<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Islam &#187; Ekonomi Islam</title>
	<atom:link href="http://media-islam.or.id/category/ekonomi-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-islam.or.id</link>
	<description>Belajar Islam sesuai Al Qur&#039;an dan Hadits</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 02:56:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Mengapa Allah Memakai Emas dan Perak Sebagai Nishab Zakat?</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/12/16/mengapa-allah-memakai-emas-dan-perak-sebagai-nishab-zakat/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/12/16/mengapa-allah-memakai-emas-dan-perak-sebagai-nishab-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 09:03:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Gold Money]]></category>
		<category><![CDATA[Hiperinflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hyperinflation]]></category>
		<category><![CDATA[Uang Emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2485</guid>
		<description><![CDATA[<p class="wp-caption-text">100 Trilyun Dolar Zimbabwe = US$ 5 (Rp 45.000)!</p> <p style="text-align: justify;">Inilah mengapa Allah memakai Emas dan Perak sebagai patokan Nishab Zakat. Bukan uang kertas.</p> <p>Uang Kertas 100 trilyun dolar Zimbabwe nilainya cuma US$ 5 (Rp 45.000)! Orang harus bawa setumpuk uang untuk belanja sehari2.  Ini pemiskinan massal. Kezaliman thd rakyat!</p> <p>&#8220;&#8230;Allah Tahu, sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2548" class="wp-caption alignleft" style="width: 271px"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/uangzimbabwe.jpg"><img class="size-full wp-image-2548 " title="100 Trilyun Dolar Zimbabwe = US$ 5 (Rp 45.000)!" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/uangzimbabwe.jpg" alt="100 Trilyun Dolar Zimbabwe = US$ 5 (Rp 45.000)!" width="261" height="427" /></a><p class="wp-caption-text">100 Trilyun Dolar Zimbabwe = US$ 5 (Rp 45.000)!</p></div>
<p style="text-align: justify;">Inilah mengapa Allah memakai Emas dan Perak sebagai patokan Nishab Zakat. Bukan uang kertas.</p>
<p>Uang Kertas 100 trilyun dolar Zimbabwe nilainya cuma US$ 5 (Rp 45.000)! Orang harus bawa setumpuk uang untuk belanja sehari2.  Ini pemiskinan massal. Kezaliman thd rakyat!</p>
<p><strong>&#8220;&#8230;Allah Tahu, sedang kamu tidak tahu!&#8221; [Al Baqarah 216]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 90-an ongkos naik bis cuma Rp 100. Tahun 2000-an jadi Rp 2000. 10 tahun saja naik 20x lipat. Padahal gaji pada kurun itu belum tentu naiknya segitu. Jadi uang kertas itu pemiskinan massal. Padahal kalau digaji misalnya dgn 10 gram emas, niscaya dari 1400 tahun lalu hingga sekarang, meski jumlahnya tak berubah, nilainya juga tidak turun.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah dan RasulNya sudah memberi contoh pemakaian emas dan perak sebagai uang. Bukan uang kertas yang tiap tahun nilainya selalu turun dan sering terkena Krisis Keuangan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2011/06/28/uang-dinar-emas-dan-dirham-perak-%E2%80%93-solusi-islam-mengatasi-riba-dan-inflasikemiskinan/"><span id="more-2485"></span></a></p>
<p style="text-align: justify;">Emas dan Perak karena punya nilai riel dibanding kertas, lebih stabil dan lebih tahan terhadap inflasi. Contohnya, 1 dinar (4,25 gram emas 22 karat) pada zaman Nabi bisa dipakai untuk membeli 1-2 ekor kambing. Ada satu hadits yang merupakan bukti sejarah stabilitas uang dinar di Hadits Riwayat Bukhari sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>”Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi saw. memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau, lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi saw. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli tanahpun, ia pasti beruntung.” (H.R.Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini pun dengan <a href="http://media-islam.or.id/">kurs 1 dinar=Rp 2,2 juta</a>, kita bisa mendapat 1 kambing besar atau 2 ekor kambing kecil. Stabil bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Hiperinflasi adalah penyakit umum dari Uang Kertas Fiat (uang yang tidak dijamin emas, perak, dan barang2 berharga lainnya). Banyak krisis keuangan terjadi di dunia termasuk di AS, Yunani, Turki, Indonesia, Zimbabwe, dsb karena uang kertas yang mereka pakai sebetulnya tidak berharga.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/inflationgermany1923.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2567" title="Inflation, Tapezieren mit Geldscheinen" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/inflationgermany1923.jpg" alt="" width="468" height="640" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Foto di atas orang Jerman memakai uang sebagai wallpaper di tahun 1923. Ini karena nilainya sudah hampir tidak ada harganya karena hiperinflasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/german_hyperinflation.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2568" title="German_Hyperinflation" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/german_hyperinflation.jpg" alt="" width="468" height="489" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Gambar di atas menunjukkan turunnya nilai uang kertas Jerman Reich Mark. 1 Januari 2018 1 gram emas bisa dibeli dengan 3 Reich Mark. Pada 30 November 1923 (kurang dari 6 tahun) 1 gram emas nilainya sudah 3.000.000.000.000 Reich Mark. Uang Jerman turun hingga 1/1 trilyun hanya dalam waktu kurang dari 6 tahun! Sementara nilai emas stabil.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/inflationhungary1946.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2569" title="inflationhungary1946" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/inflationhungary1946.jpg" alt="" width="441" height="600" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Gambar di atas menunjukkan bagaimana uang kertas Hongaria akhirnya jadi sampah tak berharga yang harus dibuang di jalan pada tahun 1946. Nilai terbesar pada uang kertas adalah 100 quintillion pengo pada tahun 1946 oleh Bank Nasional Hongaria. Nilainya 100.000.000.000.000.000.000). Tapi disingkat jadi 1.000.000.000 b-pengo.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasca Perang Dunia II, Hongaria mencatat inflasi bulanan tertinggi: 41.900.000.000.000.000% (4.19 × 10<sup>16</sup>% or 41.9 quadrillion percent) pada bulan Juli 1946. Harga naik 2 x lipat setiap 15,3 jam.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/inflation1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2574" title="inflation" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/inflation1.jpg" alt="" width="468" height="368" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Foto di atas menunjukkan karena inflasi, akhirnya orang memakai gerobak untuk membawa uang kertasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Zimbabwe per 14 November 2008 inflasi tahunannya mencapai 89,7 <a title="Sextillion" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sextillion">sextillion</a> (10<sup>21</sup>) percent. Inflasinya per bulan 5473%. Harga naik 2x lipat setiap 5 hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Bayangkan. Harga barang bisa naik 2 x lipat setiap 15,3 jam. Padahal gaji kita belum tentu naik sebesar itu. Jadi uang kertas sesungguhnya memiskinkan rakyat.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya segelintir orang yang punya akses untuk mencetak uang atau membungakan uang saja yang bisa menikmati keuntungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Cara pemerintah menutupi inflasi adalah dengan melakukan redenominasi/revaluasi. Misalnya Turki merevaluasi Lira pada 1 Januari 2005 sehingga 1.000.000 Lira Lama (Turkish Lira-TRL) diganti dengan 1 Lira Turki Baru (TRY).</p>
<p style="text-align: justify;">Di Indonesia tahun 1959 pada Zaman Soekarno pernah terjadi Sanering yang bukan hanya memangkas bilangan angka pada uang, tapi juga nilainya sehingga daya beli rakyat hancur. Yang jelas uang kertas yang tidak ada harganya tersebut banyak menimbulkan penderitaan pada rakyat.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah sebabnya mengapa Allah memakai emas dan perak sebagai Nishab Zakat.</p>
<h1 style="text-align: justify;"><strong>&#8220;&#8230;Allah Tahu, sedang kamu tidak tahu!&#8221; [Al Baqarah 216]</strong></h1>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2011/06/28/uang-dinar-emas-dan-dirham-perak-%E2%80%93-solusi-islam-mengatasi-riba-dan-inflasikemiskinan/">http://media-islam.or.id/2011/06/28/uang-dinar-emas-dan-dirham-perak-%E2%80%93-solusi-islam-mengatasi-riba-dan-inflasikemiskinan/</a></p>
<p style="text-align: justify;">Referensi:</p>
<h2 style="text-align: justify;">Hyperinflation and the currency</h2>
<p style="text-align: justify;">As noted, in countries experiencing hyperinflation, the <a title="Central bank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Central_bank">central bank</a> often prints money in larger and larger denominations as the smaller denomination notes become worthless. This can result in the production of some interesting <a title="Banknote" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Banknote">banknotes</a>, including those denominated in amounts of 1,000,000,000 or more.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>By late 1923, the <a title="Weimar Republic" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Weimar_Republic">Weimar Republic</a> of Germany was issuing two-trillion Mark banknotes and postage stamps with a face value of fifty billion Mark. The highest value banknote issued by the Weimar government&#8217;s Reichsbank had a face value of 100 trillion Mark (100,000,000,000,000; 100 million million).<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-12">[13]</a></sup><sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-13">[14]</a></sup> At the height of the inflation, one US dollar was worth 4 trillion German marks. One of the firms printing these notes submitted an invoice for the work to the Reichsbank for 32,776,899,763,734,490,417.05 (3.28 × 10<sup>19</sup>, or 33<a title="Quintillion" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Quintillion">quintillion</a>) Marks.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-14">[15]</a></sup></li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>The largest denomination banknote ever officially issued for circulation was in 1946 by the <a title="Hungarian National Bank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hungarian_National_Bank">Hungarian National Bank</a> for the amount of 100 quintillion <a title="Pengő" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peng%C5%91">pengő</a> (100,000,000,000,000,000,000, or 10<sup>20</sup>; 100 million million million) <a href="http://bankjegy.szabadsagharcos.org/xxcentury/p136.htm" rel="nofollow">image</a>. (There was even a banknote worth 10 times more, i.e. 10<sup>21</sup> pengő, printed, but not issued <a href="http://bankjegy.szabadsagharcos.org/xxcentury/p137.htm" rel="nofollow">image</a>.) The banknotes however did not depict the numbers, &#8220;hundred million b.-pengő&#8221; (&#8220;hundred million trillion pengő&#8221;) and &#8220;one milliard b.-pengő&#8221; were spelled out instead. This makes the 100,000,000,000,000 <a title="Zimbabwean dollar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zimbabwean_dollar">Zimbabwean dollar</a> banknotes the note with the greatest number of zeros shown.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>The Post-World War II hyperinflation of Hungary held the record for the most extreme monthly inflation rate ever — 41,900,000,000,000,000% (4.19 × 10<sup>16</sup>% or 41.9 quadrillion percent) for July, 1946, amounting to prices doubling every 15.3 hours. By comparison, recent figures (as of 14 November 2008) estimate Zimbabwe&#8217;s annual inflation rate at 89.7 <a title="Sextillion" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sextillion">sextillion</a> (10<sup>21</sup>) percent.,<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-cato-15">[16]</a></sup> which corresponds to a monthly rate of 5473%, and a doubling time of about five days. In figures, that is 89,700,000,000,000,000,000,000%.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">One way to avoid the use of large numbers is by declaring a new unit of currency (an example being, instead of 10,000,000,000 Dollars, a bank might set 1 new dollar = 1,000,000,000 old dollars, so the new note would read &#8220;10 new dollars.&#8221;) An example of this would be Turkey&#8217;s revaluation of the <a title="Lira" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lira">Lira</a> on 1 January 2005, when the old <a title="Turkish lira" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Turkish_lira">Turkish lira</a> (TRL) was converted to the <a title="New Turkish lira" href="http://en.wikipedia.org/wiki/New_Turkish_lira">New Turkish lira</a> (TRY) at a rate of 1,000,000 old to 1 new Turkish Lira. While this does not lessen the actual value of a currency, it is called <a title="Redenomination" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Redenomination">redenomination</a> or <a title="Revaluation" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Revaluation">revaluation</a> and also happens over time in countries with standard inflation levels. During hyperinflation, currency inflation happens so quickly that bills reach large numbers before revaluation.</p>
<p style="text-align: justify;">Some banknotes were stamped to indicate changes of denomination. This is because it would take too long to print new notes. By the time new notes were printed, they would be obsolete (that is, they would be of too low a denomination to be useful).</p>
<p style="text-align: justify;">Metallic coins were rapid casualties of hyperinflation, as the scrap value of metal enormously exceeded the face value. Massive amounts of coinage were melted down, usually illicitly, and exported for hard currency.</p>
<p style="text-align: justify;">Governments will often try to disguise the true rate of inflation through a variety of techniques. None of these actions addresses the root causes of inflation and they, if discovered, tend to further undermine trust in the currency, causing further increases in inflation. <a title="Price controls" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Price_controls">Price controls</a>will generally result in shortages and hoarding and extremely high demand for the controlled goods, resulting in disruptions of <a title="Supply chain" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Supply_chain">supply chains</a>. Products available to consumers may diminish or disappear as businesses no longer find it sufficiently profitable (or may be operating at a loss) to continue producing and/or distributing such goods at the legal prices, further exacerbating the shortages.</p>
<h2>Examples of hyperinflation</h2>
<h3>Angola</h3>
<p>Angola experienced hyperinflation from 1991 to 1995. It was a result of exchange restrictions following the introduction of the novo kwanza (<a title="ISO 4217" href="http://en.wikipedia.org/wiki/ISO_4217">AON</a>) to replace the original <a title="Angolan kwanza" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Angolan_kwanza">kwanza</a> (AOK) in 1990. At the first months of 1991, the highest denomination was 50 000 AON. By 1994, the highest denomination was 500 000 kwanzas. In the 1995 currency reform, the readjusted kwanza (AOR) replaced the novo kwanza at the ratio of 1 000 AON to 1 AOR, but hyperinflation continued as further denominations of up to 5 000 000 AOR were issued. In the 1999 currency reform, the kwanza (AOA) was reintroduced at the ratio of 1 million AOR to 1 AOA. Currently, the highest denomination banknote is 2 000 AOA and the overall impact of hyperinflation was 1 AOA = 1 billion AOK.</p>
<h3>Argentina</h3>
<p>Argentina went through steady inflation from 1975 to 1991. At the beginning of 1975, the highest denomination was 1,000 <a title="Argentine peso" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Argentine_peso">pesos</a>. In late 1976, the highest denomination was 5,000 pesos. In early 1979, the highest denomination was 10,000 pesos. By the end of 1981, the highest denomination was 1,000,000 pesos. In the 1983 currency reform, 1 peso argentino was exchanged for 10,000 pesos. In the 1985 currency reform, 1 austral was exchanged for 1,000 pesos argentinos. In the 1992 currency reform, 1 new peso was exchanged for 10,000 australes. The overall impact of hyperinflation: 1 (1992) peso = 100,000,000,000 pre-1983 pesos.</p>
<h5>Criticism of the official view</h5>
<p>Ellen Brown, author of Web of Debt, admits that the left-oriented policy that Argentina had had since 1947, when <a title="Juan Peron" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Juan_Peron">Juan Peron</a> came to power, did actually create inflation. But the inflation did not become a national crisis until during the eight years that followed Peron&#8217;s death in 1974. During these years the inflation rose to 206 percent, due to a &#8220;deliberate radical devaluation of the currency of the new government, along with a 175 percent increase in oil prices&#8221;. This devaluation was, as she sees it, done with the hidden purpose of destabilizing the economy (to create a chaos). And it was, in any case, not caused by a sudden and massive increase in the printing of money by the government. She also cites Professor Escudé who writes that this devaluation led both to &#8220;the astronomical high inflation&#8221; and &#8220;to the spread of a speculative financial system that became a hallmark of Argentina&#8217;s financial life&#8221;.<sup>[<em><a title="Wikipedia:Citation needed" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Citation_needed">citation needed</a></em>]</sup></p>
<h3>Austria</h3>
<p>In 1922, inflation in Austria reached 1426%, and from 1914 to January 1923, the consumer price index rose by a factor of 11836, with the highest banknote in denominations of 500,000 <a title="Austro-Hungarian krone" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Austro-Hungarian_krone">krones</a>.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-16">[17]</a></sup></p>
<h3>Belarus</h3>
<p>Belarus experienced steady inflation from 1994 to 2002. In 1993, the highest denomination was 5,000 <a title="Belarusian ruble" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Belarusian_ruble">rublei</a>. By 1999, it was 5,000,000 rublei. In the 2000 currency reform, the ruble was replaced by the new ruble at an exchange rate of 1 new ruble = 1,000 old rublei. The highest denomination in 2008 was 100,000 rublei, equal to 100,000,000 pre-2000 rublei.</p>
<h3>Bolivia</h3>
<p>Bolivia experienced its worst inflation between 1984 and 1986. Before 1984, the highest denomination was 1,000 <a title="Bolivian peso" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bolivian_peso">pesos bolivianos</a>. By 1985, the highest denomination was 10 Million pesos bolivianos. In 1985, a Bolivian note for 1 million pesos was worth 55 cents in US dollars, one-thousandth of its exchange value of $5,000 less than three years previously.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-17">[18]</a></sup> In the 1987 currency reform, the Peso Boliviano was replaced by the <a title="Boliviano" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Boliviano">Boliviano</a> at a rate of 1,000,000 : 1.</p>
<h3>Bosnia and Herzegovina</h3>
<p>Bosnia and Herzegovina went through its worst inflation in 1993. In 1992, the highest denomination was 1,000 <a title="Bosnia and Herzegovina dinar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bosnia_and_Herzegovina_dinar">dinara</a>. By 1993, the highest denomination was 100,000,000 dinara. In the <a title="Republika Srpska" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Republika_Srpska">Republika Srpska</a>, the highest denomination was 10,000 dinara in 1992 and 10,000,000,000 dinara in 1993. 50,000,000,000 dinara notes were also printed in 1993 but never issued.</p>
<h3>Brazil</h3>
<p>From 1967–1994, the base currency unit was shifted seven times to adjust for inflation in the final years of the <a title="History of Brazil (1964–1985)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Brazil_(1964%E2%80%931985)">Brazilian military dictatorship</a>era. A 1967 <a title="Brazilian cruzeiro" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brazilian_cruzeiro">cruzeiro</a> was, in 1994, worth less than one trillionth of a US cent, after adjusting for multiple devaluations and note changes. In that same year, inflation reached a record 2,075.8%. A new currency called <a title="Brazilian real" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brazilian_real">real</a> was adopted in 1994, and hyperinflation was eventually brought under control.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-18">[19]</a></sup> The <em>real</em> was also the currency in use until 1942; 1 (current) real is the equivalent of 2,750,000,000,000,000,000 of Brazil&#8217;s first currency (called <em>réis</em> in Portuguese).</p>
<h3>Bulgaria</h3>
<p>In 1996, the Bulgarian economy collapsed due to the slow and mismanaged economic reforms of several governments in a row, shortages of wheat, and an unstable and decentralized banking system, which led to an inflation rate of 311% and the collapse of the <a title="Bulgarian lev" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bulgarian_lev">lev</a>, with the exchange rate to dollars reaching 3000. When pro-reform forces came into power in the spring 1997, an ambitious economic reform package, including introduction of a currency board regime and pegging the Bulgarian Lev to the German Deutsche Mark (and consequently to the euro), was agreed to with the <a title="International Monetary Fund" href="http://en.wikipedia.org/wiki/International_Monetary_Fund">International Monetary Fund</a> and the <a title="World Bank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/World_Bank">World Bank</a>, and the economy began to stabilize.</p>
<h3>China</h3>
<p>As the first user of <a title="Fiat currency" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fiat_currency">fiat currency</a>, China has had an early history of troubles caused by hyperinflation. The <a title="Yuan Dynasty" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yuan_Dynasty">Yuan Dynasty</a> printed huge amounts of fiat paper money to fund their wars, and the resulting hyperinflation, coupled with other factors, led to its demise at the hands of a revolution. The Republic of China went through the worst inflation 1948–49. In 1947, the highest denomination was 50,000 <a title="Chinese yuan" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_yuan#First_yuan.2C_1889-1948">yuan</a>. By mid-1948, the highest denomination was 180,000,000 yuan. The 1948 currency reform replaced the yuan by the gold yuan at an exchange rate of 1 gold yuan = 3,000,000 yuan. In less than a year, the highest denomination was 10,000,000 gold yuan. In the final days of the civil war, the Silver Yuan was briefly introduced at the rate of 500,000,000 Gold Yuan. Meanwhile the highest denomination issued by a regional bank was 6,000,000,000 yuan (issued by Xinjiang Provincial Bank in 1949). After the <a title="Renminbi" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Renminbi">renminbi</a> was instituted by the new communist government, hyperinflation ceased with a revaluation of 1:10,000 old <a title="First series of the renminbi" href="http://en.wikipedia.org/wiki/First_series_of_the_renminbi">Renminbi</a> in 1955. The overall impact of inflation was 1 Renminbi = 15,000,000,000,000,000,000 pre-1948 yuan.</p>
<h3>Free City of Danzig</h3>
<p>Danzig went through its worst inflation in 1923. In 1922, the highest denomination was 1,000 <a title="Danzig mark" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Danzig_mark">Mark</a>. By 1923, the highest denomination was 10,000,000,000 Mark.</p>
<h3>Georgia</h3>
<p>Georgia went through its worst inflation in 1994. In 1993, the highest denomination was 100,000 coupons [kuponi]. By 1994, the highest denomination was 1,000,000 coupons. In the 1995 currency reform, a new currency, the <a title="Georgian lari" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Georgian_lari">lari</a>, was introduced with 1 lari exchanged for 1,000,000 coupons.</p>
<h3>Germany</h3>
<div>Main article: <a title="Inflation in the Weimar Republic" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Inflation_in_the_Weimar_Republic">Inflation in the Weimar Republic</a></div>
<p>Germany went through its worst inflation in 1923. In 1922, the highest denomination was 50,000 <a title="German Papiermark" href="http://en.wikipedia.org/wiki/German_Papiermark">Mark</a>. By 1923, the highest denomination was 100,000,000,000,000 Mark. In December 1923 the exchange rate was 4,200,000,000,000 Marks to 1 US dollar.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-autogenerated1-19">[20]</a></sup> In 1923, the rate of inflation hit 3.25 × 10<sup>6</sup> percent per month (prices double every two days). Beginning on 20 November 1923, 1,000,000,000,000 old Marks were exchanged for 1 <a title="Rentenmark" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rentenmark">Rentenmark</a> so that 4.2 Rentenmarks were worth 1 US dollar, exactly the same rate the Mark had in 1914.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-autogenerated1-19">[20]</a></sup></p>
<h3>Greece</h3>
<div>Main article: <a title="Hyperinflation in Greece (page does not exist)" href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Hyperinflation_in_Greece&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hyperinflation in Greece</a></div>
<p>Greece went through its worst inflation in 1944. In 1942, the highest denomination was 50,000 <a title="Greek drachma" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Greek_drachma#Modern_drachma">drachmai</a>. By 1944, the highest denomination was 100,000,000,000 drachmai. In the 1944 currency reform, 1 new drachma was exchanged for 50,000,000,000 drachmai. Another currency reform in 1953 replaced the drachma at an exchange rate of 1 new drachma = 1,000 old drachmai. The overall impact of hyperinflation: 1 (1953) drachma = 50,000,000,000,000 pre 1944 drachmai. The Greek monthly inflation rate reached 8.5 billion percent in October 1944.</p>
<h3>Hungary, 1922–24</h3>
<div>See also: <a title="Hungarian korona" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hungarian_korona">Hungarian korona</a></div>
<p>The <a title="Treaty of Trianon" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Treaty_of_Trianon">Treaty of Trianon</a> and political instability between 1919 and 1924 led to a major inflation of Hungary’s currency. Unable to tax adequately, the government resorted to printing money and by 1922 inflation in Hungary had reached 98% per month.</p>
<div>
<div>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:HUP_100MB_1946_obverse.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/33/HUP_100MB_1946_obverse.jpg/250px-HUP_100MB_1946_obverse.jpg" alt="" width="250" height="124" /></a></p>
<div>
<div><a title="Enlarge" href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:HUP_100MB_1946_obverse.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>The 100 million b.-pengő note was the highest denomination of banknote ever issued, worth 10<sup>20</sup>or 100 quintillion <a title="Hungarian pengő" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hungarian_peng%C5%91">Hungarian pengő</a> (1946).</p>
</div>
</div>
</div>
<h3>Hungary, 1945–46</h3>
<div>Main article: <a title="Hungarian pengő hyperinflation" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hungarian_peng%C5%91_hyperinflation">Hungarian pengő hyperinflation</a></div>
<p>Hungary went through the worst inflation ever recorded between the end of 1945 and July 1946. In 1944, the highest denomination was 1,000 <a title="Hungarian pengő" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hungarian_peng%C5%91">pengő</a>. By the end of 1945, it was 10,000,000 pengő. The highest denomination in mid-1946 was 100,000,000,000,000,000,000 pengő. A special currency the adópengő – or tax pengő – was created for tax and postal payments.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-20">[21]</a></sup> The value of the adópengő was adjusted each day, by radio announcement. On 1 January 1946 one adópengő equaled one pengő. By late July, one adópengő equaled 2,000,000,000,000,000,000,000 or 2×10<sup>21</sup> pengő. When the pengő was replaced in August 1946 by the <a title="Forint" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Forint">forint</a>, the total value of all Hungarian banknotes in circulation amounted to<sup>1</sup>/<sub>1,000</sub> of one US dollar.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-21">[22]</a></sup> It is the most severe known incident of inflation recorded, peaking at 1.3 × 10<sup>16</sup> percent per month (prices double every 15 hours).<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-zwdinf-22">[23]</a></sup> The overall impact of hyperinflation: On 18 August 1946, 400,000,000,000,000,000,000,000,000,000 or 4×10<sup>29</sup> (four hundred <a title="Octillion" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Octillion">octillion</a> (<a title="Short scale" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Short_scale">short scale</a>)) pengő became 1 forint.</p>
<p>Some historians believe<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-23">[24]</a></sup><sup>[<em><a title="Wikipedia:Identifying reliable sources" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Identifying_reliable_sources">unreliable source?</a></em>]</sup> that this hyperinflation was purposely started by trained Russian Marxists in order to destroy the Hungarian middle and upper classes.</p>
<h3>Israel</h3>
<div>See also: <a title="Israeli sheqel" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Israeli_sheqel">Israeli sheqel</a></div>
<p>Inflation accelerated in the 1970s, rising steadily from 13% in 1971 to 111% in 1979. From 133% in 1980, it leaped to 191% in 1983 and then to 445% in 1984, threatening to become a four-digit figure within a year or two. In 1985 Israel froze most prices by law<sup>[<em><a title="Wikipedia:Citation needed" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Citation_needed">citation needed</a></em>]</sup> and enacted other measures as part of <a title="1985 Israel Economic Stabilization Plan" href="http://en.wikipedia.org/wiki/1985_Israel_Economic_Stabilization_Plan">an economic stabilization plan</a>. That same year, inflation more than halved, to 185%. Within a few months, the authorities began to lift the price freeze on some items; in other cases it took almost a year. By 1986, inflation was down to 19%.</p>
<h3>Krajina</h3>
<p>The <a title="Republic of Serbian Krajina" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Republic_of_Serbian_Krajina">Republic of Serbian Krajina</a> went through its worst inflation in 1993. In 1992, the highest denomination was 50,000 <a title="Krajina dinar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Krajina_dinar">dinara</a>. By 1993, the highest denomination was 50,000,000,000 dinara. Note that this unrecognized country was reincorporated into Croatia in 1995.</p>
<h3>Mexico</h3>
<p>In spite of the Oil Crisis of the late 1970s (Mexico is a producer and exporter), and due to excessive social spending, Mexico defaulted on its external debt in 1982. As a result, the country suffered a severe case of capital flight and several years of hyperinflation and <a title="Mexican peso" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mexican_peso">peso</a> devaluation. On 1 January 1993, Mexico created a new currency, the nuevo peso (&#8220;new peso&#8221;, or MXN), which chopped 3 zeros off the old peso, an inflation rate of 10,000% over the several years of the crisis. (One new peso was equal to 1000 of the obsolete MXP pesos).</p>
<h3>North Korea, 1947–2009</h3>
<p>Though the <a title="North Korean Won" href="http://en.wikipedia.org/wiki/North_Korean_Won">North Korean Won</a> never technically failed, and is still the official currency of the reclusive communist nation, a 2009 revaluation showed the rest of the world rare cracks in the monolithic image Pyongyang presents. The government gave citizens seven days to turn in their old won for new won – with 1,000 of the old worth 10 of the new – but allowed a maximum exchange of 150,000 of the old won. That means each adult can exchange about US$740-worth of won. The revaluation and exchange cap wiped out the savings of many North Koreans, and reportedly caused unrest in parts of the country. According to a September 2009 <a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/8394987.stm" rel="nofollow">BBC report</a>, some department stores in Pyongyang even stopped accepting North Korean won, instead insisting upon payment in U.S. Dollars, Chinese Yuan, Euros, or even Japanese Yen.</p>
<h3>Nicaragua</h3>
<p>Nicaragua went through the worst inflation from 1987 to 1990. From 1943 to April 1971, one US dollar equalled 7 <a title="Nicaraguan córdoba" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nicaraguan_c%C3%B3rdoba">córdobas</a>. From April 1971-early 1978, one US dollar was worth 10 córdobas. In early 1986, the highest denomination was 10,000 córdobas. By 1987, it was 1,000,000 córdobas. In the 1988 currency reform, 1 new córdoba was exchanged for 10,000 old córdobas. The highest denomination in 1990 was 100,000,000 new córdobas. In the 1991 currency reform, 1 new córdoba was exchanged for 5,000,000 old córdobas. The overall impact of hyperinflation: 1 (1991) córdoba = 50,000,000,000 pre-1988 córdobas.</p>
<h3>Peru</h3>
<p>Peru experienced its worst inflation from 1988–1990. In the 1985 currency reform, 1 inti was exchanged for 1,000 <a title="Peruvian sol" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peruvian_sol">soles</a>. In 1986, the highest denomination was 1,000 intis. But in September 1988, monthly inflation went to 132%. In August 1990, monthly inflation was 397%. The highest denomination was 5,000,000 intis by 1991. In the 1991 currency reform, 1 nuevo sol was exchanged for 1,000,000 intis. The overall impact of hyperinflation: 1 nuevo sol = 1,000,000,000 (old) soles.</p>
<h3>Philippines</h3>
<p>The Japanese government occupying the Philippines during the <a title="World War II" href="http://en.wikipedia.org/wiki/World_War_II">World War II</a> issued fiat currencies for general circulation. The Japanese-sponsored <a title="Second Philippine Republic" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Second_Philippine_Republic">Second Philippine Republic</a> government led by <a title="Jose P. Laurel" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jose_P._Laurel">Jose P. Laurel</a> at the same time outlawed possession of other currencies, most especially &#8220;guerilla money.&#8221; The fiat money was dubbed &#8220;Mickey Mouse Money&#8221; because it is similar to play money and is next to worthless. Survivors of the war often tell tales of bringing suitcase or <em>bayong</em> (native bags made of woven coconut or <a title="Buri" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Buri">buri</a> leaf strips) overflowing with Japanese-issued bills. In the early times, 75 Mickey Mouse <a title="Japanese government-issued Philippine fiat peso" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_government-issued_Philippine_fiat_peso">pesos</a> could buy one duck egg.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-LATimes.com_pera-24">[25]</a></sup> In 1944, a box of matches cost more than 100 Mickey Mouse pesos.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-25">[26]</a></sup></p>
<p>In 1942, the highest denomination available was 10 pesos. Before the end of the war, because of inflation, the Japanese government was forced to issue 100, 500 and 1000 peso notes.</p>
<h3>Poland, 1921–1924</h3>
<p>After Poland’s independence in 1918, the country soon began experiencing extreme inflation. By 1921, prices had already risen 251 times above those of 1914, but in the following three years they rose by 988,223%<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-26">[27]</a></sup> with a peak rate in late 1923 of prices doubling every nineteen and a half days.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-27">[28]</a></sup> At independence there was 8 <a title="Polish marka" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Polish_marka">marek</a> per US dollar, but by 1923 the exchange rate was 6,375,000 marek (mkp) for 1 US dollar. The highest denomination was 10,000,000 mkp. In the 1924 currency reform there was a new currency introduced: 1 <a title="Polish złoty" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Polish_z%C5%82oty#Second_z.C5.82oty.2C_1924-1950">zloty</a> = 1,800,000 mkp.</p>
<h3>Poland, 1989–1991</h3>
<p>Poland experienced a second hyperinflation between 1989 and 1991. The highest denomination in 1989 was 200,000 <a title="Polish zloty" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Polish_zloty#Third_z.C5.82oty_.28PLZ.29.2C_1950-1994">zlotych</a>. It was 1,000,000 zlotych in 1991 and 2,000,000 zlotych in 1992; the exchange rate was 9500 zlotych for 1 US dollar in January 1990 and 19600 zlotych at the end of August 1992. In the 1994 currency reform, 1 new zloty was exchanged for 10,000 old zlotych and 1 US$ exchange rate was ca. 2.5 zlotych (new).</p>
<h3>Republika Srpska</h3>
<p><a title="Republika Srpska" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Republika_Srpska">Republika Srpska</a> was a breakaway region of Bosnia. As with Krajina, it pegged its currency, the <a title="Republika Srpska dinar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Republika_Srpska_dinar">Republika Srpska dinar</a>, to that of Yugoslavia. Their bills were almost the same as Krajina&#8217;s, but they issued fewer and did not issue currency after 1993.</p>
<h3>Romania</h3>
<p>Romania experienced hyperinflation in the 1990s. The highest denomination in 1990 was 100 <a title="Romanian leu" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Romanian_leu">lei</a> and in 1998 was 100,000 lei. By 2000 it was 500,000 lei. In early 2005 it was 1,000,000 lei. In July 2005 the leu was replaced by the new leu at 10,000 old lei = 1 new leu. Inflation in 2005 was 9%. <a href="http://www.imf.org/external/pubs/ft/weo/2006/01/data/dbcoutm.cfm?SD=2003&amp;ED=2007&amp;R1=1&amp;R2=1&amp;CS=3&amp;SS=2&amp;OS=C&amp;DD=0&amp;OUT=1&amp;C=968&amp;S=PCPIPCH&amp;RequestTimeout=120&amp;CMP=0&amp;x=57&amp;y=10" rel="nofollow">[2]</a> In July 2005 the highest denomination became 500 lei (= 5,000,000 old lei).</p>
<h3>Soviet Union / Russian Federation</h3>
<div>See also: <a title="Russian ruble" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Russian_ruble">Russian ruble</a></div>
<p>Between 1921 and 1922, inflation in the <a title="Soviet Union" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Soviet_Union">Soviet Union</a> reached 213%.</p>
<p>In 1992, the first year of post-<a title="Soviet" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Soviet">Soviet</a> economic reform, inflation was 2,520%. In 1993, the annual rate was 840%, and in 1994, 224%. The ruble devalued from about 40 r/$ in 1991 to about 5,000 r/$ in late 1997. In 1998, a denominated ruble was introduced at the exchange rate of 1 new ruble = 1,000 pre-1998 rubles. In the second half of the same year, ruble fell to about 30 r/$ as a result of <a title="1998 Russian financial crisis" href="http://en.wikipedia.org/wiki/1998_Russian_financial_crisis">financial crisis</a>.</p>
<h3>Taiwan</h3>
<p>As the <a title="Chinese Civil War" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_Civil_War">Chinese Civil War</a> reached its peak, Taiwan also suffered from the hyperinflation that has ravaged China in late 1940s. Highest denomination issued was a 1,000,000 <a title="Old Taiwan dollar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Old_Taiwan_dollar">Dollar</a> Bearer&#8217;s Cheque. Inflation was finally brought under control at introduction of New Taiwan Dollar in 15 June 1949 at rate of 40,000 old Dollar = 1 New Dollar</p>
<div>
<div>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:100000-Kupon-1994-front.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d2/100000-Kupon-1994-front.jpg/200px-100000-Kupon-1994-front.jpg" alt="" width="200" height="90" /></a></p>
<div>
<div></div>
<p>A 100,000 <a title="Ukrainian karbovanets" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ukrainian_karbovanets">Ukrainian karbovantsi</a>(used between 1992 and 1996). In 1996, it was taken out of circulation, and was replaced by the Hryvnya at an exchange rate of 100,000 karbovantsi = 1 <a title="Hryvnya" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hryvnya">Hryvnya</a> (approx. USD 0.50 at that time, about USD 0.20 as of 2007). This translates to an average inflation rate of approximately 1400% per month between 1992 and 1996</p>
</div>
</div>
</div>
<h3>Ukraine</h3>
<p>Ukraine experienced its worst inflation between 1993 and 1995. In 1992, the <a title="Ukrainian karbovanets" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ukrainian_karbovanets">Ukrainian karbovanets</a>was introduced, which was exchanged with the defunct <a title="Soviet ruble" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Soviet_ruble">Soviet ruble</a> at a rate of 1 UAK = 1 SUR. Before 1993, the highest denomination was 1,000 karbovantsiv. By 1995, it was 1,000,000 karbovantsiv. In 1996, during the transition to the <a title="Hryvnya" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hryvnya">Hryvnya</a> and the subsequent phase out of the karbovanets, the exchange rate was 100,000 UAK = 1 UAH. This translates to a hyperinflation rate of approximately 1,400% per month. By some estimates, inflation for the entire calendar year of 1993 was 10,000% or higher, with retail prices reaching over 100 times their pre-1993 level by the end of the year.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-28">[29]</a></sup></p>
<h3>United States</h3>
<p>During the <a title="American Revolutionary War" href="http://en.wikipedia.org/wiki/American_Revolutionary_War">Revolutionary War</a>, when the <a title="Continental Congress" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Continental_Congress">Continental Congress</a> authorized the printing of paper currency called <a title="Continental (currency)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Continental_(currency)">continental currency</a>. The monthly inflation rate reached a peak of 47 percent in November 1779 (Bernholz 2003: 48). These notes depreciated rapidly, giving rise to the expression &#8220;not worth a continental.&#8221;</p>
<p>A second close encounter occurred during the <a title="U.S. Civil War" href="http://en.wikipedia.org/wiki/U.S._Civil_War">U.S. Civil War</a>, between January 1861 and April 1865, the <a title="Lerner Commodity Price Index (page does not exist)" href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Lerner_Commodity_Price_Index&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lerner Commodity Price Index</a> of leading cities in the eastern Confederacy states increased from 100 to over 9,000.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-29">[30]</a></sup> As the Civil War dragged on, the <a title="Confederate States of America dollar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Confederate_States_of_America_dollar">Confederate dollar</a> had less and less value, until it was almost worthless by the last few months of the war. Similarly, the Union government inflated its <a title="Greenback (money)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Greenback_(money)">greenbacks</a>, with the monthly rate peaking at 40 percent in March 1864 (Bernholz 2003: 107).<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-cato.org-30">[31]</a></sup></p>
<h3>Yugoslavia</h3>
<div>
<div>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:500000000000_dinars.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/97/500000000000_dinars.jpg/200px-500000000000_dinars.jpg" alt="" width="200" height="94" /></a></p>
<div>
<div></div>
<p>A 500 billion <a title="Yugoslav dinar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yugoslav_dinar">Yugoslav dinar</a> <a title="Banknote" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Banknote">banknote</a>circa 1993, the largest <a title="Nominal value" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nominal_value">nominal value</a>ever officially printed in <a title="Yugoslavia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yugoslavia">Yugoslavia</a>, the final result of hyperinflation.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Yugoslavia went through a period of hyperinflation and subsequent currency reforms from 1989–1994. The highest denomination in 1988 was 50,000 <a title="Yugoslav dinar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yugoslav_dinar">dinars</a>. By 1989 it was 2,000,000 dinars. In the 1990 currency reform, 1 new dinar was exchanged for 10,000 old dinars. In the 1992 currency reform, 1 new dinar was exchanged for 10 old dinars. The highest denomination in 1992 was 50,000 dinars. By 1993, it was 10,000,000,000 dinars. In the 1993 currency reform, 1 new dinar was exchanged for 1,000,000 old dinars. However, before the year was over, the highest denomination was 500,000,000,000 dinars. In the 1994 currency reform, 1 new dinar was exchanged for 1,000,000,000 old dinars. In another currency reform a month later, 1 novi dinar was exchanged for 13 million dinars (1 novi dinar = 1 <a title="German mark" href="http://en.wikipedia.org/wiki/German_mark">German mark</a> at the time of exchange). The overall impact of hyperinflation: 1 novi dinar = 1 × 10<sup>27</sup>~1.3 × 10<sup>27</sup> pre 1990 dinars. <a title="Yugoslavia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yugoslavia">Yugoslavia</a>&#8216;s rate of inflation hit 5 × 10<sup>15</sup> percent cumulative inflation over the time period 1 October 1993 and 24 January 1994.</p>
<h3>Zaire (now the Democratic Republic of the Congo)</h3>
<p>Zaire went through a period of inflation between 1989 and 1996. In 1988, the highest denomination was 5,000 <a title="Zairean zaire" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zairean_zaire">zaires</a>. By 1992, it was 5,000,000 zaires. In the 1993 currency reform, 1 nouveau zaire was exchanged for 3,000,000 old zaires. The highest denomination in 1996 was 1,000,000 nouveaux zaires. In 1997, Zaire was renamed the Congo Democratic Republic and changed its currency to francs. 1 franc was exchanged for 100,000 nouveaux zaires. One post-1997 franc was equivalent to 3 × 10<sup>11</sup> pre 1989 zaires.</p>
<h3>Zimbabwe</h3>
<div>Main article: <a title="Hyperinflation in Zimbabwe" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation_in_Zimbabwe">Hyperinflation in Zimbabwe</a></div>
<div>
<div>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Zimbabwe_$100_trillion_2009_Obverse.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3e/Zimbabwe_%24100_trillion_2009_Obverse.jpg/250px-Zimbabwe_%24100_trillion_2009_Obverse.jpg" alt="" width="250" height="125" /></a></p>
<div>
<div><a title="Enlarge" href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Zimbabwe_$100_trillion_2009_Obverse.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>The 100 trillion <a title="Zimbabwean dollar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zimbabwean_dollar">Zimbabwean dollar</a> banknote (10<sup>14</sup> dollars), equal to 10<sup>27</sup> pre-2006 dollars</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Hyperinflation in Zimbabwe was one of the few instances that resulted in the abandonment of the local currency. At independence in 1980, the <a title="Zimbabwe dollar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zimbabwe_dollar">Zimbabwe dollar</a> (ZWD) was worth about USD 1.25. Afterwards, however, rampant inflation and the collapse of the economy severely devalued the currency. Inflation was steady before <a title="Robert Mugabe" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Robert_Mugabe">Robert Mugabe</a> in 1998 began a program of land reforms that primarily focused on taking land from white farmers and redistributing those properties and assets to black farmers, which sent food production and revenues from export of food plummeting.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-31">[32]</a></sup><sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-32">[33]</a></sup><sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-33">[34]</a></sup> The result was that to pay its expenditures Mugabe’s government and <a title="Gideon Gono" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gideon_Gono">Gideon Gono</a>’s <a title="Reserve Bank of Zimbabwe" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Reserve_Bank_of_Zimbabwe">Reserve Bank</a> printed more and more notes with higher face values.</p>
<p>Hyperinflation began early in the twenty-first century, reaching 624% in 2004. It fell back to low triple digits before surging to a new high of 1,730% in 2006. The Reserve Bank of Zimbabwe revalued on 1 August 2006 at a ratio of 1 000 ZWD to each second dollar (ZWN), but year-to-year inflation rose by June 2007 to 11,000% (versus an earlier estimate of 9,000%). Larger denominations were progressively issued:</p>
<ol>
<li>5 May: banknotes or &#8220;bearer cheques&#8221; for the value of ZWN 100 million and ZWN 250 million.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-34">[35]</a></sup></li>
<li>15 May: new bearer cheques with a value of ZWN 500 million (then equivalent to about USD 2.50).<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-35">[36]</a></sup></li>
<li>20 May: a new series of notes (“agro cheques”) in denominations of $5 billion, $25 billion and $50 billion.</li>
<li>21 July: “agro cheque” for $100 billion.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-36">[37]</a></sup></li>
</ol>
<p>Inflation by 16 July officially surged to 2,200,000%<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-37">[38]</a></sup> with some analysts estimating figures surpassing 9,000,000 percent.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-38">[39]</a></sup> As of 22 July 2008 the value of the ZWN fell to approximately 688 billion per 1 USD, or 688 trillion pre-August 2006 Zimbabwean dollars.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-39">[40]</a></sup></p>
<table>
<tbody>
<tr>
<th>Date ofredenomination</th>
<th>Currencycode</th>
<th>Value</th>
</tr>
<tr>
<td align="center">1 Aug 2006</td>
<td align="center">ZWN</td>
<td align="right">1 000 ZWD</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">1 Aug 2008</td>
<td align="center">ZWR</td>
<td align="right">10<sup>10</sup> ZWN= 10<sup>13</sup> ZWD</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">2 Feb 2009</td>
<td align="center">ZWL</td>
<td align="right">10<sup>12</sup> ZWR= 10<sup>22</sup> ZWN</p>
<p>= 10<sup>25</sup> ZWD</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>On 1 August 2008, the Zimbabwe dollar was redenominated at the ratio of 10<sup>10</sup> ZWN to each third dollar (ZWR).<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-40">[41]</a></sup> On 19 August 2008, official figures announced for June estimated the inflation over 11,250,000%.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-41">[42]</a></sup> Zimbabwe&#8217;s annual inflation was 231,000,000% in July<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-42">[43]</a></sup> (prices doubling every 17.3 days). For periods after July 2008, no official inflation statistics were released. Prof. Steve H. Hanke overcame the problem by estimating inflation rates after July 2008 and publishing the Hanke Hyperinflation Index for Zimbabwe.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-43">[44]</a></sup> Prof. Hanke’s HHIZ measure indicated that the inflation peaked at an annual rate of 89.7 sextillion percent (89,700,000,000,000,000,000,000%) in mid-November 2008. The peak monthly rate was 79.6 billion percent, which is equivalent to a 98% daily rate, or around7× 10<sup>108</sup> percent yearly rate. At that rate, prices were doubling every 24.7 hours. Note that many of these figures should be considered mostly theoretic, since the hyperinflation did not proceed at that rate a whole year.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-catohanke-44">[45]</a></sup></p>
<p>At its November 2008 peak, Zimbabwe&#8217;s rate of inflation approached, but failed to surpass, Hungary&#8217;s July 1946 world record.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-catohanke-44">[45]</a></sup> On 2 February 2009, the dollar was redenominated for the fourth time at the ratio of 10<sup>12</sup> ZWR to 1 ZWL, only three weeks after the $100 trillion banknote was issued on 16 January,<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-45">[46]</a></sup><sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-46">[47]</a></sup> but hyperinflation waned by then as official inflation rates in USD were announced and foreign transactions were legalised,<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-catohanke-44">[45]</a></sup> and on 12 April the dollar was abandoned in favour of using only foreign currencies. The overall impact of hyperinflation was 1 ZWL = 10<sup>25</sup> ZWD.</p>
<h2>[<a title="Edit section: Worst hyperinflations in world history" href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Hyperinflation&amp;action=edit&amp;section=40">edit</a>]Worst hyperinflations in world history</h2>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<th colspan="5">Highest monthly inflation rates in history<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-catohanke-44">[45]</a></sup></th>
</tr>
<tr>
<th>Country</th>
<th>Currency name</th>
<th>Month with highest inflation rate</th>
<th>Highest monthly inflation rate</th>
<th>Equivalent daily inflation rate</th>
<th>Time required for prices to double</th>
</tr>
<tr>
<td>Hungary</td>
<td><a title="Hungarian pengő" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hungarian_peng%C5%91">Hungarian pengő</a></td>
<td><a title="1946" href="http://en.wikipedia.org/wiki/1946#July">July 1946</a></td>
<td>4.19 × 10<sup>16</sup> %</td>
<td>207.19%</td>
<td>15 hours</td>
</tr>
<tr>
<td>Zimbabwe</td>
<td><a title="Zimbabwe dollar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zimbabwe_dollar">Zimbabwe dollar</a></td>
<td><a title="2008" href="http://en.wikipedia.org/wiki/2008#November">November 2008</a></td>
<td>7.96 × 10<sup>10</sup> %</td>
<td>98.01%</td>
<td>24.7 hours</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Yugoslavia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yugoslavia">Yugoslavia</a></td>
<td><a title="Yugoslav dinar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yugoslav_dinar">Yugoslav dinar</a></td>
<td><a title="1994" href="http://en.wikipedia.org/wiki/1994#January">January 1994</a></td>
<td>3.13 × 10<sup>8</sup> %</td>
<td>64.63%</td>
<td>1.4 days</td>
</tr>
<tr>
<td>Germany</td>
<td><a title="German Papiermark" href="http://en.wikipedia.org/wiki/German_Papiermark">German Papiermark</a></td>
<td><a title="1923" href="http://en.wikipedia.org/wiki/1923#October">October 1923</a></td>
<td>29,500%</td>
<td>20.87%</td>
<td>3.7 days</td>
</tr>
<tr>
<td>Greece</td>
<td><a title="Greek drachma" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Greek_drachma">Greek drachma</a></td>
<td><a title="1944" href="http://en.wikipedia.org/wiki/1944#October">October 1944</a></td>
<td>13,800%</td>
<td>17.84%</td>
<td>4.3 days</td>
</tr>
<tr>
<td>Taiwan (Republic of China)</td>
<td><a title="Old Taiwan dollar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Old_Taiwan_dollar">Old Taiwan dollar</a></td>
<td><a title="1949" href="http://en.wikipedia.org/wiki/1949#May">May 1949</a></td>
<td>2,178%</td>
<td>10.98%</td>
<td>6.7 days</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2></h2>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation">http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation</a></p>
<h1 style="text-align: justify;">How to Turn 100 Trillion Dollars Into Five and Feel Good About It</h1>
<p style="text-align: justify;">The Highest-Denominated Bill Ever Issued Gives Value to Worthless Zimbabwe Currency</p>
<p style="text-align: justify;">By PATRICK MCGROARTY And FARAI MUTSAKA</p>
<p style="text-align: justify;">A 100-trillion-dollar bill, it turns out, is worth about $5.</p>
<p style="text-align: justify;">Associated Press</p>
<p>A man in Harare, Zimbabwe, carried cash for groceries in 2008.</p>
<p style="text-align: justify;">That&#8217;s the going rate for Zimbabwe&#8217;s highest denomination note, the biggest ever produced for legal tender—and a national symbol of monetary policy run amok. At one point in 2009, a hundred-trillion-dollar bill couldn&#8217;t buy a bus ticket in the capital of Harare.</p>
<p style="text-align: justify;">But since then the value of the Zimbabwe dollar has soared. Not in Zimbabwe, where the currency has been abandoned, but on eBay.</p>
<p style="text-align: justify;">The notes are a hot commodity among currency collectors and novelty buyers, fetching 15 times what they were officially worth in circulation. In the past decade, President Robert Mugabe and his allies attempted to prop up the economy—and their government—by printing money. Instead, the country&#8217;s central bankers sparked hyperinflation by issuing bills with more zeros.</p>
<p style="text-align: justify;">The 100-trillion-dollar note, circulated for just a few months before the Zimbabwe dollar was officially abandoned as the country&#8217;s legal currency in 2009, marked the daily limit people were allowed to withdraw from their bank accounts. Prices rose, wreaking havoc.</p>
<p style="text-align: justify;">The runaway inflation forced Zimbabweans to wait in line to buy bread, toothpaste and other essentials. They often carried bigger bags for their money than the few items they could afford with a devalued currency.</p>
<p style="text-align: justify;">Today, all transactions are in foreign currencies, mainly the U.S. dollar and the South African rand. But Zimbabwe&#8217;s worthless bills are valuable—at least outside the country. That Zimbabwe&#8217;s currency happened to be denoted in dollars has amplified appeal, say currency dealers and collectors, particularly after the global financial crisis and mounting public debts sparked inflationary fears in the U.S.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://online.wsj.com/article/SB10001424052748703730804576314953091790360.html">http://online.wsj.com/article/SB10001424052748703730804576314953091790360.html</a></p>
<h2 style="text-align: justify;">SATURDAY, 22 JANUARY 2011</h2>
<div>
<div>
<div>
<p style="text-align: justify;"><a name="782687547290502756"></a></p>
<h3 style="text-align: justify;"><a href="http://blog.inkyfool.com/2011/01/for-those-reading-historical-novels-or.html">For Those Reading Historical Novels (Or Mr Darcy Was Loaded)</a></h3>
<div style="text-align: justify;">
<div>Posted by M.H. Forsyth</div>
</div>
<div id="post-body-782687547290502756">
<div style="text-align: justify;"></div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/zimbabwe-inflation.jpg"><img src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/zimbabwe-inflation.jpg?w=188" alt="" width="125" height="200" border="0" /></a>I&#8217;m reading <em>Wilt </em>by Thomas Sharpe at the moment. It&#8217;s terribly good fun so far but I have been troubled, dear reader, sorely troubled by prices. Money is terribly important in <em>Wilt</em>. The novel is all about class and budgets and careers. Henry Wilt himself earns £3,500 a year and his wife secretly spends seventy pounds on clothes and the starter in a restaurant costs 95p.</p>
<p style="text-align: justify;">Trouble is, I&#8217;ve no idea what that means in today&#8217;s green and folding. It&#8217;s only thirty-five years since Wilt was published, but inflation is such that I can make neither tail nor head of these (terribly important) details.</p>
<p style="text-align: justify;">I get the same thing reading <em>Pride and Prejudice</em>. People are always described as having an income of so many hundred or thousand a year, and the girls go wild (or don&#8217;t); but the modern reader is left scratching his head and furrowing his brow and wondering whether to go down to the library with a slide-rule and work everything out in compound inflation.</p>
<p style="text-align: justify;">Nevermore, dear calculating reader, nevermore. Use this:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://safalra.com/other/historical-uk-inflation-price-conversion/widget.html">http://safalra.com/other/historical-uk-inflation-price-conversion/widget.html</a></p>
<p style="text-align: justify;">It&#8217;s so damned handy that I&#8217;ve installed it as a permanent widget on the right of the blog. I&#8217;m afraid that I couldn&#8217;t find one that would go straight to dollars and all those other funny foreign currencies that don&#8217;t have a picture of the Queen on them and are therefore worthless. But if you&#8217;re American (are you, dear reader? I&#8217;d so like to know), you can continue on to <a href="http://www.xe.com/ucc/convert.cgi?Amount=1&amp;From=GBP&amp;To=USD">a site like this</a> and find out that Mr Darcy&#8217;s £10,000 a year in 1813 is:</p>
<p style="text-align: justify;">£520,000 in modern Britain</p>
<p style="text-align: justify;">$831,869.95 in the USA</p>
<p style="text-align: justify;">$827,134.49 in Canada</p>
<p style="text-align: justify;">$841,250.62 Down Under</p>
<p style="text-align: justify;">€612,635.63 in those amusing countries beyond the English Channel</p>
<p style="text-align: justify;">And the rest of you can work it out for yourselves. The general point is that Mr Darcy is even richer than I am, and it&#8217;s no surprise that Miss Bennett fell in love with him.</p>
<div></div>
<div>The Inky Fool returns from the cash point</div>
<div><a href="http://blog.inkyfool.com/2011_01_01_archive.html">http://blog.inkyfool.com/2011_01_01_archive.html</a></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="shr-publisher-2485"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F16%2Fmengapa-allah-memakai-emas-dan-perak-sebagai-nishab-zakat%2F' data-shr_title='Mengapa+Allah+Memakai+Emas+dan+Perak+Sebagai+Nishab+Zakat%3F'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F16%2Fmengapa-allah-memakai-emas-dan-perak-sebagai-nishab-zakat%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F16%2Fmengapa-allah-memakai-emas-dan-perak-sebagai-nishab-zakat%2F' data-shr_title='Mengapa+Allah+Memakai+Emas+dan+Perak+Sebagai+Nishab+Zakat%3F'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F16%2Fmengapa-allah-memakai-emas-dan-perak-sebagai-nishab-zakat%2F' data-shr_title='Mengapa+Allah+Memakai+Emas+dan+Perak+Sebagai+Nishab+Zakat%3F'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/12/16/mengapa-allah-memakai-emas-dan-perak-sebagai-nishab-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uang Dinar Emas dan Dirham Perak – Solusi Islam Mengatasi Riba dan Inflasi/Kemiskinan</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/06/28/uang-dinar-emas-dan-dirham-perak-%e2%80%93-solusi-islam-mengatasi-riba-dan-inflasikemiskinan/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/06/28/uang-dinar-emas-dan-dirham-perak-%e2%80%93-solusi-islam-mengatasi-riba-dan-inflasikemiskinan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 08:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=1893</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Islam adalah agama yang lengkap dan sempurna. Dalam hal ekonomi atau mata uangpun Allah dan RasulNya mengajarkan kepada kita sehingga bisa didapat masyarakat yang sejahtera. Meninggalkannya hanya akan mendapat murka di dunia dan juga diakhirat. Islam mengajarkan kita untuk memakai uang emas Dinar (4,25 gram emas 22 karat), uang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2010/12/dinaremas.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1361" title="dinaremas" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2010/12/dinaremas.jpg" alt="" width="405" height="217" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Islam adalah agama yang lengkap dan sempurna. Dalam hal ekonomi atau mata uangpun Allah dan RasulNya mengajarkan kepada kita sehingga bisa didapat masyarakat yang sejahtera. Meninggalkannya hanya akan mendapat murka di dunia dan juga diakhirat. Islam mengajarkan kita untuk memakai uang emas Dinar (4,25 gram emas 22 karat), uang perak Dirham (2,975 gram perak), dan uang Fulus (koin tembaga atau logam lain yang nilainya di bawah Dirham).</p>
<p style="text-align: justify;">Satu penyebab kemiskinan adalah inflasi. Yaitu turunnya nilai mata uang dibanding dengan harga barang-barang yang jadi kebutuhan rakyat. Sebagai contoh, tahun 2004 harga nasi+telor di warung Tegal paling Cuma Rp 4.000. Di tahun 2010 ini nilainya jadi Rp 6.000. Padahal banyak orang yang gajinya tidak naik selama kurun waktu tersebut. Kalau pun ada yang naik, tidak sebesar kenaikan harga barang.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya jika dengan uang Rp 360 ribu orang bisa makan 90x (3x sehari) pada tahun 2004, maka pada tahun 2010 dia hanya bisa makan 60x (2x sehari) saja!</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1893"></span>Akibat berbagai kenaikan harga barang yang sudah jadi “Kebijakan” Pemerintah, maka nilai rupiah terus menurun. Jika sebelum Krisis Moneter tahun 1997-1998 nilai rupiah adalah sekitar Rp 2.200 per 1 US$, sekarang nilainya turun jadi Rp 9.500 per 1 US$. Ini adalah “Kebijakan Pemiskinan Massal” melalui kebijakan kenaikan harga yang mendorong turunnya nilai rupiah atau inflasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1970 kita bisa naik haji dengan biaya Rp 182 ribu. Tahun 2011 ONH naik jadi Rp 31 juta. Dalam 40 tahun naik 170x lipat. Tahun 1970 orang yang gajinya Rp 182 ribu/bulan adalah para direktur. Sekarang di tahun 2010 ini jangankan digaji Rp 182 ribu. Digaji Rp 400 ribu/bulan pun banyak pembantu yang ogah! Ini karena nilai rupiah yang terus turun.</p>
<p style="text-align: justify;">Zimbabwe bahkan mengalami inflasi besar-besaran. Jika tahun 2003,  USD 1 = 697.42 Zimbabwe Dollar., tahun 2008 nilai tukarnya jadi USD 1 = 3.333.333.333.333 Zimbabwe Dollar! Foto di bawah menunjukkan seseorang harus menghitung segepok uang @500.000 dollar Zimbabwe hanya untuk membeli setandan pisang!</p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://islammyreligion.files.wordpress.com/2009/04/zimbabwedollar.jpg?w=464&amp;h=327" alt="Zimbabwe Dollar" /></p>
<p style="text-align: justify;">Inflasi sangat tinggi dan terjadi setiap jam dan menghancurkan perekonomian Zimbabwe. Anehnya Zimbabwe sebetulnya punya kekayaan alam seperti Asbes, Chrom, Batubara, Cobalt, Tembaga, Emas, Grafit, Besi, Nikel, emas, dan timah. Dengan jumlah penduduk hanya 13 juta jiwa dan luas 390 ribu km2, harusnya Zimbabwe jadi negara kaya. Namun mata uang kertas yang lemah yang ditentukan oleh para spekulan uang membuat miskin negara tersebut!</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan hanya uang kertas rupiah yang turun, tapi juga Dollar yang merupakan Fiat Money (tidak dijamin emas/perak) juga mengalami inflasi. Nilai 1 US$ pada tahun 1900, di tahun 2000 ini cuma jadi US$ 0,04 saja atau susut sampai 96%!</p>
<p style="text-align: justify;">Agar nilai uang kertas yang secara riel/intrinsik nyaris tidak berharga itu (cuma senilai kertas+tinta), maka Bank Sentral mengeluarkan bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia) atau kalau di AS namanya The Fed’s rate (The Federal Reserve Bank’s Interest Rate) untuk mengontrol jumlah uang yang beredar. Namun pada akhirnya karena bunga harus dibayar beserta pokoknya, maka jumlah uang beredar pun bertambah dan berakibat inflasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya, Islam biasa menggunakan emas dan perak sebagai mata uang Dinar dan Dirham. Pada zakat yang jadi patokan juga emas dan perak. Misalnya nisab emas untuk zakat adalah 85 gram emas. Bukan uang kertas. Akibatnya nilainya selalu relevan. Tidak terlalu kecil, tidak pula terlalu besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Emas dan Perak karena punya nilai riel dibanding kertas, lebih stabil dan lebih tahan terhadap inflasi. Contohnya, 1 dinar (4,25 gram emas 22 karat) pada zaman Nabi bisa dipakai untuk membeli 1-2 ekor kambing. Ada satu hadits yang merupakan bukti sejarah stabilitas uang dinar di Hadits Riwayat Bukhari sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>”Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi saw. memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau, lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi saw. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli tanahpun, ia pasti beruntung.” (H.R.Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini pun dengan <a href="http://media-islam.or.id">kurs 1 dinar=Rp 1,7 juta</a>, kita bisa mendapat 1 kambing besar atau 2 ekor kambing kecil. Stabil bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu pula stabilitas uang perak Dirham (2,975 gram perak) bisa kita buktikan pada surat Al Kahfi ayat 19:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“…Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu…” [Al Kahfi 19]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Nah dengan asumsi pemuda tersebut membawa 3 uang perak/dirham yang saat ini nilainya Rp 40.000 dan jumlah pemudanya 5 orang, maka harga makanan per porsinya sekitar Rp 24.000 saja. Tidak jauh beda dengan makanan sekarang untuk kurun waktu ribuan tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini jauh beda dengan dollar di mana dalam kurun waktu 100 tahun saja nilainya tinggal 0,04 dari sebelumnya. Jadi jika kita di tahun 1900 bisa beli 1 porsi makanan dengan nilai US$ 0,25 (1/4 dollar), tahun 2000 harus US$ 10!</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi jika kita menjual barang dengan uang dinar dan dirham, kita tidak perlu repot menaikkan harga lagi. Sebab nilai uang kita otomatis mengikuti nilai-nilai barang lainnya karena sama-sama barang/commodity money.</p>
<p style="text-align: justify;">Para buruh juga tidak perlu lagi demo minta kenaikan gaji karena dengan gaji dinar/dirham, gaji mereka tidak digerus inflasi sebagaimana yang terjadi pada uang kertas/Fiat Money.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebetulnya emas dan perak sudah biasa digunakan di berbagai negara baik di Eropa dan Amerika dari sebelum kekaisaran Romawi hingga abad 19:</p>
<p>http://en.wikipedia.org/wiki/Gold_standard</p>
<p style="text-align: justify;">Penggunaan uang kertas yang tidak dijamin emas/perak biasanya karena perang seperti pada Perang Saudara di AS mau pun pada Perang Dunia. Mereka membutuhkan banyak uang lebih daripada emas dan perak yang mereka miliki. Akibatnya inflasi hebat dan depresi ekonomi melanda negara-negara tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan memiliki banyak tambang emas, perak, dan tembaga, harusnya bangsa Indonesia bisa memiliki mata uang emas, perak, dan tembaga yang kuat dan stabil untuk memakmurkan rakyatnya. Tidak perlu lagi mengemis uang kertas dollar yang sebetulnya tidak berharga kepada para investor asing dengan menggadaikan kekayaan alam, BUMN, dan perekonomian Indonesia ke pihak asing/kafir.</p>
<h2 style="text-align: justify;"></h2>
<h2 style="text-align: justify;"></h2>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Beberapa Kontroversi Tentang Penggunaan Uang Emas dan Perak</strong></span><br />
<strong> </strong></h2>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jumlah Emas Kurang?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang menyatakan bahwa jumlah emas yang pernah ditambang dan diproduksi hanya 142 metrik ton atau senilai US$ 4,5 trilyun (jika harga emas per kg = US$ 32.500). Menurut mereka jumlah itu kurang.<br />
Padahal jika dibagi untuk 7 milyar manusia, maka tiap manusia mendapat  sekitar Rp 5,85 juta atau 20 gram emas. Tiap keluarga (suami-istri+2 anak) berarti punya Rp 23,5 juta.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu baru dari emas. Belum dari uang perak dan tembaga. Karena Islam tidak hanya memakai emas. Tapi juga perak (dirham) dan tembaga (fulus) untuk mata uangnya. Jika digabung dengan uang perak dan tembaga, tiap keluarga bisa memiliki uang senilai Rp 70 juta. Itu sudah jauh dari mencukupi mengingat dalam Islam uang itu berfungsi sebagai alat tukar/jual-beli. Bukan untuk disimpan.</p>
<p style="text-align: justify;">Stabilitas uang dinar dan perak sebagaimana ditunjukkan di atas, berdasarkan hukum Supply and Demand menunjukkan bahwa jumlahnya stabil/sesuai pertumbuhan jumlah penduduk. Tidak kurang. Tidak juga berlebih.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Membawa Uang Emas Repot dan Berat?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang bilang kalau bawa uang emas repot dan berat. Memang berapa banyak uang yang dia bawa?</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, berat uang kertas sekitar 1 gram. Jadi dengan membawa 1 gram uang kertas, paling banyak kita membawa Rp 100.000. Sementara 1 gram emas itu harganya sekitar Rp 450.000. Artinya jika untuk membawa uang Rp 100 juta kita harus membawa 1 kg uang kertas Rp 100.000. Dengan membawa uang emas kita cukup membawa 0,22 kg uang emas saja. Tapi jarang ada orang yang mau membawa uang Rp 100 juta di dompetnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Emas dan Perak Tidak Cocok untuk Jadi Mata Uang?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya emas dan perak sudah dijadikan mata uang di berbagai dunia selama ribuan tahun. Bahkan AS sendiri menggunakan emas sebagai jaminan uang kertas mereka hingga 40 tahun lalu. Saat presiden AS Nixon mencabut emas sebagai jaminan di bulan Agustus 1971, baru uang Dollar AS benar-benar menjadi Fiat Money. Uang kertas yang tidak dijamin emas atau pun perak. Nilainya ditentukan oleh para spekulan pasar. Jadi baru 40 tahun terakhir saja dunia hidup dengan uang kertas Fiat Money.</p>
<p style="text-align: justify;">Celakanya kaum Yahudi melalui keluarga Rothschild dan Rockefeller memegang Bank Sentral AS, The Fed, dan berbagai Bank Sentral di seluruh dunia. Dengan cara itu, mereka bisa mencetak kertas yang tidak berharga menjadi uang yang dianggap bernilai. Hanya mereka yang berhak mencetak uang. Ada pun pihak lain, meski menggunakan tinta dan kertas yang sama atau lebih mahal, tetap dianggap uang palsu dan merupakan kejahatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan uang itu mereka membiayai kampanye para politikus/kandidat presiden sehingga bisa jadi boneka mereka. Dengan uang itu mereka bisa membeli berbagai perusahaan dan menguasai kekayaan alam di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mata Uang Emas dan Perak Hanya Mata Uang Islam?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebetulnya mata uang emas dan perak dipakai di seluruh dunia di berbagai zaman. Bukan hanya di kalangan Muslim. Sebagai contoh di Alkitab ditulis:</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi Petrus berkata: &#8220;Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!&#8221; [Kisah Para Rasul 3:6]</p>
<p style="text-align: justify;">Pada beberapa versi lain, kata &#8220;Emas dan perak&#8221; langsung diterjemahkan sebagai uang atau uang emas dan uang perak.</p>
<p style="text-align: justify;">Di lagu &#8220;London Bridge is Falling Down&#8221; juga ditulis &#8220;Gold and Silver I have none&#8221;. Jadi emas dan perak yang merupakan logam mulia yang berharga merupakan mata uang yang universal.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekaisaran Romawi biasa memakai emas, perak, dan perunggu sebagai mata uang mereka. Bahkan nama uang Romawi, Denarius, mirip dengan nama uang Dinar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana dengan Negara yang Tidak Punya Tambang Emas atau Perak?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada orang yang menganggap penggunaan mata uang emas dan perak tidak praktis bagi negara-negara yang tidak memiliki tambang emas dan perak. Ini keliru. Buktinya negara-negara seperti Singapura dan Jepang yang nyaris tidak memiliki tambang emas dan perak, mereka tetap punya banyak emas dan perak. Wanita-wanita mereka tetap bisa mengenakan cincin dan kalung emas. Ini karena mereka bisa menjual produk/jasa yang mereka miliki sehingga mereka bisa mendapatkan emas dan perak.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana Dinar Emas bisa Mengatasi Riba?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang bertanya bagaimana uang Dinar Emas bisa mengatasi riba? Bukankah larangan Riba terjadi saat mata uang dinar emas dan dirham perak diberlakukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Riba pada saat uang dinar dan dirham itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang serakah. Meski uang emas dan perak nilainya stabil terhadap harga-harga barang lainnya, namun mereka tetap melakukan riba.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedang sekarang, Riba menggila karena memang uang kertas itu nilainya susut/inflasi sekitar 20%/tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1970 harga emas Rp 480/gram sedang ongkos naik haji Rp 182.000. 41 tahun kemudian di tahun 2011 sebesar Rp 30 juta dan harga emas Rp 450.000/gram.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya, jika seseorang meminjamkan uang Rp 450.000 di tahun 1970, dia akan rugi besar jika dikembalikan tanpa riba di tahun 2011 sebesar Rp 450.000. Kenapa?</p>
<p style="text-align: justify;">Karena di tahun 1970, dengan uang Rp 450.000 dia bisa beli 937 gram emas dan dapat mengongkosi 2 orang untuk naik haji berikut uang sakunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara di tahun 2011, dia cuma bisa beli 1 gram emas saja dan tidak bisa dipakai untuk naik haji. Jangankan buat naik haji. Untuk tamasya ke Bali pun tidak cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya jika dia meminjamkan uang dalam bentuk emas, yaitu 937 gram emas di tahun 1970, maka di tahun 2011 pun dia tetap bisa naik haji sebab tahun 2011 nilai emas naik jadi Rp 42 juta.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi jika kita memakai uang emas, tanpa mengambil riba pun kita tidak akan rugi. Sementara dengan uang kertas akan sangat merugi. Jadi riba lebih mudah dikikis jika kita menggunakan uang emas dan uang perak.</p>
<p style="text-align: justify;">Mohon sebarkan informasi ini ke milis-milis, blog, dan website yang anda miliki. Jangan lupa cantumkan URL sumber:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2011/06/28/uang-dinar-emas-dan-dirham-perak-%E2%80%93-solusi-islam-mengatasi-riba-dan-inflasikemiskinan/">http://media-islam.or.id/2011/06/28/uang-dinar-emas-dan-dirham-perak-%E2%80%93-solusi-islam-mengatasi-riba-dan-inflasikemiskinan</a></p>
<p style="text-align: justify;">Bagi yang ingin membeli atau menjual Dinar Emas atau Dirham Perak bisa klik ini:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/jual-beli-dinar-emas">http://media-islam.or.id/jual-beli-dinar-emas</a></p>
<h2 style="text-align: justify;"></h2>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"><strong> </strong></span></h2>
<h2 style="text-align: justify;"></h2>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"><strong> </strong></span></h2>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"><strong>Referensi:</strong></span></h2>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://wakalanusantara.com/">http://wakalanusantara.com</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://geraidinar.com/">http://geraidinar.com</a></p>
<p style="text-align: justify;">http://abinaraihan.wordpress.com/2010/11/15/bukti-stabilitas-nilai-dinar-dan-dirham/</p>
<p style="text-align: justify;">http://encarta. msn.com/encyclop edia_761556418_ 3/money.html</p>
<p style="text-align: justify;">all IMF members defined the value of their own currencies in terms of the dollar and, second, because the United States agreed to convert all dollars held by foreign governments into gold on demand and at the exchange rate agreed on when the IMF was established. Officially, this meant that the world was on a “gold exchange standard” since governments could change their currencies into gold via the U.S. dollar.</p>
<p style="text-align: justify;">So long as the United States had most of the world’s gold supply, as was true after World War II, this system worked fairly well. When the quantity of dollars held by foreign governments began to exceed U.S. gold holdings by large amounts, however, the system started to falter.</p>
<p style="text-align: justify;">By the early 1970s foreign government holdings of U..S. dollars were over five times greater than the U.S. gold stock. In August 1971 President Richard M. Nixon suspended gold payments of U.S. dollars.</p>
<p style="text-align: justify;">This closing of the “gold window” effectively ended all ties between the U.S. dollar and either gold or silver. Since then the United States has had a fully managed currency system, one with no metallic base whatsoever. United States citizens are free to own, buy, and sell gold, but its price is determined in the same way as any other freely traded commodity—on the basis of supply and demand. Gold no longer serves as a medium of exchange. Federal Reserve notes are overwhelmingly the dominant form of currency in circulation today.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>MBM TEMPO › Print Article</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lagi pula, mulai 1970 subsidi haji diberhentikan. Ini mengakibatkan Ongkos Naik Haji (ONH) tahun 1969/1970 sebesar Rp 182.000, naik dari tahun sebelumnya …</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/cetak/1978/08/26/EB/mbm.19780826.EB72605.id.html">http://majalah.tempointeraktif.com/id/cetak/1978/08/26/EB/mbm.19780826.EB7260</a></p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1970, ketika emas masih dijadikan standar mata uang dunia dalam perjanjian Breton Woods harga emas dunia saat itu berada pada angka US$ 35.94/Oz. Dengan nilai tukar Rupiah Rp 415/US$; maka harga emas saat itu di Indonesia berada di kisaran Rp 480/gram.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini setelah 40 tahun berlalu, harga emas menjadi US$ 1,109/Oz dan dengan nilai tukar Rp 9,175/US$ harga emas dalam Rupiah menjadi di kisaran Rp 327,000/gram. Artinya setelah 40 tahun, nilai US$ terhadap emas tinggal tersisa 3.24% dan nilai Rupiah tinggal 0.15%.<br />
<a href="http://www.emas24.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=127:bagaimana-menduga-daya-beli-uang-kertas-terhadap-emas-berahun-tahun-kedepan&amp;catid=25:the-project&amp;Itemid=44">http://www.emas24.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=127:bagaimana-menduga-daya-beli-uang-kertas-terhadap-emas-berahun-tahun-kedepan&amp;catid=25:the-project&amp;Itemid=44</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.kaskus.us/showpost.php?p=33398771&amp;postcount=5">http://www.kaskus.us/showpost.php?p=33398771&amp;postcount=5</a></p>
<div class="shr-publisher-1893"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F06%2F28%2Fuang-dinar-emas-dan-dirham-perak-%25e2%2580%2593-solusi-islam-mengatasi-riba-dan-inflasikemiskinan%2F' data-shr_title='Uang+Dinar+Emas+dan+Dirham+Perak+%E2%80%93+Solusi+Islam+Mengatasi+Riba+dan+Inflasi%2FKemiskinan'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F06%2F28%2Fuang-dinar-emas-dan-dirham-perak-%25e2%2580%2593-solusi-islam-mengatasi-riba-dan-inflasikemiskinan%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F06%2F28%2Fuang-dinar-emas-dan-dirham-perak-%25e2%2580%2593-solusi-islam-mengatasi-riba-dan-inflasikemiskinan%2F' data-shr_title='Uang+Dinar+Emas+dan+Dirham+Perak+%E2%80%93+Solusi+Islam+Mengatasi+Riba+dan+Inflasi%2FKemiskinan'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F06%2F28%2Fuang-dinar-emas-dan-dirham-perak-%25e2%2580%2593-solusi-islam-mengatasi-riba-dan-inflasikemiskinan%2F' data-shr_title='Uang+Dinar+Emas+dan+Dirham+Perak+%E2%80%93+Solusi+Islam+Mengatasi+Riba+dan+Inflasi%2FKemiskinan'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/06/28/uang-dinar-emas-dan-dirham-perak-%e2%80%93-solusi-islam-mengatasi-riba-dan-inflasikemiskinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Ekonomi Islam yang Pro Rakyat</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2009/03/31/sistem-ekonomi-islam-yang-pro-rakyat/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2009/03/31/sistem-ekonomi-islam-yang-pro-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 09:47:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Ekonomi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Islam, uang negara harus digunakan untuk orang-orang miskin. Bukan untuk kemewahan bagi segelintir elit pejabat. Tak pantas para pejabat bermewah-mewahan sementara banyak orang miskin termasuk Balita sampai mengemis dan mengamen di jalanan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><!--[if gte mso 9]><xml> <o:OfficeDocumentSettings> <o:RelyOnVML /> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; 	mso-para-margin:0mm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <o:OfficeDocumentSettings> <o:RelyOnVML /> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; 	mso-para-margin:0mm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;     &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> <img class="alignnone size-full wp-image-514" title="Gaji Besar Eksekutif AIG" src="http://syiarislam.wordpress.com/files/2009/03/gajiaig.jpg" alt="Gaji Besar Eksekutif AIG" width="470" height="304" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: maroon;">Kemandirian Ekonomi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah:28]</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">“</span></strong><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali<sup><span>]</span></sup> dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” [An Nisaa’:144]</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Ayat Al Qur’an di atas memerintahkan ummat Islam untuk melarang orang-orang Kafir masuk kota Mekkah meski perekonomian waktu itu bergantung pada mereka. Sebagian takut miskin. Tapi Allah mengatakan jangan khawatir jadi miskin karena Allah justru akan menjadikan mereka kaya. Dan buktinya penduduk Mekkah hingga saat ini menjadi kaya, karena mereka menikmati perekonomian mereka. </span><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Tidak didominasi oleh perusahaan asing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-225"></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">90% Migas Indonesia dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing. Akibatnya 6 dari 7 perusahaan Migas Asing yang beroperasi di Indonesia (dan juga negara-negara lain) masuk dalam daftar 10 perusahaan dengan pendapatan terbesar versi majalah Forbes 500 (misalnya pendapatan Exxon tahun 2007 US$ 452 Milyar / Rp 542 Trilyun) sementara mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. </span><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Paling tidak mereka menikmati 40% hasil Migas Indonesia. Ini jika angka produksi yang mereka laporkan benar. Karena menurut Amien Rais, sulit menghitung berapa banyak gas yang dihasilkan dari bumi Indonesia jika langsung dialirkan melalui pipa ke Singapura.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Kemudian untuk Pertambangan Emas, Perak, Tembaga, dsb lebih parah lagi. Perusahaan Asing mendapat bagian terbesar (85%) sementara 240 juta rakyat Indonesia harus puas dengan bagian kecil 15%. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Padahal tambang minyak itu teknologi tua yang ratusan tahun umurnya sementara tambang emas itu ribuan tahun lalu orang sudah biasa melakukannya. </span><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Mayoritas pekerja di perusahaan-perusahaan asing tersebut juga putera Indonesia. Jadi tidak ada alasan bahwa Indonesia tidak bisa mengelola sendiri kekayaan alamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Presiden Venezuela, Hugo Chavez menasionalisasi perusahaan Migas, begitu pula Arab Saudi sudah lebih dulu menasionalisasi perusahaan minyak tahun 1974 akhirnya meningkatkan pendapatan pemerintah secara besar-besaran sehingga bisa mendanai pembangunan ekonomi secara masif (MS Encarta).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">“The latter development, along with <span style="text-transform: uppercase;">Saudi Arabia’s 1974 takeover of controlling interest in the huge oil company Aramco, greatly increased government revenue, thus providing funds</span> for another massive economic development plan.” [Ensiklopedi Microsoft Encarta] </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Agar Indonesia bisa maju, maka para politisi/pemimpin Indonesia apalagi yang Muslim jangan menjadi budak perusahaan asing/kafir. Mereka harusnya punya kesadaran untuk membuat Indonesia jadi bangsa yang mandiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Menurut PENA, dari kekayaan alam Indonesia, setiap tahun perusahaan-perusahaan asing mendapat Rp 2.000 Trilyun/tahun. Bagaimana rakyat Indonesia bisa makmur? Oleh karena itu jika perusahaan-perusahaan asing tersebut memberi Rp 10-20 trilyun kepada para comprador-nya (kaki tangannya) di Indonesia, mereka tetap jauh lebih untung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Meski para kaki tangan tersebut beserta kroninya makmur, tapi mayoritas rakyat Indonesia jadi miskin. Padahal jika mereka berpikir jauh ke depan, mereka bisa membuat rakyat Indonesia makmur bersama mereka seperti Arab Saudi jika mengelola kekayaan alam sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Ketika saya ke Arab Saudi tahun 1983, jarang ada Sepeda Motor. Rata-rata rakyatnya punya mobil. Hebatnya lagi hampir tiap tahun mereka ganti mobil. Listrik dan Rumah Sakit gratis. Sekolah bukan hanya gratis, tapi siswanya diberi uang saku hingga ke Perguruan Tinggi. Itulah hasil yang didapatkan jika kekayaan alam bisa dinikmati 100% oleh bangsa sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Memang Arab Saudi minyaknya banyak. </span><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Tapi Indonesia bukan cuma punya Migas. Indonesia punya emas, tembaga, perak, hutan, kebun, sawah, dan laut yang luas (5 juta km2 atau lebih dari 2 x luas Arab Saudi). Jika kekayaan alam dikelola sendiri, maka Rp 2.000 trilyun/tahun bisa dinikmati Indonesia, sehingga APBN 2009 bisa mencapai 3.000 Trilyun lebih. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Kemandirian Nasional bisa menghemat devisa dan membuka banyak lapangan kerja. Sebagai contoh, di Indonesia pasar kendaraan bermotor terdiri dari 6,2 juta sepeda motor dan 1 juta mobil/tahun dengan nilai sekitar Rp 224 Trilyun/tahun. Indonesia bisa menghemat Rp 224 trilyun/tahun jika presiden Indonesia mendukung PT Inka yang sudah berhasil membuat kancil untuk membuat mobil Gea yang harganya hanya Rp 40 juta dengan konsumsi bensin 1:30.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Pasar Susu ada sekitar Rp 30 trilyun. Namun 80% lebih Indonesia impor.<span> </span>Pasar Kedelai sekitar Rp 12 Trilyun. Namun Indonesia impor 60%. Pemerintah bisa menyediakan modal tanah dan uang kepada para petani agar pasar susu dan kedelai bisa dipenuhi 100% dari dalam negeri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Harusnya dana APBN Rp 1.000 trilyun lebih minimal 10% digunakan untuk hal yang produktif berupa pendanaan atau pembentukan BUMN baru agar kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi sendiri secara mandiri. Untuk setiap sektor, misalnya Migas paling tidak harus dibuat 3 BUMN agar mereka bisa kompetitif dan ada bahan perbandingan bagi pemerintah/wakil rakyat untuk mengevaluasi kinerja BUMN tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: maroon;">Pemerintah Memenuhi Kebutuhan Dasar Rakyatnya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Rasulullah Saw melarang orang menjual air (Mutafaq&#8217;alaih)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Sistem Ekonomi Kapitalis Neoliberalisme memperdagangkan semua barang termasuk air yang merupakan kebutuhan vital manusia dengan harga setinggi-tingginya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Contoh Neoliberalis kuno adalah Orang Yahudi yang menjual air kepada penduduk Madinah. </span><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Kalau tidak punya uang, silahkan mati kehausan. Islam tidak begitu!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Islam melarang jual-beli air. Jika<span> </span>ada yang memprosesnya dari kotor hingga bisa diminum, hanya boleh menjual sekedar mengganti ongkos produksi dan keuntungan ala kadarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Nabi Muhammad untuk hal-hal yang jadi kebutuhan rakyat seperti air, tidak mengikuti pasar. Tapi justru menggratiskannya kepada rakyat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Ketika seorang Yahudi menjual air dengan harga tinggi ke pada rakyat Madinah, Nabi meminta sahabat untuk membeli sumur air milik Yahudi tersebut. Sumur air tersebut dibeli, kemudian airnya dibagikan gratis untuk rakyat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Ini diikuti oleh para Founding Fathers Negara Indonesia:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara UUD 45 Pasal 33 ayat 2</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Dalam Islam, negara memenuhi kebutuhan vital bagi rakyatnya secara gratis. Bukan menjual dengan harga ”Pasar” yang dipermainkan oleh para spekulan!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Oleh karena itu Privatisasi Air yang menjadikan air jadi mahal serta harga BBM yang mengikuti harga Pasar Komoditas NYMEX New York yang dimainkan oleh para Spekulan Pasar bertentangan dengan Sistem Ekonomi Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: maroon;">Modal Produksi Penting Dimiliki Bersama</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Faktor Produksi Penting seperti air, padang rumput, dan api (energi) menurut Islam adalah milik ummat Islam bersama. Bukan justru diserahkan untuk dimonopoli oleh orang-orang kafir harbi atau dimonopoli segelintir pengusaha.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Kaum muslimin berserikat (memiliki bersama) dalam tiga hal, yaitu air, rerumputan (di padang rumput yang tidak bertuan), dan api (migas/energi). (HR. Ahmad dan Abu Daud)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Para pendiri bangsa Indonesia menyadari pentingnya hal itu sehingga merumuskan UUD 45 yang sejalan dengan hadits di atas:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat UUD 45 Pasal 33 ayat 3</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Neoliberalisme memberi MNC Monopoli atas Modal Tanah, Uang, Pertambangan. Rakyat nyaris tidak mendapat apa-apa sehingga tidak bisa berusaha.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">69,4 juta hektar tanah dikuasai oleh 652 pengusaha atau satu pengusaha rata-rata 106 ribu hektar sementara mayoritas petani lahannya menurut Bank Dunia kurang dari 0,4 hektar! Bahkan banyak petani yang tidak punya lahan sehingga hanya jadi buruh tani dengan penghasilan kurang dari Rp 300 ribu/bulan!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Ada ketidak adilan. Segelintir orang dapat lebih dari 100 ribu hektar per orang, sementara banyak buruh tani tidak punya tanah sama sekali. Dalam Islam, lahan tersebut milik bersama. Harus dibagi secara adil. Perlu Reformasi Tanah / Agraria agar semua pihak bisa mendapat tanah negara secara adil sehingga semua bisa berusaha/bekerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Dari</span><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> Said bin Zaid bin Amru bin Nufail ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengambil sejengkal tanah dengan zalim, maka Allah akan mengalungkannya di hari kiamat setebal tujuh lapis bumi. (Shahih Muslim No.3020)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: maroon;">Pendapatan Daerah untuk Pembangunan Daerah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Banyak propinsi/daerah yang kaya Sumber Daya Alam, tapi ternyata kabupaten dengan penduduk termiskin juga ada di propinsi itu. Ini karena sebagian besar pendapatan daerah (berupa migas, emas, perak, dsb) disedot ke Pusat hingga 90% lebih. Akibatnya penduduk daerah tersebut jadi miskin. Contohnya adalah di Aceh, Riau, Papua, dan sebagainya. Tak heran jika akhirnya ada aksi Separatisme karena kekecewaan penduduk daerah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Dalam Islam, pungutan untuk biaya keamanan dan pemerintahan tak lebih dari 20%. Sebagian besar (80%) tetap dimiliki daerah sehingga daerah jadi berkembang. Kenapa wilayah-wilayah jajahan Romawi dan Persia begitu mudah “jatuh” ke tangan Islam? Karena pemimpin dan penduduk wilayah jajahan tersebut lebih senang dengan pemerintah Islam yang mengenakan jizyah (pajak) yang jauh lebih kecil daripada yang dikenakan Kerajaan Romawi/Persia (Ensiklopedi MS Encarta).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Karena 80-90% uang beredar di Jakarta, maka terjadi urbanisasi. Banyak penduduk dari seluruh Indonesia yang pindah ke Jakarta dan sekitarnya untuk mencari makan karena di daerah susah. Penduduk Jabodetabek pun “meledak” hingga 30 juta orang di area hanya 2000 km2. Kemacetan, polusi, dan kriminalitas pun jadi menu sehari-hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: maroon;">Mata Uang Emas yang Stabil</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Krisis Ekonomi di Indonesia sering disebabkan karena melemahnya nilai uang kertas Rupiah. Bahan kertas serta biaya cetak uang kertas rupiah paling hanya Rp 30 per lembar. Nyaris tidak ada harganya. Namun oleh pemerintah kemudian dihargai dengan nilai Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, dan sebagainya tanpa adanya jaminan sama sekali. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Nilai Rupiah, sebagaimana halnya nilai uang kertas lainnya seperti Dollar ditentukan oleh para Pelaku Pasar Uang yang memang memainkan uang sebagai alat spekulasi dengan nilai sekitar Rp 7.000 trilyun/tahun hanya di Indonesia. Tak heran jika pada tahun 1998 nilai Rupiah masih Rp 2.400/1 US$, beberapa bulan setelah Krisis Moneter nilainya hancur jadi Rp 16.700/1 US$. Setelah itu baru naik lagi ke Rp 7.000/1 US$ di zaman Habibie. Kemudian di zaman Mega dan Gus Dur jadi Rp 8.000. Lalu di zaman SBY anjlok jadi Rp 12.000/1 US$.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Jika dirunut lebih jauh, pada tahun 1946, 1 US$ = Rp 1,88. Namun tahun 2009, 1 US$ = Rp 12.000. Nilai Rupiah turun lebih dari 6.000 x terhadap Dollar. Pada tahun 1970 Ongkos Naik Haji (ONH) hanya Rp 182.000. Tahun 2009 jadi US$ 3.400 atau Rp 40,8 juta. Pada tahun 1970 mungkin orang bangga punya gaji Rp 182.000 per bulan karena dia bisa naik haji dan beli rumah tiap tahun. Tapi sekarang, pembantu pun tidak ada yang mau digaji segitu. Itulah nilai mata uang kertas Rupiah yang hancur terus-menerus meski berganti presiden dan menteri keuangan. Rakyat Indonesia akan terus termiskinkan jika upahnya yang memakai rupiah, nilainya terus merosot drastis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Sebaliknya Dinar Emas (4,25 gram emas 22 karat) yang biasa dipakai di zaman Nabi menurut Buku Sahih Bukhari bisa dipakai untuk membeli 1-2 ekor kambing. 1.400 tahun kemudian, ternyata dengan 1 Dinar Emas (sekarang sekitar Rp 1,5 juta) kita juga bisa membeli 1-2 ekor kambing. Tidak ada penurunan nilai Mata Uang Emas terhadap barang lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Begitu pula stablitas nilai uang Dirham Perak digambarkan Allah dalam surat Al Kahfi ayat 19: “..Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu&#8230;” Kejadian pada surat Al Kahfi itu sekitar 3.000 tahun lalu di mana sekitar 5 orang penghuni gua menyuruh temannya membawa beberapa uang perak/Dirham untuk membeli makanan. Ternyata dengan 3 Dirham (Nilainya sekarang sekitar Rp 100 ribu) kita juga bisa membeli makanan untuk 5 orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Islam juga memakai 85 gram emas sebagai nisab wajib zakat sehingga nilainya tetap relevan sepanjang zaman. Bayangkan jika kita pakai rupiah sebagai nisab, misalnya tahun 1970 nisabnya Rp 182 ribu, sekarang orang yang gajinya sebesar itu justru adalah orang yang paling miskin yang harus dizakati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Di Ensiklopedi MS Encarta disebutkan ada 3 jenis uang: Uang Barang (Commodity Money), Uang Kredit (Credit Money), dan Uang Kertas (Fiat Money). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Uang Barang ini adalah uang yang nilai nominalnya sama dengan nilai bahannya. Contohnya Uang emas, perak, tembaga, dan sebagainya. Uang emas, perak, dan tembaga sudah digunakan selama ribuan tahun dari tahun 2.500 sebelum masehi di Mesopotamia. Islam memakai Uang Emas (Dinar), Perak (Dirham), dan Tembaga (Fulus) sebagai mata uang. Dalam mata uang barang ini sulit dimanipulasi karena Uangnya betul-betul memiliki nilai riel. Negara-negara Eropa dan Amerika juga pernah memakai emas dan perak sebagai mata uang hingga tahun 1933. Uang emas dan perak sudah terbukti selama 4.000 tahun sebagai mata uang yang stabil!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Uang Kredit adalah uang kertas yang dijamin dengan logam mulia seperti emas/perak. Contohnya hingga tahun 1971, Uang Dollar AS masih menjadi Uang Kredit karena dijamin dengan emas. </span><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Uang dollar AS bisa ditukar dengan emas dengan berat tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Karena dijamin emas, uang kredit ini lebih stabil. Meski demikian, bisa saja terjadi manipulasi yang akhirnya mengakibatkan krisis keuangan jika uang yang dikeluarkan ternyata tidak sesuai dengan emas yang dijaminkan. Misalnya dikeluarkan US$ 30.000.000 dengan jaminan 1.000 kg emas. Tapi ternyata uang yang dicetak adalah US$ 60.000.000. Sulit bagi kita untuk mengetahui kecurangan seperti itu. Walhasil karena jumlah uang berlebih, akan terjadi kemerosotan nilai uang. Inilah kekurangan Uang Kredit dibanding dengan Uang Komoditas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Karena yang memakai Dollar AS bukan hanya warga AS, tapi seluruh penduduk dunia, akhirnya jumlah Dollar yang dipegang oleh pemerintah non AS justru 5 kali lipat lebih banyak daripada yang dimiliki pemerintah AS. Akhirnya AS tidak punya cukup emas untuk menjaminnya. Presiden AS, Richard Nixon akhirnya menghentikan jaminan emas pada tahun 1971 sehingga Dollar AS berubah jadi Fiat Money/Uang Fiat. Dollar AS tidak dijamin apa-apa. Nilainya ditentukan oleh pelaku Pasar Uang. Agar “stabil”, The Fed akhirnya menerbitkan semacam SBI dan memberi bunga bagi pemegang uang untuk mengontrol nilai Dollar/jumlah uang beredar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Jadi penggunaan Uang Fiat itu hingga tahun 2009 ini baru berusia 38 tahun. Selama 38 tahun itu, uang lebih banyak jadi alat spekulasi ketimbang alat tukar. Karena tidak perlu jaminan apa pun, AS bebas mencetak Dollar sebanyak yang mereka mau. Sebagai contoh, tahun 2009 ini pemerintah AS mencetak US$ 1,25 Trilyun uang baru (Rp 15.000 Trilyun) atau 15 kali APBN Indonesia. Padahal untuk mendapatkan Dollar, negara-negara lain seperti Indonesia harus menjual migas, emas, tembaga, berhutang ke luar negeri, mengundang investor asing, menjual BUMN, dan sebagainya. Sementara pemerintah AS untuk mendapatkan Dollar tinggal memencet tombol printer uang Dollar. Ini adalah satu ketidak-adilan yang harus kita sadari!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Selama 38 tahun pemakaian Uang Fiat paling tidak menurut Stiglitz sudah ada 4 kali Krisis Keuangan yang menyengsarakan penduduk dunia. Di antaranya tahun 1970, 1989-1990, 1998, dan 2008-2009. Rakyat termiskinkan, perusahaan-perusahaan banyak yang tutup, PHK massal, dan sebagainya karena hancurnya nilai mata uang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Oleh karena itu, dalam Sistem Ekonomi Islam, pemerintah harus memakai mata uang yang nilainya stabil (Uang Emas dan Uang Perak) agar pendapatan rakyat tidak digerus inflasi. Ekonomi Indonesia tidak akan jalan jika nilai mata uang Rupiah tidak stabil sehingga akhirnya barang-barang termasuk Ongkos Naik Haji dinilai dengan Dollar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Indonesia bisa mengeluarkan Koin Emas Rupiah di mana 1 Rupiah emas = 1 gram emas 22 karat. Kalau pun uang kertas ada, itu harus dijamin dengan rupiah, misalnya Rp 100.000 = 0,1 Rupiah Emas. Namun pemerintah harus menguasai pertambangan emas, perak, dan tembaga, sebab kalau 85% hasil tambang Indonesia dinikmati asing, Indonesia akan kekurangan emas, perak, dan tembaga untuk mendukung mata uangnya. Sejelek-jeleknya, perusahaan asing tersebut cukup dapat 10%. Toh tanpa emas Indonesia, secanggih apa pun alatnya tetap tidak akan dapat emas dan akan jadi besi tua. Jika tidak setuju, silahkan bawa alatnya keluar dari Indonesia. Indonesia bisa beli alat sendiri yang lebih baru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: maroon;">Pengutamaan Pertanian/Pangan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang menanam suatu pohon atau bertani dengan suatu macam tanaman kemudian dimakan burung, manusia atau ternak melainkan hal itu akan menjadi sedekah baginya. (Shahih Muslim No.2904)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Makanan adalah kebutuhan manusia nomor satu. Tanpa makanan, manusia akan mati kelaparan. Oleh karena itu Islam sangat mengutamakan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Meski krisis, selama makanan cukup insya Allah bangsa Indonesia akan bertahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: maroon;">Pasar Rakyat yang Egaliter</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Menurut Nabi, 7 dari 8 pintu rejeki ada dalam perdagangan. Semua produksi pertanian, peternakan, pabrik, dan sebagainya harus diperdagangkan agar memberikan pemasukan bagi produsennya. Untuk itu pasar yang bisa dinikmati siapa saja termasuk oleh pedagang kecil harus tersedia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Keberadaan Mal-mal yang menjangkau hingga ke daerah-daerah harus diawasi agar jangan sampai memonopoli produk dan mematikan Pasar Tradisional. Bagaimana pun Mal-mal yang ada umumnya harganya cukup tinggi dan seragam baik di kota mau pun di desa. Padahal pendapatan orang kota dengan orang desa berbeda. UMR tahun 2008 saja berbeda dari yang tinggi sekitar Rp 1 juta di Aceh hingga yang hanya Rp 400 ribuan di kota-kota kecil di Jawa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Dalam Islam, orang kota tidak boleh menjual kepada orang desa. Ini untuk melindungi pedagang kecil di desa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Kami dilarang, seorang kota menjual kepada orang desa, meskipun saudaranya atau ayahnya. (Shahih Muslim No.2800)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Boleh dikata Mal-mal yang ada menyulitkan orang kecil untuk berdagang karena harga kiosnya sangat mahal. Sebagai contoh, di Mal di daerah Jakarta selatan, Kios dengan ukuran kurang dari 6 m2 dihargai sampai Rp 700 juta! Paling murah Rp 200 juta di ruang terbuka. Jelas tidak terjangkau oleh pedagang kecil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Padahal Pasar seperti Pasar Tanah Abang sebelum “kebakaran” dan digusur jadi Mal, omsetnya mencapai Rp 15 trilyun/tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Pada Pasar Rakyat, rakyat bisa menjual produknya dengan mudah, pedagang kecil bisa berdagang, dan para pembeli bisa membeli barang dengan harga murah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Di Mal, hanya produk tertentu yang bisa dijual, hanya pedagang kaya yang bisa berdagang, dan harga barangnya cukup mahal sehingga hanya orang menengah ke atas yang bisa belanja di situ.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: maroon;">Harta Harus Beredar di Seluruh Masyarakat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Dalam Islam, harta tidak boleh hanya beredar di antara orang-orang kaya saja. Tapi juga harus mengalir ke fakir miskin dan anak yatim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">“&#8230;Harta jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu..” [Al Hasyr:7]</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Uang juga tidak boleh jadi alat spekulasi di Pasar Saham dan Pasar Uang. Tapi harus mengalir sehingga bisa dipakai untuk usaha dan juga membantu orang miskin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Tahun 2007 di BEI dari Rp 1.982 Trilyun transaksi saham, hanya Rp 18,87 T untuk Modal<span> </span>Emiten Baru dan Rp 25,5 T untuk tambahan modal Emiten lama. Artinya hanya 2,24% uang ke Sektor Riel, sementara 97,76% uang tersedot ke Spekulan Saham di Pasar Sekunder (Jual-Beli Saham antar spekulan). Spekulasi saham ini bisa mematikan sektor riel karena uang untuk modal usaha tidak ada!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Oleh karena itu, untuk pasar Saham primer berupa IPO di mana pengusaha menjual saham untuk modal usaha dibolehkan, sementara untuk Pasar Sekunder di mana saham dijual antar sesama spekulan saham harus dibatasi. Pemerintah bisa mengenakan PPN 10% untuk saham yang dijual.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Dalam Islam, orang berusaha itu berharap mendapat untung dari hasil usahanya (profit/deviden). Bukan dari menjual perusahaannya/saham (Capital Gain).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: maroon;">Barang Harus Beredar Lancar di Masyarakat. Bukan Ditimbun di Pasar Komoditas</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Dari Ma&#8217;mar Ibnu Abdullah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Tidak akan menimbun (barang) kecuali orang yang berdosa.&#8221; Riwayat Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Pada Pasar Tradisional pedagang berusaha menjual barangnya ke pembeli secepat mungkin. Barang mengalir sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Produsen&gt;Distributor&gt;Pengecer&gt;Pembeli (Max waktu: 6 bulan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Pada Pasar Komoditas, barang berupa kontrak pembelian baru bisa dicairkan dalam waktu 72 bulan (6 Tahun). Selama itu jadi spekulasi antar Spekulan Pasar Komoditas. Alirannya sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Produsen&gt;Perantara&gt;Bursa&gt;Spekulan&gt;Spekulan&gt;Spekulan.. &gt;Distributor&gt;Pengecer&gt;Pembeli (Max waktu: 72 bulan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Contoh Pasar Komoditas: NYMEX (New York). Akibat spekulasi ini, harga minyak dunia naik dari US$ 24/barrel pada tahun 2002 menjadi US$ 147/barrel pada tahun 2008.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Pemerintah harus berusaha menguasai barang yang jadi hajat hidup orang banyak di dalam negeri. Untuk barang impor, harus dilakukan kontrak pembelian antar pemerintah (G to G).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: maroon;">Melarang Ekonomi Spekulatif / Judi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Orang menganggap jual-beli saham sebagai “High Risk High Return.” Artinya “Rugi Besar Untung Besar”. Spekulatif/Judi! Demikian pula Pasar Uang dan Pasar Komoditas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Abu Hurairah Ra berkata: Rasulullah SAW melarang jual-beli dengan cara melempar batu dan jual-beli gharar (yang belum jelas harga, barang, waktu dan tempatnya). Riwayat Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Anas berkata: Rasulullah SAW melarang jual-beli dengan cara muhaqalah (menjual biji atau tanaman dengan borongan yang masih samar ukurannya), muhadlarah (menjual buah-buahan yang belum masak yang belum tentu bisa dimakan), mulamasah (menjual sesuatu dengan hanya menyentuh), munabadzah (membeli sesuatu dengan sekedar lemparan), dan muzabanah. Riwayat Bukhari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Ibnu Umar Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Aku pernah membeli minyak di pasar dan ketika minyak itu telah menjadi hak milikku aku bertemu dengan seseorang yang akan membelinya dengan keuntungan yang baik. Ketika aku hendak mengiyakan tawaran orang tersebut, ada seseorang dari belakang yang memegang lenganku. Aku berpaling dan ternyata ia adalah Zaid Ibnu Tsabit. Lalu ia berkata: Jangan menjualnya di tempat engkau membeli, sampai engkau membawanya ke tempatmu, sebab Rasulullah SAW melarang menjual barang di tempat barang itu dibeli sampai para pedagang membawanya ke tempat mereka. Riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan lafadz menurutnya. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Rasulullah Saw melarang penjualan karena terpaksa (dipaksa menjual karena terdesak kebutuhan) dan melarang penjualan dengan penipuan. (HR. Mashabih Assunnah)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Pada tahun 2004 ada 12 perusahaan yang IPO (menerbitkan saham) di BEJ dan 14 perusahaan yang delisting (keluar/bangkrut). Pada tahun 2007 perusahaan yang IPO ada 22 dan yang Delisting 7. Rasio antara perusahaan yang IPO vs Delisting (kemungkinan besar bangkrut) mencapai&gt;32%</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Tahun 2009 Nasabah Sarijaya Sekuritas menderita kerugian 245 milyar karena uangnya digunakan oleh pemilik Sarijaya Sekuritas. Sementara nasabah Madoff rugi US$ 50 Milyar karena transaksi Derivatif Saham.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">ENRON dgn aset Rp 1000 Trilyun hancur karena perkembangan modal melebihi daya serap pasar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Islam melarang spekulasi seperti itu. Dalam Islam transaksi harus jujur dan transparan. </span><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Jika ada cacat, harus diberi tahu kepada calon pembelinya. Bukan disembunyikan atau membuat isyu agar harga barangnya naik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: maroon;">Ekonomi Bebas Riba/ Rente</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Salah satu penyebab Krisis Ekonomi Indonesia adalah hutang dengan riba. Pemerintah dan Swasta berhutang sampai US$ 125 Milyar lebih (Rp 1.500 Trilyun). Cicilan hutang dan bunga sampai Rp 250 Trilyun/tahun sementara APBN 2009 hanya 1.037 Trilyun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Dalam Islam, riba/bunga itu dilarang:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti dari mengambil riba, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu; dan urusannya terserah kepada Allah. Orang yang kembali mengambil riba, maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” [Al Baqarah:275]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Jabir Ra: Rasulullah SAW melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, penulisnya, dan dua orang saksinya. Beliau bersabda: &#8220;Mereka itu sama.&#8221; Riwayat Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: &#8220;(Diperbolehkan menjual) emas dengan emas yang sama timbangannya dan sama sebanding, dan perak dengan perak yang sama timbangannya dan sama sebanding. Barangsiapa menambah atau meminta tambahan maka itu riba.&#8221; Riwayat Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Dalam Islam, pinjaman harus diberi tanpa bunga. Jika tidak, peminjam bisa menginvestasikan uangnya dan mendapat keuntungan bersama (bagi hasil).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: maroon;">Jaminan Sosial Bagi Penduduknya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Di negara-negara Eropa, pajak penghasilan dilakukan secara progresif. Yang miskin tidak kena pajak. Yang menengah kena pajak. Makin kaya seseorang makin besar pula pajaknya hingga 50% lebih. Namun mereka dapat kompensasi. Di Belanda jika seseorang kena PHK, dia dapat santunan 50% dari gaji pokok. Sementara di Denmark, orang-orang tua mendapat apartemen sendiri dan santunan. Setiap 2 minggu petugas sosial datang beres-beres dan berbelanja untuk kebutuhan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Dalam Islam, negara wajib mengatur agar harta dari si kaya bisa mengalir ke orang miskin. Ingat kisah Khalifah Umar yang memanggul sendiri karung makanan kepada warganya yang kelaparan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">“&#8230;Harta jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu..” [Al Hasyr:7]</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">“Pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian” [Adz Dzaariyaat:19]</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Saat ini sekitar separuh penduduk Indonesia hidup dalam kemiskinan. Sementara 11,5 juta orang di Indonesia kelaparan. Pemerintah harus memastikan agar tidak ada orang-orang miskin di Indonesia yang kelaparan sementara segelintir lainnya jadi milyarder dengan harta trilyunan rupiah<strong>. </strong>Baik dengan memberi santunan langsung mau pun memberi modal usaha/pekerjaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: maroon;">Gaji/Fasilitas yang Wajar dan Tidak Berlebihan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Salah satu pemborosan atau penyebab kehancuran ekonomi adalah gaji/fasilitas yang terlalu besar/di luar kewajaran sehingga akhirnya dana yang ada tidak mencukupi untuk kesejahteraan rakyat atau kebutuhan penting lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Sebagai contoh, banyak jenderal kita yang hartanya mencapai puluhan milyar rupiah dan punya banyak mobil mewah seperti Mercy bahkan mobil pengiringnya saja Nissan Terano atau Landcruiser. Namun ternyata Panser Amfibi yang dipakai tentaranya adalah Panser kuno yang berumur 60 tahun sehingga tenggelam sendiri bersama penumpangnya meski tidak ada musuh yang menyerang. Demikian pula dengan pesawat terbang yang umurnya rata-rata di atas 20 tahun sehingga sering jatuh sendiri. Jika perang melawan musuh, tentu akan dapat dikalahkan dengan mudah karena para jenderal lebih memilih Mercy yang nyaman bagi kepentingan pribadinya ketimbang pesawat tempur atau tank yang canggih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Banyak pula para pejabat yang anggaran bajunya saja mencapai milyaran rupiah per tahun sehingga tiap ada acara selalu pakai baju baru sekali pakai. Padahal uang tersebut bisa dipakai untuk mencegah 11,5 juta rakyatnya yang menderita kelaparan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Ada lagi Gubernur BI yang mengusulkan gajinya sampai Rp 300 juta/bulan melebihi gaji presiden yang “hanya” Rp 62 juta/bulan. Alhamdulillah DPR menolak dan hanya menyetujui Rp 163 juta/bulan! Jika eksekutif BI ada 5 orang dan Komisaris (yang gajinya biasanya separuh) ada 5 orang, maka total gaji/tahun hanya untuk 10 orang itu bisa mencapai Rp 29 milyar lebih setiap tahun! Bayangkan jika banyak pejabat di tiap propinsi/instansi ingin mendapat gaji sebesar itu, bisa-bisa uang negara habis hanya untuk gaji pejabatnya. Ternyata gaji raksasa yang hanya menarik orang yang serakah itu tak mampu untuk membuat para Gubernur BI lolos dari masalah hukum. Banyak Gubernur BI yang dipenjara karena masalah uang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Banyak pula para eksekutif/komisaris perusahaan swasta yang mengumpulkan dana masyarakat seperti Bank, Asuransi, Sekuritas yang sebenarnya merampok dana masyarakat lewat gaji/bonus/deviden yang sangat besar. Mereka cukup pintar untuk melakukan “Financial Engineering” (Rekayasa Laporan Keuangan) sehinggga perusahaan seolah-olah untung dan mereka pantas menikmati gaji dan bonus besar. Kenyataannya mereka memakai uang masyarakat yang mereka himpun. Begitu krisis, pemerintah pun harus memakai uang rakyat untuk membantu perusahaan mereka. Sebagai contoh di Indonesia pada Krisis Moneter 1998 pemerintah “menalangi” Rp 600 trilyun lewat KLBI/BLBI. Pemerintah mendapat kurang dari Rp 180 trilyun dari Rp 600 trilyun yang dikeluarkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Di AS juga begitu, seorang pimpinan perusahaan Lehman Brothers yang menghimpun dana masyarakat, Richard Fuld, dari tahun 2000-2008 mendapat gaji dan bonus sampai US$ 484 uta (Rp 5,8 Trilyun). Diperkirakan dengan Direktur dan Komisaris yang harusnya jadi pengawas, mereka semua (sekitar 10 orang) mendapat sekitar Rp 29 trilyun sementara aset perusahaan yang tersisa hanya US$ 350 juta dan harus dilikuidasi karena bangkrut dengan hutang yang amat banyak (<a href="http://abcnews.go.com/Blotter/story?id=5965360&amp;page=1">http://abcnews.go.com/Blotter/story?id=5965360&amp;page=1</a>). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <o:OfficeDocumentSettings> <o:RelyOnVML /> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; 	mso-para-margin:0mm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;     &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> <img class="alignnone size-full wp-image-514" title="Gaji Besar Eksekutif AIG" src="http://syiarislam.wordpress.com/files/2009/03/gajiaig.jpg" alt="Gaji Besar Eksekutif AIG" width="470" height="304" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Rakyat AS marah besar ketika perusahaan AIG (American International Group) yang rugi dan diberi dana oleh pemerintah AS sebesar US$ 170 Milyar (Rp 2.040 Trilyun), namun ternyata justru membagi-bagi bonus bagi eksekutifnya senilai US$ 165 juta (Rp 1,98 Trilyun)!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Banyak perusahaan di AS yang merugi karena gaji besar yang di luar kewajaran sehingga pemerintah AS menggunakan US$ 800 milyar (Rp 9.600 Trilyun) uang pembayar pajak untuk membantu perusahaan-perusahaan yang dibuat rugi/bangkrut oleh para eksekutif perusahaan yang hidup mewah tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Gaji besar yang di luar kewajaran sehingga bisa membangkrutkan perusahaan/memiskinkan rakyat itu tak lebih dari korupsi yang dilegalkan. Mereka memakan uang rakyat dengan gaji yang di luar kewajaran. Tidak pantas rakyatnya miskin dan kelaparan sementara para pejabat justru hidup mewah dengan gaji dan bonus yang sangat besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Nabi Muhammad meski punya rumah dan kendaraan (onta) namun hidup sederhana. Sahabat beliau, Umar ra sempat terharu menyaksikan Nabi yang tidur di atas pelepah kurma sementara perabotan rumah nyaris tidak ada. Menurut istri Nabi, Siti ‘Aisyah, tidak pernah keluarga Nabi makan kenyang 3 hari berturut-turut. Bahkan sahabat Nabi pernah mendapati Nabi mengganjal perutnya dengan batu karena lapar. Dalam satu kisah juga disebut bahwa Khalifah Umar ra sampai mengenakan baju lusuh yang ditambal karena menolak gaji yang besar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Nabi dan Umar memilih menggunakan uang negara yang ada di Baitul Maal untuk mensejahterakan rakyat. Bukan untuk bermewah-mewahan demi kepentingan pribadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">“</span></strong><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu&#8217;allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana</span></strong><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">” [At Taubah:60]</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;">Dalam Islam, uang negara harus digunakan untuk orang-orang miskin. Bukan untuk kemewahan bagi segelintir elit pejabat. Tak pantas para pejabat bermewah-mewahan sementara banyak orang miskin termasuk Balita sampai mengemis dan mengamen di jalanan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: maroon;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: maroon;">Media Islam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"><a href="http://www.media-islam.or.id/"><span lang="ES">www.media-islam.or.id</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"> </span></p>
<div class="shr-publisher-225"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F03%2F31%2Fsistem-ekonomi-islam-yang-pro-rakyat%2F' data-shr_title='Sistem+Ekonomi+Islam+yang+Pro+Rakyat'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F03%2F31%2Fsistem-ekonomi-islam-yang-pro-rakyat%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F03%2F31%2Fsistem-ekonomi-islam-yang-pro-rakyat%2F' data-shr_title='Sistem+Ekonomi+Islam+yang+Pro+Rakyat'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F03%2F31%2Fsistem-ekonomi-islam-yang-pro-rakyat%2F' data-shr_title='Sistem+Ekonomi+Islam+yang+Pro+Rakyat'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2009/03/31/sistem-ekonomi-islam-yang-pro-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daftar Produk AS yang Diboikot Para Ulama dan Kekuatan Ekonomi Yahudi AS</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2009/01/19/daftar-produk-as-yang-diboikot-para-ulama-dan-kekuatan-ekonomi-yahudi-as/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2009/01/19/daftar-produk-as-yang-diboikot-para-ulama-dan-kekuatan-ekonomi-yahudi-as/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 09:45:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Media Islam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Boikot Produk AS]]></category>
		<category><![CDATA[Boikot Produk Israel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Di sini ditulis berbagai produk yang mendukung agresi militer AS dan Israel untuk membantai ummat Islam. Di sini juga ada produk alternatif yang bisa anda gunakan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Ada 1,2 milyar ummat Islam. Jika tiap orang berbelanja Rp 10 juta/tahun, maka ada Rp 12.000 trilyun/tahun. Jangan biarkan uang itu lari ke AS dan Israel karena uang anda akan dibelikan pesawat, tank, peluru untuk membantai ummat Islam di Afghanistan, Iraq, Palestina, dan sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Buat perusahaan-perusahaan AS dan pendukung Israel bangkrut karena produknya tidak laku dijual.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Di sini ditulis berbagai produk yang mendukung agresi militer AS dan Israel untuk membantai ummat Islam. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Di sini juga ada produk alternatif yang bisa anda gunakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-141"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Jika anda makan bersama keluarga anda di restoran AS seperti McDonalds, KFC, Pizza Hut, dsb, ingatlah bahwa uang anda akan dipakai untuk senjata guna membantai keluarga Muslim di Palestina.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Jika anda belum sadar kebiadaban Israel/AS silahkan lihat video dan  foto2nya di sini:<br />
<a rel="nofollow" href="../category/israel">http://media-islam.or.id/category/israel</a></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><img class="alignnone size-full wp-image-412" title="Daftar Produk AS dan Israel yang Harus Diboikot" src="http://syiarislam.wordpress.com/files/2009/01/boykotisrael.jpg" alt="Daftar Produk AS dan Israel yang Harus Diboikot" width="470" height="695" /> </span></p>
<p><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; color: maroon;">Restoran:</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><br />
Arbys, Baskin Robbins, Chilies, Dominos Pizza, Hardees, Jack in the Box, Kantez, KFC, McBurger, McDonalds, Paridies, Pizza Hut, Pizza Little Sitzer, Slizer, Texas, Wimpy </span></p>
<p><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Alternatif: Sederhana, Simpang, Abuba, Mbok Berek, Suharti, Wong Solo, Sabana Fried Chicken<br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; color: maroon;">Produsen Makanan &amp; Minuman AS:<br />
</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; color: maroon;"><br />
<strong>Minuman:</strong> </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">- Pepsi dan anak perusahaannya: Mirinda dan 7up<br />
- Coca-Cola dan anak perusahannya Sprite dan Fanta </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Produk Alternatif: Mecca Cola, Teh Botol </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><br />
Produk Hanes and Crystal: Mayonnaise, Kecap<br />
California Garden and Warner &amp; Lambert<br />
T-Shirt, Sepatu: Semua baju dan sepatu merk Nike, Adidas, Kate dan Calvin Klein<br />
Alternatif: Sepatu Bata dan Baju buatan dalam negeri</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><br />
Peralatan Listrik : Power, Union Air, Clifinitour , Admiral, Harmony, Alaska, Duncan, Motorola, Alcatel.<br />
Alternatif: Broco</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><br />
Baterei: Everydy, Energizer dan Doorsill. Alternatif: ABC</span></p>
<p>Mobil: Ford, Chrysler, Hammer, Chevrolet, Puck. Alternatif: Toyota, Honda, Suzuki</p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Media TV: CNN, Fox. Alternatif: Aljazeera</span></p>
<p>Dan Semua produk General Electric</p>
<p><strong><span style="color: maroon;">Perusahaan-Perusahaan AS yang mendanai Zionisme Internasional:</span></strong></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><br />
</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">A &amp; M FOODS<br />
A &amp; W BRANDS<br />
A. CAMACHO, INC .<br />
A. ZEREGA&#8217;S SONS<br />
A. PANZA &amp; SONS<br />
A.E. STALEY MANUFACTURING COMPANY<br />
A.J. ALTMAN<br />
A.L. BAZZINI CO<br />
A ARHUS, INC<br />
ABBA AB BEIJER COMPANY<br />
ABCO LABORATORIES<br />
ABEL &amp; SCHAFER<br />
ABELES &amp; HEYMANN<br />
ABRAHAM&#8217;S NATURAL FOOD<br />
ACCRU PAC GROUP<br />
ACE BAKING CO .<br />
ACIME SMOKED FISH CORP<br />
ADAMS VEG. OILS<br />
ADAM MILLING<br />
ADRIENNE&#8217;S GOURMET FOODS<br />
ADVANCED SPICE &amp; TRADING<br />
AG PROCESSING<br />
AGRO FOODS<br />
AIR PRODUCTS &amp; CHEMICALS,INC<br />
AJINOMOTO, U.S.A<br />
AK PHARMA, INC<br />
AKZO &amp; PACIFIC OLEOCHEMICALS<br />
ALBERTO-CULVER COMPANY<br />
ALBRIGHT &amp; WILSON CO .<br />
ALCAN FOIL PRODUCTS<br />
ALEX FRIES &amp; BROS .<br />
ALGOOD FOOD COMPANY<br />
ALL STAR FOODS<br />
ALLE PROCESSING<br />
LLEN FOOD PRODUCTS<br />
ALLFRESH FOOD PRODUCTS<br />
ALLIED CUSTOM GYPSUM COMPANY<br />
ALLIED FOOD DISTRIBUTORS<br />
ALLTECH<br />
ALEO FARMS<br />
ALTA DENA<br />
</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">ALUMAX FOILS</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; color: maroon;">Bahan-bahan Kimia dan pembersih:</span></strong><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><br />
</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><br />
1. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">PT. Procter and Gamble (memproduksi: Oloiez, Pampers, Ferry, Downy, Ariel, Tide, Head and Shoulder, Pantene, Camay, Zeset, Mack Factor, Carmen)</span></p>
<p>2. PT. Johnson &amp; Johnson (memproduksi: Shower to Shower, Cream Johnson<span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">)</span></p>
<p>3. Nectar</p>
<p>4. Avon</p>
<p>5. Revlon</p>
<p>6. Gardena</p>
<p>7. Pasta gigi Corset</p>
<p>Alat Tulis: Bulpen merk Shiver, Parker dan Hear</p>
<p>Bank Amerika: Bank America International, American Express, Bank of America, Bank of New York<br />
Lain-lain: Rokok AS seperti: Marlboro, Kant, Janstown, Lark, Merit, Gold Cost, Carlton, LM, More.</p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Oli: Top 1. Alternatif: Fastron</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Komputer: IBM, Mac, SUN, Intel. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Alternatif: AMD, Toshiba, Sony</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Software: Microsoft. Alternatif: Linux, Open Office, dan produk Open Source<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Media Massa: CNN, Fox, VOA. Alternatif: Aljazeera, Hamas TV, MQTV</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Perusahaan</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> AS yang menguras kekayaan negara Islam seperti Indonesia sebesar Rp 2.000 trilyun/tahun (PENA)</span></p>
<p><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; color: maroon;">Minyak dan Gas: Chevron, Exxon-Mobil, Standard Oil, Halliburton</span></strong></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Tembaga dan Emas: Freeport</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Alternatif: Nasionalisasi perusahaan tersebut jadi BUMN </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Ummat Islam juga harus mewaspadai Pasar Modal yang dijadikan alat oleh kapitalis Yahudi untuk mengambil-alih perusahaan-perusahaan dan BUMN-BUMN di negara-negara Islam ke tangan mereka. Spekulan kelas kakap seperti George Soros dengan Quantum Fund-nya siap mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut lewat Pasar Modal. Alternatif: waspadai privatisasi BUMN, sebaliknya Nasionalisasi perusahaan-perusahaan yang vital bagi negara.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Pasar Valas juga jadi satu pintu bagi spekulan Yahudi untuk menghancurkan mata uang kertas negara-negara di dunia. Alternatif: gunakan / patok dengan uang Dinar Emas dan Dirham Perak.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Pasar Komoditas alat bagi kapitalis Yahudi untuk menguasai produk-produk penting dunia seperti minyak yang mereka naikkan harganya dari US$ 24/barrel pada tahun 2002 menjadi US$ 147/barrel pada tahun 2008.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Ummat Islam harus mewaspadai: Pasar Modal, Pasar Valas, dan Pasar Komoditas sebagai pintu masuk bagi kapitalis Yahudi AS.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><br />
<strong>Para ulama pendukung boikot produk AS dan Israel adalah:<br />
</strong><br />
1. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Prof. DR. Yusuf Qardhawi, Ulama dan Cendekiawan Muslim kondang di seluruh dunia. Kini tinggal di Doha, Qatar.</span></p>
<p>2. Syeikh Salman bin Fahd Al Audah, ulama&#8217; kharismatik dari Arab Saudi</p>
<p>3. Syeikh Muhammad Saed Ramadhan al Buthi, ulama&#8217; kharismatik tinggal di Suriah</p>
<p>4. Syeikh Abdullah al Jibrin, ulama&#8217; Arab Saudi dan anggota Persatuan Ulama Besar Arab Saudi</p>
<p>5. DR. Hammam Saed dan DR. Muhammad Abu Faris, Intelektual Muslim tinggal Amman, Yordania.</p>
<p>6. DR. Naser Farid Wasil, Mufti Mesir</p>
<p>7. Fatwa Majelis Ulama Sudan</p>
<p>8. <span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Fatwa Majelis Ulama Palestina</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Tulisan ini telah dimodifikasi dan ditambah dengan produk tambahan serta alternatifnya dan juga kekuatan ekonomi Yahudi AS. Silahkan sebar ke teman-teman dan keluarga anda.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Sumber Asli<em>: al Markaz al Filistini lil I&#8217;lam (PIC) (abu ais) </em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">dari </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><a href="http://fe.elcom.umy.ac.id/user/view.php?id=2145&amp;course=1"><span lang="FI">Ricci Arisandi</span></a></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> &#8211; Kamis, 30 Agustus 2007, 06:01</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><a href="http://fe.elcom.umy.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=946"><span lang="FI">http://fe.elcom.umy.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=946</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Referensi lain:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><a href="http://www.inminds.com/">www.inminds.com</a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<div class="shr-publisher-141"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F01%2F19%2Fdaftar-produk-as-yang-diboikot-para-ulama-dan-kekuatan-ekonomi-yahudi-as%2F' data-shr_title='Daftar+Produk+AS+yang+Diboikot+Para+Ulama+dan+Kekuatan+Ekonomi+Yahudi+AS'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F01%2F19%2Fdaftar-produk-as-yang-diboikot-para-ulama-dan-kekuatan-ekonomi-yahudi-as%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F01%2F19%2Fdaftar-produk-as-yang-diboikot-para-ulama-dan-kekuatan-ekonomi-yahudi-as%2F' data-shr_title='Daftar+Produk+AS+yang+Diboikot+Para+Ulama+dan+Kekuatan+Ekonomi+Yahudi+AS'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F01%2F19%2Fdaftar-produk-as-yang-diboikot-para-ulama-dan-kekuatan-ekonomi-yahudi-as%2F' data-shr_title='Daftar+Produk+AS+yang+Diboikot+Para+Ulama+dan+Kekuatan+Ekonomi+Yahudi+AS'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2009/01/19/daftar-produk-as-yang-diboikot-para-ulama-dan-kekuatan-ekonomi-yahudi-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paham Ekonomi Neoliberalisme Bertentangan dengan Islam</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2008/09/16/paham-ekonomi-neoliberalisme-bertentangan-dengan-islam/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2008/09/16/paham-ekonomi-neoliberalisme-bertentangan-dengan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 02:43:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.media-islam.or.id/2008/09/16/paham-ekonomi-neoliberalisme-bertentangan-dengan-islam/</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal, tapi dengan wabah kelaparan</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">11,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">FAO, MS Encarta 2006</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: maroon;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2008/09/industrikeuangan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1923" title="industrikeuangan" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2008/09/industrikeuangan.jpg" alt=""  /></a>IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal, tapi dengan wabah kelaparan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #333399;">Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: maroon;">11,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #333399;">FAO, MS Encarta 2006</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-114"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">“Pasar Modal” (Pasar Uang, Pasar Saham, dan Pasar Komoditas) adalah prioritas utama. Neoliberalisme lebih mengutamakan sektor keuangan (Makro) daripada sektor riel. Di Indonesia sekitar Rp 60 Trilyun/tahun untuk pemilik SBI/SUN.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Memberikan “kebijakan” pinjaman hutang dengan syarat agenda Neoliberalisme bagi dunia. Penghargaan diberikan bagi negara yang taat dan hukuman bagi yang membangkang. Afghanistan, Iraq, Korea Utara, dan Iran adalah contoh utama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Sistem Neoliberalisme melarang campur tangan negara terhadap pengusaha/spekulan. Contohnya negara-negara di seluruh dunia tidak berkuasa menghentikan spekulasi minyak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Harga Minyak Terus Meroket</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2008/07/oilprice3.jpg"><img class="size-full wp-image-178" src="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2008/07/oilprice3.jpg? alt="Harga Minyak Terus Meroket" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Harga minyak dari US$ 20/brl (2002) jadi US$ 147/brl (2008). Naik 7x lipat dalam 6 tahun!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Sebaliknya saat para kapitalis mengalami kesulitan, dengan berkolaborasi dengan anggota DPR dan Presiden, dikucurkanlah subsidi ribuan trilyun rupiah untuk mereka dari uang pajak rakyat.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2008/09/bankirbandit.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1942" title="bankirbandit" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2008/09/bankirbandit.jpg" alt="" /></a>Sebagai contoh, tahun 2008-9 U.S. Treasury dan the Federal Reserve System menalangi (bailed out) banyak Bank dan Asuransi Besar termasuk General Motors dan Chrysler. Congress (DPR) atas permintaan President George W. Bush mensahkan Program Subsidi (the Troubled Asset Relief Program or &#8220;TARP&#8221;) sebesar $700 billion (Rp 6.300 Trilyun)!.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bailout">http://en.wikipedia.org/wiki/Bailout</a></p>
<p style="text-align: justify;">Di Indonesia, saat Krisis Moneter 1998 pemerintah menalangi Perbankan sekitar Rp 640 trilyun melalui KLBI dan BLBI. Ini sangat besar mengingat APBN saat itu cuma sekitar Rp 133 trilyun.  Kurang dari 1/3 dari uang rakyat yang kembali!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1998/01/18/0017.html">http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1998/01/18/0017.html</a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Hasil pelaksanaan Neoliberalisme di Indonesia</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Pematokan Kurs (Pegged Rate) uang dihapus diganti dengan ”Kurs Mengambang” (Floating Rate). Agar nilai uang stabil pemerintah membayar sekitar Rp 60 Trilyun setiap tahun ke pemegang SBI dan ORI. Hancurnya Rupiah tahun 1998 dari Rp 2.200/1 USD hingga Rp 11.670/1 USD akibat ”Kurs Mengambang” dari Neoliberalisme.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Penghapusan ”Subsidi” BBM dan Listrik yang menaikan harga. Bensin tahun 1998 sekitar Rp 700/liter jadi Rp 6.000 di 2008 (Naik 76%/tahun).</span></p>
<table style="height: 100px;" dir="ltr" width="499" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" bgcolor="#99ccff" width="156" height="17">
<div><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"><strong>Barang</strong></span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" bgcolor="#99ccff" width="119" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"><strong>Harga 2005</strong></span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" bgcolor="#99ccff" width="119" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"><strong>Harga 2008</strong></span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" bgcolor="#99ccff" width="107" height="17">
<div><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"><strong>Kenaikan</strong></span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="156" height="17">
<div><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">Premium</span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="119" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">1.810</span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="119" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">6.000</span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="107" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">231%</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="156" height="17">
<div><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">Beras</span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="119" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt;" lang="EN-GB">3.000 </span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="119" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt;" lang="EN-GB">5.500 </span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="107" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt;" lang="EN-GB">83%</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="156" height="17">
<div><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">Angkutan Umum</span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="119" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">1.000</span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="119" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">2.500</span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="107" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">150%</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="156" height="17">
<div><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">Minyak Goreng</span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="119" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt;" lang="EN-GB">4.500 </span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="119" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt;" lang="EN-GB">11.000 </span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="107" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt;" lang="EN-GB">144%</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="156" height="17">
<div><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">UMR</span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="119" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">635.000</span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="119" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">972.000</span></div>
</td>
<td style="border: 1px solid black; vertical-align: bottom;" width="107" height="17">
<div style="text-align: right;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">53%</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Harga barang meroket melebihi kenaikan penghasilan rakyat = Pemiskinan Massal. Rata2 kenaikan harga barang 168% &gt; kenaikan UMR 53%.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Kenaikan BBM 30% -&gt; Pengangguran naik 16,92%</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">http://www.ppk.lipi.go.id/informasi/berita/berita_detil.asp?Vnomer=986</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Peneliti LIPI, Dr Wijaya Adi, tingkat kejahatan naik 16% (jadi 256.431 kasus) setelah kenaikan harga BBM tahun 2005 (Kompas, 28-5-2008 ).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/28/14074576/lipi.kenaikan.bbm.picu.kriminalitas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Penjualan BUMN/BUMD ke Swasta/MNC. PAM, Indosat, Telkom, Krakatau Steel dijual ke Swasta/Asing. RS Pemerintah ke Swasta. Privatisasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jadi BHMN. Uang masuk/kuliah di UI Rp 200 ribu pada tahun 1998 jadi Rp 25 juta dan Rp 7,5 juta per semester tahun 2008 (Naik 365%/tahun). Neoliberalisme menjual produk kepada orang yang mampu membeli. Bukan yang membutuhkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2008/09/wallstreet.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1944" title="wallstreet" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2008/09/wallstreet.jpg" alt="" /></a>Neoliberalisme memberi MNC Monopoli atas Modal tanah, uang, Sumber Daya Alam, dan sebagainya. Rakyat nyaris tidak dibagi. 69,4 juta hektar tanah dikuasai oleh 652 pengusaha/BUMN. Sementara mayoritas petani lahannya &lt; 0,4 hektar (Bank Dunia). 90% Migas Indonesia dikuasai Perusahaan Asing. Tambang Emas dan Tembaga Papua dikuasai Freeport. Sumber daya alam dikuasai dan dinikmati MNC. Bukan oleh rakyat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">UKM hanya dapat pinjaman &lt; Rp 7 trilyun/tahun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Dari Rp 1.982 Trilyun perdagangan saham di BEI -&gt; Rp hanya Rp 44,37 T ke Sektor Riel (2,24%). 97% lebih tersedot untuk Spekulasi Saham. Untuk mendapat US$ Negara Berkembang harus usaha seperti menjual hasil tambang atau memproduksi barang. Sementara AS tinggal “Print” atau mencetak uang!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Penghasilan 1,3 Milyar penduduk (1/6) &lt; US$ 1/hari. Lebih dari 80 negara tahun 1999 income per capitanya &lt; daripada tahun 1989.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Tahun 1980: Pendapatan 20% teratas = 45 x 20% Terbawah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Tahun 2000: Pendapatan 20% teratas = 75 x 20% Terbawah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">(Tabb, William K. “Globalization.” Microsoft® Encarta® 2006)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Sejak 1994-1998, nilai kekayaan 200 orang terkaya di dunia bertambah dari US$ 40 Milyar jadi &gt; US$ 1 Trilyun. Aset 3 orang terkaya di dunia &gt; dari GNP 48 negara terbelakang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">(The United Nations Human Development Report, 1999)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Ada alternatif ekonomi yang lebih baik untuk rakyat ketimbang sistem Neoliberalisme. Sistem Ekonomi Alternatif ini memberikan keadilan dalam pembagian modal dan sumber daya alam serta harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau bagi rakyat. Sistem Ekonomi Islam, Sosialis, atau Pancasila memberi negara wewenang untuk mendistribusikan modal dan SDA. Sistem ini juga memberi negara hak untuk menguasai dan mengelola faktor produksi penting dan menguasai hajat hidup orang banyak. Sementara pada sistem Neoliberal, itu dikuasai oleh MNC yang hanya memikirkan untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya dan merampas modal dan SDA dari rakyat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Anda bisa mendownload file Presentasi NeoLiberalisme Bertentangan dengan Islam di:</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><a href="http://www.mediafire.com/download.php?kjcueftslwy">http://www.mediafire.com/download.php?kjcueftslwy</a></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Anda bisa memperbaiki dan mempresentasikannya untuk memberikan pencerahan kepada rakyat bagaimana berbahayanya Sistem Ekonomi Neoliberalisme dan sebenarnya ada banyak Alternatif untuk menggantikannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Tentu presentasi ini ada kekurangannya. Anda bisa mengirimkan masukan/koreksi ke agusnizami@yahoo.com.sg. Insya Allah Perbaikan dan koreksi akan diupload di:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">http://infoindonesia.wordpress.com</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Referensi:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">* ”Ekonomi Islam Vs Ekonomi Neo-Liberal”, M. Arif Adiningrat dan Farid Wadjdi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">* LIPI</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">* Kompas</span></p>
<div class="shr-publisher-114"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F09%2F16%2Fpaham-ekonomi-neoliberalisme-bertentangan-dengan-islam%2F' data-shr_title='Paham+Ekonomi+Neoliberalisme+Bertentangan+dengan+Islam'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F09%2F16%2Fpaham-ekonomi-neoliberalisme-bertentangan-dengan-islam%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F09%2F16%2Fpaham-ekonomi-neoliberalisme-bertentangan-dengan-islam%2F' data-shr_title='Paham+Ekonomi+Neoliberalisme+Bertentangan+dengan+Islam'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F09%2F16%2Fpaham-ekonomi-neoliberalisme-bertentangan-dengan-islam%2F' data-shr_title='Paham+Ekonomi+Neoliberalisme+Bertentangan+dengan+Islam'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2008/09/16/paham-ekonomi-neoliberalisme-bertentangan-dengan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Petisi Hentikan Kenaikan Harga Minyak dan Penjajahan AS di Iraq dan Afghanistan</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2008/04/04/petisi-hentikan-kenaikan-harga-minyak-dan-penjajahan-as-di-iraq-dan-afghanistan/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2008/04/04/petisi-hentikan-kenaikan-harga-minyak-dan-penjajahan-as-di-iraq-dan-afghanistan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 01:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.media-islam.or.id/2008/04/04/petisi-hentikan-kenaikan-harga-minyak-dan-penjajahan-as-di-iraq-dan-afghanistan/</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Bagi yang ingin agar meroketnya harga minyak dan penjajahan AS di Iraq dan Afghanistan dihentikan, mohon sebarkan tulisan ini:</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify">To read and sign the petition, click:</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify"> </p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify">http://www.petitiononline.com/OilPrice/petition.html</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify"> </p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Petition Stop the Rocketing Oil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Bagi yang ingin agar meroketnya harga minyak dan penjajahan AS di Iraq dan Afghanistan dihentikan, mohon sebarkan tulisan ini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">To read and sign the petition, click:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><a href="http://www.petitiononline.com/OilPrice/petition.html">http://www.petitiononline.com/OilPrice/petition.html</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-family: Arial; color: red">Petition Stop the Rocketing Oil Price And US Occupation in Iraq and Afghanistan!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">To:<span>  </span>US Congress and US Government</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">VOA news said that US Congress call 5 biggest oil companies due to the rocketing oil price while the oil companies’ profit reach US$ 123 billions.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span><span id="more-93"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Exxon Mobil profit is US$ 40 billion/year while its investment cost only US$ 100 millions. The profit is 40,000%!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">The Oil Companies argue that the rocketing price caused by the high of International Oil Price that reach more than US$ 100/barrel. On the other hand, Oil Companies such as Exxon Mobil, Chevron, Unocal, etc are the Cartel who controlled all oil from its sources all over the world including Arab and Indonesia (except Iran). That is why the rocketing “International Oil Price” is caused by the Cartel: The US Oil Companies which operate all over the world.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">The US Oil Companies’ Monopoly increased after 2 biggest oil exporter countries: Iraq and Afghanistan fall into US occupation. These 2 countries’ oil is monopolized by the US Oil Companies.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">President George W Bush and Vice President Dick Chenney are working in oil field. That is why the US Oil Companies get a strong support from the US Government.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">To stop the rocketing oil price, the monopoly of US Oil Companies’ Cartel should be stopped. Stop US occupation in Iraq and Afghanistan so the oil monopoly by the US Oil Companies that make the rocketing oil price end here.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Stop the US Occupation in Iraq and Afghanistan now!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Sincerely,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">The Undersigned</span></p>
<div class="shr-publisher-93"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F04%2F04%2Fpetisi-hentikan-kenaikan-harga-minyak-dan-penjajahan-as-di-iraq-dan-afghanistan%2F' data-shr_title='Petisi+Hentikan+Kenaikan+Harga+Minyak+dan+Penjajahan+AS+di+Iraq+dan+Afghanistan'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F04%2F04%2Fpetisi-hentikan-kenaikan-harga-minyak-dan-penjajahan-as-di-iraq-dan-afghanistan%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F04%2F04%2Fpetisi-hentikan-kenaikan-harga-minyak-dan-penjajahan-as-di-iraq-dan-afghanistan%2F' data-shr_title='Petisi+Hentikan+Kenaikan+Harga+Minyak+dan+Penjajahan+AS+di+Iraq+dan+Afghanistan'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F04%2F04%2Fpetisi-hentikan-kenaikan-harga-minyak-dan-penjajahan-as-di-iraq-dan-afghanistan%2F' data-shr_title='Petisi+Hentikan+Kenaikan+Harga+Minyak+dan+Penjajahan+AS+di+Iraq+dan+Afghanistan'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2008/04/04/petisi-hentikan-kenaikan-harga-minyak-dan-penjajahan-as-di-iraq-dan-afghanistan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konferensi Haji untuk Meningkatkan Kerjasama Muslim Dunia</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2008/03/31/konferensi-haji-untuk-meningkatkan-kerjasama-muslim-dunia/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2008/03/31/konferensi-haji-untuk-meningkatkan-kerjasama-muslim-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 02:36:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.media-islam.or.id/2008/03/31/konferensi-haji-untuk-meningkatkan-kerjasama-muslim-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Setiap tahun antara tanggal 8-12 Dzulhijjah sekitar 3 juta jemaah haji dari berbagai dunia menunaikan ibadah haji. Meski ibadah haji dapat diselesaikan dalam waktu 5 hari, namun umumnya jemaah haji tinggal di Arab Saudi (kota Jeddah, Mekkah, dan Madinah) dalam waktu antara 14 hari (ONH Plus) hingga 40 hari menunggu antrian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Setiap tahun antara tanggal 8-12 Dzulhijjah sekitar 3 juta jemaah haji dari berbagai dunia menunaikan ibadah haji. Meski ibadah haji dapat diselesaikan dalam waktu 5 hari, namun umumnya jemaah haji tinggal di Arab Saudi (kota Jeddah, Mekkah, dan Madinah) dalam waktu antara 14 hari (ONH Plus) hingga 40 hari menunggu antrian keberangkatan dan kepulangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Setelah tanggal 13 Dzulhijjah umumnya para jemaah haji tinggal di Madinah untuk menunaikan sholat arba’in (40 waktu) selama 8 hari. Jadi antara tanggal 14-22 Dzulhijjah mereka tinggal di Madinah. Setiap masuk waktu sholat, mereka sholat berjama’ah di masjid Nabawi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Sesungguhnya dalam ibadah haji itu tentu ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Allah mempersatukan jutaan ummat Islam di satu tempat pada waktu yang sama tentu bukan hanya untuk bertemu, tapi juga bersilaturrahim. Membentuk ukhuwah Islamiyah. Persaudaraan Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span><span id="more-91"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Ini tentu bukan sekedar saudara saja, tapi juga saling bekerjasama demi kejayaan Islam dengan mengutamakan akhlak yang Islami seperti Jujur, Amanah, Benar, dan Cerdas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Sebaiknya pada Musim Haji tanggal 14-16 Dzulhijjah ketika jemaah haji mengerjakan sholat arba’in di masjid Nabawi mereka bisa mengadakan pertemuan/konferensi. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Para pejabat negara Muslim bisa saling bertemu membahas perkembangan politik dunia. Para jurnalis Muslim bertemu untuk saling berbagi berita. Para pengusaha Muslim bisa bertemu untuk bekerjasama di bidang bisnis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Toh tidak ada dosa bagi kita untuk berbisnis pada musim haji:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu” [Al Baqarah:198]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Bagaimana cara agar ummat Islam bisa mengadakan konferensi haji?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Paling tidak di visa Haji/Paspor haji bisa ditulis waktu dan tempat konferensi haji. Seandainya dari 50 negara ada 2-5 peserta dari tiap negara untuk setiap bidang (pejabat, jurnalis, pengusaha, dsb) maka paling tidak ada 100-250 peserta untuk tiap kategori.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Tempat yang praktis di masjid Nabawi sambil menunggu waktu sholat berikutnya. Namun kemungkinan sulit mendapat izin dari pemerintah Arab Saudi. Bisa juga disewa aula hotel atau tempat pertemuan di sekitar masjid Nabawi. Tapi ini butuh biaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Siapa yang bisa menyelenggarakan Konferensi Haji (Hajj Conference)? Idealnya pemerintah Arab Saudi. Jika tidak bisa, ormas Islam seperti Rabithah Alam Islami. Ada pun di negara Indonesia bisa Depag atau MUI.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Apa keuntungan dari Konferensi Haji ini? Banyak. Sebagai contoh, jika para pengusaha bisa bertemu dan menjalin hubungan bisnis sehingga terjadi perdagangan antar negara-negara Islam, ini nilainya bisa ratusan trilyun rupiah lebih setiap tahun dan bisa membuat makmur ummat Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Kira-kira bisa tidak kita menyelenggarakan Konferensi Haji? Sebab bagaimana pun itu merupakan momen untuk menyatukan ummat Islam, melakukan kordinasi, dan kerjasama antar ummat Islam di berbagai bidang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Itulah sekedar usulan saya. Jika berminat, jangan ragu untuk terus menghubungi saya minimal kita bisa bertukar pikiran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Allah telah menjadikan Ka&#8217;bah, ruma</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">h suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia” [Al Maa’idah:97]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span></p>
<div class="shr-publisher-91"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F03%2F31%2Fkonferensi-haji-untuk-meningkatkan-kerjasama-muslim-dunia%2F' data-shr_title='Konferensi+Haji+untuk+Meningkatkan+Kerjasama+Muslim+Dunia'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F03%2F31%2Fkonferensi-haji-untuk-meningkatkan-kerjasama-muslim-dunia%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F03%2F31%2Fkonferensi-haji-untuk-meningkatkan-kerjasama-muslim-dunia%2F' data-shr_title='Konferensi+Haji+untuk+Meningkatkan+Kerjasama+Muslim+Dunia'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F03%2F31%2Fkonferensi-haji-untuk-meningkatkan-kerjasama-muslim-dunia%2F' data-shr_title='Konferensi+Haji+untuk+Meningkatkan+Kerjasama+Muslim+Dunia'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2008/03/31/konferensi-haji-untuk-meningkatkan-kerjasama-muslim-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

