<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Islam &#187; Iman</title>
	<atom:link href="http://media-islam.or.id/category/iman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-islam.or.id</link>
	<description>Belajar Islam sesuai Al Qur&#039;an dan Hadits</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 02:56:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Video Sifat 20: Penjelasan Sifat-sifat Tuhan yang Sejati</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/12/22/video-sifat-20-penjelasan-sifat-sifat-tuhan-yang-sejati/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/12/22/video-sifat-20-penjelasan-sifat-sifat-tuhan-yang-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 01:12:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman Kepada Allah]]></category>
		<category><![CDATA[MITV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2505</guid>
		<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">Ini adalah Video Sifat 20 dari Kitab yang disusun oleh Imam Abu Hasan Al Asy&#8217;ari. Berisi penjelasan sifat-sifat yang hanya ada pada Tuhan yang sejati. Jika ada &#8220;Tuhan&#8221; atau sesembahan yang tidak memiliki sifat itu, maka dia bukan Tuhan yang asli.</p> <p style="text-align: justify;">Misalnya Sifat-sifat Tuhan itu: Maha Esa/Satu, Maha Hidup, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://media-islam.or.id/2011/12/22/video-sifat-20-penjelasan-sifat-sifat-tuhan-yang-sejati/"><img src="http://img.youtube.com/vi/G-URhmv0s0U/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p style="text-align: justify;">Ini adalah Video Sifat 20 dari Kitab yang disusun oleh Imam Abu Hasan Al Asy&#8217;ari. Berisi penjelasan sifat-sifat yang hanya ada pada Tuhan yang sejati. Jika ada &#8220;Tuhan&#8221; atau sesembahan yang tidak memiliki sifat itu, maka dia bukan Tuhan yang asli.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya Sifat-sifat Tuhan itu: Maha Esa/Satu, Maha Hidup, Maha Kuasa, Tidak serupa dengan makhlukNya, Terdahulu, dsb. Maka jika ada Tuhan yang 3, bisa mati/wafat, lemah, mirip manusia, baru lahir setelah makhluk lain ada, maka dia bukan Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2505"></span></p>
<p>Dari sifat-sifat yang kita pelajari ini, kita akan yakin hanya Allah tuhan yang sejati.</p>
<p style="text-align: justify;">Sederhana bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Mohon disebarkan ke yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan lihat juga video-video lainnya di:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/category/mitv/">http://media-islam.or.id/category/mitv</a></p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan baca juga tulisan lengkap tentang Sifat 20 di:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2009/11/08/sifat-20-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui/">http://media-islam.or.id/2009/11/08/sifat-20-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui</a></p>
<div class="shr-publisher-2505"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F22%2Fvideo-sifat-20-penjelasan-sifat-sifat-tuhan-yang-sejati%2F' data-shr_title='Video+Sifat+20%3A+Penjelasan+Sifat-sifat+Tuhan+yang+Sejati'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F22%2Fvideo-sifat-20-penjelasan-sifat-sifat-tuhan-yang-sejati%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F22%2Fvideo-sifat-20-penjelasan-sifat-sifat-tuhan-yang-sejati%2F' data-shr_title='Video+Sifat+20%3A+Penjelasan+Sifat-sifat+Tuhan+yang+Sejati'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F12%2F22%2Fvideo-sifat-20-penjelasan-sifat-sifat-tuhan-yang-sejati%2F' data-shr_title='Video+Sifat+20%3A+Penjelasan+Sifat-sifat+Tuhan+yang+Sejati'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/12/22/video-sifat-20-penjelasan-sifat-sifat-tuhan-yang-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Sifat Nabi: Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/10/30/4-sifat-nabi-shiddiq-amanah-fathonah-dan-tabligh/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/10/30/4-sifat-nabi-shiddiq-amanah-fathonah-dan-tabligh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 02:04:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman Kepada Rasul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2394</guid>
		<description><![CDATA[لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌۭ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا <p style="text-align: justify;">&#8220;Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.&#8221; [Al Ahzab 21]</p> <p style="text-align: justify;">Nabi Muhammad [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><h1 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌۭ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا</span></h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.&#8221; [Al Ahzab 21]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Nabi Muhammad memiliki akhlaq dan sifat-sifat yang sangat mulia. Oleh karena itu hendaklah kita mempelajari sifat-sifat Nabi seperti Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh. Memang banyak sifat-sifat baik Nabi lainnya seperti sabar, rendah hati, lemah-lembut, dsb. Namun di sini kita fokus pada sifat yang 4 di atas. Mudah-mudahan dengan memahami sifat-sifat itu, selain kita bisa terhindar dari mengikuti orang-orang yang mengaku sebagai Nabi, kita juga bisa meniru sifat-sifat Nabi sehingga kita juga jadi orang yang mulia.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2394"></span></p>
<h1 style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;"><strong>Shiddiq</strong></span></h1>
<p style="text-align: justify;">Shiddiq artinya benar. Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Sejalan dengan ucapannya. Beda sekali dengan pemimpin sekarang yang kebanyakan hanya kata-katanya yang manis, namun perbuatannya berbeda dengan ucapannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mustahil Nabi itu bersifat pembohong/kizzib, dusta, dan sebagainya.</p>
<h1>وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ</h1>
<p>Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur&#8217;an) menurut kemauan hawa nafsunya.</p>
<h1>إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌۭ يُوحَىٰ</h1>
<h1 style="text-align: justify;"></h1>
<p style="text-align: justify;">Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya&#8221; [An Najm 4-5]</p>
<p><span style="color: #008080;"><br />
</span></p>
<h1 style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #008080;">Amanah</span></strong></h1>
<p style="text-align: justify;">Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itulah Nabi Muhammad SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar &#8220;Al Amin&#8221; yang artinya terpercaya jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Apa pun yang beliau ucapkan, penduduk Mekkah mempercayainya karena beliau bukanlah orang yang pembohong.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu.&#8221; [Al A'raaf 68]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mustahil Nabi itu khianat terhadap orang yang memberinya amanah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketika Nabi Muhammad SAW ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>”Demi Allah&#8230;wahai paman, seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kanan ku dan bulan di tangan kiri ku agar aku meninggalkan tugas suci ku, maka aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya”&#8230;&#8230;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Meski kaum kafir Quraisy mengancam membunuh Nabi, namun Nabi tidak gentar dan tetap menjalankan amanah yang dia terima.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang Muslim harusnya bersikap amanah seperti Nabi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></p>
<h1 style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Tabligh</span></h1>
<p style="text-align: justify;">Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.</p>
<h1 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا</span></h1>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.&#8221; [Al Jin 28]</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,<br />
karena telah datang seorang buta kepadanya&#8221; ['Abasa 1-2]</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.80:1 turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata: &#8220;Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah.&#8221; Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: &#8220;Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?&#8221; Rasulullah menjawab: &#8220;Tidak.&#8221; Ayat ini (S.80:1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw.<br />
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari &#8216;Aisyah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Ya&#8217;la yang bersumber dari Anas.)</p>
<p style="text-align: justify;">Sebetulnya apa yang dilakukan Nabi itu menurut standar umum adalah hal yang wajar. Saat sedang berbicara di depan umum atau dengan seseorang, tentu kita tidak suka diinterupsi oleh orang lain. Namun untuk standar Nabi, itu tidak cukup. Oleh karena itulah Allah menegurnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai seorang yang tabligh, meski ayat itu menyindirnya, Nabi Muhammad tetap menyampaikannya kepada kita. Itulah sifat seorang Nabi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak mungkin Nabi itu Kitman atau menyembunyikan wahyu.</p>
<h1 style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Fathonah</span></h1>
<p style="text-align: justify;">Fathonah artinya Cerdas. Mustahil Nabi itu bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan 6.236 ayat Al Qur&#8217;an kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Nabi harus mampu menjelaskan firman-firman Allah kepada kaumnya sehingga mereka mau masuk ke dalam Islam. Nabi juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Apalagi Nabi mampu mengatur ummatnya sehingga dari bangsa Arab yang bodoh dan terpecah-belah serta saling perang antar suku, menjadi satu bangsa yang berbudaya dan berpengetahuan dalam 1 negara yang besar yang dalam 100 tahun melebihi luas Eropa. Negara tersebut membentang dari Spanyol dan Portugis di Barat hingga India Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu semua membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan Michael H Hart yang sebetulnya membenci Muslim pun menempatkan Nabi Muhammad sebagai tokoh nomor 1 mengungguli Yesus dan tokoh-tokoh dunia lainnya karena prestasi Nabi Muhammad yang luar biasa di bukunya yang berjudul &#8220;<em><a title="The 100" href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_100">The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History</a>&#8220;</em>. Bukan hanya dari segi agama, tapi juga dari segi dunia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://matengkol.multiply.com/journal/item/1174/MATAHARI_BULAN...">http://matengkol.multiply.com/journal/item/1174/MATAHARI_BULAN&#8230;</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Iman">http://ms.wikipedia.org/wiki/Iman</a></p>
<h2 style="text-align: justify;"><a style="font-size: 13px; font-weight: normal;" href="http://uripsantoso.wordpress.com/2010/08/30/meneladani-empat-sifat-rasulullah/">http://uripsantoso.wordpress.com/2010/08/30/meneladani-empat-sifat-rasulullah/</a></h2>
<div class="shr-publisher-2394"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F30%2F4-sifat-nabi-shiddiq-amanah-fathonah-dan-tabligh%2F' data-shr_title='4+Sifat+Nabi%3A+Shiddiq%2C+Amanah%2C+Fathonah%2C+dan+Tabligh'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F30%2F4-sifat-nabi-shiddiq-amanah-fathonah-dan-tabligh%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F30%2F4-sifat-nabi-shiddiq-amanah-fathonah-dan-tabligh%2F' data-shr_title='4+Sifat+Nabi%3A+Shiddiq%2C+Amanah%2C+Fathonah%2C+dan+Tabligh'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F30%2F4-sifat-nabi-shiddiq-amanah-fathonah-dan-tabligh%2F' data-shr_title='4+Sifat+Nabi%3A+Shiddiq%2C+Amanah%2C+Fathonah%2C+dan+Tabligh'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/10/30/4-sifat-nabi-shiddiq-amanah-fathonah-dan-tabligh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah Maha Penyayang (Ar Rahiim / الرَّحِيمِ )</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/09/21/allah-maha-penyayang-ar-rahiim-%d8%a7%d9%84%d8%b1%d9%8e%d9%91%d8%ad%d9%90%d9%8a%d9%85%d9%90/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/09/21/allah-maha-penyayang-ar-rahiim-%d8%a7%d9%84%d8%b1%d9%8e%d9%91%d8%ad%d9%90%d9%8a%d9%85%d9%90/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 08:30:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman Kepada Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2270</guid>
		<description><![CDATA[بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ <p style="text-align: justify;">Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Begitulah di  setiap surat Al Qur’an (kecuali surat At Taubah) dituliskan kalimat Basmallah.</p> <p style="text-align: justify;">Allah Maha Penyayang. Sebetulnya Allah benar-benar menyayangi/mencintai hambaNya. Beda sifat Ar Rahman(Maha Pengasih) dengan Ar Rahiim (Maha Penyayangh) adalah sifat Ar Rahman (Maha Pengasih) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><h2 style="text-align: center;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ</h2>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/09/rusa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1911" title="rusa" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/09/rusa.jpg" alt="" width="236" height="170" /></a>Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Begitulah di  setiap surat Al Qur’an (kecuali surat At Taubah) dituliskan kalimat Basmallah.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah Maha Penyayang. Sebetulnya Allah benar-benar menyayangi/mencintai hambaNya. Beda sifat Ar Rahman(Maha Pengasih) dengan Ar Rahiim (Maha Penyayangh) adalah sifat Ar Rahman (Maha Pengasih) meliputi seluruh makhluk Allah baik yang beriman mau pun yang kafir. Allah memberikan alam semesta ini seperti air, udara, bumi dan sebagainya ke semua makhluknya tanpa pandang bulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada pun sifat Ar Rahim (Maha Penyayang) itu adalah khusus bagi hamba-hamba Allah yang beriman. Hamba Allah yang saleh:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span id="more-2270"></span>“Sungguh Allah lebih penyayang terhadap hamba-hamba-Nya daripada seorang ibu terhadap anak bayinya” [HR Bukhari dan Muslim]</strong></p>
<h2 align="justify">قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ</h2>
<p align="justify"><em>“Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&#8221; (QS Az Zumar: 53)</em></p>
<p align="justify">Allah menurunkan 1% dari rahmatnya ke dunia. Dengan 1% rahmat saja seekor binatang pun mengangkat kakinya karena khawatir menginjak anaknya. Ada pun 99% lagi akan diberikan nanti di akhirat:</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: &#8220;Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Allah menjadikan kerahmatan itu sebanyak seratus bagian, olehNya ditahanlah yang sembilan puluh sembilan dan diturunkanlah ke bumi yang satu bagian saja. Maka dari kerahmatan yang satu bagian itu sekalian makhluk dapat saling sayang-menyayangi, sehingga seekor binatangpun pasti mengangkat kakinya dari anaknya karena takut kalau akan mengenai -menginjak- anaknya itu.&#8221; Dalam riwayat lain disebutkan: &#8220;Sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala memiliki sebanyak seratus kerahmatan dan olehNya diturunkanlah satu bagian dari seratus kerahmatan itu untuk diberikan kepada golongan jin, manusia, binatang dan segala yang merayap. Maka dengan satu kerahmatan itu mereka dapat saling kasih mengasihi, dengannya pula dapat sayang menyayangi, bahkan dengannya pula binatang buas itu menaruh iba hati kepada anaknya. Allah mengakhirkan yang sembilan puluh sembilan kerahmatan itu yang dengannya Allah akan merahmati hamba-hambaNya pada hari kiamat.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Rahmat Allah mendahului murkaNya:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Allah Azza wajalla berfirman (hadits Qudsi): &#8220;RahmatKu mendahului murkaKu.&#8221; (HR. Muslim)</strong></p>
<p>Kasih sayang Allah tergambar dari hadits di bawah:</p>
<h2>عَنْ ابْنِ عَبَّاسِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلى الله عليه وسلم فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ: فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَةَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ، وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَة</h2>
<h2>[رواه البخاري ومسلم في صحيحهما بهذه الحروف]</h2>
<p style="text-align: justify;">Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu &#8216;anhu, dari Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, beliau meriwayatkan dari Tuhannya, Tabaaraka wa ta’aala. Firman-Nya: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan nilai kebaikan dan kejahatan, kemudian Dia menjelaskannya. Maka siapa berniat mengerjakan kebaikan tetapi tidak dikerjakannya, Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Jika ia berniat untuk berbuat kebaikan lalu ia mengerjakannya, Allah mencatatnya sebagai 10 sampai 700 kali kebaikan atau lebih banyak lagi. Jika ia berniat melakukan kejahatan, tetapi ia tidak mengerjakannya, Allah mencatatkan padanya satu kebaikan yang sempurna. Jika ia berniat melakukan kejahatan lalu dikerjakannya, Allah mencatatnya sebagai satu kejahatan”. [HR. Bukhari dan Muslim dalam Kitab Shahihnya dengan redaksi yang sama]</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Allah tidak penyayang dan sekadar membalas 1 kebaikan dengan 1 pahala, berapa banyak manusia yang masuk surga?</p>
<p style="text-align: justify;">Kasih sayang Allah terpancar dari Hadits Qudsi (Firman Allah yang tidak dicantumkan dalam Al Qur&#8217;an, tetapi di Hadits dengan redaksi dari Nabi):</p>
<h2 align="justify">عَنْ أَبِي ذَرٍّ اْلغِفَارِي, عَنْ النّبِيّ صلى الله عليه وسلم. فِيمَا رَوَىَ عَنِ اللّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَىَ أَنّهُ قَالَ: «يَا عِبَادِي إِنّي حَرّمْتُ الظّلْمَ عَلَىَ نَفْسِي. وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرّماً. فَلاَ تَظَالَمُوا.<br />
يَا عِبَادِي كُلّكُمْ ضَالّ إِلاّ مَنْ هَدَيْتُهُ. فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ. يَا عِبَادِي كُلّكُمْ جَائِعٌ إِلاّ مَنْ أَطْعَمْتُهُ. فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ.<br />
يَا عِبَادِي كُلّكُمْ عَارٍ إِلاّ مَنْ كَسَوْتُهُ. فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ.<br />
يَا عِبَادِي إِنّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللّيْلِ وَالنّهَارِ, وَأَنَا أَغْفِرُ الذّنُوبَ جَمِيعاً. فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرُ لَكُمْ.<br />
يَا عِبَادِي إِنّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضَرّي فَتَضُرّونِي. وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي.<br />
يَا عِبَادِي لَوْ أَنّ أَوّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ, وَإِنْسَكُمْ وَجِنّكُمْ. كَانُوا عَلَىَ أَتْقَىَ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ. مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئاً.<br />
يَا عِبَادِي لَوْ أَنّ أَوّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ. وَإِنْسَكُمْ وَجِنّكُمْ. كَانُوا عَلَىَ أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ. مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئاً. يَا عِبَادِي لَوْ أَنّ أَوّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ. وَإِنْسَكُمْ وَجِنّكُمْ. قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي. فَأَعْطَيْتُ كُلّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ. مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمّا عِنْدِي إِلاّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ.<br />
يَا عِبَادِي إِنّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ. ثُمّ أُوَفّيكُمْ إِيّاهَا. فَمَنْ وَجَدَ خَيْراً فَلْيَحْمَدِ اللّهَ. وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلاَ يَلُومَنّ إِلاّ نَفْسَهُ».</h2>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Dari Abu Dzarr al-Ghifary RA., dari Nabi SAW., dalam apa yang diriwayatkannya dari Rabb-nya ‘Azza Wa Jalla bahwasanya Dia berfirman,<br />
<em>“Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya telah Aku haramkan atas diri-Ku perbuatan zhalim dan Aku jadikan ia diharamkan di antara kamu; maka janganlah kalian saling berbuat zhalim.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Wahai para hamba-Ku, setiap kalian adalah sesat kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk; maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian petunjuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Wahai para hamba-Ku, setiap kalian itu adalah lapar kecuali orang yang telah Aku beri makan; maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian makan.</p>
<p style="text-align: justify;">Wahai para hamba-Ku, setiap kalian adalah telanjang kecuali orang yang telah Aku beri pakaian; maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian pakaian.</p>
<p style="text-align: justify;">Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat kesalahan di malam dan siang hari sedangkan Aku mengampuni semua dosa; maka minta ampunlah kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian.</p>
<p style="text-align: justify;">Wahai para hamba-Ku sesungguhnya kalian tidak akan mampu menimpakan bahaya kepada-Ku sehingga kalian bisa membayakan-Ku dan tidak akan mampu menyampaikan manfa’at kepada-Ku sehingga kalian bisa memberi manfa’at pada-Ku.</p>
<p style="text-align: justify;">Wahai para hamba-Ku, andaikata hati generasi terdahulu dan akhir dari kalian, golongan manusia dan jin kalian sama seperti hati orang paling takwa di antara kamu (mereka semua adalah ahli kebajikan dan takwa), maka hal itu (keta’atan yang diperbuat makhluk-red.,) tidaklah menambah sesuatu pun dari kekuasaan-Ku</p>
<p style="text-align: justify;">Wahai para hamba-Ku, andaikata hati generasi terdahulu dan akhir dari kalian, golongan manusia dan jin kalian sama seperti hati orang paling fajir (bejad) di antara kalian (mereka semua ahli maksiat dan bejad), maka hal itu (kemaksiatan yang mereka perbuat-red.,) tidaklah mengurangi sesuatu pun dari kekuasaan-Ku.</p>
<p style="text-align: justify;">Wahai para hamba-Ku, andaikata generasi terdahulu dan akhir dari kalian, golongan manusia dan jin kalian berada di bumi yang satu (satu lokasi), lalu meminta kepada-Ku, lantas Aku kabulkan permintaan masing-masing mereka, maka hal itu tidaklah mengurangi apa yang ada di sisi-Ku kecuali sebagaimana jarum bila dimasukkan ke dalam lautan.</p>
<p style="text-align: justify;">Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya ia hanyalah perbuatan-perbuatan kalian yang aku perhitungkan bagi kalian kemudian Aku cukupkan buat kalian; barangsiapa yang mendapatkan kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, maka janganlah ia mencela selain dirinya sendiri.”(HR.Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Anas bin Malik ra dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Alloh SWT berfirman, “Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku akan Aku ampuni apa yang telah kamu lakukan. Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian engkau meminta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang membawa kesalahan sebesar dunia, kemudian engkau datang kepada-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebesar itu pula.” (HR. Tirmidzi, ia berkata, ”hadits ini hasan shahih.”)</p>
<p>Agar disayang Allah, hendaknya kita menyayangi yang ada di muka bumi baik itu manusia, hewan, tumbuhan, dan alam ini:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Orang yang belas kasihan akan dikasihi Arrahman (Yang Maha Pengasih), karena itu kasih sayangilah yang di muka bumi, niscaya kamu dikasih-sayangi mereka yang di langit. (HR. Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hadis riwayat Jarir bin Abdullah ra. dia berkata:</strong><br />
<strong> Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya. (Shahih Muslim No.4283)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Kamu tidak dapat masuk surga kecuali harus beriman dan tidak beriman kecuali harus saling menyayangi. Maukah aku tunjukkan sesuatu bila kamu lakukan niscaya kamu saling berkasih sayang? Sebarkan salam di antara kamu. (HR. Muslim)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;Katakanlah -wahai Muhammad-, jikalau engkau semua mencintai Allah, maka ikutilah saya, tentu engkau semua dicintai oleh Allah, serta Allah mengampuni dosamu semua dan Allah itu adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.&#8221; (Ali-Imran: 31)</p>
<p><span style="color: #003300;"><strong>Berikut doa Nabi Daud agar disayang Allah:</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"><strong>Rasulullah SAW bersabda: “Di antara doa Nabi Daud AS ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah SAW mengingat Nabi Daud AS beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Allah begitu sayang kepada HambaNya sehingga meski kebaikannya hanya sebesar dzarrah/atom, Allah akan membalasnya selama orang itu beriman kepadaNa.</p>
<p style="text-align: justify;">Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:<br />
Bahwa kaum muslimin pada masa Rasulullah saw. bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami di hari kiamat? Rasulullah saw. bersabda: Ya! Kemudian beliau melanjutkan: Apakah kalian terhalang melihat matahari di siang hari yang cerah, yang tidak ada awan sedikit pun? Apakah kalian terhalang melihat bulan pada malam purnama yang cerah tanpa awan sedikit pun? Kaum muslimin menjawab: Tidak, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Kalian tidak akan terhalang melihat Allah Taala pada hari kiamat, sebagaimana kalian tidak terhalang melihat salah satu dari matahari dan bulan. Ketika hari kiamat terjadi, ada penyeru yang mengumumkan: Setiap umat hendaklah mengikuti apa yang dahulu disembah. Maka tidak tersisa orang-orang yang dahulu menyembah selain Allah yakni berhala, kecuali mereka berjatuhan ke dalam neraka. Hingga yang tinggal hanya orang-orang yang menyembah Allah ada yang baik dan ada yang jahat serta sisa-sisa Ahli Kitab, maka dipanggillah orang-orang Yahudi. Mereka ditanya: Apa yang dahulu kalian sembah? Mereka menjawab: Kami menyembah Uzair anak Allah. Dikatakan: Kalian salah! Allah tidak menjadikan seorang pun sebagai sahabat atau anak. Lalu apa yang kalian inginkan? Mereka menjawab: Kami haus, ya Tuhan kami berilah kami minum. Lalu ditunjukkan pada mereka: Kenapa kalian tidak datang ke sana? Mereka digiring ke neraka, seolah-olah neraka itu fatamorgana yang saling menghancurkan. Mereka pun berjatuhan ke dalam neraka. Kemudian orang-orang Kristen dipanggil. Mereka ditanya: Apa yang dahulu kalian sembah? Mereka menjawab: Kami menyembah Isa Almasih anak Allah. Dikatakan kepada mereka: Kalian salah! Allah tidak menjadikan seorang pun sebagai sahabat atau anak. Apa yang kalian inginkan? Mereka menjawab: Kami haus ya Tuhan, berilah kami minum. Lalu ditunjukkan pada mereka: Kenapa kalian tidak datang ke sana? Mereka digiring ke neraka Jahanam, seolah-olah neraka itu fatamorgana yang saling menghancurkan. Mereka pun berguguran ke dalam neraka. Ketika yang tinggal hanya orang-orang yang dahulu menyembah Allah Taala (yang baik dan yang jahat), maka Allah datang kepada mereka dalam bentuk yang lebih rendah daripada bentuk yang mereka ketahui. Dia berfirman: Apa yang kalian tunggu? Setiap umat mengikuti apa yang dahulu disembah. Mereka mengucapkan: Ya Tuhan kami, di dunia kami memisahkan diri dari orang-orang yang sebenarnya sangat kami butuhkan (untuk membantu kehidupan di dunia) dan kami tidak mau berkawan dengan mereka (karena menyimpang dari jalan yang digariskan oleh agama). Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian! Mereka mengucap: Kami mohon perlindungan kepada Allah darimu. Kami tidak akan menyekutukan Allah dengan apapun (ini diucapkan dua atau tiga kali), sampai sebagian mereka hampir-hampir berubah (berbalik dari kebenaran, karena cobaan berat yang berlaku saat itu). Allah berfirman: Apakah antara kalian dan Dia ada tanda-tanda, sehingga dengan demikian kalian dapat mengenal-Nya? Mereka menjawab: Ya, ada. Lalu disingkapkanlah keadaan yang mengerikan itu. Setiap orang yang hendak bersujud kepada Allah dengan keinginan sendiri, pasti mendapat izin Allah. Sedangkan orang yang akan bersujud karena takut atau pamer, tentu Allah menjadikan punggungnya menyatu (sehingga tidak dapat sujud). Setiap kali hendak sujud, ia terjungkal pada tengkuknya. Kemudian mereka mengangkat kepala mereka, sementara itu Allah telah berganti rupa dalam bentuk yang mereka lihat pertama kali. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian. Mereka menyahut: Engkau Tuhan kami. Kemudian suatu jembatan dibentangkan di atas neraka Jahanam dan syafaat diperbolehkan. Mereka berkata: Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah. Ada yang bertanya: Ya Rasulullah, apakah jembatan itu? Rasulullah saw. bersabda: Tempat berpijak yang licin (menggelincirkan). Padanya terdapat besi berkait dan besi berduri. Di Najed ada tumbuhan berduri yang disebut Sakdan. Seperti itulah besi-besi berkaitnya. Orang-orang mukmin melewati jembatan tersebut ada yang secepat kejapan mata, ada yang seperti kilat, seperti angin, seperti burung, seperti kuda atau unta yang kencang larinya. Mereka terbagi menjadi tiga kelompok, golongan selamat sama sekali, golongan yang terkoyak-koyak tapi dapat bebas dan golongan yang terjerumus ke dalam neraka Jahanam. Pada saat orang-orang mukmin telah terbebas dari neraka, maka demi Zat yang menguasai diriku, tidak ada orang yang sangat menaruh perhatian dalam meraih kebenaran, melebihi orang-orang mukmin yang mencari kebenaran kepada Allah demi kepentingan saudara-saudara mereka yang masih berada di neraka. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, mereka dahulu berpuasa bersama kami, salat dan beribadah haji. Lalu difirmankan kepada mereka: Keluarkanlah orang-orang yang kalian kenal. Maka wajah mereka diharamkan atas neraka. Mereka mengeluarkan banyak orang dari neraka. Ada yang sudah terbakar hingga separuh betisnya dan ada yang sudah sampai ke lututnya. Orang-orang mukmin itu berkata: Ya Tuhan kami, di dalam neraka tidak ada lagi seorang pun yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman: Kembalilah (lihatlah kembali)! Barang siapa yang kalian temukan di hatinya ada kebaikan meski hanya seberat dinar. Keluarkanlah. Kemudian mereka dapat mengeluarkan banyak orang. Lalu mereka berkata: Ya Tuhan kami! Kami tidak tahu apakah di neraka masih ada orang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman: Kembalilah (lihatlah kembali)! Barang siapa yang kalian temukan di hatinya ada kebaikan maski hanya seberat setengah dinar, keluarkanlah. Mereka dapat mengeluarkan lagi banyak orang. Setelah itu mereka berkata: Ya Tuhan kami! Kami tidak tahu, apakah di sana masih ada seseorang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman: Kembalilah (lihatlah kembali)! Barang siapa yang kalian temukan di dalam hatinya terdapat kebaikan meski hanya seberat atom, keluarkanlah. Lagi-lagi mereka dapat mengeluarkan banyak orang. Kemudian mereka berkata: Ya Tuhan kami. Kami tidak tahu apakah di sana masih ada pemilik kebaikan. Abu Said Al-Khudri berkata: Jika kalian tidak mempercayaiku mengenai hadis ini, maka bacalah firman Allah: Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar atom. Dan jika ada kebaikan sebesar atom, niscaya Allah akan melipat-gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. Allah Taala berfirman: Para malaikat telah memohon syafaat, para nabi telah memohon syafaat dan orang-orang mukmin juga telah memohon syafaat. Yang tinggal hanyalah Zat yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang. Lalu Allah mengambil dari neraka dan mengeluarkan dari sana sekelompok orang yang sama sekali tidak pernah beramal baik. (Saat itu) mereka telah menjadi arang hitam. Mereka dilempar ke sebuah sungai dekat mulut surga, yang disebut Sungai Kehidupan. Kemudian mereka keluar seperti tumbuhan kecil keluar dari lumpur banjir. Bukankah kalian sering melihat tumbuhan kecil di sela-sela batu atau pohon, di mana bagian yang terkena sinar matahari akan berwarna sedikit kuning dan hijau, sedangkan yang berada di keteduhan menjadi putih? Para sahabat menyela: Seolah-olah baginda dahulu pernah menggembala di dusun. Rasulullah saw. meneruskan: Lalu mereka keluar bagaikan mutiara. Di leher mereka ada kalung, sehingga para ahli surga dapat mengenali mereka. Mereka adalah orang-orang yang dibebaskan Allah, yang dimasukkan oleh Allah ke dalam surga, tanpa amal yang mereka kerjakan dan tanpa kebaikan yang mereka lakukan. Kemudian Allah berfirman: Masuklah kalian ke dalam surga. Apapun yang kalian lihat, itu adalah untuk kalian. Mereka berkata: Ya Tuhan kami, Engkau telah memberi kami pemberian yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun di antara orang-orang di seluruh alam. Allah berfirman: Di sisiku ada pemberian untuk kalian yang lebih baik daripada pemberian ini. Mereka berkata: Ya Tuhan kami, apa lagi yang lebih baik daripada pemberian ini? Allah berfirman: Rida-Ku, sehingga Aku tidak akan murka kepada kalian sesudah itu, selamanya. (Shahih Muslim No.269)</p>
<p style="text-align: justify;">Agar disayang Allah, hendaknya kita senantiasa saling sayang-menyayangi. Seorang Muslim tidak akan mencari atau berburuk sangka kepada sesama Muslim dengan dalih apa pun. Tidak sepantasnya seorang Muslim berlaku keji hanya karena beda paham/aliran:</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman pula: &#8220;Hai sekalian orang yang beriman, siapa yang bermurtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan kaum yang dicintai olehNya dan merekapun mencintaiNya. Mereka itu bersikap lemah lembut kepada kaum mu&#8217;minin dan bersikap keras terhadap kaum kafirin. Mereka berjihad fisabilillah dan tidak takut celaan orang yang suka mencela. Demikian itulah keutamaan Allah, dikurniakan olehNya kepada siapa yang dikehendakiNya dan Allah adalah Maha Luas KaruniaNya serta Maha Mengetahui.&#8221; (al-Maidah: 54)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Hurairah r.a., katanya: &#8220;Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala berfirman -dalam hadits Qudsi: &#8220;Barangsiapa yang memusuhi kekasihKu, maka Aku memberitahukan padanya bahwa ia akan Kuperangi -Kumusuhi. Tidaklah seorang hambaKu itu mendekat padaKu dengan sesuatu yang amat Kucintai lebih daripada apabila ia melakukan apa-apa yang telah Kuwajibkan padanya. Tidaklah seorang hambaKu itu mendekat padaKu dengan melakukan hal-hal yang sunnah, sehingga akhirnya Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Akulah telinganya yang ia pakai untuk mendengarkan, Akulah matanya yang ia pakai untuk melihat, Akulah tangannya yang ia pakai untuk mengambil dan Aku pulalah kakinya yang ia pakai untuk berjalan. Jikalau ia meminta sesuatu padaKu, pasti Kuberi dan jikalau ia mohon perlindungan padaKu, pasti Kulindungi.&#8221; (Riwayat Imam Bukhari)</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Hurairah r.a. pula dari Nabi s.a.w., sabdanya: &#8220;Jikalau Allah Ta&#8217;ala itu mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril untuk memberitahukan bahwa Allah mencintai si Fulan, maka cintailah olehmu -hai Jibril- si Fulan itu. Jibril lalu mencintainya, kemudian ia mengundang kepada seluruh penghuni langit memberitahukan bahwa Allah mencintai si Fulan, maka cintailah olehmu semua -hai penghuni-penghuni langit- si Fulan itu. Para penghuni langitpun lalu mencintainya. Setelah itu diletakkanlah penerimaan baginya -yang dimaksudkan ialah kecintaan padanya- di kalangan penghuni bumi.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih) Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala apabila mencintai seorang hamba, lalu memanggil Jibril kemudian berfirman: &#8220;Sesungguhnya Saya mencintai si Fulan, maka cintailah ia.&#8221; Jibril lalu mencintainya. Seterusnya Jibril memanggil pada seluruh penghuni langit lalu berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah olehmu semua si Fulan itu.&#8221; Orang itupun lalu dicintai oleh para penghuni langit. Selanjutnya diletakkanlah penerimaan -kecintaan- itu baginya dalam hati para penghuni bumi. Dan jikalau Allah membenci seorang hamba, maka dipanggillah Jibril lalu berfirman: &#8220;Sesungguhnya Saya membenci si Fulan itu, maka bencilah engkau padanya.&#8221; Jibril lalu membencinya, kemudian ia memanggil semua penghuni langit sambil berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah membenci si Fulan, maka bencilah engkau semua padanya.&#8221; Selanjutnya diletakkanlah rasa kebencian itu dalam hati para penghuni bumi.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Hendaknya kita selalu berbaik sangka kepada Allah:</p>
<p style="text-align: justify;">Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (Shahih Muslim No.4832)</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan baca juga:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/category/iman/iman-kepada-allah/">http://media-islam.or.id/category/iman/iman-kepada-allah</a></p>
<h2>Referensi:</h2>
<p><a href="http://bundahenny.blogspot.com/2008/02/allah-maha-pengampun-dan-penyayang.html">http://bundahenny.blogspot.com/2008/02/allah-maha-pengampun-dan-penyayang.html</a></p>
<p><a href="http://unityofislam.blogspot.com/2011/06/doa-nabi-daud-agar-di-sayang-allah.html">http://unityofislam.blogspot.com/2011/06/doa-nabi-daud-agar-di-sayang-allah.html</a></p>
<div class="shr-publisher-2270"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F21%2Fallah-maha-penyayang-ar-rahiim-%25d8%25a7%25d9%2584%25d8%25b1%25d9%258e%25d9%2591%25d8%25ad%25d9%2590%25d9%258a%25d9%2585%25d9%2590%2F' data-shr_title='Allah+Maha+Penyayang+%28Ar+Rahiim+%2F+%D8%A7%D9%84%D8%B1%D9%8E%D9%91%D8%AD%D9%90%D9%8A%D9%85%D9%90+%29'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F21%2Fallah-maha-penyayang-ar-rahiim-%25d8%25a7%25d9%2584%25d8%25b1%25d9%258e%25d9%2591%25d8%25ad%25d9%2590%25d9%258a%25d9%2585%25d9%2590%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F21%2Fallah-maha-penyayang-ar-rahiim-%25d8%25a7%25d9%2584%25d8%25b1%25d9%258e%25d9%2591%25d8%25ad%25d9%2590%25d9%258a%25d9%2585%25d9%2590%2F' data-shr_title='Allah+Maha+Penyayang+%28Ar+Rahiim+%2F+%D8%A7%D9%84%D8%B1%D9%8E%D9%91%D8%AD%D9%90%D9%8A%D9%85%D9%90+%29'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F21%2Fallah-maha-penyayang-ar-rahiim-%25d8%25a7%25d9%2584%25d8%25b1%25d9%258e%25d9%2591%25d8%25ad%25d9%2590%25d9%258a%25d9%2585%25d9%2590%2F' data-shr_title='Allah+Maha+Penyayang+%28Ar+Rahiim+%2F+%D8%A7%D9%84%D8%B1%D9%8E%D9%91%D8%AD%D9%90%D9%8A%D9%85%D9%90+%29'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/09/21/allah-maha-penyayang-ar-rahiim-%d8%a7%d9%84%d8%b1%d9%8e%d9%91%d8%ad%d9%90%d9%8a%d9%85%d9%90/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah Maha Pengasih (الرَّحْمَنِ / Ar Rahman)</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/09/04/allah-maha-pengasih-%d8%a7%d9%84%d8%b1%d9%8e%d9%91%d8%ad%d9%92%d9%85%d9%8e%d9%86%d9%90-ar-rahman/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/09/04/allah-maha-pengasih-%d8%a7%d9%84%d8%b1%d9%8e%d9%91%d8%ad%d9%92%d9%85%d9%8e%d9%86%d9%90-ar-rahman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 01:27:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman Kepada Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2198</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: center;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ</p> <p style="text-align: justify;">Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Begitulah di  setiap surat Al Qur&#8217;an (kecuali surat At Taubah) dituliskan kalimat Basmallah.</p> <p style="text-align: justify;">Allah Maha Pengasih.</p> <p style="text-align: justify;">Kelihatannya begitu ringan. Namun mari kita dalami maknanya.</p> <p style="text-align: justify;">“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: center;"><span style="color: #000000; font-family: 'Traditional Arabic'; font-size: x-large;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ</span></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Begitulah di  setiap surat Al Qur&#8217;an (kecuali surat At Taubah) dituliskan kalimat Basmallah.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/08/ikan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1843" title="ikan" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/08/ikan.jpg" alt="" width="259" height="190" /></a>Allah Maha Pengasih.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelihatannya begitu ringan. Namun mari kita dalami maknanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl: 78)</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2198"></span>“Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur” [Al Mu’minuun 78]</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Katakanlah: &#8220;Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?&#8221; Maka mereka akan menjawab: &#8220;Allah.&#8221; Maka katakanlah &#8220;Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?&#8221; [Yunus 31]</p>
<p style="text-align: justify;">Coba kita renungi diri kita. Siapakah yang telah menciptakan kedua mata kita? Kedua telinga kita? Mulut kita? Kaki dan tangan kita? Allah bukan? Mengapakah kita tidak mau bersyukur?</p>
<p style="text-align: justify;">Allah yang menurunkan air sehingga kita bisa memakainya untuk minum, mandi, mencuci, dan sebagainya:<br />
&#8220;Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?&#8221; [Al Waqi'ah 68-69]</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap hari kita minum sekitar 8 gelas sehari. Jika kita beli Aqua gelas, berarti Rp 4 ribu/hari habis untuk minum. Dalam 60 tahun, sebesar Rp 87,6 juta (40 ribu dinar) kita habiskan untuk air minum. Jika air PAM per bulannya Rp 240 ribu, berarti dalam 60 tahun kita menghabiskan Rp 174 juta lebih untuk air PAM. Jika tak bayar, anda tak bisa minum dan saluran PAM diputus.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedang Allah memberi kita air secara cuma-cuma. Tidakkah Allah itu Maha Pengasih?</p>
<p style="text-align: justify;">Allah juga yang menciptakan tanam-tanaman yang kita makan seperti padi, gandum, kurma, dan sebagainya:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?&#8221; [Al Waqi'ah 63-64]</p>
<p style="text-align: justify;">Bayangkan jika Allah tidak menciptakan tanaman yang menjadi makanan kita seperti padi. Bagaimana nasib kita? Masihkan kita meragukan sifat Pengasih Allah?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/08/ternak.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1844" title="ternak" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/08/ternak.jpg" alt="" width="256" height="191" /></a>Allah yang menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang ada di situ:<br />
&#8220;Dan di antara ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) -Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.&#8221; [Asy Syura' 29]</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagian binatang itu bisa kita makan seperti sapi, kambing, ayam, ikan, dan sebagainya. Sebagian lain seperti unta dan kuda bisa kita tunggangi. Dan banyak lagi yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah memberikan segalanya untuk kita. Mulai dari bumi, langit, tubuh kita, makanan, harta, orang tua, pasangan hidup, dan juga anak cucu. Jika kita coba hitung nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, niscaya kita tidak akan sanggup!</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat lalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).&#8221; [Ibrahim 34]</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://media-islam.or.id/2011/09/04/allah-maha-pengasih-%d8%a7%d9%84%d8%b1%d9%8e%d9%91%d8%ad%d9%92%d9%85%d9%8e%d9%86%d9%90-ar-rahman/"><img src="http://img.youtube.com/vi/k4RrqjTbTAg/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan.<br />
Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.<br />
Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan.<br />
Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan.<br />
Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,<br />
dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.<br />
Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar).<br />
Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.<br />
Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.<br />
Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya),<br />
dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.<br />
Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.<br />
Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,<br />
dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.<br />
Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.<br />
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; [An Nahl 3-18]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>Silahkan baca artikel lainnya di:</p>
<p><a href="http://media-islam.or.id/category/iman/iman-kepada-allah/">http://media-islam.or.id/category/iman/iman-kepada-allah</a></p>
<div class="shr-publisher-2198"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F04%2Fallah-maha-pengasih-%25d8%25a7%25d9%2584%25d8%25b1%25d9%258e%25d9%2591%25d8%25ad%25d9%2592%25d9%2585%25d9%258e%25d9%2586%25d9%2590-ar-rahman%2F' data-shr_title='Allah+Maha+Pengasih+%28%D8%A7%D9%84%D8%B1%D9%8E%D9%91%D8%AD%D9%92%D9%85%D9%8E%D9%86%D9%90+%2F+Ar+Rahman%29'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F04%2Fallah-maha-pengasih-%25d8%25a7%25d9%2584%25d8%25b1%25d9%258e%25d9%2591%25d8%25ad%25d9%2592%25d9%2585%25d9%258e%25d9%2586%25d9%2590-ar-rahman%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F04%2Fallah-maha-pengasih-%25d8%25a7%25d9%2584%25d8%25b1%25d9%258e%25d9%2591%25d8%25ad%25d9%2592%25d9%2585%25d9%258e%25d9%2586%25d9%2590-ar-rahman%2F' data-shr_title='Allah+Maha+Pengasih+%28%D8%A7%D9%84%D8%B1%D9%8E%D9%91%D8%AD%D9%92%D9%85%D9%8E%D9%86%D9%90+%2F+Ar+Rahman%29'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F04%2Fallah-maha-pengasih-%25d8%25a7%25d9%2584%25d8%25b1%25d9%258e%25d9%2591%25d8%25ad%25d9%2592%25d9%2585%25d9%258e%25d9%2586%25d9%2590-ar-rahman%2F' data-shr_title='Allah+Maha+Pengasih+%28%D8%A7%D9%84%D8%B1%D9%8E%D9%91%D8%AD%D9%92%D9%85%D9%8E%D9%86%D9%90+%2F+Ar+Rahman%29'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/09/04/allah-maha-pengasih-%d8%a7%d9%84%d8%b1%d9%8e%d9%91%d8%ad%d9%92%d9%85%d9%8e%d9%86%d9%90-ar-rahman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyesalan Orang-orang Kafir di Akhirat</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/08/25/penyesalan-orang-orang-kafir-di-akhirat/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/08/25/penyesalan-orang-orang-kafir-di-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 01:22:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman Kepada Hari Akhir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2141</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di dunia ini banyak orang-orang yang kafir. Tak jarang mereka begitu bangga akan kekafirannya. Ada yang bangga menjadi atheist dan lantang menyatakan bahwa Tuhan itu tidak ada. Mereka anggap bodoh orang-orang yang percaya akan adanya Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">Ada pula yang meski mengaku beriman, namun mengingkari perintah Allah. Mereka justru menghalangi tegaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/08/neraka2.jpg"><img class="size-full wp-image-1803 alignleft" title="neraka2" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/08/neraka2.jpg" alt="" width="268" height="180" /></a>Di dunia ini banyak orang-orang yang kafir. Tak jarang mereka begitu bangga akan kekafirannya. Ada yang bangga menjadi atheist dan lantang menyatakan bahwa Tuhan itu tidak ada. Mereka anggap bodoh orang-orang yang percaya akan adanya Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada pula yang meski mengaku beriman, namun mengingkari perintah Allah. Mereka justru menghalangi tegaknya syariat Islam. Menghalangi tegaknya hukum Allah. Sebaliknya mereka justru menjadi pendukung sistem buatan manusia yang merupakan buatan dari kaum Judeo-Christian (Yahudi dan Nasrani).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2141"></span>Ada juga yang enggan mengerjakan shalat, malas berpuasa, tidak mau membayar zakat, atau tidak mau naik haji meski mampu. Padahal itu adalah kewajiban utama yang masuk dalam 5 rukun Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Surat Al An&#8217;aam 25-31:</p>
<p style="text-align: justify;">Kelak orang-orang seperti ini akan menyesal di akhirat nanti. Di bawah adalah ayat-ayat Al Qur&#8217;an yang menggambarkan penyesalan mereka. Saat siksa neraka yang pedih akan menimpa mereka, ingin rasanya mereka kembali ke dunia dan mengerjakan segala perintah Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000; font-family: 'Traditional Arabic'; font-size: x-large;">وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لا يُؤْمِنُوا بِهَا حَتَّى إِذَا جَاءُوكَ يُجَادِلُونَكَ يَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلا أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ</span></p>
<p style="text-align: justify;">Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan) mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: &#8220;Al Qur&#8217;an ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000; font-family: 'Traditional Arabic'; font-size: x-large;">وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْأَوْنَ عَنْهُ وَإِنْ يُهْلِكُونَ إِلا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ</span></p>
<p style="text-align: justify;">Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al Qur&#8217;an dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000; font-family: 'Traditional Arabic'; font-size: x-large;">وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ</span></p>
<p style="text-align: justify;">Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: &#8220;Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman&#8221;, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000; font-family: 'Traditional Arabic'; font-size: x-large;">بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ</span></p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000; font-family: 'Traditional Arabic'; font-size: x-large;">وَقَالُوا إِنْ هِيَ إِلا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ</span></p>
<p style="text-align: justify;">Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): &#8220;Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000; font-family: 'Traditional Arabic'; font-size: x-large;">وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى رَبِّهِمْ قَالَ أَلَيْسَ هَذَا بِالْحَقِّ قَالُوا بَلَى وَرَبِّنَا قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ</span></p>
<p style="text-align: justify;">Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: &#8220;Bukankah (kebangkitan) ini benar?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Sungguh benar, demi Tuhan kami&#8221;. Berfirman Allah: &#8220;Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari (nya)&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000; font-family: 'Traditional Arabic'; font-size: x-large;">قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ حَتَّى إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَى مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَى ظُهُورِهِمْ أَلا سَاءَ مَا يَزِرُونَ</span></p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: &#8220;Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!&#8221;, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu.</p>
<p style="text-align: justify;">[Surat Al An'aam 25-31]</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana mereka tidak menyesal mengingat kedahsyatan kiamat dan neraka itu amat dahsyat hingga seorang ibu yang tengah menyusui anaknya sampai lupa pada anaknya:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).</strong><br />
<strong> (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.&#8221; [Al Hajj 1-2]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Begitu mengerikan hingga anak-anak rambutnya menjadi beruban:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.</strong><br />
<strong> Langit(pun) menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana.&#8221; [Al Muzzammil 17-18]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada Surat Al Fajr 17-26 dijelaskan bagaimana orang yang tidak memuliakan anak yatim, tak mau sedekah, dan korup akhirnya menyesal tatkala diperlihatkan neraka yang begitu dahsyat dan mengerikan. Neraka itu untuk menyiksa dirinya:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, </strong><strong>dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, </strong><strong>dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang batil), </strong><strong>dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, </strong><strong>dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dia mengatakan: &#8220;Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya, </strong><strong>dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>[Surat Al Fajr 17-26]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dia menyesal karena mencintai harta benda dengan berlebihan dan ingin agar bisa kembali sehingga dapat bersedekah. Namun sia-sia. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna!</p>
<p style="text-align: justify;">Surat Saba&#8217; 31-33 menjelaskan bagaimana orang yang tidak beriman kepada Al Qur&#8217;an akhirnya menyesal. Para penyesat dan orang yang disesatkan pun saling menyalahkan:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Dan orang-orang kafir berkata: &#8220;Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Qur&#8217;an ini dan tidak (pula) kepada Kitab yang sebelumnya&#8221;. Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang lalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: &#8220;Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah: &#8220;Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: &#8220;(Tidak) sebenarnya tipu daya (mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya&#8221;. Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>[Saba' 31-33]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada surat Yunus 48-54, orang-orang kafir tidak percaya akan hari pembalasan. Bahkan minta disegerakan jika memang ada:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Mereka mengatakan: &#8220;Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar?&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Katakanlah: &#8220;Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah.&#8221; Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Katakanlah: &#8220;Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaan-Nya di waktu malam atau di siang hari, apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga?&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kemudian itu kamu baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang lalim (musyrik) itu: &#8220;Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan.&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dan mereka menanyakan kepadamu: &#8220;Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?&#8221; Katakanlah: &#8220;Ya, demi Tuhan-ku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dan kalau setiap diri yang lalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>[Yunus 48-54]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saat siksa itu datang mereka menyesal. Bahkan bersedia menebus dengan segala yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan baca juga:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/category/iman/iman-kepada-hari-akhir/">http://media-islam.or.id/category/iman/iman-kepada-hari-akhir</a></p>
<div class="shr-publisher-2141"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F25%2Fpenyesalan-orang-orang-kafir-di-akhirat%2F' data-shr_title='Penyesalan+Orang-orang+Kafir+di+Akhirat'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F25%2Fpenyesalan-orang-orang-kafir-di-akhirat%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F25%2Fpenyesalan-orang-orang-kafir-di-akhirat%2F' data-shr_title='Penyesalan+Orang-orang+Kafir+di+Akhirat'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F25%2Fpenyesalan-orang-orang-kafir-di-akhirat%2F' data-shr_title='Penyesalan+Orang-orang+Kafir+di+Akhirat'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/08/25/penyesalan-orang-orang-kafir-di-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah Al Qawiyyu القوى Maha Kuat</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/07/31/allah-al-qawiyyu-%d8%a7%d9%84%d9%82%d9%88%d9%89-maha-kuat/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/07/31/allah-al-qawiyyu-%d8%a7%d9%84%d9%82%d9%88%d9%89-maha-kuat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 02:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman Kepada Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2011</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Satu dari 99 Nama Allah yang baik (Asma&#8217;ul Husna) adalah</p> Al Qawiyyu     القوى     Maha Kuat <p style="text-align: justify;">Banyak orang, terutama kaum pria, ingin menjadi kuat. Tak jarang mereka habiskan berjam-jam waktunya (hingga 8 jam lebih) untuk latihan fisik di gym/fitness center agar bisa menjadi kuat. Bahkan ada yang minum doping/anabolic [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;">Satu dari 99 Nama Allah yang baik (Asma&#8217;ul Husna) adalah</p>
<h2 style="text-align: justify;">Al Qawiyyu     القوى     Maha Kuat</h2>
<p style="text-align: justify;">Banyak orang, terutama kaum pria, ingin menjadi kuat. Tak jarang mereka habiskan berjam-jam waktunya (hingga 8 jam lebih) untuk latihan fisik di gym/fitness center agar bisa menjadi kuat. Bahkan ada yang minum doping/anabolic steroid agar jadi sangat kuat. Mereka bangga jika disebut orang kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun sekuat-kuatnya manusia, tidak ada yang melebihi kekuatan Allah yang Maha Kuat.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2011"></span>Saat lahir, manusia merupakan bayi lemah yang tidak berdaya. Jangankan mengangkat barbel. Duduk pun dia tak sanggup. Begitu pula saat mati dan jadi tulang-belulang berserakan, manusia itu tak mampu berbuat apa-apa. Manusia itu amat lemah. Hanya Allah yang Maha Kuat!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/08/kuat.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1732" title="kuat" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/08/kuat.jpg" alt="" width="468" height="690" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Allah mampu menciptakan jagat raya yang lebarnya 30 milyar tahun cahaya (ini baru perkiraan saat ini).</p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2010/03/ukuranantares.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, bumi yang kelilingnya 40 ribu km ini cuma 0,13 detik cahaya kelilingnya. Lebar jagat raya 7 juta trilyun kali lebih panjang daripada keliling bumi. Jadi bisa kita bayangkan luasnya jagat raya. Itu baru langit ke 1. Belum langit ke 2, ke 3, hingga langit ke 7. Dan surga jauh lebih luas daripada dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi bisa kita bayangkan kekuasaan/kekuatan Allah yang mampu menciptakan semuanya dalam sekejap hanya dengan berkata: &#8220;Kun!&#8221; (Jadilah!). Allah mampu mengangkat/memelihara jagat raya yang amat luas dan teramat berat ini dengan mudahnya hingga tidak jatuh berserakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan petinju terbesar di dunia, Muhammad Ali, yang dulu sesumbar sebagai &#8220;The Greatest&#8221; setelah masuk Islam sadar dia bukan yang terbesar. Tetapi yang benar-benar terbesar adalah: Allah! Allahu Akbar! Allah Maha Besar!</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://media-islam.or.id/2011/07/31/allah-al-qawiyyu-%d8%a7%d9%84%d9%82%d9%88%d9%89-maha-kuat/"><img src="http://img.youtube.com/vi/RmaHGY7BEog/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Muhammad Ali sendiri sekarang sudah tua dan melemah dan terkena penyakit Parkinson. Namun beliau beruntung sadar dan hidup sebagai seorang Muslim.</p>
<p>Mudah-mudahan dengan tulisan ini, kita jadi yakin bahwa Allah adalah Maha Kuat.</p>
<div class="shr-publisher-2011"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F07%2F31%2Fallah-al-qawiyyu-%25d8%25a7%25d9%2584%25d9%2582%25d9%2588%25d9%2589-maha-kuat%2F' data-shr_title='Allah+Al+Qawiyyu+%D8%A7%D9%84%D9%82%D9%88%D9%89+Maha+Kuat'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F07%2F31%2Fallah-al-qawiyyu-%25d8%25a7%25d9%2584%25d9%2582%25d9%2588%25d9%2589-maha-kuat%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F07%2F31%2Fallah-al-qawiyyu-%25d8%25a7%25d9%2584%25d9%2582%25d9%2588%25d9%2589-maha-kuat%2F' data-shr_title='Allah+Al+Qawiyyu+%D8%A7%D9%84%D9%82%D9%88%D9%89+Maha+Kuat'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F07%2F31%2Fallah-al-qawiyyu-%25d8%25a7%25d9%2584%25d9%2582%25d9%2588%25d9%2589-maha-kuat%2F' data-shr_title='Allah+Al+Qawiyyu+%D8%A7%D9%84%D9%82%D9%88%D9%89+Maha+Kuat'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/07/31/allah-al-qawiyyu-%d8%a7%d9%84%d9%82%d9%88%d9%89-maha-kuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Video Bukti Tuhan itu Ada!</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/04/25/video-bukti-tuhan-itu-ada/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/04/25/video-bukti-tuhan-itu-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 01:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman Kepada Allah]]></category>
		<category><![CDATA[MITV]]></category>
		<category><![CDATA[TV Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=1779</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ini adalah klip video ceramah ringkas Bukti Tuhan itu ada. Adanya jagad raya serta keteraturan alam semesta merupakan bukti adanya Tuhan. Adanya Allah. Meski sederhana, semoga bermanfaat untuk menambah keimanan kita. Amiin</p> <p></p> <p>Silahkan lihat juga:</p> [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p>Ini adalah klip video ceramah ringkas Bukti Tuhan itu ada.<br />
Adanya jagad raya serta keteraturan alam semesta merupakan bukti adanya Tuhan. Adanya Allah.<br />
Meski sederhana, semoga bermanfaat untuk menambah keimanan kita. Amiin</p>
<p><object style="height: 390px; width: 640px;" width="640" height="390"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/uhdy1fB8_4E?version=3" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="640" height="390" src="http://www.youtube.com/v/uhdy1fB8_4E?version=3" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><span id="more-1779"></span>Silahkan lihat juga:</p>
<p>http://media-islam.or.id/2007/09/06/bukti-tuhan-itu-ada</p>
<div class="shr-publisher-1779"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F04%2F25%2Fvideo-bukti-tuhan-itu-ada%2F' data-shr_title='Video+Bukti+Tuhan+itu+Ada%21'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F04%2F25%2Fvideo-bukti-tuhan-itu-ada%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F04%2F25%2Fvideo-bukti-tuhan-itu-ada%2F' data-shr_title='Video+Bukti+Tuhan+itu+Ada%21'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F04%2F25%2Fvideo-bukti-tuhan-itu-ada%2F' data-shr_title='Video+Bukti+Tuhan+itu+Ada%21'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/04/25/video-bukti-tuhan-itu-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

