangankan berzinah, sekedar menyentuh atau berpegangan tangan dengan wanita yang bukan muhrimnya saja siksanya melebihi daripada ditusuk dengan jarum besi kepalanya:</p>
<p style="text-align: justify;">“Seorang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi adalah lebih baik ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani, no. 16880, 16881)</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan mengikuti kaum kafir, maka kita sudah menganggap mereka sebagai pemimpin kita. Padahal itu dilarang:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.&#8221; (QS. Al-Maidah: 51).</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Sa‘id Al Khudri, ia berkata: “Rasululah bersabda: ‘Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalianpun akan masuk ke dalamnya.’ Mereka (para sahabat) bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kaum Yahudi dan Narsani?’ Sabda beliau: “Siapa lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. ” [Al Baqarah 120]</p>
<p style="text-align: justify;">Referensi:</p>
<p style="text-align: justify;">http://ainuamri.wordpress.com/2010/02/13/jangan-merayakan-hari-valentine-haram-hukumnya</p>
<p style="text-align: justify;">http://www.hidayatullah.com/read/15281/10/02/2011/ulama:-haram-rayakan-valentine.html</p>
<p style="text-align: justify;">http://media-islam.or.id/2010/11/24/jangan-dekati-zina</p>
<p style="text-align: justify;">http://www.voa-islam.com/islamia/tsaqofah/2011/02/14/13313/umat-muslim-haram-merayakan-valentines-day</p>
<p style="text-align: justify;">http://syiarislam.wordpress.com/2010/12/21/ummat-islam-akan-mengikuti-kaum-yahudi-dan-nasrani-hingga-masuk-lubang-biawak</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>Berita  di bawah cuma contoh dari jutaan kasus yang pernah terjadi. Perzinahan  itu bukan kasih sayang. Tapi kemaksiatan yang mengakibatkan pembunuhan:</p>
<p>Pacar Kabur, Wanita Hamil Bunuh Diri<br />
KUPANG, SABTU &#8211; Minah Alboneh (21) yang tengah hamil enam bulan,  mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri setelah pria yang menghamilinya,  Lorens, lari dari tanggungjawab atas janin yang dikandungnya.</p>
<p>http://nasional.kompas.com/read/2008/09/06/14491031/Pacar.Kabur..Wanita.Hamil.Bunuh.Diri</p>
<p>Menolak Bertanggungjawab Atas Kehamilan Korban<br />
Calon Pendeta Bunuh Kekasih<br />
indosiar.com, Kediri &#8211; Kasus terbunuhnya seorang siswi Sekolah Menengah  Kejuruan yang mayatnya ditemukan Sabtu lalu di Kediri, Jawa Timur,  akhirnya terkuak. Pelakunya adalah seorang calon pendeta yang merupakan  kekasih korban. Pelaku membunuh korban akibat takut aibnya terkuak.  Karena sebelum kejadian, korban yang mengaku hamil meminta  pertanggungjawaban pelaku.</p>
<p>http://www.indosiar.com/patroli/87898/calon-pendeta-bunuh-kekasih</p>
<p>Minta Dinikahi, Pacar Bunuh Kekasih Lagi Hamil<br />
Selasa, 2 Juni 2009 &#8211; 18:26 wib<br />
Carolina &#8211; Okezone</p>
<p>TANGERANG &#8211; Lantaran minta dinikahi, Aditya Pramanta (19), nekat  menghabisi kekasihnya, Phinke Herviani (19) yang sedang hamil 16 minggu  di kosnya, Kampung Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang  Selatan, Selasa (2/6/2009).</p>
<p>Kisah pembunuhan tersebut diawali saat Phinke meminta agar Aditya segera  menikahinya dengan alasan setelah empat bulan berpacaran, Phinke  mengandung. Permintaan itu pun ditolak Aditya karena pihak keluarganya  tidak merestui hubungi mereka dengan alasan berbeda agama dan suku.</p>
<p>Akibat kesal, dan langsung kemudian mencekik serta membekap kekasihnya  itu dengan bantal di dalam kamar kos Phinke. Melihat kekasihnya sudah  tidak bernyawa, Aditya kemudian meninggalkannya. Dalam keadaan panik,  Aditya kemudian mencoba bunuh diri dengan cara gantung diri. Sayangnya,  tali yang sudah diikatkan ke lehernya putus. &#8220;Talinya putus jadi saya  gagal bunuh diri,&#8221; ujarnya di Mapolsek Serpong.</p>
<p>Mayat Phinke diketahui Minggu, 31 Mei sekira pukul 15.00 WIB, di dalam  kosannya setelah tercium bau busuk. Petugas Polsek Serpong yang mendapat  laporan segera datang ke lokasi dan melakukan penyelidikan. Pada tubuh  wanita nahas itu ditemukan bekas cekikan dan telah tewas selama tiga  hari.</p>
<p>Sementara itu Kapolsek Serpong, AKP Yuldi Yusman mengatakan, dari hasil  keterangan saksi dan hasil autopsi mengarah ke pacarnya. &#8220;Tersangka  berhasil ditangkap di wilayah Surabaya dan berencana kabur ke Bali,&#8221;  katanya.</p>
<p>Menurut Yuldi, motif pembunuhan dilakukan lantaran sang wanita terus  mendesak tersangka untuk menikahinya karena hamil. Tersangka dijerat  dengan Pasal 340 dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur  hidup. &#8220;Ada unsur perencanaan karena di TKP ditemukan foto-foto yang  mengarah kepada orang lain,&#8221; tegas Yuldi. (ram)</p>
<p>http://news.okezone.com/read/2009/06/02/1/225489/minta-dinikahi-pacar-bunuh-kekasih-lagi-hamil</p>
<p>Pacar Positif Hamil, Fikri Bunuh Diri<br />
Minggu, 2 Januari 2011 &#8211; 19:28 WIB<br />
BANDUNG (Pos Kota) – Gara-gara sang pacar positif hamil, mahasiswa  Institut Manajem Telkom semester 9, Nur Fikri, 22, ditemukan tewas  gantung diri menggunakan kabel di kamar kosannya, di  Jalan Cilandak No  40, Sarijadi, Bandung, Minggu (2/1).</p>
<p>http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/01/02/pacar-positif-hamil-fikri-bunuh-diri</p>
<p>Pelajar SMA Gugurkan Kandungan Dibantu Pacar<br />
Kamis, 10 April 2008 | 03:43 WIB<br />
1</p>
<p>JAKARTA, KAMIS &#8211; Sepasang kekasih, Suryadi alias Dado dan Fitriani  Arrazi alias Anny (17), tega membunuh darah dagingnya sendiri. Mereka  menggugurkan janin berusia 22,5 minggu dengan bantuan seorang dukun  urut, Kokom.</p>
<p>http://nasional.kompas.com/read/2008/04/10/03431661/Pelajar.SMA.Gugurkan.Kandungan.Dibantu.Pacar</p>
<div class="shr-publisher-1579"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F02%2F14%2Fmerayakan-hari-saint-valentine-itu-haram%2F' data-shr_title='Merayakan+Hari+Saint+Valentine+itu+Haram+bagi+Ummat+Islam'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F02%2F14%2Fmerayakan-hari-saint-valentine-itu-haram%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F02%2F14%2Fmerayakan-hari-saint-valentine-itu-haram%2F' data-shr_title='Merayakan+Hari+Saint+Valentine+itu+Haram+bagi+Ummat+Islam'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F02%2F14%2Fmerayakan-hari-saint-valentine-itu-haram%2F' data-shr_title='Merayakan+Hari+Saint+Valentine+itu+Haram+bagi+Ummat+Islam'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/02/14/merayakan-hari-saint-valentine-itu-haram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

