<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Islam &#187; Islam</title>
	<atom:link href="http://media-islam.or.id/category/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-islam.or.id</link>
	<description>Belajar Islam sesuai Al Qur&#039;an dan Hadits</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 02:56:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Ummat Islam akan Mengikuti Kaum Yahudi dan Nasrani hingga Masuk Lubang Biawak!</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/10/11/ummat-islam-akan-mengikuti-kaum-yahudi-dan-nasrani-hingga-masuk-lubang-biawak/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/10/11/ummat-islam-akan-mengikuti-kaum-yahudi-dan-nasrani-hingga-masuk-lubang-biawak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 00:32:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2347</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dari Abu Sa‘id Al Khudri, ia berkata: “Rasululah bersabda: ‘Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalianpun akan masuk ke dalamnya.’ Mereka (para sahabat) bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kaum Yahudi dan Nasrani?’ Sabda beliau: “Siapa lagi.” (HR. Bukhari dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2010/12/lubangbiawak.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1937" title="lubangbiawak" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2010/12/lubangbiawak.jpg" alt="" width="288" height="197" /></a>Dari Abu Sa‘id Al Khudri, ia berkata: “Rasululah bersabda: ‘Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalianpun akan masuk ke dalamnya.’ Mereka (para sahabat) bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kaum Yahudi dan Nasrani?’ Sabda beliau: “Siapa lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. ” [Al Baqarah 120]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2347"></span>Kaum Yahudi dan Nasrani tak akan senang hingga ummat Islam mengikuti agama mereka. Minimal mengikuti sistem politik mereka seperti demokrasi. Dengan sistem ini, boleh dikata 99% dari ratusan juta pemilih tidak mengenal secara pribadi calon pemimpin yang akan dipilih.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibatnya hanya calon pemimpin yang mengeluarkan dana besar saja (puluhan trilyun rupiah) yang mampu merebut suara lewat kampanye dan iklan di berbagai media massa. Celakanya dananya didapat dari kalangan pengusaha macam keluarga Rothschild dan Rockefeller. Akhirnya pemimpin ini cuma jadi pemimpin boneka yang mengabdi demi donaturnya. Bukan untuk rakyatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sistem ekonomi mereka seperti <a href="http://media-islam.or.id/2008/09/16/paham-ekonomi-neoliberalisme-bertentangan-dengan-islam/">Kapitalisme/Neoliberalisme </a>dengan Pasar Modal, Pasar Uang, Pasar Komoditas yang penuh dengan spekulasi dan riba. Betapa banyak pejabat (bahkan dari partai Islam sekali pun) yang menjual Ekonomi dan Kekayaan ummat Islam Indonesia yang tak ternilai harganya kepada Investor Asing Zionis Yahudi macam keluarga Rothschild dan Rockefeller demi kertas dollar yang sebetulnya tidak ada harganya?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://syiarislam.wordpress.com/2010/02/10/yahudi-kuasai-ekonomi-indonesia/">Akibatnya perekonomian dan kekayaan alam ummat Islam dikuasai Yahudi.</a></p>
<p style="text-align: justify;">Padahal Islam punya <a href="http://media-islam.or.id/2009/03/31/sistem-ekonomi-islam-yang-pro-rakyat/">Sistem Ekonomi Islam</a> yang mampu mensejahterakan semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Hukum yang dipakai ummat Islam pun bukanlah hukum Allah. Tapi hukum peninggalan penjajah Belanda yang kafir. Hukuman pemerkosa cuma 6-9 bulan meski bagi wanita yang diperkosa penderitaan itu mereka rasakan seumur hidup. Hukuman bagi pembunuh rata-rata cuma 1-7 tahun. Akibatnya pembunuhan dan perkosaan merajalela. Padahal dalam Islam, hukuman untuk pembunuh dan pemerkosa adalah mati setelah diberi kesempatan untuk tobat. Ini menimbulkan efek jera dan para penjahat tersebut tidak mungkin lagi mengulangi perbuatan jahat mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? &#8221; [Al Maa-idah 50]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Gaya hidup mereka seperti mengumbar aurat dan sex bebas yang dipropagandakan kaum Yahudi dan Nasrani di Hollywood, dan sebagainya diikutu oleh sebagian Muslim. Bahkan tak sedikit ummat Islam yang terjebak merayakan Hari Valentine&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Sebab sesatnya kaum Yahudi dan Nasrani adalah akibat taqlid membebek membabi-buta kepada para ulama-ulama mereka:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah[639] dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” [At Taubah 31]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">[639]. Maksudnya: mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka tidak mengacu lagi kepada Kitab Suci Taurat, Zabur, dan Injil yang diturunkan kepada mereka. Bahkan ada yang malah merubah ayat-ayat tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini pun di kalangan ummat Islam hal serupa terjadi. Sebagian ulama mungkin belum sampai mengubah ayat-ayat Al Qur&#8217;an. Namun mereka mentafsirkan secara keliru sehingga perbuatan dan ucapan mereka bertentangan dengan Al Qur&#8217;an dan Hadits.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih&#8221; [At Taubah 34]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ciri-ciri ulama seperti ini adalah mereka dekat dengan penguasa yang zhalim dan orang-orang kafir serta menumpuk harta mereka. Ini terlihat dengan mobil dan rumah mereka yang mewah. Gaya hidup mereka beda dengan N<a href="http://media-islam.or.id/2008/02/29/pandangan-islam-terhadap-harta-kaya-dan-kesederhanaan/">abi Muhammad SAW yang meski dunia dalam genggamannya, namun memilih untuk menyedekahkan hartanya dan hidup sederhana</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan saat kaum Nasrani merayakan kelahiran Tuhan mereka, Yesus, ada sebagian ulama yang menghalalkan memberi <a href="http://media-islam.or.id/2010/12/14/haram-hukumnya-mengucapkan-selamat-natal/">ucapan Selamat Natal </a>kepada mereka. Berbagai &#8220;dalil Al Qur&#8217;an dan Hadits&#8221; mereka berikan, padahal demi Allah, tidak pernah Nabi dan Sahabat, tabi&#8217;in, mau pun Imam Madzhab yang mengucapkan <a href="http://media-islam.or.id/2010/12/14/haram-hukumnya-mengucapkan-selamat-natal/">Selamat Natal</a> kepada kaum Nasrani dengan &#8220;Dalil Palsu&#8221; yang mereka berikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesatnya kaum Yahudi dan Nasrani karena mereka mengikuti ulama mereka membabi-buta. Kita jangan taqlid pada ulama seperti mereka. Pegang teguh Al Qur’an dan Hadits. Ikutilah ulama yang lurus yang berpedoman pada Al Qur’an dan hadits. Bukan yang menyimpang dan sesat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” [Al Israa' 31]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Yang aku takuti terhadap umatku ialah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR. Abu Dawud)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Celaka atas umatku dari ulama yang buruk. (HR. Al Hakim)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang ulama yang tanpa amalan seperti lampu membakar dirinya sendiri (Berarti amal perbuatan harus sesuai dengan ajaran-ajarannya). (HR. Ad-Dailami)</p>
<p style="text-align: justify;">Kita memang harus mengikuti ulama. Tapi ikutilah ulama yang lurus yang mematuhi <a href="http://media-islam.or.id/2007/09/14/mempelajari-dan-mengamalkan-al-qur%E2%80%99an-dan-hadits/">Al Qur&#8217;an dan Hadits</a>. Bukan Ulama Su&#8217;/Jahat yang menyesatkan!</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu kita juga wajib <a href="http://media-islam.or.id/2007/09/14/mempelajari-dan-mengamalkan-al-qur%E2%80%99an-dan-hadits/">mempelajari Al Qur&#8217;an dan Hadits </a>sehingga kita tahu mana ulama yang mengikutinya dan mana yang menyimpang.</p>
<p style="text-align: justify;">Sabda Rasulullah Saw: “Aku tinggalkan padamu dua hal, yang tidak akan sesat kamu selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.”(HR Ibnu ‘Abdilbarri)</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan kita ikuti kaum Yahudi dan Nasrani. Ikutilah selalu jalan yang lurus sebagaimana surat Al Fatihah yang kita baca setiap kali kita shalat:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Tunjukilah kami jalan yang lurus,</strong><br />
<strong> (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.&#8221; [Al Faatihah 6-7]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut penafsiran ulama, orang yang dimurkai Allah adalah kaum Yahudi. Karena selain ingkar, mereka berusaha membunuh para nabi seperti Nabi Zakaria, Yahya, Isa, dan juga Nabi Muhammad. Ada pun orang yang sesat adalah kaum Nasrani karena mereka tersesat oleh Paulus sehingga menyembah Yesus sebagai Tuhan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang-orang yang beriman tidak akan mengambil kaum Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hanya orang munafik yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52]</strong></p>
<div class="shr-publisher-2347"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F11%2Fummat-islam-akan-mengikuti-kaum-yahudi-dan-nasrani-hingga-masuk-lubang-biawak%2F' data-shr_title='Ummat+Islam+akan+Mengikuti+Kaum+Yahudi+dan+Nasrani+hingga+Masuk+Lubang+Biawak%21'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F11%2Fummat-islam-akan-mengikuti-kaum-yahudi-dan-nasrani-hingga-masuk-lubang-biawak%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F11%2Fummat-islam-akan-mengikuti-kaum-yahudi-dan-nasrani-hingga-masuk-lubang-biawak%2F' data-shr_title='Ummat+Islam+akan+Mengikuti+Kaum+Yahudi+dan+Nasrani+hingga+Masuk+Lubang+Biawak%21'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F10%2F11%2Fummat-islam-akan-mengikuti-kaum-yahudi-dan-nasrani-hingga-masuk-lubang-biawak%2F' data-shr_title='Ummat+Islam+akan+Mengikuti+Kaum+Yahudi+dan+Nasrani+hingga+Masuk+Lubang+Biawak%21'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/10/11/ummat-islam-akan-mengikuti-kaum-yahudi-dan-nasrani-hingga-masuk-lubang-biawak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesalahan Umum Saat Haji dan Umrah</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/09/15/kesalahan-umum-saat-haji-dan-umrah/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/09/15/kesalahan-umum-saat-haji-dan-umrah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 07:26:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Umrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2260</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya pernah pergi Haji dan Umrah. Selama Haji dan Umrah, saya temukan kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para jema&#8217;ah haji atau umrah. Saya khawatir ibadah Haji dan Umrah mereka ditolak oleh Allah karena dosa yang mereka lakukan. Kesalahan umum saat Haji dan Umrah adalah sebagai berikut.</p> Lewat Di Depan Orang Shalat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;">Saya pernah pergi Haji dan Umrah. Selama Haji dan Umrah, saya temukan kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para jema&#8217;ah haji atau umrah. Saya khawatir ibadah Haji dan Umrah mereka ditolak oleh Allah karena dosa yang mereka lakukan. Kesalahan umum saat Haji dan Umrah adalah sebagai berikut.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Lewat Di Depan Orang Shalat</strong></span></h2>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/09/hajilewat.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1874" title="hajilewat" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/09/hajilewat.jpg" alt="" width="120" height="120" /></a>Ada orang yang dengan enteng lewat di depan orang yang sedang shalat. Padahal dosanya amat besar:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulllah SAW bersabda, “Seandainya orang yang lewat di depan orang shalat mengetahui tentang dosanya, maka pastilah menunggu selama 40 lebih baik baginya daripada lewat di depannya. (HR Bukhari dan Muslim)</strong> <span id="more-2260"></span>Salah seorang perawi hadits, Abu An-Nadhr, berkata, “Aku tidak tahu apakah maksudnya 40 hari, 40 bulan atau 40 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">“Janganlah kamu shalat kecuali menghadap sutrah dan jangan biarkan seorang pun lewat di hadapanmu. Jika ada yang ngotot ingin lewat, perangilah ia. Karena sesungguhnya ada setan bersamanya. ” (HR. Ibnu Khuzaimah no. 800)</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih baik kita lewat di belakangnya atau 1-2 saf di depannya. Jika tak bisa, lebih baik diam menunggu hingga dia selesai shalat.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;">Tergesa-gesa (Terburu-buru) dan Mengganggu Jema&#8217;ah Lain</span></h2>
<p><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/09/hajicelaka.jpg"><img class="size-full wp-image-1876 alignleft" style="border-color: initial; border-style: initial;" title="hajicelaka" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/09/hajicelaka.jpg" alt="" width="258" height="195" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak orang yang terburu-buru dan mengganggu jema&#8217;ah lain. Tak jarang akibat sikap seperti itu, banyak musibah dengan korban jiwa terjadi. Bukan sekedar berebut mencium Hajarul Aswad, namun juga saat lewat terowongan Mina dan melontar jumrah.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/09/hajicelaka.jpg"><br />
</a>Tahun 1990, 1426 jema&#8217;ah haji tewas di Terowongan Mina akibat terinjak-injak. Tahun 2006, 345 jema&#8217;ah tewas saat berdesakan melontar jumrah. Jadi tenang dan bersabarlah agar mendapat pahala.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan terburu-buru karena itu adalah perbuatan setan:</p>
<p style="text-align: justify;">“Tergesa-gesa adalah termasuk perbuatan setan,” begitu kata Nabi (HR Tirmidzi)</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;">Pamer atau Bermewah-mewahan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Kadang ada juga yang pamer atau bermewah-mewahan. Mulai dari tinggal di hotel termahal, hingga memasang gelar Haji atau Hajjah untuk dibanggakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Suka kemewahan sebetulnya adalah satu penyakit yang harus kita hilangkan. Di Al Qur&#8217;an banyak disebut bagaimana orang yang suka bermewah-mewah itu menghuni neraka. Adakah kita ingin seperti itu?</p>
<p style="text-align: justify;">“…<strong>orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah </strong>yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.” [Hud 116]</p>
<p style="text-align: justify;">“Hingga apabila <strong>Kami timpakan azab, kepada orang-orang yang hidup mewah</strong> di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong.” [Al Mu'minuun 64]</p>
<p style="text-align: justify;">“<strong>Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.</strong>” [Al Waqi'ah 45]</p>
<p style="text-align: justify;">Nabi Muhammad meski beliau mampu hidup mewah karena 2 negara Super Power dunia saat itu (Romawi dan Persia) hampir jatuh di tangannya, namun tetap hidup sederhana. Tak ada perabotan berarti di rumahnya. Rumahnya pun tidak begitu besar. Kira-kira seluas tempat yang sekarang jadi makam Nabi di dalam Masjid Nabawi. Sempat Abu Bakar melihat bekas pelepah kurma di punggung Nabi. Beliau juga sering mengganjal perutnya dengan batu karena lapar. Itulah kesederhanaan belau.</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan baca juga artikel lainnya di:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/category/islam/haji/">http://media-islam.or.id/category/islam/haji/</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/category/usaha-muslim/biro-haji-umrah/">http://media-islam.or.id/category/usaha-muslim/biro-haji-umrah/</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Haji">http://id.wikipedia.org/wiki/Haji</a></p>
<h2>Rekaman tragedi ibadah haji</h2>
<ul>
<li>Desember 1975: 200 jamaah tewas di dekat kota Makkah setelah sebuah pipa gas meledak dan membakar sepuluh tenda.</li>
<li>4 Desember 1979: 153 jamaah tewas dan 560 lainnya terluka setelah petugas keamanan Arab Saudi yang dibantu tentara Perancis mencoba membebaskan Masjidil Haram yang disandera sekelompok militan selama dua minggu.</li>
<li>31 Juli 1987: 402 jamaah tewas, 275 di antaranya dari Iran, setelah ribuan jamaah Iran yang melakukan demonstrasi mendapat perlawanan fisik dari keamanan Arab Saudi. Akibat dari insiden itu Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, yang akhirnya tidak mengirimkan jamaahnya ke Makkah hingga tahun 1991.</li>
<li>10 Juli 1989: satu jamaah tewas dan 16 terluka akibat penembakan di dalam Masjidil Haram. Akibatnya 16 orang Kuwait yang melakukan penyerangan dihukum tembak mati.</li>
<li>15 Juli 1989: lima jamaah asal Pakistan tewas dan 34 lainnya terluka akibat insiden penembakan oleh sekelompok orang bersenjata di perumahan mereka di Makkah.</li>
<li>2 Juli 1990: 1.426 jamaah tewas kebanyakan dari Asia akibat terperangkap di dalam terowongan Mina.</li>
<li>24 Mei 1994: 270 jamaah tewas akibat saling dorong dan injak di Mina.</li>
<li>7 Mei 1995: tiga jamaah tewas akibat kebakaran di Mina.</li>
<li>15 April 1997: 343 jamaah tewas dan 1.500 lainnya terluka karena kehabisan napas karena terjebak di dalam kebakaran tenda di Mina.</li>
<li>9 April 1998: 118 jamaah tewas karena berdesak–desakkan saat pelaksanaan lontar jumroh.</li>
<li>5 Maret 2001: 35 jamaah tewas serta puluhan lainnya luka – luka karena berdesak – desakan di Jammarat.</li>
<li>11 Februari 2003: 14 jamaah tewas di Jumrotul Mina – enam di antaranya wanita.</li>
<li>1 Februari 2004: Sebanyak 251 jamaah tewas selama pelaksanaan lontar jumrah.</li>
<li>23 Januari 2005: 29 jamaah tewas akibat banjir terburuk dalam 20 tahun terakhir di Madinah.</li>
<li>5 Januari 2006: Sebanyak 76 tewas akibat runtuhnya sebuah penginapan al-Rayahin di jalan Gaza, sekitar 200 meter sebelah barat Masjidil Haram.</li>
<li>12 Jan 2006: Sedikitnya 345 jamaah tewas di Jammarat selama pelaksanaan lontar jumrah. Insiden ini terjadi pada pukul 15.30 waktu setempat usai salat Zuhur, setelah jutaan jamaah saling berdesak–desakkan di pintu masuk sebelah utara lantai dua Jammarat.</li>
</ul>
<div class="shr-publisher-2260"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F15%2Fkesalahan-umum-saat-haji-dan-umrah%2F' data-shr_title='Kesalahan+Umum+Saat+Haji+dan+Umrah'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F15%2Fkesalahan-umum-saat-haji-dan-umrah%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F15%2Fkesalahan-umum-saat-haji-dan-umrah%2F' data-shr_title='Kesalahan+Umum+Saat+Haji+dan+Umrah'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F15%2Fkesalahan-umum-saat-haji-dan-umrah%2F' data-shr_title='Kesalahan+Umum+Saat+Haji+dan+Umrah'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/09/15/kesalahan-umum-saat-haji-dan-umrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesalahan Umum Dalam Shalat</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/09/07/kesalahan-umum-dalam-shalat/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/09/07/kesalahan-umum-dalam-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 06:46:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2223</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam satu ceramah, KH Mohamad Hidayat menjelaskan cara-cara shalat yang benar dari sebuah Kitab Kuning dan juga kesalahan-kesalahan yang umum terjadi saat shalat.</p> <p style="text-align: justify;">Sebagai contoh ada orang yang shalatnya tidak pakai tuma&#8217;ninah (berhenti sebentar sekitar 2-3 detik pada posisi sempurna) pada tiap pergantian gerakan seperti ruqu&#8217;, sujud, dan sebagainya. Sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><a href="http://alwashiyyah.files.wordpress.com/2011/09/shalat.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-166" title="shalat" src="http://alwashiyyah.files.wordpress.com/2011/09/shalat.jpg" alt="" width="260" height="186" /></a>Dalam satu ceramah, KH Mohamad Hidayat menjelaskan cara-cara shalat yang benar dari sebuah Kitab Kuning dan juga kesalahan-kesalahan yang umum terjadi saat shalat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh ada orang yang shalatnya tidak pakai tuma&#8217;ninah (berhenti sebentar sekitar 2-3 detik pada posisi sempurna) pada tiap pergantian gerakan seperti ruqu&#8217;, sujud, dan sebagainya. Sehingga ada orang yang sujudnya seperti ayam lagi matok makanan. Belum 1 detik menyentuh lantai wajahnya sudah bangkit lagi ke posisi duduk atau berdiri. Padahal harusnya berhenti sejenak sambil membaca bacaan &#8220;Subhana robbiyal a&#8217;laa wa bi hamdih&#8221; sebanyak 3 kali.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2223"></span>Ada juga orang saat bangkit berdiri tangannya bukannya lurus ke bawah dan diam, namun berayun-ayun ke depan dan kebelakang seperti pendulum jam zaman dahulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesalahan shalat lainnya adalah saat sujud, telapak tangannya bukannya menempel di lantai, justru dikepalkan sebagaimana orang-orang sedang push-up saat latihan karate.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Ibnu ‘Abbas berkata:Nabi SAW berkata:“Aku diperintah untuk bersujud (dalam riwayat lain;Kami diperintah untuk bersujud) dengan tujuh (7) anggota badan;yakni kening sekaligus hidung,dua tangan (dalam lafadhz lain;dua telapak tangan),dua lutut,jari-jari kedua kaki dan kami tidak boleh menyibak lengan baju dan rambut kepala.”<br />
(Hadits dikeluarkan oleh Al-Jama’ah)</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan pula sekali-kali makmum mendahului gerakan imam dalam shalat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya mendahului imam merasa takut kalau Alloh merubah kepalanya menjadi kepala keledai.” (HR. Bukhori, Muslim)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Sesungguhnya ubun-ubun orang yang merunduk dan mengangkat kepalanya mendahului imam berada di dalam genggaman setan.” (HR. Thobroni dengan status hasan)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Adapun larangan membarengi gerakan imam maka dasarnya adalah sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Jika imam telah ruku’ maka ruku’-lah kalian dan jika imam bangkit maka bangkitlah kalian.” (HR. Al Bukhori).</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak pula orang yang duduk di belakang sehingga shaf di depannya kosong pada saat khutbah jum&#8217;at:</p>
<p style="text-align: justify;">“Sebaik-baik shof bagi laki-laki adalah yang paling depan, sedangkan shof yang paling buruk adalah yang paling akhir. Sedangkan shof yang terbaik bagi wanita adalah paling belakang dan yang paling buruk adalah yang paling depan.” (HR. Muslim).</p>
<p style="text-align: justify;">Akibatnya orang yang datang belakangan sering kesulitan menemukan tempat shalat yang kosong.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesalahan lain adalah shafnya kurang rapat karena menganggap garis-garis sajadah yang lebar itu sebagai &#8220;kapling&#8221; dirinya. Kemudian ada pula yang posisi kakinya di depan, yang lain di belakang sampai hampir satu telapak kaki bedanya. Harusnya lurus:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rosululloh bersabda yang artinya, “Luruskan shof-shof kalian, karena lurusnya shof termasuk kesempurnaan sholat.” (HR. Bukhori Muslim)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada juga orang yang dengan enteng lewat di depan orang yang sedang shalat. Padahal dosanya amat besar:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulllah SAW bersabda, &#8220;Seandainya orang yang lewat di depan orang shalat mengetahui tentang dosanya, maka pastilah menunggu selama 40 lebih baginya dari pada lewat di depannya. (HR Bukhari dan Muslim)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Salah saeorang perawi hadits, Abu An-Nadhr, berkata, &#8220;Aku tidak tahu apakah maksudnya 40 hari, 40 bulan atau 40 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Hendaknya yang shalat pun shalat di tempat yang kemungkinannya kecil dilalui orang. Misalnya di depan masjid atau di pojok di belakang tiang. Bukan di tempat pintu keluar.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasang juga sutrah/pembatas di depan tempat kita shalat seperti tas, buku, sajadah, dan sebagainya sehingga orang tahu itu batas tempat kita shalat:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Janganlah kalian shalat kecuali menghadap sutrah (pembatas) dan jangan perbolehkan seseorang lewat didepanmu&#8221; (HR Muslim)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika tidak ada sutrah, minimal 3 hasta (1 atau 2 saf) di depannya baru kita boleh lewat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://alwashiyyah.or.id/2011/09/08/kesalahan-umum-dalam-shalat/">http://alwashiyyah.or.id/2011/09/08/kesalahan-umum-dalam-shalat</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari ceramah KH Mohamad Hidayat dengan penambahan dari sumber lainnya seperti di bawah:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html">http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/kesalahan-kesalahan-makmum-dalam-shalat.html</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1173143533">http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1173143533</a></p>
<div class="shr-publisher-2223"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F07%2Fkesalahan-umum-dalam-shalat%2F' data-shr_title='Kesalahan+Umum+Dalam+Shalat'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F07%2Fkesalahan-umum-dalam-shalat%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F07%2Fkesalahan-umum-dalam-shalat%2F' data-shr_title='Kesalahan+Umum+Dalam+Shalat'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F09%2F07%2Fkesalahan-umum-dalam-shalat%2F' data-shr_title='Kesalahan+Umum+Dalam+Shalat'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/09/07/kesalahan-umum-dalam-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadits-hadits Tentang Tidur di Masjid</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/08/08/hadits-hadits-tentang-tidur-di-masjid/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/08/08/hadits-hadits-tentang-tidur-di-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 01:42:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2070</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Banyak kita dapati larangan tidur di masjid seolah-olah haram tidur di masjid. Ternyata dari berbagai hadits yang saya kumpulkan, Nabi, Ali, dan para sahabat lainnya pernah tidur di masjid. Bahkan para Ahli Suffah seperti Abu Hurairah biasa tidur di Suffah yang merupakan satu bagian dari masjid.</p> <p style="text-align: justify;">Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/08/tidurdimasjid.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1783" title="tidurdimasjid" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/08/tidurdimasjid.jpg" alt="" width="468" height="307" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak kita dapati larangan tidur di masjid seolah-olah haram tidur di masjid. Ternyata dari berbagai hadits yang saya kumpulkan, Nabi, Ali, dan para sahabat lainnya pernah tidur di masjid. Bahkan para Ahli Suffah seperti Abu Hurairah biasa tidur di Suffah yang merupakan satu bagian dari masjid.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah orang juga bebas tidur di masjid sehingga mereka bisa senantiasa shalat berjama&#8217;ah di masjid (terutama yang hotelnya jauh atau mungkin memang tidur di situ).</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abdullah bin Zaid r.a. bahwasanya ia melihat Rasulullah s.a.w. bertelentang di masjid sambil meletakkan salah satu dari kedua kakinya di atas kaki yang lain.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2070"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Saat Ali ra bertengkar dengan Siti Fatimah, beliau pun ke masjid dan tertidur di sana sehingga bahunya terkena tanah yang merupakan lantai masjid:</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Sahl bin Sa’d ra, dia berkata: Suatu ketika Rasulullah SAW datang ke rumah Fathimah -putri beliau- ra namun beliau tidak menemukan Ali -suami Fathimah- ada di rumah. Maka beliau berkata, “Dimana putra pamanmu?”. Fathimah menjawab, “Ada sesuatu antara aku dengannya sehingga dia pun memarahiku lalu dia keluar rumah dan tidak tidur siang di sisiku.” Nabi SAW lantas mengatakan kepada seseorang, “Lihatlah, dimana dia berada.” Kemudian orang itu kembali dan melaporkan, “Wahai Rasulullah, dia berada di masjid, sedang tidur.” Lalu Rasulullah SAW mendatanginya dalam keadaan sedang berbaring sementara kain selendangnya lepas dari bahunya -sehingga tampaklah bahunya- dan terkena terpaan debu/tanah (turab, bhs arab). Rasulullah SAW pun mulai mengusap debu dari tubuhnya seraya berkata, “Bangunlah wahai Abu Turab, bangunlah wahai Abu Turab.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Fath al-Bari [1/627] dan Syarh Muslim [8/34])</p>
<p style="text-align: justify;">Masjid dulu begitu sederhana. Atapnya pelepah kurma dengan tiang kurma. Lantainya tidak berkeramik. Cuma dari tanah. Lihat:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://psycholand.wordpress.com/2009/12/18/kisah-masjid-nabawi-bertiang-pohon-kurma-beratap-pelepah/">http://psycholand.wordpress.com/2009/12/18/kisah-masjid-nabawi-bertiang-pohon-kurma-beratap-pelepah/</a></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi pengurus masjid tak khawatir jika ada orang tidur di situ dan mencuri sesuatu karena tak ada barang yang berharga di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Bab Ke-57: Tidurnya Seorang Wanita di Masjid</p>
<p style="text-align: justify;">244. Aisyah berkata bahwa seorang budak perempuan hitam milik suatu perkampungan Arab yang sudah mereka merdekakan, tetapi masih suka bersama mereka, berkata, &#8220;Seorang anak perempuan kecil yang mengenakan selendang merah dari kulit keluar kepada mereka. Diletakkannya atau jatuh darinya dan lewatlah seekor burung rajawali dan burung itu mengira selendang yang jatuh itu sebagai daging, lantas dipungut nya. Mereka mencari selendang itu, namun tidak ditemukan, lalu mereka menuduhku. Mereka mencarinya sehingga mereka mencari di kemaluanku. (Dalam satu riwayat: Mereka lalu menyiksaku sampai mereka mencari di kemaluanku, 4/235). Demi Allah, sungguh aku berdiri bersama mereka [sedang aku masih dalam kesedihan], tiba-tiba burung rajawali itu lewat [hingga sejajar dengan kepala kami] lantas menjatuhkan selendang itu. Selendang itu jatuh di antara mereka [lalu mereka mengambilnya]. Aku berkata, &#8216;Itulah selendang yang kamu tuduh aku mengambilnya, padahal aku sama sekali tidak mengambilnya. Inilah dia!&#8217; Perempuan itu mengatakan bahwa ia datang kepada Rasulullah saw dan masuk Islam. Aisyah berkata, &#8216;Perempuan itu mempunyai kemah atau bilik dari tumbuh-tumbuhan di masjid. Perempuan itu datang dan bercerita kepadaku. Tidaklah dia duduk di tempatku melainkan ia mengatakan, &#8216;Hari selendang adalah sebagian dari keajaiban Tuhan kita. Ketahuilah, bahwasanya Tuhan menyelamatkan aku dari negara kafir.&#8217; Aku bertanya kepada perempuan itu, &#8216;Mengapakah ketika kamu duduk bersamaku mesti kamu ucapkan kalimat ini?&#8217; Perempuan itu lalu menceritakan cerita-cerita ini.&#8217;&#8221; [HR Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;">Bab Ke-58: Tidurnya Orang Laki-Laki di Masjid</p>
<p style="text-align: justify;">Anas berkata, &#8220;Beberapa orang dari suku Ukal datang kepada Nabi Muhammad saw., kemudian mereka bertempat di teras masjid.&#8221;[HR Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;">Abdur Rahman bin Abu Bakar berkata, &#8220;Orang-orang Ahlush Shuffah (orang-orang yang berdiam di teras masjid) itu adalah orang-orang fakir.&#8221;[HR Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;">245. Abu Hurairah berkata, &#8220;Aku melihat ada tujuh puluh orang dari Ahlush Shuffah, tiada seorang pun di antara mereka itu yang mempunyai selendang. Mereka hanya memiliki izar (kain panjang) atau lembaran-lembaran kain yang diikat seputar leher mereka. Di antara lembaran kain itu ada yang hanya sampai pada separo betis dan ada yang sampai pada kedua mata kaki, dan mereka menyatukannya dengan tangan mereka, karena khawatir aurat mereka terlihat&#8221;[HR Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Hurairah , ketika turun ayat (An-Najm: 59-60), para Ahli Suffah (sahabat-sahabat Nabi yang tinggal di halaman masjid karena miskin dan tidak punya keluarga-pent) menangis hingga airmata mengalir di pipi mereka. Ketika Nabi mendengar isakan meeka, Nabi menangis bersama mereka, maka kamipun ikut menangis bersama Nabi (ket: Abu Hurairah termasuk Ahli Suffah). Lalu Nabi bersabda, “Tidak akan masuk Neraka orang yang menangis karena takut dalam (melakukan) maksiat, seandainya kalian tidak melakukan dosa, niscaya Allah akan datangkan kaum yang melakukannya (dosa-pent) sehingga mereka meminta ampun, lantas Allah mengampuni mereka.” (HR: Al-Baihaqi 1/489, no. 799 dan kitab Syu’ab al-Iman).</p>
<p style="text-align: justify;">Di Masjid ada bagian yang bernama Suffah tempat tinggal para ahli Suffah (di antaranya Abu Hurairah). Ahli Suffah adalah orang-orang miskin yang tidak punya tempat tinggal (Tuna Wisma) sehingga mereka tinggal di Suffah. Jadi masjid bukan sekedar tempat shalat. Namun juga untuk menampung para Tuna Wisma.</p>
<p style="text-align: justify;">Nabi sering memanggil para ahli Suffah untuk diberi makan.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena tinggal di masjid, para Ahli Suffah senantiasa shalat berjama&#8217;ah di masjid sehingga masjid jadi ramai. Saat Nabi berdzikir atau memberi ceramah pun mereka hadir di situ. Tak heran jika banyak di antara mereka yang dalam ilmu agamanya. Abu Hurairah merupakan perawi Hadits yang terbanyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Bab Ke-25: Tidur Sebelum Mengerjakan Shalat Isya bagi Orang yang Terlelap</p>
<p style="text-align: justify;">319. Abdullah bin Umar mengatakan bahwa Rasulullah disibukkan oleh suatu urusan dan terlambat shalat isya. Sehingga, kami tidur di masjid kemudian bangun, kemudian tertidur kemudian bangun lagi.[16] Sesudah itu Rasulullah datang kepada kami, kemudian beliau bersabda, &#8216;Tidak seorang pun penduduk bumi yang menantikan shalat selain kamu semua.&#8221; Ibnu Umar tidak peduli, apakah melakukan shalat pada saat permulaannya atau pada akhir waktunya, kecuali dia khawatir tidur lelap sehingga dia melalaikan shalat, dan dia sering tidur sebelum isya. [HR Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;">320. Ibnu Abbas berkata, &#8220;Pada suatu malam Rasulullah terlambat melakukan shalat isya sehingga jamaah (yang menunggu beliau) tertidur, kemudian mereka bangun, tertidur dan bangun kembali. Maka, berdirilah Umar ibnul Khaththab, kemudian dia berkata, &#8216;Shalat! [Wahai Rasulullah, orang-orang wanita dan anak-anak sudah tidur!' 8/131].&#8221; Ibnu Abbas berkata, &#8220;Maka, datanglah Nabi seperti masih kelihatan olehku sekarang sedang kepala beliau meneteskan air, dan beliau meletakkan tangannya di atas kepalanya [mengusap kepala dari samping] dan bersabda, &#8216;Kalau tidak akan memberatkan bagi umatku, akan kuperintahkan mereka melakukan shalat isya pada waktu begini.&#8217;&#8221;[HR Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;">Dari hadits di atas di mana banyak sahabat serta wanita dan anak-anak tertidur di masjid saat menunggu Nabi untuk shalat, jelas bahwa tidur di masjid tidak dilarang. Jika dilarang, niscaya mereka akan pulang ke rumah masing-masing dan masjid pun jadi sepi.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kalau ada yang bertanya kenapa banyak masjid di Indonesia itu sepi laksana kuburan, itu karena masih banyak pengurus masjid yang belum memahami hadits-hadits tentang masjid terutama bab membawa anak-anak di masjid dan tidur di masjid.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibatnya ada pengurus masjid yang melarang membawa anak kecil ke masjid seolah-olah itu haram karena takut mengganggu kekhusyukan mereka. Ini tidak sesuai dengan sunnah Nabi. Padahal anak-anak usia 0-5 tahun itu merupakan masa emas pembentukan akhlak. Jika dari kecil sudah dijauhkan dari masjid, niscaya saat dewasa pun mereka juga jauh dari masjid. Itulah penyebab banyak masjid di Indonesia itu sunyi. Jarang orang shalat di situ.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan melarang orang tidur di masjid pun akhirnya orang yang selepas shalat Dzuhur ingin tidur untuk kemudian shalat Ashar, akhirnya kembali ke rumahnya dan tidak balik ke masjid untuk shalat Ashar di masjid.</p>
<p style="text-align: justify;">Para tunawisma pun akhirnya terlantar di jalan. Tidak mendapat tempat tinggal di masjid. Padahal banyak gereja yang menyediakan penampungan untuk mereka. Fungsi sosial masjid yang pernah jadi tempat penampungan tuna wisma (Ahli Suffah) pun sekarang sudah tak ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari &#8216;Aisyah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid bagi orang yang sedang haid dan junub.&#8221; Riwayat bu Dawud dan hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah. [Bulughul Marom]</p>
<p style="text-align: justify;">Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah r.a.. Nash lengkapnya adalah sebagai berikut, &#8220;Pada suatu hari, seorang arab badwi kencing di masjid. Melihat hal itu, beberapa orang langsung berdiri untuk menghajarnya. Namun, Rasulullah saw. segera bersabda, Biarkanlah dia dan tuangkanlah di bekas kencingnya sesiraman atas seember air. Karena, kalian semata diutus untuk memberikan kemudahan, bukan untuk memberikan kesulitan.&#8221; (Riyadhush Shalihin, an-Nawawi, bab &#8220;al-Hilm, wal-Inat war-Rifq)</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan baca juga:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/category/islam/shalat/masjid-shalat/">http://media-islam.or.id/category/islam/shalat/masjid-shalat/</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gizanherbal.wordpress.com/2011/02/14/tetesan-air-mata-surga/">http://gizanherbal.wordpress.com/2011/02/14/tetesan-air-mata-surga/</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sabdaislam.wordpress.com/2010/09/16/abu-hurairah-diberi-gelar-%E2%80%9Cbapak-kucing%E2%80%9D-habis/">http://sabdaislam.wordpress.com/2010/09/16/abu-hurairah-diberi-gelar-%E2%80%9Cbapak-kucing%E2%80%9D-habis/</a></p>
<div class="shr-publisher-2070"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F08%2Fhadits-hadits-tentang-tidur-di-masjid%2F' data-shr_title='Hadits-hadits+Tentang+Tidur+di+Masjid'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F08%2Fhadits-hadits-tentang-tidur-di-masjid%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F08%2Fhadits-hadits-tentang-tidur-di-masjid%2F' data-shr_title='Hadits-hadits+Tentang+Tidur+di+Masjid'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F08%2Fhadits-hadits-tentang-tidur-di-masjid%2F' data-shr_title='Hadits-hadits+Tentang+Tidur+di+Masjid'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/08/08/hadits-hadits-tentang-tidur-di-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dilarang Membawa Anak Kecil ke Masjid?</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/08/08/dilarang-membawa-anak-kecil-ke-masjid/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/08/08/dilarang-membawa-anak-kecil-ke-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 01:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2067</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di masjid Nabawi dan masjidil haram, bayi dan balita diajak ke masjid sehingga mereka dekat dgn masjid sejak kecil. Tak heran masjid tsb selalu full siang dan malam. Nabi sendiri sering mempersingkat bacaan agar tak merepotkan ibu2 yg membawa anak kecil.</p> <p style="text-align: justify;">Di Indonesia anak kecil cenderung dilarang. Bahkan jika shalat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;">Di masjid Nabawi dan masjidil haram, bayi dan balita diajak ke masjid sehingga mereka dekat dgn masjid sejak kecil. Tak heran masjid tsb selalu full siang dan malam. Nabi sendiri sering mempersingkat bacaan agar tak merepotkan ibu2 yg membawa anak kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Indonesia anak kecil cenderung dilarang. Bahkan jika shalat di depan sering diusir ke belakang. Akibatnya anak2 tak berani ke masjid. Dan banyak tetap begitu hingga dewasa. Tak heran masjid di Indonesia banyak yg sepi terutama waktu subuh, dzuhur, dan ashar. Ini berdasarkan pengamatan saya selama beberapa kali ke sana. Silahkan lihat: http://agusnizami.wordpress.com/</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2067"></span></p>
<p><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/06/anakarab2.jpg"><img title="anakarab2" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/06/anakarab2.jpg?w=468&amp;h=351" alt="" width="468" height="351" /></a></p>
<p>Masjid Nabawi dan Masjidil Haram senantiasa ramai meski jam 1-2 malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebetulan 5 hari lalu saya masih di Mekkah. Sempat mendengar tangis anak2 karena di sampingnya ada tempat shalat wanita. Kemudian saat Dzuhur alhamdulillah bisa shalat di depan Ka&#8217;bah meski panas 51 derajad celsius. Namun jika fokus ibadah kpd Allah, semua itu tak terasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Khusyuk itu dari hati kita dalam berhubungan dgn Allah. Bukan dipengaruhi faktor luar seperti suara anak kecil, dsb. Nabi dan para sahabat dapat shalat khusyuk meski mendengar rengekan anak kecil, digigit ular, kena panah musuh, bahkan suara genderang perang musuh yg mengancam.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Sumbar anak2 yg belum tidur di masjid dianggap belum dewasa. Sementara di<br />
Kalsel anak2 balita biasa dibawa shalat jama&#8217;ah di masjid. Walhasil dulu masjidnya ramai dan banyak ulama lahir dari Sumbar dan Kalsel.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula dengan larangan tidur di masjid, sebetulnya itu menjauhkan ummat dari masjid.</p>
<p style="text-align: justify;">Zaman Nabi ada ahli Suffah seperti Abu Hurairah yang tidur di Suffah (bagian dari Masjid). Ali ra sendiri pernah tidur di masjid.</p>
<p style="text-align: justify;">Anas bin Malik : tiba rombongan dari Ukl menemui nabi shollallohu alaihi wasallam, mereka di tampung di shuffah (di masjid) [HR Bukhori]</p>
<h2 style="text-align: justify;">عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْتَ فَاطِمَةَ فَلَمْ يَجِدْ عَلِيًّا فِي الْبَيْتِ فَقَالَ أَيْنَ ابْنُ عَمِّكِ قَالَتْ كَانَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ شَيْءٌ فَغَاضَبَنِي فَخَرَجَ فَلَمْ يَقِلْ عِنْدِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِإِنْسَانٍ انْظُرْ أَيْنَ هُوَ فَجَاءَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هُوَ فِي الْمَسْجِدِ رَاقِدٌ فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُضْطَجِعٌ قَدْ سَقَطَ رِدَاؤُهُ عَنْ شِقِّهِ وَأَصَابَهُ تُرَابٌ فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُهُ عَنْهُ وَيَقُولُ قُمْ أَبَا تُرَابٍ قُمْ أَبَا تُرَابٍ</h2>
<p style="text-align: justify;">Dari Sahl bin Sa&#8217;d berkata, &#8220;Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam datang ke rumah Fatimah namun &#8216;Ali tidak ada di rumah. Beliau lalu bertanya: &#8220;Kemana putera pamanmu?&#8221; Fatimah menjawab, &#8220;Antara aku dan dia terjadi sesuatu hingga dia marah kepadaku, lalu dia pergi dan tidak tidur siang di rumah.&#8221; Maka Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam berkata kepada seseorang: &#8220;Carilah, dimana dia!&#8221; Kemudian orang itu kembali dan berkata, &#8220;Wahai Rasulullah, dia ada di masjid sedang tidur.&#8221; Maka Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam mendatanginya, ketika itu Ali sedang berbaring sementara kain selendangnya jatuh di sisinya hingga ia tertutupi debu. Maka Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam membersihkannya seraya berkata: &#8220;Wahai Abu Thurab, bangunlah. Wahai Abu Thurab, bangunlah.&#8221; [HR Bukhori Muslim]</p>
<p style="text-align: justify;">Saat i&#8217;tikaf di mana seseorang tidak boleh keluar dari masjid kecuali ada hal yang amat penting pun menandakan bahwa tidur di masjid itu boleh. Yang penting posisinya tidak mengganggu orang shalat dan lalu lintas masjid serta yang bersangkutan tidak dalam keadaan junub.</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://omanes.blogspot.com/2011/04/tidur-di-masjid.html">http://omanes.blogspot.com/2011/04/tidur-di-masjid.html</a></p>
<p><strong>Perempuan membawa anak/bayi saat shalat berjama&#8217;ah bersama Nabi:</strong></p>
<p><strong>Sahih Bukhari:</strong><br />
<strong> Bab Ke-65: Orang yang Meringankan Shalat Ketika Terdengar Suara Tangis Bayi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">389. Abi Qatadah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, “Aku sedang mengerjakan shalat dan mau memperpanjangnya, namun aku mendengar tangis anak kecil. Lalu, aku ringkas (ringankan) shalatku, karena aku tidak senang untuk menyusahkan ibunya.”</p>
<p style="text-align: justify;">390. Anas bin Malik berkata, “Aku tidak pernah shalat di belakang seorang imam yang shalatnya lebih ringan dan lebih sempurna daripada Nabi. Beliau memperpendek shalat apabila beliau mendengar tangis seorang bayi, karena takut ibu anak itu merasa menderita.”</p>
<p style="text-align: justify;">391. Anas bin Malik mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, “Pada waktu mulai shalat, aku bermaksud untuk memanjangkannya. Tetapi, setelah mendengar tangis seorang bayi, aku memendekkannya. Karena, aku mengetahui betapa perasaan hati ibunya mendengar tangis bayi itu.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Rasulullah saw shalat bersama sahabatnya, lalu beliau sujud. Ketika itu datanglah Hasan yang tertarik melihat Rasulullah saw sedang sujud, lalu naiklah Hasan ke punggung Rsulullah SAW yang mulia saat beliau sedang sujud. Rasul memanjangkan sujudnya agar tidak menyakiti Hasan. Usai shalat, ia meminta maaf kepada jamaah shalat dan mengatakan, “anakku tadi naik ke punggungku lalu aku khawatir bila aku bangun dan menyakitinya. Maka aku menunggu sampai ia turun.” (HR. An Nasai)</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abû Qatâdah radhiyallâhu&#8217;anhu, dia berkata:<br />
“Aku melihat Nabi shallallâhu &#8216;alaihi wasallam mengimami shalat, sedangkan Umâmah bintu Abil ‘Ash, putri Zainab putri Nabi shallallâhu &#8216;alaihi wasallam, berada di atas pundak beliau.<br />
Jika beliau rukû’, beliau meletakkannya, dan jika bangkit dari sujud beliau mengulanginya (yakni menaruh cucunya di pundaknya lagi-red)”.[HR. Bukhâri, no. 516; Muslim, no. 543, dan ini lafazh imam Muslim]</p>
<p style="text-align: justify;">Hadits-hadits di atas menunjukkan bolehnya membawa bayi/anak dalam shalat berjama&#8217;ah.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski demikian, sekiranya orang tua tahu jika anaknya itu terlampau super (di luar batas kewajaran) dalam mengganggu yang jema&#8217;ah lainnya, ada baiknya mendidik anaknya sebaik-baiknya terlebih dulu sehingga tidak terlampau mengganggu.</p>
<div class="shr-publisher-2067"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F08%2Fdilarang-membawa-anak-kecil-ke-masjid%2F' data-shr_title='Dilarang+Membawa+Anak+Kecil+ke+Masjid%3F'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F08%2Fdilarang-membawa-anak-kecil-ke-masjid%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F08%2Fdilarang-membawa-anak-kecil-ke-masjid%2F' data-shr_title='Dilarang+Membawa+Anak+Kecil+ke+Masjid%3F'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F08%2Fdilarang-membawa-anak-kecil-ke-masjid%2F' data-shr_title='Dilarang+Membawa+Anak+Kecil+ke+Masjid%3F'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/08/08/dilarang-membawa-anak-kecil-ke-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Malam Lailatul Qadar, Tanda-tanda, dan Waktunya</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/08/02/keutamaan-malam-lailatul-qadar-tanda-tanda-dan-waktunya/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/08/02/keutamaan-malam-lailatul-qadar-tanda-tanda-dan-waktunya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 07:55:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Lailatul Qadar]]></category>
		<category><![CDATA[Malam Lailatul Qadar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2044</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Malam Lailatul Qadr</p> <p style="text-align: justify;">Malam Lailatul Qadar adalah malam mulia yang nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan (30.000x malam biasa):</p> <p style="text-align: justify;">&#8220;Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.</p> <p style="text-align: justify;">Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?</p> <p style="text-align: justify;">Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.</p> <p [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/08/lailatulqadar.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1761" title="lailatulqadar" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/08/lailatulqadar.jpg" alt="" width="250" height="187" /></a>Malam Lailatul Qadr</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Malam Lailatul Qadar adalah malam mulia yang nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan (30.000x malam biasa):</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2044"></span>Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.&#8221; [QS Al Qadar: 1 - 5]</p>
<p style="text-align: justify;">Asbabun Nuzul (Sebab-sebab turunnya ayat Al Qur&#8217;an) di atas adalah:</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah menyebut-nyebut seorang Bani Israil yang berjuang fisabilillah menggunakan senjatanya selama seribu bulan terus menerus. Kaum muslimin mengagumi perjuangan orang tersebut. Maka Allah menurunkan ayat ini (QS. Al Qadr: 1-3) yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada perjuangan Bani Israil selama seribu bulan itu.<br />
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Al Wahidi, yang bersumber dari Mujahid)</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa di kalangan Bani Israil terdapat seorang laki-laki yang suka beribadah malam hari hingga pagi dan berjuang memerangi musuh pada siang harinya. Perbuatan itu dilakukannya selama seribu bulan. Maka Allah menurunkan ayat ini (QS. Al Qadr : 1-3) yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada amal seribu bulan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dari Bani Israil tersebut.<br />
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid).</p>
<p style="text-align: justify;">Para sahabat kagum dan iri karena lelaki Bani Israel tersebut selama 1.000 bulan (83 tahun 4 bulan) selalu beribadah dan berjihad kepada Allah karena sejak lahir dia sudah berada di atas agama yang lurus. Sedang para sahabat karena ajaran Islam baru disyiarkan Nabi, banyak yang masuk Islam pada umur 40 tahun atau lebih. Sehingga sisa waktu mereka hanya 20-30 tahun saja. Tak bisa menandingi ibadah lelaki dari Bani Israel tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itulah turun ayat di atas. Jika ummat islam beribadah pada malam tersebut, niscaya pahalanya sama dengan pahala 1000 bulan. Karena itu perbanyaklah shalat, dzikir, doa, membaca Al Qur&#8217;an, bersedekah, dan berjihad di jalan Allah pada malam Lailatul Qadar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kapan Malam Lailatul Qadar itu Terjadi?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Malam Lailatul Qadar terjadi pada 1 malam ganjil pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan (malam ke 21, 23, 25, 27, atau 29):</p>
<p style="text-align: justify;">Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan:</p>
<p style="text-align: justify;">Aisyah r.a. berkata, &#8220;Rasulullah ber&#8217;itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, &#8216;Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.&#8221; [HR Bukhari dan HR Muslim]</p>
<p style="text-align: justify;">Jika berat mencari pada 10 malam terakhir, coba cari pada 7 malam terakhir:</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Ibnu Umar ra bahwa beberapa shahabat Nabi SAW melihat lailatul qadr dalam mimpi tujuh malam terakhir, maka barangsiapa mencarinya hendaknya ia mencari pada tujuh malam terakhir.&#8221; Muttafaq Alaihi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa mencari malam Lailatul Qadar pada 10 atau 7 hari terakhir (ganjil/genap)? Kenapa tidak 5 hari ganjil yang terakhir saja? Saat ini banyak kelompok masih berbeda penetapan 1 Ramadhan. Ada yang misalnya tanggal 1 bulan X Masehi. Ada pula yang tanggal 2. Jadi tidak jelas mana yang ganjil dan yang genap. Lebih aman kita tetap giat di 10 malam terakhir entah itu ganjil/genap.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Muawiyah Ibnu Abu Sufyan ra bahwa Nabi SAW bersabda tentang lailatul qadar: &#8220;Malam dua puluh tujuh.&#8221; [Abu Daud]</p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, &#8220;Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan. Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa, tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa.&#8221; [HR Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apa Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari Ubay ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), “Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (HR Muslim 762).</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Hurairah, ia berkata: Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda (yang artinya), “Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah (setengah bejana).” (HR Muslim 1170)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), “(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.” (HR Thayalisi (349), Ibnu Khuzaimah (3/231), Bazzar (1/486), sanadnya hasan).</p>
<p style="text-align: justify;">dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah SAW:</p>
<p style="text-align: justify;">“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana Cara Mengisi Malam Lailatul Qadar?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Nabi Muhammad ber-i&#8217;tikaf (tinggal di masjid) pada 10 malam terakhir:</p>
<p style="text-align: justify;">Aisyah r.a. berkata, &#8220;Nabi apabila telah masuk sepuluh malam (yang akhir dari bulan Ramadhan) beliau mengikat sarung beliau, menghidupkan malam, dan membangunkan istri beliau.&#8221; [HR Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;">Di masjid beliau shalat wajib dan sunnah, membaca Al Qur&#8217;an, berzikir, berdo&#8217;a, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nabi biasa melakukan shalat sunnat malam (Tarawih) pada bulan Ramadhan:</p>
<p style="text-align: justify;">Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, &#8220;Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau.&#8221; [Hr Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Doa Malam Lailatul Qadar:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari &#8216;Aisyah ra bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku tahu suatu malam dari lailatul qadr, apa yang harus aku baca pada malam tersebut? Beliau bersabda: &#8220;bacalah:</p>
<p style="text-align: justify;"><img title="Doa Malam Lailatul Qadar" src="http://syiarislam.wordpress.com/files/2009/08/doalailatulqadar.jpg" alt="Doa Malam Lailatul Qadar" width="470" height="58" /></p>
<p style="text-align: justify;">(artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku).&#8221; Riwayat Imam Lima selain Abu Dawud.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ciri-ciri Orang yang Mendapat Malam Lailatul Qadar</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ciri-ciri dari orang yang mendapat Malam Lailatul Qadar adalah dia ibadahnya lebih rajin daripada sebelumnya. Dia jadi lebih rajin shalat, puasa, sedekah, dsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak berani mengerjakan hal-hal yang maksiat. Tidak mungkin dia mabuk-mabukan, berjudi, atau pun berpacaran/mendekati zina.</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan baca juga:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/category/islam/puasa/">http://media-islam.or.id/category/islam/puasa</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://suaraquran.com/keutamaan-dan-tanda-lailatul-qadar/">http://suaraquran.com/keutamaan-dan-tanda-lailatul-qadar/</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://keepfight.wordpress.com/2010/09/07/6-tanda-malam-lailatul-qadar/">http://keepfight.wordpress.com/2010/09/07/6-tanda-malam-lailatul-qadar/</a></p>
<div class="shr-publisher-2044"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F02%2Fkeutamaan-malam-lailatul-qadar-tanda-tanda-dan-waktunya%2F' data-shr_title='Keutamaan+Malam+Lailatul+Qadar%2C+Tanda-tanda%2C+dan+Waktunya'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F02%2Fkeutamaan-malam-lailatul-qadar-tanda-tanda-dan-waktunya%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F02%2Fkeutamaan-malam-lailatul-qadar-tanda-tanda-dan-waktunya%2F' data-shr_title='Keutamaan+Malam+Lailatul+Qadar%2C+Tanda-tanda%2C+dan+Waktunya'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F02%2Fkeutamaan-malam-lailatul-qadar-tanda-tanda-dan-waktunya%2F' data-shr_title='Keutamaan+Malam+Lailatul+Qadar%2C+Tanda-tanda%2C+dan+Waktunya'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/08/02/keutamaan-malam-lailatul-qadar-tanda-tanda-dan-waktunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadwal Imsakiyah 1432 H (2011 M)</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/08/01/jadwal-imsakiyah-1432-h-2011-m/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/08/01/jadwal-imsakiyah-1432-h-2011-m/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 01:48:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2017</guid>
		<description><![CDATA[<p>Berikut Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1432 H (2011 M) untuk kota Jakarta dan juga kota-kota lainnya seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Banjarmasin, dan sebagainya. Jangan lupa untuk selalu berniat puasa agar puasa kita tidak sia-sia.</p> <p></p> <p></p> <p style="text-align: justify;">Jadwal Puasa untuk kota lain seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Banjarmasin, dan sebagainya bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p>Berikut Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1432 H (2011 M) untuk kota Jakarta dan juga kota-kota lainnya seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Banjarmasin, dan sebagainya. Jangan lupa untuk selalu berniat puasa agar puasa kita tidak sia-sia.</p>
<p><span id="more-2017"></span></p>
<p><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/08/jadwalimsakiyah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1749" title="jadwalimsakiyah" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/08/jadwalimsakiyah.jpg" alt="" width="500" height="738" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Jadwal Puasa untuk kota lain seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Banjarmasin, dan sebagainya bisa anda lihat di:</p>
<p><a href="http://www.pkpu.or.id/imsyak/">http://www.pkpu.or.id/imsyak</a></p>
<p>Anda tinggal pilih kota di mana anda tinggal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="shr-publisher-2017"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F01%2Fjadwal-imsakiyah-1432-h-2011-m%2F' data-shr_title='Jadwal+Imsakiyah+1432+H+%282011+M%29'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F01%2Fjadwal-imsakiyah-1432-h-2011-m%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F01%2Fjadwal-imsakiyah-1432-h-2011-m%2F' data-shr_title='Jadwal+Imsakiyah+1432+H+%282011+M%29'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F01%2Fjadwal-imsakiyah-1432-h-2011-m%2F' data-shr_title='Jadwal+Imsakiyah+1432+H+%282011+M%29'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/08/01/jadwal-imsakiyah-1432-h-2011-m/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

