<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Islam &#187; Ihsan</title>
	<atom:link href="http://media-islam.or.id/category/ihsan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-islam.or.id</link>
	<description>Belajar Islam sesuai Al Qur&#039;an dan Hadits</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 02:56:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>3 Amal yang Pahalanya Tidak Terputus</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2012/01/25/3-amal-yang-pahalanya-tidak-terputus/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2012/01/25/3-amal-yang-pahalanya-tidak-terputus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 02:10:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ihsan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2544</guid>
		<description><![CDATA[إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ <p style="text-align: justify;">“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)</p> <p style="text-align: justify;">Allah memberi ganjaran sekecil apa pun amal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><h1 align="center">إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2012/01/anakyatim.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2070" title="anakyatim" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2012/01/anakyatim.jpg" alt="" width="270" height="181" /></a>“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah memberi ganjaran sekecil apa pun amal yang kita perbuat. Meski hanya sebesar dzarrah atau debu:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar&#8221; [An Nisaa' 40]</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2544"></span>Setiap kebaikan yang kita lakukan mulai dari kewajiban seperti sholat, puasa, zakat hingga amal yang sunnah insya Allah akan dibalas Allah pahala yang berlipat ganda.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan ada orang yang karena mampu setiap tahun pergi berhaji atau umrah dengan berharap mendapat pahala yang besar. Sesungguhnya itu baik. Namun sayangnya saat kita meninggal, kita tidak akan mendapat pahala itu lagi. Saat kita mati, terputus amal kita selain 3 amal yang di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu agar pahala kita terus mengalir meski kita telah tiada, hendaknya kita berusaha mengerjakan 3 amal yang di atas. Bagaimana pun kita tidak tahu berapa banyak dosa atau maksiyat yang telah kita perbuat. Berapa banyak orang yang kita sakiti. Jadi kalau pahalanya pas-pasan, bisa jadi akhirnya kita terjerembab ke neraka jahannam.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Sedekah Jariyah</h2>
<p style="text-align: justify;">Menurut Imam al-Suyuti (911 H) ada 10 amal yang pahalanya terus menerus mengalir, yaitu: 1) ilmu yang bermanfaat, 2) doa anak sholeh, 3) sedekah jariyah (wakaf), 4) menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan, 5) mewakafkan buku, kitab atau Al Qur’an, 6) berjuang dan membela tanah air, 7) membuat sumur, <img src='http://media-islam.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> membuat irigasi, 9) membangun tempat penginapan bagi para musafir, 10) membangun tempat ibadah dan belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu hanya contoh kecil saja. Tentu saja sedekah jariyah tidak terbatas pada hal yang di atas. Segala hal yang bermanfaat yang bisa dinikmati masyarakat umum seperti membangun jalan, jembatan, website atau TV yang bermanfaat insya Allah pahalanya akan terus mengalir kepada kita selama yang kita bangun itu masih memberikan manfaat.</p>
<p style="text-align: justify;">Menanam pohon mangga atau pohon kurma sehingga buahnya bisa dinikmati atau pun pohon yang rindang seperti pohon Beringin sehingga orang bisa berteduh pun bisa mendapatkan pahala.</p>
<p style="text-align: justify;">Membangun masjid pun pahalanya amat besar dan tetap akan mengalir selama masih ada orang yang memakainya untuk beribadah:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hadits riwayat Usman bin Affan ra: ”Barang siapa yang membangun sebuah masjid karena mengharapkan keridhaan Allah SWT, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (H.R Bukhari dan Muslim)</strong></p>
<h2 style="text-align: justify;">Ilmu yang Bermanfaat</h2>
<p style="text-align: justify;">Ilmu akan bermanfaat jika kita sendiri terlebih dahulu mengamalkannya. Kemudian kita ajarkan ke orang lain. Jika orang yang kita ajarkan itu juga mengamalkan ilmunya, insya Allah kita akan mendapat pahala meski kita telah tiada.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita bisa menjadi guru, dosen, atau mendirikan sekolah/pesantren sehingga ilmu yang bermanfaat bisa diajarkan ke orang banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Di zaman sekarang ini kita bisa mengajarkan ilmu ke banyak orang sekaligus. Dengan membuat buku yang bermanfaat, kita dapat membayangkan bagaimana kalau ada 1 juta orang yang membaca buku tersebut dan mengamalkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan membuat website yang berisi ilmu yang bermanfaat misalnya website Islam sehingga puluhan ribu orang bisa membaca dan mengamalkan ilmunya, insya Allah juga akan mendapat pahala. Jika ada orang yang meng-copy-paste tulisan anda, jangan sedih. Justru mereka membantu menyebarkan ilmu anda sehingga jika website anda tutup karena anda tidak membayar sewa domain atau hosting, ilmu anda tetap tersebar dan dinikmati orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendirikan TV Islam atau TV Komunitas yang bisa memberikan ilmu yang bermanfaat pun insya Allah akan mendapat pahala.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana jika kita bukan orang yang pintar atau ilmu kita cetek? Jangan sedih. Dengan membantu ulama sehingga ilmunya tersebar, membantu penerbitan buku yang bermanfaat, membantu pembuatan dan pemeliharaan website atau TV Islam juga bisa membuat anda ikut mendapat pahala. Karena Allah menghitung setiap amal yang kita lakukan sekecil apa pun amal itu!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]</strong></p>
<p>Rasulullah saw. bersabda:</p>
<h1>عن أبي موسى الأشعري ـ رضي الله عنه ـ عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ قال : ” المؤمن للمؤمن كالبنيان ، يشد بعضه بعضاً ، ثم شبك بين أصابعه ، وكان النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ جالساً ، إذ جاء رجل يسأل ، أو طالب حاجة أقبل علينا بوجهه ، فقال : اشفعوا تؤجروا ، ويقضي الله على لسان نبيه ما شاء ” . رواه البخاري ، ومسلم ، والنسائي</h1>
<p><strong>Dari Abu Musa Al Asy’ari ra. dari Nabi Muhammad saw bersabda:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Orang mukmin itu bagi mukmin lainnya seperti bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Kemudian Nabi Muhammad menggabungkan jari-jari tangannya. Ketika itu Nabi Muhammad duduk, tiba-tiba datang seorang lelaki meminta bantuan. Nabi hadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda: Tolonglah dia, maka kamu akan mendapatkan pahala. Dan Allah menetapkan lewat lisan Nabi-Nya apa yang dikehendaki.” Imam Bukhari, Muslim, dan An Nasa’i.</strong></p>
<h1 style="text-align: justify;">مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509]. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi jika kita turut andil dalam menyebarkan ilmu yang bermanfaat, insya Allah, Allah akan melihatnya.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Anak Soleh yang Mendoakannya</h2>
<p style="text-align: justify;">Jika kita punya anak soleh yang mendoakan kita, insya Allah kita akan mendapat pahala juga karena kita telah berjasa mendidik mereka sehingga jadi anak yang saleh.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu jika kita diamanahi anak oleh Allah, hendaknya kita didik mereka sebaik mungkin hingga jadi anak yang saleh. Seorang ibu jangan ragu untuk meninggalkan pekerjaannya di kantor agar bisa fokus mendidik anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana jika kita tidak punya anak kandung?</p>
<p style="text-align: justify;">Di situ tidak dijelaskan apakah anak saleh itu anak kandung atau bukan. Jadi jika kita memelihara anak yatim pun kita tetap akan dapat pahala jika mereka jadi anak yang saleh dan mendoakan kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dari Abu Ummah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang membelai kepala anak yatim karena Allah SWT, maka baginya kebaikan yang banyak daripada setiap rambut yang diusap. Dan barang siapa yang berbuat baik kepada anak yatim perempuan dan lelaki, maka aku dan dia akan berada di syurga seperti ini, Rasulullah SAW mengisyaratkan merenggangkan antara jari telunjuk dan jari tengahnya.” (Hadis riwayat Ahmad)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari situ jelas bahwa orang yang memelihara anak yatim dengan penuh kasih sayang insya Allah akan masuk surga. Surganya pun bukan surga tingkat rendah. Tapi surga tingkat tinggi karena berada di dekat Nabi Muhammad SAW laksana jari telunjuk dengan jari tengah.</p>
<p style="text-align: justify;">Paling tidak jika ada anak dari saudara kita atau sepupu kita, santuni mereka. Bantu mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Menyumbang ke keluarga miskin yang ada anaknya pun atau panti asuhan insya Allah bisa mendapatkan pahala.</p>
<p style="text-align: justify;">Referensi:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3393-terputusnya-amalan-kecuali-tiga-perkara.html">http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3393-terputusnya-amalan-kecuali-tiga-perkara.html</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://uripsantoso.wordpress.com/2009/08/07/tiga-amalan-yang-tak-lekang/">http://uripsantoso.wordpress.com/2009/08/07/tiga-amalan-yang-tak-lekang/</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://alhikmah.ac.id/2011/kuatkan-kerjasama-laksana-satu-bangunan/">http://alhikmah.ac.id/2011/kuatkan-kerjasama-laksana-satu-bangunan/</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://almanhaj.or.id/content/3035/slash/0">http://almanhaj.or.id/content/3035/slash/0</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://penilaipbb.blogspot.com/2011/10/anak-yatim.html">http://penilaipbb.blogspot.com/2011/10/anak-yatim.html</a></p>
<div class="shr-publisher-2544"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2012%2F01%2F25%2F3-amal-yang-pahalanya-tidak-terputus%2F' data-shr_title='3+Amal+yang+Pahalanya+Tidak+Terputus'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2012%2F01%2F25%2F3-amal-yang-pahalanya-tidak-terputus%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2012%2F01%2F25%2F3-amal-yang-pahalanya-tidak-terputus%2F' data-shr_title='3+Amal+yang+Pahalanya+Tidak+Terputus'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2012%2F01%2F25%2F3-amal-yang-pahalanya-tidak-terputus%2F' data-shr_title='3+Amal+yang+Pahalanya+Tidak+Terputus'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2012/01/25/3-amal-yang-pahalanya-tidak-terputus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejukkan Bumi dengan Pohon-pohon yang Rindang</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/12/12/sejukkan-bumi-dengan-pohon-pohon-yang-rindang/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/12/12/sejukkan-bumi-dengan-pohon-pohon-yang-rindang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 04:22:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2472</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,  pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” [Ibrahim 24-25]</p> <p style="text-align: justify;">Saat ini banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/img_0099.jpg"><img title="IMG_0099" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/img_0099.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, </strong><br />
<strong>pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” [Ibrahim 24-25]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini banyak orang mengeluh akan Pemanasan Global (Global Warming). Suhu bumi meningkat. Sehingga di Puncak yang seharusnya dingin pun seperti di Taman Bunga Nusantara jadi terasa panas.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2472"></span>Padahal solusinya mudah. Tanamlah pohon yang rindang di sepanjang jalan dan di depan rumah serta kantor anda. Naungan pepohonan yang rindang bisa menurunkan suhu hingga 20 derajad celsius (dari 50 derajad jadi 30 derajad celsius). Ini karena teriknya sinar matahari bisa ditahan oleh daun-daun pohon yang tidak menghantarkan panas. Suhu kota Mekkah dan Madinah bisa mencapai 52 derajad celsius sementara tempat lain yang lokasi geografis dan ketinggiannya sama hanya 30 derajad celsius menunjukkan bahwa keberadaan pohon bisa mengubah temperatur suhu.<br />
<a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/img_0101.jpg"><img title="IMG_0101" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/img_0101.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><br />
Jika tidak ada pohon yang rindang, niscaya meski di pegunungan pun akan terasa panas karena tubuh kita terkena sinar matahari secara langsung. Bunga-bunga atau pepohonan yang rendah (lebih rendah dari tinggi manusia) tidak akan memberi naungan yang sejuk bagi kita. Tak heran jika di Taman Bunga Nusantara, kita tetap merasa kepanasan di siang hari jika terkena sinar matahari yang panas.<br />
Lihat bagaimana teduhnya bumi dengan naungan pepohonan yang rindang:<br />
<a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/img_0102.jpg"><img title="IMG_0102" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/img_0102.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam memilih pohon yang rindang juga harus hati-hati. Tidak boleh sembarang pilih agar tidak berbahaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, pohon Angsana meski besar dan rindang, namun batangnya rapuh dan kropos. Sehingga berbahaya bagi pengguna jalan atau pun penghuni rumah karena mudah patah dan roboh/tumbang. Pohon Angsana yang rimbun yang daunnya digemari binatang ternak seperti kambing hanya cocok di daerah perkebunan yang jauh dari jalan atau perumahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah Penjajah Belanda sangat cerdas dalam memilih pohon yang tepat di pinggir jalan. Selain besar dan rimbun, pohon yang mereka pilih sangat kuat sehingga tidak mudah patah atau tumbang. Contohnya pohon Mahoni mereka tanam di kiri-kanan Jalan Raya Bogor dari Jakarta menuju Bogor sehingga jalanan jadi rimbun dan sejuk. Pohon-pohon lain yang biasa mereka tanam adalah pohon Asem dan juga pohon Pete.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari segi kerimbunannya, mungkin pohon Beringin sangat nyaman untuk berteduh. Namun karena amat besar, cocoknya ditanam di tengah-tengah Taman yang lapang. Bukan di pinggir jalan karena pohon beringin memiliki akar-akar gantung yang menjulur ke bawah.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/pohonberingin.jpg"><img title="pohonberingin" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/pohonberingin.jpg" alt="" width="640" height="778" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Allah menggambarkan suasana teduhnya naungan di bawah pohon sehingga tidak kena sinar matahari yang panas sebagai suasana surga. Jika kita bisa merasakan itu di dunia, maka kita sudah merasakan “Surga Dunia”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. </strong><br />
<strong>Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.” [Al Insaan 13-14]</strong></p>
<div class="shr-publisher-2472"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F12%2Fsejukkan-bumi-dengan-pohon-pohon-yang-rindang%2F' data-shr_title='Sejukkan+Bumi+dengan+Pohon-pohon+yang+Rindang'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F12%2Fsejukkan-bumi-dengan-pohon-pohon-yang-rindang%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F12%2Fsejukkan-bumi-dengan-pohon-pohon-yang-rindang%2F' data-shr_title='Sejukkan+Bumi+dengan+Pohon-pohon+yang+Rindang'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F12%2Fsejukkan-bumi-dengan-pohon-pohon-yang-rindang%2F' data-shr_title='Sejukkan+Bumi+dengan+Pohon-pohon+yang+Rindang'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/12/12/sejukkan-bumi-dengan-pohon-pohon-yang-rindang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghormati Jenazah Orang Mati</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/10/27/menghormati-jenazah-orang-mati/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/10/27/menghormati-jenazah-orang-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 01:59:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2384</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saat Qaddafi meninggal, jasadnya seperti dipermalukan oleh para pemberontak NTC. Dengan tubuh nyaris telanjang, mayat Qaddafi ditaruh di lemari pendingin dan dipertontonkan di pasar selama 5 hari hingga membusuk. Orang-orang termasuk anak-anak kecil antri untuk melihat mayatnya dengan memakai masker agar tak mencium bau busuk. Hingga Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/10/nontonmayat.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2344" title="nontonmayat" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/10/nontonmayat.jpg" alt="" /></a>Saat Qaddafi meninggal, jasadnya seperti dipermalukan oleh para pemberontak NTC. Dengan tubuh nyaris telanjang, mayat Qaddafi ditaruh di lemari pendingin dan dipertontonkan di pasar selama 5 hari hingga membusuk. Orang-orang termasuk anak-anak kecil antri untuk melihat mayatnya dengan memakai masker agar tak mencium bau busuk. Hingga Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin pun muak menyaksikan kelakuan yang biadab seperti itu. Adakah ajaran Islam seperti itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Anehnya beberapa aktivis Islam tidak mengecam hal yang tidak sesuai ajaran Islam tersebut. Bahkan menjustifikasinya seolah-olah itu adalah hinaan Allah untuk Qaddafi. Sikap seperti ini mencoreng nama Islam. Orang-orang kafir jadi enggan masuk Islam karena mengira Islam adalah ajaran yang biadab seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2384"></span>Di sini saya coba muat ajaran Islam tentang bagaimana Islam memuliakan mayat manusia terlepas orang itu baik atau jahat, Muslim atau kafir. Ini karena Manusia adalah makhluk Allah yang mulia.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak pantas jasad manusia dipermain-mainkan misalnya jadi bahan tontonan atau dijadikan makanan burung hanya karena yang meninggal itu orang jahat atau kafir. Ini karena manusia adalah makhluk yang mulia.</p>
<p style="text-align: justify;">Lihat bagaimana saat ada jenazah lewat, Nabi segera berdiri untuk menghormatinya. Saat ada sahabat yang bilang itu orang Yahudi atau orang kafir, Nabi menjawab: &#8220;Bukankah dia manusia?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jabir bin Abdullah r.a. berkata, &#8220;Suatu jenazah melewati kami, lalu Nabi berdiri karenanya, dan kami pun berdiri. Kami bertanya, &#8216;Wahai Rasulullah, jenazah itu adalah jenazah orang Yahudi.&#8217; Beliau bersabda, &#8216;Jika kamu melihat jenazah, maka berdirilah!&#8217; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Abdur Rahman bin Abu Laila berkata, &#8220;Ketika Sahal bin Hunaif dan Qais bin Sa&#8217;ad sedang duduk-duduk di Qadisiyah, tiba-tiba lewat di hadapan mereka suatu jenazah. Lalu keduanya berdiri. Setelah itu dikatakan orang kepada mereka bahwa jenazah itu adalah jenazah dzimmi (bukan orang Islam). Mereka menjawab, &#8216;Sesungguhnya (dalam satu riwayat: Abdur Rahman berkata, &#8216;Aku bersama Qais dan Sahl r.a., lalu keduanya berkata, &#8216;Kami bersama Nabi) pernah pula lewat sebuah jenazah di hadapan Nabi, lantas beliau berdiri. Sesudah itu di katakan orang kepada beliau bahwa jenazah itu adalah orang Yahudi. Maka, beliau bersabda, &#8216;Bukankah ia manusia juga?&#8217;&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ibnu Abi Laila berkata, &#8220;Abu Mas&#8217;ud dan Qais berdiri untuk menghormati jenazah.&#8221;<strong>[HR Bukhari]</strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hadis riwayat Amir bin Rabiah ra., ia berkata:<br />
Rasulullah saw. bersabda: Apabila kalian melihat iringan jenazah, maka berdirilah menghormatinya sampai iringan jenazah itu lewat meninggalkan kalian atau sampai diletakkan dalam kubur. (Shahih Muslim No.1590)</p>
<p style="text-align: justify;">Hadis riwayat Abu Said ra., ia berkata:<br />
Rasulullah saw. bersabda: Apabila kalian mengiringi jenazah, maka janganlah kalian duduk sebelum jenazah itu diletakkan. (Shahih Muslim No.1591)</p>
<p style="text-align: justify;">Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:<br />
Ada iringan jenazah lewat, lalu Rasulullah saw. berdiri menghormatinya dan kami ikut berdiri bersama beliau. Kemudian kami berkata: Wahai Rasulullah, jenazah itu adalah jenazah Yahudi. Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya kematian itu menggetarkan, maka jika kalian melihat iringan jenazah, maka berdirilah. (Shahih Muslim No.1593)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hadis riwayat Qais bin Saad ra. dan Sahal bin Hunaif ra.:</strong><br />
<strong> Dari Ibnu Abu Laila bahwa ketika Qais bin Saad ra. dan Sahal bin Hunaif ra. sedang berada di Qadisiyah, tiba-tiba ada iringan jenazah melewati mereka, maka keduanya berdiri. Lalu dikatakan kepada keduanya: Jenazah itu adalah termasuk penduduk setempat (yakni orang kafir). Mereka berdua berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah dilewati iringan jenazah, lalu beliau berdiri. Ketika dikatakan: Jenazah itu Yahudi, Rasulullah saw. bersabda: Bukankah ia juga manusia?. (Shahih Muslim No.1596)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saat seseorang itu meninggal, entah itu orang baik atau jahat, harus segera dikuburkan. Jika dia meninggal di pagi hari, hendaknya sore hari sudah dikuburkan. Paling lambat besok pagi:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Percepatlah menghantar jenazah ke kuburnya. Bila dia seorang yang shaleh maka kebaikanlah yang kamu hantarkan kepadanya dan bila kebalikannya, maka sesuatu keburukan yang kamu tanggalkan dari beban lehermu. (HR. Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dari Nabi saw., beliau bersabda: Percepatlah pengurusan jenazah! Karena, jika jenazah itu baik, maka sudah sepantasnya kalian mempercepatnya menuju kebaikan. Dan kalau tidak demikian (tidak baik), maka adalah keburukan yang kalian letakkan dari leher-leher kalian (melepaskan dari tanggungan kalian). (Shahih Muslim No.1568)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong></strong>Saat seseorang meninggal, apalagi jika dia mengaku Muslim, hendaknya yang diingat dan disebut-sebut adalah kebaikannya:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Janganlah mengingat-ingat orang-orangmu yang telah wafat, kecuali dengan menyebut-nyebut kebaikan mereka. (An-Nasaa&#8217;i)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan suka mencaci-maki orang yang sudah meninggal karena itu menunjukkan buruknya akhlak:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aisyah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, &#8220;Janganlah kamu mencaci maki orang-orang yang telah meninggal dunia. Karena, sesungguhnya mereka telah sampai pada apa yang mereka dahulukan (amalkan, baik atau buruk).&#8221; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dari &#8216;Aisyah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Janganlah mencaci maki orang-orang yang telah mati, karena mereka telah sampai pada balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.&#8221; Riwayat Bukhari.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hadits ke-66<br />
Tirmidzi juga meriwayatkan hadits serupa dari al-Mughirah Radliyallaahu &#8216;anhu dengan tambahan: &#8220;Karena dengan begitu kamu menyakiti orang-orang yang masih hidup.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sebetulnya ajaran Islam itu mulia. Mengajarkan pengikutnya untuk berakhlak mulia. Sayang jarang ada yang mengamalkannya sehingga ada yang senang mengumpat, tajassus/mencari2 aib orang, ghibah, dan sebagainya:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat 11]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat 12]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk. (HR. Bukhari dan Al Hakim)</p>
<p style="text-align: justify;">Putin Kecam Tayangan Jelang Kematian Qaddafi</p>
<p style="text-align: justify;">Kamis, 27 Oktober 2011 09:57 WIB</p>
<p style="text-align: justify;">REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW&#8211; Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Rabu, mengecam cara media dunia meliput kematian pemimpin Libya yang digulingkan Muammar Qaddafi. &#8220;Hampir seluruh keluarga Qaddafi dibunuh. Mayatnya ditunjukkan pada semua saluran TV dunia. Itu tak mungkin untuk melihatnya tanpa muak,&#8221; kata Putin pada pertemuan dewan koordinasi Front Seluruh Masyarakat Rusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Qaddafi, yang memerintah Libya selama 42 tahun, meninggal tak lama setelah ditangkap hidup-hidup oleh para pejuang Dewan Transisi Nasional (NTC) di dekat kota asalnya, Sirte, pada pekan lalu. Putin mengatakan kepada wartawan seharusnya mereka menyadari apa yang telah lakukan ketika mereka menunjukkan rekaman-rekaman tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu salah seorang pejabat NTC mengatakan, Muamar Qaddafi dan anaknya Mu&#8217;tassim dikubur pada Selasa di suatu lokasi tersembunyi di gurun. Bersama sekutu Barat yang gelisah bahwa Qaddafi disiksa dan ditembak setelah berhasil ditangkap pada Kamis, pasukan NTC kemudian menaruh tubuhnya di dalam lemari pendingin dan memamerkannya sambil mempertimbangkan tindakan selanjutnya, hingga tubuhnya membusuk dan memaksa mereka menutup pintu pendingin tersebut pada Senin.</p>
<p style="text-align: justify;">http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/10/27/ltpevi-putin-kecam-tayangan-jelang-kematian-qaddafi</p>
<div class="shr-publisher-2384"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F27%2Fmenghormati-jenazah-orang-mati%2F' data-shr_title='Menghormati+Jenazah+Orang+Mati'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F27%2Fmenghormati-jenazah-orang-mati%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F27%2Fmenghormati-jenazah-orang-mati%2F' data-shr_title='Menghormati+Jenazah+Orang+Mati'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F27%2Fmenghormati-jenazah-orang-mati%2F' data-shr_title='Menghormati+Jenazah+Orang+Mati'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/10/27/menghormati-jenazah-orang-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemuliaan Qana&#8217;ah (Merasa Cukup Atas Apa yang Ada)</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/09/14/kemuliaan-qanaah-merasa-cukup-atas-apa-yang-ada/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/09/14/kemuliaan-qanaah-merasa-cukup-atas-apa-yang-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 08:33:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2249</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Qana&#8217;ah artinya merasa cukup atas apa yang ada. Orang yang qana&#8217;ah selalu gembira dan mensyukuri segala yang diberikan Allah kepadanya meski orang kebanyakan mungkin menganggapnya kecil sekali.</p> <p style="text-align: justify;">Firman-Nya, &#8220;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.&#8221; (Q.S. Ibrahim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/09/kuburan.jpg"><img class="size-full wp-image-2000 alignleft" title="kuburan" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/09/kuburan.jpg" alt="" width="255" height="188" /></a>Qana&#8217;ah artinya merasa cukup atas apa yang ada. Orang yang qana&#8217;ah selalu gembira dan mensyukuri segala yang diberikan Allah kepadanya meski orang kebanyakan mungkin menganggapnya kecil sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Firman-Nya, &#8220;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.&#8221; (Q.S. Ibrahim [14] : 7).</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Qanaah itu adalah harta yang tak akan hilang dan simpanan yang tidak akan lenyap&#8221;. (HR. Thabarani dari Jabir).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2249"></span>Agar bisa qana&#8217;ah, hendaknya kita tidak menganggap harta-benda dan segala yang ada di dunia ini sebagai segalanya.</p>
<h2 style="text-align: justify;">مَا الدُّنْيَا فِيْ اْلاَخِرَةِ إلاَّ كَمِثْْلِ مَا يَجْعَلُ أحَدُكُمْ إصْبَعَهُ فِيْ الْيَمِّ، فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِعُ</h2>
<p style="text-align: justify;">“Dunia ini dibanding akhirat tiada lain hanyalah seperti jika seseorang diantara kalian mencelupkan jarinya ke lautan, maka hendaklah dia melihat air yang menempel di jarinya setelah dia menariknya kembali.” (Diriwayatkan Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah)</p>
<p style="text-align: justify;">Kita harus yakin bahwa dunia itu fana. Paling kita hidup hanya sekitar 60-70 tahun saja. Jika pun lebih, dijamin kita sudah tidak bisa menikmatinya lagi. Mata mungkin sudah lamur. Pendengaran sudah berkurang. Bisa jadi untuk berjalan pun sulit.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada pun <a href="http://media-islam.or.id/2007/09/14/jangan-tertipu-kehidupan-dunia-dan-melupakan-akhirat/">akhirat itu lebih kekal dan lebih baik</a>. Akhirat itulah yang jadi tujuan kita sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">”Sungguh hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada dunia” [Adh Dhuhaa:4]</p>
<p style="text-align: justify;">”Akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” [Al A’laa:17]</p>
<p style="text-align: justify;">Agar tidak tamak/serakah dan bisa qana&#8217;ah, hendaknya jadikan <a href="http://media-islam.or.id/2008/01/15/maut-atau-kematian/">kematian/maut</a> sebagai penasehat kita:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Cukuplah kematian itu sebagai penasihat.”</em> (Hadits Thabrani dan Baihaqi)</p>
<p style="text-align: justify;">Agar bisa qana&#8217;ah, kita juga harus hidup sederhana. Jangan boros dan bermewah-mewahan. Kalau boros dan mewah, uang sebanyak apa pun tidak akan cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita harus yakin orang yang boros itu saudaranya setan dan dibenci oleh Allah SWT:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros (Mubadzir). Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’17:26-27)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<h2 style="text-align: justify;">قَدْ أفْلَحَ مَنْ أسْلَمَ وَرُزِقُ كَفَا فًا، وَ قَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ</h2>
<p style="text-align: justify;">“Beruntunglah orang yang memasrahkan diri, dilimpahi rizki yang sekedar mencukupi dan diberi kepuasan oleh Allah terhadap apa yang diberikan kepadanya.” (Diriwayatkan Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad dan Al-Baghawy)</p>
<p style="text-align: justify;">Agar kita bisa qana'ah dan tidak tamak terhadap dunia, hendaknya kita melihat apa yang ada di bawah kita. Orang-orang yang lebih miskin daripada kita. Bukan orang-orang yang lebih kaya daripada kita. Apalagi para milyarder.</p>
<p style="text-align: justify;">Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:</p>
<p style="text-align: justify;">“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Yang demikian lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR.al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">Namun dengan sikap qana'ah atau merasa cukup, bukan berarti kita bermalas-malasan melupakan dunia. Karena Islam mengajarkan kita agar hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Tetap berusaha mencari apa yang telah dianugerahkan kepada kita. Dan hasilnya selain untuk menafkahi keluarga kita juga dipakai untuk infak di jalan Allah dengan bersedekah dan membayar zakat:</p>
<p style="text-align: justify;">“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Q.S. Al Qhashas [27] : 77)</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan sifat Qana&#8217;ah, saat kehilangan harta kita tidak bersedih. Sebaliknya jika kelebihan harta, kita tidak berfoya-foya. Tapi bersedekah dan membayar zakat. Kita gunakan harta kita untuk dakwah dan jihad demi menegakkan Islam.</p>
<h2 style="text-align: justify;">اَللَّهُمَّ إنِّي أعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَ الْحَزَنِ،وَ الْعَجْزِ وَ الْكَسَلِ،وَالْبُخْلِ وَ الْجُبْنِ،وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَ غَلبَةِالرِّجَالِ</h2>
<p style="text-align: justify;">“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari (bahaya) rasa gundah gulana dan kesedihan, (rasa) lemah dan malas, (rasa) bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penguasaan orang lain.”</p>
<h2 style="text-align: justify;">اللّهمّ قنّعني بما رزقتني و با رك لي فيه ، و ا خلف على كلّ غا ئبة لي بخير</h2>
<p style="text-align: justify;">“Ya Allah, jadikanlah aku merasa qona’ah (merasa cukup, puas, rela) terhadap apa yang telah engkau rizkikan kepadaku, dan berikanlah berkah kepadaku di dalamnya, dan jadikanlah bagiku semua yang hilang dariku dengan lebih baik.” [HR Al Hakim]</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan baca juga tulisan-tulisan Islam lainnya di:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/category/ihsan/">http://media-islam.or.id/category/ihsan</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hisnul Muslim min Udzkuril Kitaabi wa Sunnati oleh Sa’id Bin Wahf Al-Qahthani<br />
Terjemah Minhajul Qashidin; “Jalan Orang-Orang yang Mendapat Petunjuk”<br />
Terjemah Tafsir Ibnu Katsier terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi’i<br />
Do’a &amp; Wirid Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah- Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawwas</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/kemuliaan-qanaah.html">http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/kemuliaan-qanaah.html</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kotasantri.multiply.com/journal/item/112">http://kotasantri.multiply.com/journal/item/112</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://ummusalma.wordpress.com/2007/02/19/jalan-menuju-qanaah/">http://ummusalma.wordpress.com/2007/02/19/jalan-menuju-qanaah</a></p>
<div class="shr-publisher-2249"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F14%2Fkemuliaan-qanaah-merasa-cukup-atas-apa-yang-ada%2F' data-shr_title='Kemuliaan+Qana%27ah+%28Merasa+Cukup+Atas+Apa+yang+Ada%29'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F14%2Fkemuliaan-qanaah-merasa-cukup-atas-apa-yang-ada%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F14%2Fkemuliaan-qanaah-merasa-cukup-atas-apa-yang-ada%2F' data-shr_title='Kemuliaan+Qana%27ah+%28Merasa+Cukup+Atas+Apa+yang+Ada%29'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F14%2Fkemuliaan-qanaah-merasa-cukup-atas-apa-yang-ada%2F' data-shr_title='Kemuliaan+Qana%27ah+%28Merasa+Cukup+Atas+Apa+yang+Ada%29'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/09/14/kemuliaan-qanaah-merasa-cukup-atas-apa-yang-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhlak Islam Cerminan Aqidah Islam</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2010/09/15/akhlak-islam-cerminan-aqidah-islam/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2010/09/15/akhlak-islam-cerminan-aqidah-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2010 20:58:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak Islami]]></category>
		<category><![CDATA[akhlaq Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=1269</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Di bawah adalah satu artikel tentang akhlaq yang sangat menarik.</p> <p style="text-align: justify;">Sering kita melihat Muslim yang kelihatannya ibadahnya sangat rajin, namun kadang akhlaqnya kurang. Padahal dalam Islam hubungan baik bukan cuma terhadap Allah (Hablum minallahu), namun juga terhadap manusia (Hablum minannas).</p> <p style="text-align: justify;">Tak jarang ada juga ustad [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2010/09/senyum.jpg"><img title="senyum" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2010/09/senyum.jpg" alt="" width="464" height="346" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Di bawah adalah satu artikel tentang akhlaq yang sangat menarik.</p>
<p style="text-align: justify;">Sering  kita melihat Muslim yang kelihatannya ibadahnya sangat rajin, namun  kadang akhlaqnya kurang. Padahal dalam Islam hubungan baik bukan cuma  terhadap Allah (Hablum minallahu), namun juga terhadap manusia (Hablum  minannas).</p>
<p style="text-align: justify;">Tak jarang ada juga ustad  yang tidak/belum pernah tersenyum sehingga terkesan angker/menyeramkan.  Banyak juga Muslim yang &#8220;Saleh&#8221; namun perkataannya nyelekit/menyakitkan  orang lain. Padahal Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa tujuan beliau  diutus adalah untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Artinya jika akhlaq  seseorang buruk, maka dia bukanlah orang yang saleh meski terlihat rajin  shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1269"></span>Mudah-mudahan kita semua bisa mendapat manfaat dari tulisan di bawah.</p>
<p style="text-align: justify;">MediaMuslim.Info  – “Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berakhlak yang agung” (Al  qalam : 4). Adakah orang yang tidak menyukai perhiasan ? jawaban  pertanyaan ini jelas, bahwa tidak ada seorangpun melainkan ia menyukai  perhiasan dan senang untuk tampil berhias di hadapan siapa saja. Karena  itu kita lihat banyak orang berlomba-lomba untuk memperbaiki penampilan  dirinya. Ada yang lebih mementingkan perhiasan dhahir (luar) dengan  penambahan aksesoris sepertipakaian yang bagus, make up yang mewah dan  emas permata, sehingga mengundang decak kagum orang yang melihat.  Adapula yang berupaya memperbaiki kualitas akhlak, memperbaiki dengan  akhlak islami.<br />
Yang disebut terakhir ini tentunya bukan decak kagum manusia yang  dicari, namun karena kesadaran agamanya menghendaki demikian dengan  disertai harapan mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala.  Kalaupun penampilannya mengundang pujian orang, ia segera  mengembalikannya kepada Allah karena kepunyaan-Nyalah segala pujian dan  hanya Dialah yang berhak untuk dipuji.<br />
ISLAM MENGUTAMAKAN AKHLAK<br />
Mungkin banyak diantara kita kurang memperhatikan masalah akhlak. Di  satu sisi kita mengutamakan tauhid yang memang merupakan perkara  pokok/inti agama ini, berupaya menelaah dan mempelajarinya, namun disisi  lain dalam masalah akhlak kurang diperhatikan. Sehingga tidak dapat  disalahkan bila ada keluhan-keluhan yang terlontar dari kalangan awwam,  seperti ucapan : “Wah udah ngerti agama kok kurang ajar sama orang tua.”  Atau ucapan : “Dia sih agamanya bagus tapi sama tetangga tidak  pedulian.”, dan lain-lain.<br />
Seharusnya ucapan-ucapan seperti ini ataupun yang semisal dengan ini  menjadi cambuk bagi kita untuk mengoreksi diri dan membenahi akhlak.  Islam bukanlah agama yang mengabaikan akhlak, bahkan islam mementingkan  akhlak. Yang perlu diingat bahwa tauhid sebagai sisi pokok/inti islam  yang memang seharusnya kita utamakan, namun tidak berarti mengabaikan  perkara penyempurnaannya. Dan akhlak mempunyai hubungan yang erat.  Tauhid merupakan realisasi akhlak seorang hamba terhadap Allah dan ini  merupakan pokok inti akhlak seorang hamba. Seorang yang bertauhid dan  baik akhlaknya berarti ia adalah sebaik-baik manusia. Semakin sempurna  tauhid seseorang maka semakin baik akhlaknya, dan sebaliknya bila  seorang muwahhid memiliki akhlak yang buruk berarti lemah tauhidnya.<br />
RASUL DIUTUS UNTUK MENYEMPURNAKAN AKHLAK<br />
Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, rasul kita yang mulia mendapat  pujian Allah. Karena ketinggian akhlak beliau sebagaimana firmanNya  dalam surat Al Qalam ayat 4. bahkan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam  sendiri menegaskan bahwa kedatangannya adalah untuk menyempurnakan  akhlak yang ada pada diri manusia, “Hanyalah aku diutus (oleh Allah)  untuk menyempurnakan akhlak.” (HR.Ahmad, lihat Ash Shahihah oleh Asy  Syaikh al Bani no.45 dan beliau menshahihkannya).<br />
Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu seorang sahabat yang mulia menyatakan :  “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling  baik budi pekertinya.” (HR.Bukhari dan Muslim). Dalam hadits lain anas  memuji beliau shalallahu ‘alahi wasallam : “Belum pernah saya menyentuh  sutra yang tebal atau tipis lebih halus dari tangan rasulullah  shalallahu ‘alaihi wasallam. Saya juga belum pernah mencium bau yang  lebih wangi dari bau rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Selama  sepuluh tahun saya melayani rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam,  belum pernah saya dibentak atau ditegur perbuatan saya : mengapa engkau  berbuat ini ? atau mengapa engkau tidak mengerjakan itu ?” (HR. Bukhari  dan Muslim).<br />
Akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seorang hamba sebagaimana  telah disabdakan oleh rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : “Orang  mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya.” (HR  Tirmidzi, dari abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, diriwayatkan juga oleh  Ahmad. Disahihkan Al Bani dalam Ash Shahihah No.284 dan 751). Dalam  riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdillah bin amr bin Al ‘Ash radhiallahu  ‘anhuma disebutkan : “Sesungguhnya sebaik-baik kalian ialah yang  terbaik akhlaknya.”<br />
KEUTAMAAN AKHLAK<br />
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengabarkan bahwa suatu saat rashulullah  pernah ditanya tentang kriteria orang yang paling banyak masuk syurga.  Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Taqwa kepada Allah dan  Akhlak yang Baik.” (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi, juga diriwayatkan  oleh Imam Ahmad. Lihat Riyadus Sholihin no.627, tahqiq Rabbah dan  Daqqaq).<br />
Tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menasehati sahabatnya,  beliau shalallahu ‘alahi wasallam menggandengkan antara nasehat untuk  bertaqwa dengan nasehat untuk bergaul/berakhlak yang baik kepada manusia  sebagaimana hadits dari abi dzar, ia berkata bahwa rashulullah  shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Bertaqwalah kepada Allah  dimanapun engkau berada dan balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan  baik niscaya kebaikan itu akan menutupi kejelekan dan bergaullah dengan  manusia dengan akhlak yang baik.” (HR Tirmidzi, ia berkata: hadits  hasan, dan dishahihkan oleh syaikh Al Salim Al Hilali).<br />
Dalam timbangan (mizan) amal pada hari kiamat tidak ada yang lebih berat  dari pada aklak yang baik, sebagaimana sabda rasulullah shalallahu  ‘alaihi wa sallam : “ Sesuatu yang paling berat dalam mizan (timbangan  seorang hamba) adalah akhlak yang baik.” (HR. Abu Daud dan Ahmad,  dishahihkan Al Bani. Lihat ash Shahihah Juz 2 hal 535). Juga sabda  beliau : “ Sesungguhnya sesuatu yang paling utama dalam mizan  (timbangan) pada hari kiamat adalah akhlak yang baik.” (HR. Ahmad,  dishahihkan al Bani. Lihat Ash Shahihah juz 2 hal.535).<br />
Dari Jabir radhiallahu ‘anhu berkata : Rashulullah shalallahu ‘alaihi wa  sallam bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling saya kasihi dan yang  paling dekat padaku majelisnya di hari kiamat ialah yang terbaik budi  pekertinya.” (HR. Tirmidzi dengan sanad hasan. Diriwayatkan juga oleh  Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban. Lihat Ash shahihah Juz 2 hal  418-419).<br />
Dari hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa akhlak yang paling baik  memiliki keutamaan yang tinggi. Karena itu sudah sepantasnya setiap  muslimah mengambilakhlak yang baik sebagai perhiasannya. Yang perlu  diingat bahwa ukuran baik atau buruk suatu akhlak bukan ditimbang  menurut selera individu, bukan pula hitam putih akhlak itu menurut  ukuran adat yang dibuat manusia. Karena boleh jadi, yang dianggap baik  oleh adat bernilai jelek menurut timbangan syari’at atau sebaliknya.<br />
Jelas bagi kita bahwa semuanya berpatokan pada syari’at, dalam semua  masalah termasuk akhlak. Allah sebagai Pembuat syari’at ini, Maha Tahu  dengan keluasan ilmu-Nya apa yang mendatangkan kemashlahatan/kebaikan  bagi hamba-hamba-Nya.<br />
Wallahu Ta’ala a’lam.</p>
<p>http://akhlaqmuslim.wordpress.com/2006/11/17/akhlak-islam-cerminan-aqidah-islam</p>
<div class="shr-publisher-1269"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F09%2F15%2Fakhlak-islam-cerminan-aqidah-islam%2F' data-shr_title='Akhlak+Islam+Cerminan+Aqidah+Islam'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F09%2F15%2Fakhlak-islam-cerminan-aqidah-islam%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F09%2F15%2Fakhlak-islam-cerminan-aqidah-islam%2F' data-shr_title='Akhlak+Islam+Cerminan+Aqidah+Islam'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F09%2F15%2Fakhlak-islam-cerminan-aqidah-islam%2F' data-shr_title='Akhlak+Islam+Cerminan+Aqidah+Islam'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2010/09/15/akhlak-islam-cerminan-aqidah-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah Bersama Orang yang Sabar!</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2010/05/11/allah-bersama-orang-yang-sabar/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2010/05/11/allah-bersama-orang-yang-sabar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 01:44:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=1117</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sabar adalah satu sifat yang mulia. Dengan sifat sabar, kita bisa merubah lawan menjadi teman. Orang-orang yang sabar mempunyai keuntungan yang besar:</p> <p style="text-align: justify;"> <p style="text-align: justify;">„Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;">Sabar adalah satu sifat yang mulia. Dengan sifat sabar, kita bisa merubah lawan menjadi teman. Orang-orang yang sabar mempunyai keuntungan yang besar:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>„Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span id="more-1117"></span>Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.“ [Fushilat:34-35]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah menjanjikan surga kepada orang-orang yang sabar:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>„Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.“ [Ali Imran:133-134]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Ketika Abu Bakar tersinggung pada kerabatnya yang turut menyiarkan fitnah terhadap anaknya ‚Aisyah dan ingin menghentikan bantuan, turun ayat Allah yang melarang itu:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>„Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“ [An Nuur:122]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Memaafkan orang bisa mendapat pahala dan lebih utama:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>„Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.“ [Asy Syuura:40] </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>„Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.“ [Asy Syuura:43]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>„Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Kuasa.“ [An Nisaa’:149]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kadang dalam rangka taushiyah/dakwah orang sering berkata-kata buruk terhadap orang yang tidak sepaham. Padahal dalam surat Al Ashr kita diperintahkan untuk melakukannya dengan cara yang baik dan dengan kesabaran:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>„kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.“ [Al Ashr:3]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Allah tidak suka dengan orang yang suka mencaci orang lain:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>„Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.“ [An Nisaa’:148] </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Allah cinta dan bersama dengan orang-orang yang sabar:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>„Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.“ [Al Anfaal:46]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Allah menyuruh kita sabar dan melarang kita marah meski kita dalam keadaan benar. Lihat bagaimana Allah mengecam Nabi Yunus yang marah kepada ummatnya yang jelas-jelas kafir:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">„Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).“ [Al Qalam:48]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Menjadi orang yang sabar memang sulit. Sangat sulit. Mudah-mudahan Allah SWT memberi kekuatan bagi kita hingga bisa jadi orang yang sabar dan dekat denganNya.</p>
<p>Di  bawah adalah doa agar diberi Allah kesabaran dan wafat dengan akhir  yang baik (Husnul Khatimah) di mana kita bukan hanya dicintai Allah,  tapi juga manusia:</p>
<p><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2007/09/doasabar.jpg"></a><img class="alignnone" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2007/09/doasabar.jpg" alt="" width="387" height="64" /></p>
<p>&#8220;Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu&#8221; [Al A'raaf 126]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Wassalamu’alaikum wr wb</p>
<div class="shr-publisher-1117"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F05%2F11%2Fallah-bersama-orang-yang-sabar%2F' data-shr_title='Allah+Bersama+Orang+yang+Sabar%21'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F05%2F11%2Fallah-bersama-orang-yang-sabar%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F05%2F11%2Fallah-bersama-orang-yang-sabar%2F' data-shr_title='Allah+Bersama+Orang+yang+Sabar%21'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F05%2F11%2Fallah-bersama-orang-yang-sabar%2F' data-shr_title='Allah+Bersama+Orang+yang+Sabar%21'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2010/05/11/allah-bersama-orang-yang-sabar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencintai Alam. Jangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2009/11/03/mencintai-alam-jangan-berbuat-kerusakan-di-muka-bumi/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2009/11/03/mencintai-alam-jangan-berbuat-kerusakan-di-muka-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 01:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ihsan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=716</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Sesungguhnya Allah SWT menciptakan Langit dan Bumi beserta seluruh isinya sebagai hadiah/rahmat bagi ummat manusia.</p> <p style="text-align: justify;">“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.”  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><img title="gunung" src="http://syiarislam.wordpress.com/files/2009/11/gunung.jpg" alt="gunung" width="469" height="259" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya Allah SWT menciptakan Langit dan Bumi beserta seluruh isinya sebagai hadiah/rahmat bagi ummat manusia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.”  [Al Jaatsiyah 13]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-716"></span>Allah memberikan kita air untuk minum dan juga bermacam-macam buah-buahan untuk dimakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img title="Selebihnya..." src="https://syiarislam.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" />“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.” [Ibrahim 32]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun- susun, untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.” [Qaaf 9-11]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” [Al An'aam 141] </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai tanaman bukan hanya memberi kita makanan, tapi juga udara yang segar dan bermacam-macam obat-obatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah juga memberi kita binatang ternak yang bisa kita makan dan kendarai.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img title="ternak" src="http://syiarislam.wordpress.com/files/2009/11/ternak.jpg" alt="ternak" width="470" height="289" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”  [Al An'aam 142] </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah memberi kita laut dan sungai yang mengandung berbagai binatang air/ikan untuk kita makan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img title="IKAN" src="http://syiarislam.wordpress.com/files/2009/11/ikan.jpg" alt="IKAN" width="470" height="305" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” [An Nahl 14]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah telah memberi kita alam berupa air, udara, laut, sungai, tanah dan sebagainya yang bisa kita makan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Katakanlah: &#8220;Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?&#8221; Katakanlah: &#8220;Allah&#8221;, dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.” [Saba' 24]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah memerintahkan kita juga untuk makan rezeki yang halal dan baik serta bersyukur kepada Allah dan menyembahnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” [An Nahl 114]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika alam ini baik, niscaya kita bisa mendapat makanan dan minuman yang baik dan sehat untuk kita. Tapi jika alam ini kotor atau rusak, niscaya kita sulit untuk mendapatkan makanan dan minuman tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, Allah memerintahkan kita untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” [Al A'raaf 56]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="UDANG" src="http://syiarislam.wordpress.com/files/2009/11/udang.jpg" alt="UDANG" width="278" height="320" />Sungai-sungai yang bersih seperti di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua memberikan banyak makanan kepada penduduknya berupa ikan, udang segar, atau bintang airnya untuk di makan. Berbagai ikan seperti ikan Arowana, ikan Mas, Mujair, Sepat, Gabus, Udang Besar, bahkan mamalia air seperti Pesut Mahakam ada di sungai yang bersih airnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebetulnya tidak perlu ada rakyat miskin yang kelaparan jika sungainya bersih karena mereka bisa memakan binatang atau pun tanaman yang hidup di sungai tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun manusia merusaknya dengan membuang berbagai kotoran/limbah dari rumah dan pabrik-pabrik sehingga sungainya kotor dan bau seperti Kali Ancol, Kali Sunter, Kali Ciliwung,dan sebagainya. Di kali Ancol, orang yang mencoba berenang di situ bisa gatal-gatal kulitnya dan mati karena bau dan kotornya. Tidak ada ikan atau udang yang bisa hidup di sana kecuali paling ikan Sapu-sapu yang banyak orang tidak mau memakannya karena jijik.</p>
<p><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/sungaiikan.jpg"><img title="sungai ikan" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/sungaiikan.jpg" alt="" width="470" height="190" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Nabi melarang kita membunuh manusia yang tidak bersalah atau pun menebang pohon semena-mena.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hadis riwayat Abu Syuraih Al-Adawi ra.: </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dalam satu hadits yang panjang Nabi bersabda: Sesungguhnya kota Mekah diharamkan oleh Allah dan bukan manusia yang mengharamkannya. Maka tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat menumpahkan darah dan menebang pohon di sana. ..Hendaklah orang yang hadir menyaksikan menyampaikan kepada orang yang tidak hadir!. (Shahih Muslim No.2413)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pohon mampu menurunkan suhu yang panas dari sinar matahari hingga 10<sup>0</sup> celsius dengan cara menghalangi sinar matahari hingga tidak menimpa langsung ke tubuh kita. Sayang manusia dengan berbagai alasan seperti takut kotor atau tidak mau keindahan gedungnya terhalang pohon, akhirnya menebang pohon. Akibatnya pemanasan global (Global Warming) pun makin menjadi-jadi. Bahkan di puncak pun seperti Taman Bunga yang hanya menanam bunga kecil-kecil dengan sedikit pohon yang rindang atau Kebun Teh, udara jadi serasa panas karena tidak ada pohon yang teduh menaungi badan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Pohon juga memberikan oksigen/udara bersih untuk kita bernapas. Dengan banyaknya penebangan pohon di Jakarta karena pembangunan Mal dan Gedung Perkantoran atau pelebaran jalan, maka oksigen yang dikeluarkan pohon berkurang. Sementara asap kendaraan atau pun pabrik di Jabodetabek terus bertambah sehingga saat ini Jakarta merupakan kota dengan udara terkotor ketiga di dunia! Banyak orang termasuk anak-anak menderita batuk atau penyakit pernafasan lain secara kronis atau berulang-kali. Jakarta dalam jangka waktu dekat bisa jadi kota mati!</p>
<p style="text-align: justify;">Berkali-kali Allah melarang kita untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi dan memberi azab berupa bencana alam sebagai siksanya. Contohnya penduduk Madyan diberi azab gempa karena membangkang:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syu&#8217;aib, maka ia berkata: &#8220;Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan.&#8221; </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Maka mereka mendustakan Syu&#8217;aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.” [ Al 'Ankabuut 36-37]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Meski Allah melarang ummat Islam untuk membuka aurat di depan umum, sayangnya banyak Muslimah yang membuka auratnya. Alasannya demi “Tuntutan Skenario” atau agar bisa mengikuti kontes “Puteri Indonesia” atau “Ratu Dunia.” Di kontes “Puteri Indonesia”, banyak muslimah yang dipaksa untuk melepas jilbabnya. Bahkan jika mereka lolos dan mengikuti kontes “Ratu Dunia”, mereka diharuskan berpakaian renang di depan umum!</p>
<p style="text-align: justify;">Di antaranya adalah 2 finalisnya dari Minangkabau dan Aceh Nangroe Darussalam pada kontes Puteri Indonesia Oktober 2009. Padahal 2 daerah tersebut baru saja dilanda bencana besar berupa Tsunami Aceh tahun 2004 yang menewaskan 200 ribu orang dan Gempa Padang 30 September 2009 yang menewaskan 1.100 orang lebih! Allah memerintahkan para Muslimah untuk menutup aurat dan memakai jilbab di tempat umum. Namun mereka membukanya. Adakah mereka tidak takut akan siksa Allah yang sangat pedih? Mereka lebih memilih mematuhi perintah manusia ketimbang perintah Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Indonesia ada pertemuan 4 lempeng tektonik raksasa yaitu: Eurasia, Indo-Australia, Filipina, dan Karolina. Gunung-gunung berapi pun menyebar di sepanjang pertemuan lempeng itu seperti gunung Kerinci, Gunung Krakatau, Gunung Gede, Gunung Pangrango, Gunung Merapi, Gunung Agung, Gunung Tambora, dan sebagainya. Setiap 2 menit, lempeng tersebut bertumbukan. Namun Allah-lah yang menahan sehingga gempa besar tidak terjadi setiap 2 menit. Allah bisa saja membiarkan tumbukan tersebut menjadi besar dan berakibat fatal bagi manusia sehingga terjadi gempa besar yang mematikan seperti Gempa Yogya yang menewaskan 5000 orang atau pun gempa Padang.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya ingat betul sebelum gempa Yogya terjadi bagaimana Sri Sultan bersama istrinya diberitakan media massa menentang mati-matian RUU Anti Pornografi. Timbul kesan di hati saya Sri Sultan dan Istrinya tidak ingin kemaksiatan seperti Pornografi atau perzinahan dilarang oleh pemerintah. Bagaimana Allah tidak marah jika ada orang yang ingin kemaksiatan berjalan dengan bebas?</p>
<p style="text-align: justify;">Malaysia berani mengusir Inul karena menganggap goyang “ngebor”nya Inul terlalu jorok dan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Namun seorang Menteri yang berafiliasi dengan satu partai yang “berbau” Islam justru marah-marah karenanya. Di Indonesia berbagai goyang dangdut yang mesum dan jorok merajalela di TV, acara perkawinan, hingga kampanye pemilu partai politik. Bagaimanakah kita bisa mengharap Allah tidak menurunkan azabnya jika kemaksiatan terus berlangsung?</p>
<p style="text-align: justify;">Allah melarang kita merusak tanaman dan juga binatang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. [Al Baqarah 205]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berapa banyak tanaman yang punah karena di tebang manusia? Padahal tanaman tersebut selain memberikan oksigen dan naungan bagi manusia juga memberikan makanan dan obat?</p>
<p style="text-align: justify;">Berapa banyak binatang yang punah karena dibunuh manusia? Baik sengaja atau pun tidak sengaja seperti berbagai ikan segar yang kini sudah tidak ada lagi di banyak sungai di Jawa karena dikotori oleh manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu banyak Allah memberi kita nikmat berupa alam, flora, dan fauna sehingga Allah melarang kita merusaknya [Al A'raaf 74 dan Al Baqarah 60]</p>
<p style="text-align: justify;">Allah juga memerintahkan kita untuk menyempurnakan takaran dan timbangan dan melarang kita mengurangi takaran dan timbangan:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu&#8217;aib. Ia berkata: &#8220;Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.&#8221; [Al A'raaf 85]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di Arab Saudi, takaran dan timbangan nyaris tidak berubah. Ketika tahun 1983 saya ke sana, harga satu minuman kaleng hanya 1 real. Ternyata sekarang pun harganya tetap sama. Bukan hanya minuman kaleng yang harganya tetap, tapi sajadah, kurma, bensin, dan sebagainya harganya tetap sama di dalam real. Akibatnya rakyatnya makmur dan bisa membangun rumah dan mobil yang kuat, aman, dan nyaman. Meski gaji tidak naik, namun mereka tetap bisa membeli barang dalam takaran dan timbangan yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya di Indonesia orang gemar mengurangi takaran dan timbangan. Istilah umum yang kita kenal adalah kenaikan barang/gaji. Pemerintah berulang-kali menaikan harga barang seperti BBM (tahun 2004 hanya Rp 1.800/ltr tahun 2009 jadi Rp 4.500/ltr), listrik, LPG, tarif Tol, dan sebagainya. Bahkan khusus tarif Tol, dibuat UU yang menentukan tarif Tol naik setiap 2 tahun sekali meski harusnya mereka sudah mencapai titik impas (BEP) sehingga harusnya justru turun karena tidak perlu mengeluarkan biaya besar seperti pembelian tanah/pembangunan jalan. Dengan kenaikan harga barang, dengan uang yang sama takaran/timbangan yang kita terima berkurang/dikurangi!</p>
<p style="text-align: justify;">Meski pemerintah rajin menaikkan gaji pejabat, PNS, Tentara, dan Polri, sayangnya jumlahnya tidak sampai 5% dari jumlah penduduk Indonesia. 80% penduduk Indonesia justru gajinya tidak mengalami kenaikan bahkan banyak yang PHK karena perusahaan tidak mampu lagi membiayai biaya operasional yang makin membengkak. Akibatnya mayoritas rakyat Indonesia bertambah miskin setiap kali terjadi kenaikan harga barang atau pun gaji para pejabat dan PNS karena harga barang juga pasti ikut naik.</p>
<p style="text-align: justify;">Nilai rupiah terus menyusut/berkurang. Jika tahun 1975 1 US$ = Rp 415 dan 1 Yen = Rp 1,5, sekarang 1 US$=Rp 9.500 dan 1 Yen = Rp 114. Artinya nilai rupiah terus menurun dan tidak ada harganya. Rakyat Indonesia bertambah miskin karena kenaikan penghasilan tidak setara dengan penurunan nilai rupiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibatnya mayoritas rakyat tidak mampu membangun rumah di tempat yang aman dan tahan gempa atau bencana lainnya. Kefakiran (kemiskinan) dekat dengan kekufuran, begitu kata Nabi. Kemiskinan yang merajalela akhirnya membuat angka kejahatan (penculikan, perampokan, korupsi, pembunuhan) naik. Gangguan Jiwa dan angka bunuh diri juga meningkat akibat kesulitan ekonomi. Setiap ada pembagian zakat yang dulu biasanya aman, kini sering ricuh dan menimbulkan korban jiwa akibat banyaknya fakir miskin yang berebut. Angka perceraian karena masalah ekonomi juga meningkat. 11,5 juta penduduk Indonesia menderita kelaparan (kurang gizi/busung lapar). Di Yahukimo Papua, 92 orang tewas pada periode Januari-September 2009! Itu semua adalah kerusakan masyarakat yang terjadi akibat ketamakan pihak pengusaha yang berkolaborasi dengan penguasa.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan bila dikatakan kepada mereka:&#8221;Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi&#8221;. Mereka menjawab: &#8220;Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.&#8221; </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. [Al Baqarah 11-12]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mudah-mudahan dengan tulisan ini kita semua sadar dan berhenti berbuat kerusakan yang tidak kita sadari.</p>
<div class="shr-publisher-716"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F11%2F03%2Fmencintai-alam-jangan-berbuat-kerusakan-di-muka-bumi%2F' data-shr_title='Mencintai+Alam.+Jangan+Berbuat+Kerusakan+di+Muka+Bumi'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F11%2F03%2Fmencintai-alam-jangan-berbuat-kerusakan-di-muka-bumi%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F11%2F03%2Fmencintai-alam-jangan-berbuat-kerusakan-di-muka-bumi%2F' data-shr_title='Mencintai+Alam.+Jangan+Berbuat+Kerusakan+di+Muka+Bumi'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F11%2F03%2Fmencintai-alam-jangan-berbuat-kerusakan-di-muka-bumi%2F' data-shr_title='Mencintai+Alam.+Jangan+Berbuat+Kerusakan+di+Muka+Bumi'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2009/11/03/mencintai-alam-jangan-berbuat-kerusakan-di-muka-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

