<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Islam &#187; Keluarga Islam</title>
	<atom:link href="http://media-islam.or.id/category/keluarga-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-islam.or.id</link>
	<description>Belajar Islam sesuai Al Qur&#039;an dan Hadits</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 02:56:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Kewajiban Menyusui Bayi Bagi Seorang Ibu</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/11/08/kewajiban-menyusui-bayi-bagi-seorang-ibu/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/11/08/kewajiban-menyusui-bayi-bagi-seorang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 04:18:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2409</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&#8220;Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma&#8217;ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/11/ibu.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2409" title="ibu" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/11/ibu.jpg" alt="" /></a>&#8220;Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma&#8217;ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.&#8221; [Al Baqarah 233]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam surat Al Baqarah ayat 233, Allah memerintahkan para ibu untuk menyusui anaknya selama 2 tahun penuh. Jika ingin menyapih sebelum 2 tahun, harus bermusyawarah dulu dan harus saling rela.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2409"></span>Meski zaman dulu sudah ada susu sapi, susu onta, dan juga susu kambing, namun dalam Islam bayi manusia itu harus disusui oleh manusia. Bukan oleh binatang seperti Sapi. Karenanya jika seorang ibu tak mampu menyusui anaknya, dia harus mencari ibu susu untuk menyusui anaknya. Jadi anaknya tetap bisa minum ASI atau air susu manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Hukuman bagi ibu yang tidak mau menyusui anaknya padahal dia mampu sangat berat. Yaitu disiksa di neraka:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Tiba-tiba aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik ular yang ganas. Maka aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’. ” (HR Al-Hakim) &#8211; Asy-Syaikh Muqbil rahimahullaah dalam Al-Jami’ush Shahih berkata: “Ini hadits shahih dari Abu Umamah Al-Bahili&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tips Agar ASI Lancar dan Banyak</p>
<p style="text-align: justify;">Umumnya ibu bisa menyusui anaknya dengan ASI tanpa harus bantuan susu kaleng/susu sapi. Tentu saja ada cara yang harus dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">1. Segeralah susui bayi anda dengan ASI. 5-10 menit setelah bayi dilahirkan, bayi bisa segera disusui setelah dibersihkan. Adik saya di satu RS alhamdulillah bisa seperti itu sehingga tangis bayinya cuma sebentar karena diam setelah disusui. Susu yang pertama ini sangat baik karena mengandung Kolostrum. Oleh karena itu jika ada Rumah Bersalin yang memberi susu kaleng, itu tindakan yang keliru.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Susui bayi anda setiap 1-2 jam. Jika anda tidak menyusui sampai 5 jam lebih misalnya karena bekerja, maka ASI anda produksinya akan menyusut dan akhirnya berhenti. Ada baiknya cuti dulu meski tanpa gaji selama minimal 1 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa peneliti menyatakan bahwa ibu yang tidak menyusui anaknya selama 1 tahun penuh kemungkinan mendapat kanker payudara sangat besar. Selain itu bayi yang kurang mendapat ASI (kurang dari 6 bulan) meski kelihatan gemuk/montok, mudah terserang penyakit karena kekebalan tubuhnya kurang.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana pun juga susu manusia adalah yang terbaik bagi manusia. Bukan susu sapi atau yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Pikiran ibu harus tenang. Banyak penyakit yang timbul dari pikiran. Demikian pula produksi ASI juga bisa terhenti jika si ibu stress. Oleh karena itu ibu harus tenang dan sabar. Hindari sangka buruk/su&#8217;u zhon, jengkel, apalagi marah-marah. Sebaiknya senantiasa bersabar, berbaik sangka/husnu zhon, dan tenang.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Makanan/gizi harus cukup. Sayur seperti Sayur Katuk, Bayam, dan pare sangat baik untuk meningkatkan ASI. Demikian juga buah pepaya, korma, kacang, kacang hijau, dan sebagainya. Sebaiknya tambah juga dengan minum madu dan susu.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Jangan memberi bayi susu formula. Biasanya jika bayi diberi susu formula, bayi akhirnya jadi malas menetek ASI pada ibunya. Ini selain karena susu formula rasanya lebih enak meski gizinya jauh di bawah ASI, tapi juga dot susu lebih mudah mengeluarkan susu ketimbang puting susu ibu.</p>
<p style="text-align: justify;">6. Jangan memberi bayi Dot Empeng (Pacifier). Karena meski membuat bayi jadi tenang dan tidak menangis, akhirnya si bayi jadi tidak menyusu. Lama kelamaan selain badan bayi jadi kurus, produksi ASI juga menurun bahkan bisa terhenti jika bayi jarang menyusui. Susuilah bayi setiap 1-2 jam. Jadi memang saat menyusui, ibu sebaiknya tidak bekerja atau mengambil cuti panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">7. Ibu harus banyak beristirahat agar ASInya tetap banyak. Sering bayi bangun di malam hari dan tidur di siang hari. Ibu bisa mencoba membangunkan bayinya di siang hari hingga bisa tidur di malam hari. Tapi selama bayi tersebut bangun di malam hari dan tidur di siang hari, mau tidak mau ibu tersebut harus ikut bangun di malam hari dan tidur di siang hari agar istirahatnya cukup. Yang penting ibadah dan pekerjaan rumah tidak terlewatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan baca juga tulisan-tulisan Islam lainnya di:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/category/keluarga-islam/">http://media-islam.or.id/category/keluarga-islam</a></p>
<div class="shr-publisher-2409"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F11%2F08%2Fkewajiban-menyusui-bayi-bagi-seorang-ibu%2F' data-shr_title='Kewajiban+Menyusui+Bayi+Bagi+Seorang+Ibu'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F11%2F08%2Fkewajiban-menyusui-bayi-bagi-seorang-ibu%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F11%2F08%2Fkewajiban-menyusui-bayi-bagi-seorang-ibu%2F' data-shr_title='Kewajiban+Menyusui+Bayi+Bagi+Seorang+Ibu'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F11%2F08%2Fkewajiban-menyusui-bayi-bagi-seorang-ibu%2F' data-shr_title='Kewajiban+Menyusui+Bayi+Bagi+Seorang+Ibu'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/11/08/kewajiban-menyusui-bayi-bagi-seorang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lelaki Berbakti Kepada Orang Tua dan Istri Berbakti Kepada Suami</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/05/25/lelaki-berbakti-kepada-orang-tua-dan-istri-berbakti-kepada-suami/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/05/25/lelaki-berbakti-kepada-orang-tua-dan-istri-berbakti-kepada-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 08:23:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=1835</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Banyaknya perceraian terjadi karena istri/suami tidak menyadari posisi masing2. Begitu pula kadang istri kurang menghormati ibu mertuanya sehingga bisa konflik bukan hanya dengan suami, tapi juga dengan ibu mertuanya.</p> <p style="text-align: justify;">Padahal Islam sudah mengatur posisi masing-masing. Ibarat tentara, Ada Jendral, ada Kapten, dan ada Kopral. Kopral harus menghormati Kapten dan Kapten harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;">Banyaknya perceraian terjadi karena istri/suami tidak menyadari posisi masing2. Begitu pula kadang istri kurang menghormati ibu mertuanya sehingga bisa konflik bukan hanya dengan suami, tapi juga dengan ibu mertuanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal Islam sudah mengatur posisi masing-masing. Ibarat tentara, Ada Jendral, ada Kapten, dan ada Kopral. Kopral harus menghormati Kapten dan Kapten harus menghormati Jenderal. Sehingga ada keteraturan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya kalau semua merasa jenderal, maka yang ada kekacauan.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski demikian Islam juga mengajarkan agar pemimpin tidak sewenang-wenang dan menyayangi orang yang dipimpinnya. Seorang suami misalnya punya kewajiban menafkahi secara lahir dan batin pada keluarganya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dalam Islam ketaatan ditujukan kepada Allah, kemudian kepada RasulNya, yaitu Nabi Muhammad SAW.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span id="more-1835"></span>Setelah itu, seorang pria wajib berbakti kepada ibunya. Setelah itu kepada ayahnya.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sebaliknya seorang istri wajib berbakti kepada suaminya. Tidak pantas seorang istri mengatur-ngatur suami bahkan membuat suaminya takut kepada istri.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut hadits-hadits tentang itu.</p>
<h1 style="text-align: justify;">Seorang pria harus berbakti pada ibunya:</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:</strong><br />
<strong> Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik? Rasulullah saw. menjawab:</strong><br />
<strong> Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian</strong><br />
<strong> ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab lagi: Kemudian ayahmu. (Shahih Muslim No.4621)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata:<br />
Seseorang datang menghadap Nabi saw. memohon izin untuk ikut berperang. Nabi saw. bertanya: Apakah kedua orang tuamu masih hidup? Orang itu menjawab: Ya. Nabi saw. bersabda: Maka kepada keduanyalah kamu berperang (dengan berbakti kepada mereka). (Shahih Muslim No.4623)</p>
<h1 style="text-align: justify;">Ada pun seorang istri harus berbakti pada suaminya.</h1>
<p style="text-align: justify;">Sebab pada ijab-qabul, maka ayah mempelai wanita sebagai wali telah menyerahkan anaknya kepada sang suami.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang istri harus berbakti pada suaminya:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Seorang isteri yang ketika suaminya wafat meridhoinya maka dia (isteri itu) akan masuk surga. (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah Swt kelak tidak akan memandang (memperhatikan) seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya meskipun selamanya dia membutuhkan suaminya. (HR. Al Hakim)</p>
<p style="text-align: justify;">Hak suami atas isteri ialah tidak menjauhi tempat tidur suami dan memperlakukannya dengan benar dan jujur, mentaati perintahnya dan tidak ke luar (meninggalkan) rumah kecuali dengan ijin suaminya, tidak memasukkan ke rumahnya orang-orang yang tidak disukai suaminya. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak sah puasa (puasa sunah) seorang wanita yang suaminya ada di rumah, kecuali dengan seijin suaminya. (Mutafaq&#8217;alaih)</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak dibenarkan seorang wanita memberikan kepada orang lain dari harta suaminya kecuali dengan ijin suaminya. (HR. Ahmad)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Nabi bersabda: &#8220;Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku akan memerintahkan wanita sujud kepada suaminya karena besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya. (HR. Ahmad)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tak jarang seorang istri menganggap hina suaminya karena dia lebih kaya daripada suaminya. Penghasilannya lebih besar daripada suaminya. Padahal itu tidak baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Siti Khadijah meski beliau lebih kaya daripada suaminya, namun tetap menghormati dan menyayangi suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski seorang suami berkewajiban memberi nafkah bagi istrinya, namun di zaman sekarang ini banyak suami yang menganggur. Mereka tak dapat pekerjaan. Meski seorang istri berhak minta cerai, namun ada istri yang tetap sabar. Meski suaminya menganggur bertahun-tahun, namun dia tetap sabar. Sebagai gantinya justru dia yang bekerja menghidupi keluarganya.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski ada pertengkaran, namun secara keseluruhan istrinya tetap sabar dan terus memotivasi suaminya sehingga suaminya tetap semangat dan tidak putus asa. Akhirnya suaminya pun dapat bekerja dengan gaji yang tidak kalah besar dengan istrinya sehingga bisa menafkahi keluarganya. Itu jauh lebih baik ketimbang bercerai.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="shr-publisher-1835"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F25%2Flelaki-berbakti-kepada-orang-tua-dan-istri-berbakti-kepada-suami%2F' data-shr_title='Lelaki+Berbakti+Kepada+Orang+Tua+dan+Istri+Berbakti+Kepada+Suami'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F25%2Flelaki-berbakti-kepada-orang-tua-dan-istri-berbakti-kepada-suami%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F25%2Flelaki-berbakti-kepada-orang-tua-dan-istri-berbakti-kepada-suami%2F' data-shr_title='Lelaki+Berbakti+Kepada+Orang+Tua+dan+Istri+Berbakti+Kepada+Suami'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F25%2Flelaki-berbakti-kepada-orang-tua-dan-istri-berbakti-kepada-suami%2F' data-shr_title='Lelaki+Berbakti+Kepada+Orang+Tua+dan+Istri+Berbakti+Kepada+Suami'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/05/25/lelaki-berbakti-kepada-orang-tua-dan-istri-berbakti-kepada-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pedoman &#8216;Aqiqah untuk Anak Menurut Islam</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2010/03/16/pedoman-aqiqah-untuk-anak-menurut-islam/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2010/03/16/pedoman-aqiqah-untuk-anak-menurut-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 00:06:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Islam]]></category>
		<category><![CDATA['aqiqah]]></category>
		<category><![CDATA[pedoman aqiqah]]></category>
		<category><![CDATA[tata cara aqiqah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=978</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pengertian &#8216;Aqiqah</p> <p style="text-align: justify;">Menurut bahasa &#8216;Aqiqah artinya : memotong. Asalnya dinamakan &#8216;Aqiqah, karena dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan itu. Ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong Ada pula yang mengatakan bahwa ‘aqiqah itu asalnya ialah : Rambut yang terdapat pada kepala si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><strong>Pengertian &#8216;Aqiqah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut bahasa &#8216;Aqiqah artinya : memotong. Asalnya dinamakan &#8216;Aqiqah, karena dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan itu. Ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong Ada pula yang mengatakan bahwa ‘aqiqah itu asalnya ialah : Rambut yang terdapat pada kepala si bayi ketika ia keluar dari rahim ibu, rambut ini disebut &#8216;aqiqah, karena ia mesti dicukur.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-978"></span>Aqiqah adalah penyembelihan domba/kambing untuk bayi yang dilahirkan pada hari ke 7, 14, atau 21. Jumlahnya 2 ekor untuk bayi laki-laki dan 1 ekor untuk bayi perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dalil-dalil Pelaksanaan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]</p>
<p style="text-align: justify;">Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama.” [HR Ahmad]</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasululloh bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” [Riwayat Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;">Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda :</p>
<p style="text-align: justify;">“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” [HR Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad]</p>
<p style="text-align: justify;">Dari &#8216;Aisyah RA, ia berkata, &#8220;Rasulullah SAW pernah ber &#8216;aqiqah untuk Hasan dan Husain pada hari ke-7 dari kelahirannya, beliau memberi nama dan memerintahkan supaya dihilangkan kotoran dari kepalanya (dicukur)&#8221;. [HR. Hakim, dalam AI-Mustadrak juz 4, hal. 264]</p>
<p style="text-align: justify;">Keterangan : Hasan dan Husain adalah cucu Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [HR Ahmad, Thabrani, dan al-Baihaqi]</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Buraidah r.a.: Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satunya. (HR Baihaqi dan Thabrani).</p>
<p style="text-align: justify;">Hukum Aqiqah Anak adalah sunnah (muakkad) sesuai pendapat Imam Malik, penduduk Madinah, Imam Syafi′i dan sahabat-sahabatnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan kebanyakan ulama ahli fiqih (fuqaha).</p>
<p style="text-align: justify;">Dasar yang dipakai oleh kalangan Syafii dan Hambali dengan mengatakannya sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah adalah hadist Nabi SAW. Yang berbunyi, &#8220;Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya)&#8221;. (HR al-Tirmidzi, Hasan Shahih)</p>
<p style="text-align: justify;">“Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus) darinya darah sembelihan dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur rambutnya).” (HR: Ahmad, Al Bukhari dan Ashhabus Sunan)</p>
<p style="text-align: justify;">Perkataan: “maka tumpahkan (penebus) darinya darah sembelihan” adalah perintah, namun bukan bersifat wajib, karena ada sabdanya yang memalingkan dari kewajiban yaitu: “Barangsiapa di antara kalian ada yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya, maka silakan lakukan.” (HR: Ahmad, Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad yang hasan).</p>
<p style="text-align: justify;">Perkataan: “ingin menyembelihkan,..” merupakan dalil yang memalingkan perintah yang pada dasarnya wajib menjadi sunnah.</p>
<p style="text-align: justify;">Imam Malik berkata: Aqiqah itu seperti layaknya nusuk (sembeliah denda larangan haji) dan udhhiyah (kurban), tidak boleh dalam aqiqah ini hewan yang picak, kurus, patah tulang, dan sakit. Imam Asy-Syafi&#8217;iy berkata: Dan harus dihindari dalam hewan aqiqah ini cacat-cacat yang tidak diperbolehkan dalam qurban.</p>
<p style="text-align: justify;">Buraidah berkata: Dahulu kami di masa jahiliyah apabila salah seorang diantara kami mempunyai anak, ia menyembelih kambing dan melumuri kepalanya dengan darah kambing itu. Maka setelah Allah mendatangkan Islam, kami menyembelih kambing, mencukur (menggundul) kepala si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 107]</p>
<p style="text-align: justify;">Dari &#8216;Aisyah, ia berkata, &#8220;Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah apabila mereka ber&#8217;aqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah &#8216;aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya&#8221;. Maka Nabi SAW bersabda, &#8220;Gantilah darah itu dengan minyak wangi&#8221;.[HR. Ibnu Hibban dengan tartib Ibnu Balban juz 12, hal. 124]</p>
<p style="text-align: justify;">Pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah hari ketujuh dari kelahiran. Hal ini berdasarkan hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda, &#8220;Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama&#8221;. (HR. al-Tirmidzi).</p>
<p style="text-align: justify;">Namun demikian, apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisa dilaksanakan pada hari ke-14. Dan jika tidak juga, maka pada hari ke-21 atau kapan saja ia mampu. Imam Malik berkata : Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah SWT: &#8220;Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu&#8221;. (QS.Al Baqarah:185)</p>
<p style="text-align: justify;">Pelaksanaan aqiqah disunnahkan pada hari yang ketujuh dari kelahiran, ini berdasarkan sabda Nabi SAW, yang artinya: “Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ke tujuh, dan dia dicukur, dan diberi nama.” (HR: Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan, dan dishahihkan oleh At Tirmidzi)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan bila tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh, maka bisa dilaksanakan pada hari ke empat belas, dan bila tidak bisa, maka pada hari ke dua puluh satu, ini berdasarkan hadits Abdullah Ibnu Buraidah dari ayahnya dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam, beliau berkata yang artinya: “Hewan aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, ke empat belas, dan ke dua puluh satu.” (Hadits hasan riwayat Al Baihaqiy)</p>
<p style="text-align: justify;">Namun setelah tiga minggu masih tidak mampu maka kapan saja pelaksanaannya di kala sudah mampu, karena pelaksanaan pada hari-hari ke tujuh, ke empat belas dan ke dua puluh satu adalah sifatnya sunnah dan paling utama bukan wajib. Dan boleh juga melaksanakannya sebelum hari ke tujuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Bayi yang meninggal dunia sebelum hari ketujuh disunnahkan juga untuk disembelihkan aqiqahnya, bahkan meskipun bayi yang keguguran dengan syarat sudah berusia empat bulan di dalam kandungan ibunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aqiqah adalah syari’at yang ditekan kepada ayah si bayi. Namun bila seseorang yang belum di sembelihkan hewan aqiqah oleh orang tuanya hingga ia besar, maka dia bisa menyembelih aqiqah dari dirinya sendiri, Syaikh Shalih Al Fauzan berkata: Dan bila tidak diaqiqahi oleh ayahnya kemudian dia mengaqiqahi dirinya sendiri maka hal itu tidak apa-apa menurut saya, wallahu ‘Alam.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hukum Aqiqah Setelah Dewasa/Berkeluarga</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya aqiqah disyariatkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran. Jika tidak bisa, maka pada hari keempat belas. Dan jika tidak bisa pula, maka pada hari kedua puluh satu. Selain itu, pelaksanaan aqiqah menjadi beban ayah.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun demikian, jika ternyata ketika kecil ia belum diaqiqahi, ia bisa melakukan aqiqah sendiri di saat dewasa. Satu ketika al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad, &#8220;ada orang yang belum diaqiqahi apakah ketika besar ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri?&#8221; Imam Ahmad menjawab, &#8220;Menurutku, jika ia belum diaqiqahi ketika kecil, maka lebih baik melakukannya sendiri saat dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Para pengikut Imam Syafi&#8217;i juga berpendapat demikian. Menurut mereka, anak-anak yang sudah dewasa yang belum diaqiqahi oleh orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan aqiqah sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jumlah Hewan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jumlah hewan aqiqah minimal adalah satu ekor baik untuk laki-laki atau pun untuk perempuan, sebagaimana perkataan Ibnu Abbas ra: “Sesungguh-nya Nabi SAW mengaqiqahi Hasan dan Husain satu domba satu domba.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud dan Ibnu Al Jarud)</p>
<p style="text-align: justify;">Kita harus ingat bahwa Hasan dan Husain adalah anak kembar. Jadi pada satu kelahiran itu disembelih 2 ekor kambing.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun yang lebih utama adalah 2 ekor untuk anak laki-laki dan 1 ekor untuk anak perempuan berdasarkan hadits-hadits berikut ini:</p>
<p style="text-align: justify;">Ummu Kurz Al Ka’biyyah berkata, yang artinya: “Nabi SAW memerintahkan agar dsembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba dan dari anak perempuan satu ekor.” (Hadits sanadnya shahih riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan)</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Aisyah ra berkata, yang artinya: “Nabi SAW memerintahkan mereka agar disembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba yang sepadan dan dari anak perempuan satu ekor.” (Shahih riwayat At Tirmidzi)</p>
<p style="text-align: justify;">Hal-hal yang disyariatkan sehubungan dengan &#8216;aqiqah</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Yang berhubungan dengan sang anak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Disunnatkan untuk memberi nama dan mencukur rambut (menggundul) pada hari ke-7 sejak hari iahirnya. Misalnya lahir pada hari Ahad, &#8216;aqiqahnya jatuh pada hari Sabtu.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Bagi anak laki-laki disunnatkan ber’aqiqah dengan 2 ekor kambing sedang bagi anak perempuan 1 ekor.</p>
<p style="text-align: justify;">3. ‘Aqiqah ini terutama dibebankan kepada orang tua si anak, tetapi boleh juga dilakukan oleh keluarga yang lain (kakek dan sebagainya).</p>
<p style="text-align: justify;">4. Aqiqah ini hukumnya sunnah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Daging Aqiqah Lebih Baik Mentah Atau Dimasak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dianjurkan agar dagingnya diberikan dalam kondisi sudah dimasak. Hadits Aisyah ra., &#8220;Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh&#8221;. (HR al-Bayhaqi)</p>
<p style="text-align: justify;">Daging aqiqah diberikan kepada tetangga dan fakir miskin juga bisa diberikan kepada orang non-muslim. Apalagi jika hal itu dimaksudkan untuk menarik simpatinya dan dalam rangka dakwah. Dalilnya adalah firman Allah, &#8220;Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang&#8221;. (QS. Al-Insan : 8). Menurut Ibn Qudâmah, tawanan pada saat itu adalah orang-orang kafir. Namun demikian, keluarga juga boleh memakan sebagiannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Yang berhubungan dengan binatang sembelihan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Dalam masalah &#8216;aqiqah, binatang yang boleh dipergunakan sebagai sembelihan hanyalah kambing, tanpa memandang apakah jantan atau betina, sebagaimana riwayat di bawah ini:</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Ummu Kurz AI-Ka&#8217;biyah, bahwasanya ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang &#8216;aqiqah. Maka sabda beliau SAW, &#8220;Ya, untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Tidak menyusahkanmu baik kambing itu jantan maupun betina&#8221;. [HR. Ahmad dan Tirmidzi, dan Tirmidzi menshahihkannya, dalam Nailul Authar 5 : 149]</p>
<p style="text-align: justify;">Dan kami belum mendapatkan dalil yang lain yang menunjukkan adanya binatang selain kambing yang dipergunakan sebagai &#8216;aqiqah.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Waktu yang dituntunkan oleh Nabi SAW berdasarkan dalil yang shahih ialah pada hari ke-7 semenjak kelahiran anak tersebut. [Lihat dalil riwayat 'Aisyah dan Samurah di atas]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pembagian daging Aqiqah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Adapun dagingnya maka dia (orang tua anak) bisa memakannya, menghadiahkan sebagian dagingnya, dan mensedekahkan sebagian lagi. Syaikh Utsaimin berkata: Dan tidak apa-apa dia mensedekahkan darinya dan mengumpulkan kerabat dan tetangga untuk menyantap makanan daging aqiqah yang sudah matang. Syaikh Jibrin berkata: Sunnahnya dia memakan sepertiganya, menghadiahkan sepertiganya kepada sahabat-sahabatnya, dan mensedekahkan sepertiga lagi kepada kaum muslimin, dan boleh mengundang teman-teman dan kerabat untuk menyantapnya, atau boleh juga dia mensedekahkan semuanya. Syaikh Ibnu Bazz berkata: Dan engkau bebas memilih antara mensedekahkan seluruhnya atau sebagiannya dan memasaknya kemudian mengundang orang yang engkau lihat pantas diundang dari kalangan kerabat, tetangga, teman-teman seiman dan sebagian orang faqir untuk menyantapnya, dan hal serupa dikatakan oleh Ulama-ulama yang terhimpun di dalam Al lajnah Ad Daimah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pemberian Nama Anak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak diragukan lagi bahwa ada kaitan antara arti sebuah nama dengan yang diberi nama. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya sejumlah nash syari yang menyatakan hal tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Hurairoh Ra, Nabi SAW bersabda: &#8220;Kemudian Aslam semoga Allah menyelamatkannya dan Ghifar semoga Allah mengampuninya&#8221;. (HR. Bukhori 3323, 3324 dan Muslim 617)</p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu Al-Qoyyim berkata: &#8220;Barangsiapa yang memperhatikan sunah, ia akan mendapatkan bahwa makna-makna yang terkandung dalam nama berkaitan dengannya sehingga seolah-olah makna-makna tersebut diambil darinya dan seolah-olah nama-nama tersebut diambil dari makna-maknanya&#8221;. Dan jika anda ingin mengetahui pengaruh nama-nama terhadap yang diberi nama (Al-musamma) maka perhatikanlah hadits di bawah ini:</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Said bin Musayyib dari bapaknya dari kakeknya Ra, ia berkata: Aku datang kepada Nabi SAW, beliau pun bertanya: &#8220;Siapa namamu?&#8221; Aku jawab: &#8220;Hazin&#8221; Nabi berkata: &#8220;Namamu Sahl&#8221; Hazn berkata: &#8220;Aku tidak akan merobah nama pemberian bapakku&#8221; Ibnu Al-Musayyib berkata: &#8220;Orang tersebut senantiasa bersikap keras terhadap kami setelahnya&#8221;. (HR. Bukhori) (At-Thiflu Wa Ahkamuhu/Ahmad Al-&#8217;Isawiy hal 65)</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, pemberian nama yang baik untuk anak-anak menjadi salah satu kewajiban orang tua. Di antara nama-nama yang baik yang layak diberikan adalah nama nabi penghulu jaman yaitu Muhammad. Sebagaimana sabda beliau : Dari Jabir Ra dari Nabi SAW beliau bersabda: &#8220;Namailah dengan namaku dan janganlah engkau menggunakan kunyahku&#8221;. (HR. Bukhori 2014 dan Muslim 2133)</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengetahui cara pemberian nama yang baik menurut ajaran Islam, silahkan klik:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2008/02/01/memberi-nama-bayi-anak-secara-islami">http://media-islam.or.id/2008/02/01/memberi-nama-bayi-anak-secara-islami</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mencukur Rambut</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mencukur rambut adalah anjuran Nabi yang sangat baik untuk dilaksanakan ketika anak yang baru lahir pada hari ketujuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hadits Samirah disebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, &#8220;Setiap anak terikat dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh disembelihkan hewan untuknya, diberi nama, dan dicukur&#8221;. (HR. at-Tirmidzi).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kitab al-Muwaththâ` Imam Malik meriwayatkan bahwa Fatimah menimbang berat rambut Hasan dan Husein lalu beliau menyedekahkan perak seberat rambut tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada ketentuan apakah harus digundul atau tidak. Tetapi yang jelas pencukuran tersebut harus dilakukan dengan rata; tidak boleh hanya mencukur sebagian kepala dan sebagian yang lain dibiarkan. Tentu saja semakin banyak rambut yang dicukur dan ditimbang semakin -insya Allah- semakin besar pula sedekahnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Doa Menyembelih Hewan Aqiqah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya : Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Doa bayi baru dilahirkan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Innii u&#8217;iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli &#8216;aynin laammatin</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hikmah Aqiqah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Aqiqah Menurut Syaikh Abdullah nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam sebagaimana dilansir di sebuah situs memiliki beberapa hikmah diantaranya :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabiyyullah Ibrahim AS tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Dalam aqiqah ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan makna hadits, yang artinya: “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya.” [3]. Sehingga Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Al Imam Ibunu Al Qayyim Al Jauziyah &#8220;bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh aqiqahnya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Aqiqah merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan. Sebagaimana Imam Ahmad mengatakan: &#8220;Dia tergadai dari memberikan Syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya)&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dengan lahirnya sang anak.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syari&#8217;at Islam &amp; bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.</p>
<p style="text-align: justify;">6. Aqiqah memperkuat ukhuwah (persaudaraan) diantara masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan masih banyak lagi hikmah yang terkandung dalam pelaksanaan Syariat Aqiqah ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sumber Rujukan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">* Subulussalam (4/189, 4/190, 4/194)</p>
<p style="text-align: justify;">* Al Asilah Wal Ajwibah Al Fiqhiyyah (3/33-35, 3/39-40)</p>
<p style="text-align: justify;">* Mukhtashar Al Fiqhil Islamiyy 600</p>
<p style="text-align: justify;">* Tuhfatul Wadud Fi Ahkamil Maulud, Ibnu Al Qayyim 46-47</p>
<p style="text-align: justify;">* Al Muntaqaa 5/195-196</p>
<p style="text-align: justify;">* Mulakhkhash Al Fiqhil Islamiy 1/318</p>
<p style="text-align: justify;">* Fatawa Islamiyyah 2/324-327; Irwaul Ghalil (4/389, 4/405)</p>
<p style="text-align: justify;">* Minhajul Muslim, Abu Bakar Al Jazairiy 437</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aqiqah">http://id.wikipedia.org/wiki/Aqiqah</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tuntunan Aqiqah</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.rumahaqiqah.org/tuntunan_aqiqah.php?info=list#ta1">http://www.rumahaqiqah.org/tuntunan_aqiqah.php?info=list#ta1</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aqiqah dan Qurban</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Arif Hidayat, Muhammad Niam, dan Ali Mashar</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/article/1-tanya-jawab/695-aqiqah-dan-qurban">http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/article/1-tanya-jawab/695-aqiqah-dan-qurban</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8216;AQIQAH</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.duadunia.net/aqiqah">http://www.duadunia.net/aqiqah</a></p>
<p style="text-align: justify;">Hukum dan Tata Cara Aqiqah</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kerockan.blogspot.com/2009/04/hukum-dan-tata-cara-aqiqah.html">http://kerockan.blogspot.com/2009/04/hukum-dan-tata-cara-aqiqah.html</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.almanhaj.or.id/content/856/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/856/slash/0</a></p>
<p style="text-align: justify;">Pengertian Aqiqah, Dalil Syari Tentang Aqiqah, Hukum Aqiqah Oleh Abu Muhammad &#8216;Ishom bin Mar&#8217;i[Disalin dan diringkas kembali dari kitab “Ahkamul Aqiqah” karya Abu Muhammad ‘Ishom bin Mar’i, terbitan Maktabah as-Shahabah, Jeddah, Saudi Arabia, dan diterjemahkan oleh Mustofa Mahmud Adam al-Bustoni, dengan judul “Aqiqah” terbitan Titian Ilahi Press, Yogjakarta, 1997]</p>
<div class="shr-publisher-978"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F03%2F16%2Fpedoman-aqiqah-untuk-anak-menurut-islam%2F' data-shr_title='Pedoman+%27Aqiqah+untuk+Anak+Menurut+Islam'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F03%2F16%2Fpedoman-aqiqah-untuk-anak-menurut-islam%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F03%2F16%2Fpedoman-aqiqah-untuk-anak-menurut-islam%2F' data-shr_title='Pedoman+%27Aqiqah+untuk+Anak+Menurut+Islam'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F03%2F16%2Fpedoman-aqiqah-untuk-anak-menurut-islam%2F' data-shr_title='Pedoman+%27Aqiqah+untuk+Anak+Menurut+Islam'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2010/03/16/pedoman-aqiqah-untuk-anak-menurut-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasihat Luqman Kepada Anaknya</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2009/10/13/nasihat-luqman-kepada-anaknya/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2009/10/13/nasihat-luqman-kepada-anaknya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 01:16:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Islam]]></category>
		<category><![CDATA[mendidik anak]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat Luqman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=623</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Luqman adalah seorang yang diberikan hikmah/kebijaksanaan oleh Allah. Satu hikmahnya adalah untuk selalu bersyukur kepada Allah:</p> <p style="text-align: justify;">“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: &#8220;Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;">Luqman adalah seorang yang diberikan hikmah/kebijaksanaan oleh Allah. Satu hikmahnya adalah untuk selalu bersyukur kepada Allah:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: &#8220;Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji&#8221;.  [Luqman 12]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Luqman mendidik anaknya agar tidak mempersekutukan Allah. Nasehat Luqman kepada anaknya wajib ditiru oleh ummat Islam lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span id="more-623"></span>Jangan Mempersekutukan Allah</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kelaliman yang besar&#8221;.  [Luqman 13]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ummat Islam tidak boleh menyembah Tuhan selain Allah atau musyrik. <a href="http://media-islam.or.id/2007/09/06/tauhid-%E2%80%93-mengesakan-allah/">Syirik adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah.</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2008/03/06/doa-untuk-ibu-bapak-orang-tua/"><strong>Berbuat Baik Kepada Orang Tua</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.  Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.“ [Luqman 14] </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ibu kita mengandung kita selama 9 bulan. Beliau juga sampai berdarah-darah dengan resiko kehilangan nyawa ketika melahirkan kita. Belum lagi mereka harus sabar merasakan rengekan dan tangisan kita bahkan mungkin pukulan kita ketika masih kecil. Mereka memberi kita makan, minum, pakaian, pendidikan, dan sebagainya. Sudah sepantasnya kita berbakti pada mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tidak Mengikuti Orang Tua dalam Kemaksiatan dan Berbuat Baik kepada Mereka</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” [Luqman 15] </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berbuat Baik Meski Sedikit</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lukman berkata: &#8220;Hai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan membalasinya.  Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” [Luqman 16] </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengerjakan Shalat, Menyuruh Kebaikan dan Melarang Kemungkaran, serta Bersabar </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” [Luqman 17] </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2007/11/20/janganlah-sombong/"><strong>Jangan Sombong </strong></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman 18] </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rendah Hati dan Tidak Berkata Kasar</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” [Luqman 19] </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Itulah nasihat Luqman kepada anaknya yang diabadikan oleh Allah dalam Al Qur’an. Semoga kita semua bisa mengamalkannya dan mengajarkannya kepada anak kita.</p>
<div class="shr-publisher-623"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F10%2F13%2Fnasihat-luqman-kepada-anaknya%2F' data-shr_title='Nasihat+Luqman+Kepada+Anaknya'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F10%2F13%2Fnasihat-luqman-kepada-anaknya%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F10%2F13%2Fnasihat-luqman-kepada-anaknya%2F' data-shr_title='Nasihat+Luqman+Kepada+Anaknya'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F10%2F13%2Fnasihat-luqman-kepada-anaknya%2F' data-shr_title='Nasihat+Luqman+Kepada+Anaknya'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2009/10/13/nasihat-luqman-kepada-anaknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pornografi/Seks dan Kekerasan pada Film Kartun/Anak-anak di TV</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2009/08/11/mewaspadai-tayangan-kekerasan-dan-seks-pada-film-kartunanak-anak/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2009/08/11/mewaspadai-tayangan-kekerasan-dan-seks-pada-film-kartunanak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 01:54:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Islam]]></category>
		<category><![CDATA[adegan seks]]></category>
		<category><![CDATA[film anak]]></category>
		<category><![CDATA[film kartun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Maaf, mengingat besarnya bahaya tayangan seksual pada anak-anak, maka contoh-contoh adegan yang tidak terlalu vulgar dan sudah sedikit dikaburkan ditampilkan di sini. Bayangkan jika anak anda yang menontonnya!</p> <p style="text-align: justify;">Pada film-film orang dewasa, tayangan seks seperti ciuman atau pun adegan ranjang merupakan hal yang biasa. Adegan seks dijadikan “bumbu” untuk menarik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/08/anakshinchan.jpg?w=266&amp;h=183" alt="" width="266" height="183" />Maaf, mengingat besarnya bahaya tayangan seksual pada anak-anak, maka contoh-contoh adegan yang tidak terlalu vulgar dan sudah sedikit dikaburkan ditampilkan di sini. Bayangkan jika anak anda yang menontonnya!</p>
<p style="text-align: justify;">Pada film-film orang dewasa, tayangan seks seperti ciuman atau pun adegan ranjang merupakan hal yang biasa. Adegan seks dijadikan “bumbu” untuk menarik orang agar mau menonton film tersebut. Begitu pula adegan kekerasan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-403"></span>Namun ternyata tayangan seks atau pun kekerasan tidak hanya ada pada film-film orang dewasa. Namun juga pada film kartun atau pun film anak-anak. Terutama pada film-film yang berasal dari Jepang atau Amerika. Film tersebut tentu saja akan mengganggu akhlak dan moral anak kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/08/anakbedtime.jpg?w=470&amp;h=174" alt="" width="596" height="219" /></p>
<p style="text-align: justify;">“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa’:32]</p>
<p style="text-align: justify;">“Jangan DEKATI zina.” Begitu firman Allah. Artinya jangankan melakukannya, mendekati saja tidak boleh.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/08/anakdonald.jpg?w=355&amp;h=238" alt="" width="441" height="295" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sering pada film anak-anak seperti Dora Emon, Sinchan, Sailor Moon, Naruto, One Piece, Dragon Ball, Tom and Jerry, Donald Duck, dan sebagainya ada tayangan wanita yang mengumbar aurat. Meski pun berupa gambar “kartun” tetap saja memberi efek buruk kepada si anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Islam, aurat tidak boleh diperlihatkan. Rasulullah SAW bersabda: “Aurat mukmin terhadap mukmin yang lain haram” (HR. Ath-Thahawi)</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/08/anakpower.jpg?w=258&amp;h=266" alt="" width="258" height="266" />Pada film Dora Emon disebutkan ketertarikan Nobita kepada Shizuka. Kemudian pada film Sinchan, meski Sinchan ceritanya hanya berumur 5 tahun, tapi menunjukkan ketertarikan pada wanita-wanita cantik dan seksi. Film Sailor Moon, Naruto, One Pice, Dragon Ball, dsb sering menampilkan wanita-wanita seksi yang terbuka auratnya. Memang film-film tersebut sangat lucu dan menghibur. Tapi itulah efek buruknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan film “Avatar” yang disajikan untuk anak-anak pun memuat kisah percintaan antara Aang dan Katara serta Zuko dengan pacarnya. Bahkan adegan ciuman pun ditampilkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Film “Bed Time Stories” yang diproduksi Walt Disney yang katanya film tontonan untuk seluruh keluarga pun dibumbui dengan adegan ciuman panjang (long kiss) antara Adam Sandler dengan pasangannya. Begitu pula film “anak-anak” versi Holywood lainnya seperti Moonacre, Narnia, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi orang-orang kafir tersebut, ciuman dianggap sebagai sesuatu yang manis (cute). Bukan dianggap sebagai pendekatan zina yang diharamkan oleh Islam. Tak heran jika bukan hanya perzinahan yang merajalela, tapi juga perkosaan. Di AS, 1 dari 3 wanita pernah diperkosa selama hidupnya (Ohio University). Setiap menit, lebih dari 1 wanita diperkosa di sana. Itulah akibat berbagai tayangan yang membangkitkan birahi ditayangkan dari mulai usia dini.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi waspadailah tontonan film untuk anak-anak anda. Meski pun itu katanya hanya film “Anak-anak” atau pun film “Kartun.” Karena bagaimana pun juga standar etika/kesopanan mereka yang membuat film tersebut beda dengan kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/08/barneychristmas.jpg?w=470&amp;h=206" alt="" width="470" height="206" /></p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan film-film kartun seperti “Barney” pun yang tidak ada adegan seksnya, bukan berarti tidak merusak anak-anak kita. Meski sebagian besar tayangannya cukup bagus, ada pula film “Barney” yang bisa merusak aqidah anak-anak kita. Terutama film dengan tema/judul Hari Natal atau Christmas.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin kita menganggap remeh hal itu, tapi bagi Allah, syirik itu adalah dosa terbesar yang tidak terampuni:</p>
<p style="text-align: justify;">“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An Nisaa’:116]</p>
<p style="text-align: justify;">“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [An Nisaa’:48]</p>
<p style="text-align: justify;">“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: &#8220;(Tuhan itu) tiga&#8221;, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” [An Nisaa’:171]</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi tontonlah dahulu film yang akan ditonton oleh anak-anak anda. Dampingilah mereka ketika sedang menonton film agar jangan sampai ada adegan yang merusak akhlaq dan aqidah mereka dilihat oleh anak anda. Bagaimana pun juga film dan TV adalah satu media yang sangat luar biasa pengaruhnya bagi pertumbuhan anak-anak anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, ketika dulu film “Ghost” yang dibintangi Demi Moore ramai diputar di bioskop-bioskop, banyak para gadis yang segera memotong rambut mereka mengikuti potongan rambut Demi Moore yang pendek di film itu. Istilah “KDM” (Korban Demi Moore) pun ramai disebut untuk para gadis yang latah mengikuti gaya Demi Moore. Begitu pula para pemuda yang meniru gaya aktor-aktor idola mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Waspadai juga tayangan kekerasan. Sebagai contoh, beberapa anak tewas karena dia dan teman-temannya mempraktekkan adegan laga “Smack Down”. Belum lagi anak-anak yang meninggal karena meniru jagoannya “Batman” atau “Superman” yang terbang melompat dari tingkat rumahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi sebaiknya taruhlah TV di ruang tamu. Jangan sampai ada TV/Video yang bercokol di kamar pribadi anak anda karena anda akan kehilangan kontrol untuk “menyensornya.” Dengan adanya TV di ruang keluarga selain hemat listrik juga membuat keluarga anda lebih kompak dan tidak egoistis. Ada juga teman-teman yang menyingkirkan TV dari rumah mereka sehingga keluarganya betul-betul steril dari tayangan TV/Video yang merusak.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikutkan anak anda pada pengajian di masjid sekitar rumah sehingga mereka sadar bahwa yang harus jadi panutan/teladan mereka adalah Nabi Muhammad SAW. Bukan Aktor/Aktris Holywood yang cuma akting (bohongan) di dalam film.</p>
<p><strong>Media Islam – Belajar Islam sesuai Al Qur’an dan Hadits</strong></p>
<p><a href="http://www.media-islam.or.id/">www.media-islam.or.id</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://oak.cats.ohiou.edu/%7Ead361896/anne/cease/rapestatisticspage.html">http://oak.cats.ohiou.edu/~ad361896/anne/cease/rapestatisticspage.html</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Statistik dari Ohio University</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>In the United States, 1.3 women are raped every minute. That results in 78 rapes each hour, 1872 rapes each day, 56160 rapes ech month and 683,280 rapes each year.</li>
<li>1 out of every 3 American women will be sexually assulted in her lifetime.</li>
<li>The United States has the world&#8217;s highest rape rate of the countries that publish such statistics. It&#8217;s 4 times higher than Germany, 13 times higher than England, and 20 times higher than Japan.</li>
<li>1 in 7 women will be raped by her husband.</li>
<li>83% of rape cases are ages 24 or under.</li>
<li>1 in 4 college women have either been raped or suffered attempted rape.</li>
<li>1 in 12 males students surveyed had commited acts that met the legal definition of rape. Furthermore, 84% of the men who had commited such acts said what they had done was definitely not rape.</li>
<li>75% of male students and 55% of female students involved in acquintance rape had been drinking or using drugs.</li>
<li>Only 16% of rapes are ever reported to the police.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /></p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<div class="shr-publisher-403"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F08%2F11%2Fmewaspadai-tayangan-kekerasan-dan-seks-pada-film-kartunanak-anak%2F' data-shr_title='Pornografi%2FSeks+dan+Kekerasan+pada+Film+Kartun%2FAnak-anak+di+TV'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F08%2F11%2Fmewaspadai-tayangan-kekerasan-dan-seks-pada-film-kartunanak-anak%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F08%2F11%2Fmewaspadai-tayangan-kekerasan-dan-seks-pada-film-kartunanak-anak%2F' data-shr_title='Pornografi%2FSeks+dan+Kekerasan+pada+Film+Kartun%2FAnak-anak+di+TV'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F08%2F11%2Fmewaspadai-tayangan-kekerasan-dan-seks-pada-film-kartunanak-anak%2F' data-shr_title='Pornografi%2FSeks+dan+Kekerasan+pada+Film+Kartun%2FAnak-anak+di+TV'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2009/08/11/mewaspadai-tayangan-kekerasan-dan-seks-pada-film-kartunanak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips dan Nasihat untuk Menikah Menurut Islam</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2009/08/10/tips-dan-nasihat-untuk-menikah/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2009/08/10/tips-dan-nasihat-untuk-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 03:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[tips menikah]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Menikah Menurut Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Umumnya setiap orang yang dewasa pasti ingin menikah untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah war rahmah atau keluarga yang bahagia di dunia dan akhirat. Apalagi nikah adalah satu perintah agama:</p> <p style="text-align: justify;">“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;">Umumnya setiap orang yang dewasa pasti ingin menikah untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah war rahmah atau keluarga yang bahagia di dunia dan akhirat. Apalagi nikah adalah satu perintah agama:</p>
<p style="text-align: justify;">“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [An Nuur:32]</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-394"></span>Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separo agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separonya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)</p>
<p style="text-align: justify;">Hadis riwayat Anas ra.:</p>
<p style="text-align: justify;">Bahwa beberapa orang sahabat Nabi saw. bertanya secara diam-diam kepada istri-istri Nabi saw. tentang amal ibadah beliau. Lalu di antara mereka ada yang mengatakan: Aku tidak akan menikah dengan wanita. Yang lain berkata: Aku tidak akan memakan daging. Dan yang lain lagi mengatakan: Aku tidak akan tidur dengan alas. Mendengar itu, Nabi saw. memuji Allah dan bersabda: Apa yang diinginkan orang-orang yang berkata begini, begini! Padahal aku sendiri salat dan tidur, berpuasa dan berbuka serta menikahi wanita! Barang siapa yang tidak menyukai sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku. (Shahih Muslim No.2487)</p>
<p style="text-align: justify;">Hadis riwayat Sa`ad bin Abu Waqqash ra., ia berkata:</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah saw. melarang Usman bin Mazh`un hidup mengurung diri untuk beribadah dan menjauhi wanita (istri) dan seandainya beliau mengizinkan, niscaya kami akan mengebiri diri. (Shahih Muslim No.2488)</p>
<p style="text-align: justify;">Abdullah Ibnu Mas&#8217;ud Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda pada kami: &#8220;Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.&#8221; Muttafaq Alaihi.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah bagaimana caranya agar kita bisa memiliki keluarga yang bahagia?</p>
<p style="text-align: justify;">Itu semua tak lepas dari usaha, doa, dan tawakkal kita kepada Allah SWT. Allah dan RasulNya sudah memberi petunjuk di Al Qur’an dan Hadits.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Melihat dan berkenalan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum memutuskan untuk menikah, kita harus melihat dulu calon pasangan kita. Ini agar tidak seperti membeli kucing dalam karung:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Menurut riwayat Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam pernah bertanya kepada seseorang yang akan menikahi seorang wanita: &#8220;Apakah engkau telah melihatnya?&#8221; Ia menjawab: Belum. Beliau bersabda: &#8220;Pergi dan lihatlah dia.&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jangan Berpacaran</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Meski kita harus ta’aruf atau mengenal, tapi pacaran dalam Islam adalah hal yang terlarang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa’:32]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada orang yang berpacaran sampai bertahun-tahun lebih. Bahkan ada pula yang sampai kumpul kebo dengan alasan agar bisa mengenal calon pasangannya. Itu adalah haram. Toh begitu menikah, banyak juga yang cerai.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebab bagaimana pun juga orang pacaran itu selalu menutupi kekurangannya dan hanya menampilkan yang baik-baik saja. Banyak ulama mengatakan, kalau pacaran itu tidak pernah kita mendengar suara kentut dari pasangan kita. Tapi begitu menikah, sering sekali kedengaran. Jadi pacaran itu bukanlah hal yang yang tepat untuk mengenal pasangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengenal pasangan anda, carilah informasi dari orang dekatnya entah itu saudara, teman, atau tetangganya. Minta juga penilaian dari orang tua dan keluarga anda. Sebab orang yang jatuh cinta itu banyak yang “buta.” Tidak dapat melihat kekurangan orang yang dia cinta.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari statistik Ohio  University dijelaskan bahwa 1 dari 3 wanita di AS pernah diperkosa. Kemudian dari Ensiklopedi MS Encarta juga dijelaskan 80% pelaku adalah pacar dari si korban.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya 16% kasus perkosaan yang dilaporkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak kasus perzinahan mungkin sebetulnya adalah perkosaan di mana si pacar mendesak untuk diberi jatah.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi pacaran itu dampak negatifnya cukup banyak.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sulit Mencari Jodoh?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada juga orang yang sulit mencari jodoh. Kemungkinan orang ini terlalu pilih-pilih atau selektif. Yang penting itu sebenarnya akhlak dan agamanya. Tampang itu yang biasa-biasa saja, begitu pula yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu seringlah bersilaturrahim ke tempat saudara atau mengikuti pengajian. Makin luas silaturrahim anda, makin mudah pula anda mencari jodoh. Jangan lupa untuk senantiasa senyum sehingga orang tidak kabur ketika melihat anda&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jangan Melamar Wanita yang Sedang Dilamar Orang Lain</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada pepatah Perancis: “Cherchez la Femme” Artinya, (jika ada keributan) carilah wanitanya. Ini karena sering terjadi perkelahian untuk memperebutkan wanita. Tak jarang berakhir dengan maut. Oleh karena itu, Islam melarang seseorang untuk melamar wanita lain yang sedang dilamar pria lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Janganlah seseorang di antara kamu melamar seseorang yang sedang dilamar saudaranya, hingga pelamar pertama meninggalkan atau mengizinkannya.&#8221; Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Memilih Pasangan Hidup</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pertama-tama kita harus mencari pasangan hidup yang baik menurut agama. Mungkin banyak orang mengeluh karena dia sulit mendapat jodoh. Tidak ada pria/wanita yang mendekati dirinya. Nah orang itu harus introspeksi diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama apakah penampilannya kucel dan semrawut? Jika ya, jangan heran jika banyak orang tidak menengok dirinya. Kita harus berpenampilan bersih, rapi, dengan wajah yang ceria. Jika wajah murung atau cemberut tentu orang juga enggan mendekat. Itulah sebabnya Nabi berkata “Senyum itu sedekah”</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian lihat pergaulan atau jaringan teman dan keluarga anda. Apakah anda sehari-hari hanya berkurung diri di kamar saja? Tentu saja anda tidak harus melakukan dugem di diskotik yang akhirnya paling hanya dapat pecandu narkoba/alkohol sebagai suami/istri. Tapi anda bisa mengikuti pengajian di lingkungan rumah anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana pun juga keluarga dan teman bisa jadi mak comblang/perantara yang ampuh untuk mencari jodoh.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan pasang kriteria terlalu tinggi, misalnya harus ganteng/cantik, harus cerdas lulus S3, kaya, dan beriman. Sulit mencari orang yang sempurna. Jika pun anda bisa menemukan orang yang seperti itu, belum tentu dia mau dengan anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Pilihlah wanita yang beriman dan saleh untuk jadi pasangan anda:</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita (isteri) yang sholehah. (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">Wanita yang baik akan senantiasa menjaga auratnya. Dia tidak akan menerima tamu pria yang bukan muhrimnya jika anda pergi bekerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya, jangan pilih wanita yang mengumbar auratnya/sexy untuk menggoda para pria. Banyak terjadi wanita seperti ini ketika suaminya pergi, maka dia selingkuh dengan pria lain. Bahkan tidak jarang akhirnya membunuh suaminya agar bisa tetap bersama pacarnya. Semoga hal ini tidak menimpa kita semua.</p>
<p style="text-align: justify;">“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin” [An Nuur:3]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pilih wanita yang beriman. Bukan yang musyrik/beda agama:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” [Al Baqarah:221]</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum anda jatuh cinta dengan seseorang, teliti dulu agamanya. Islam apa bukan? Jika Islam, perhatikan lagi, sholat apa tidak? Jika tidak sholat, sebaiknya tinggalkan karena sholat adalah pembeda antara orang yang beriman dengan orang kafir.</p>
<p style="text-align: justify;">Seganteng atau secantik apa pun orang yang membuat anda jatuh hati, jika dia kafir niscaya akan dibakar dengan api neraka sehingga wujudnya akan jadi mengerikan. Jika anda pernah menyaksikan mayat yang hangus hitam terbakar, ingatlah itu. Seganteng apa pun orang itu misalnya seganteng Primus atau Keanu Reves, tapi jika dia kafir maka wajahnya akan mengerikan bukan hanya di neraka. Tapi juga di kubur. Ingatlah hal ini agar anda tidak tertarik dengan orang kafir yang ganteng atau cantik.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski mungkin sudah banyak yang tahu, ada baiknya kita baca ayat di bawah tentang siapa yang tidak boleh kita nikahi:</p>
<p style="text-align: justify;">“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An Nisaa’:23]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Amati Bagaimana Amarahnya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setiap orang pasti pernah marah. Cuma ada yang melampiaskan kemarahannya dengan perbuatan yang menyakitkan, ada juga yang sekedar mengeluarkan kata-kata kotor, ada pula yang sekedar diam saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi akibat pasangan tidak mampu mengontrol amarahnya. Kadang bukan sekedar melukai, tapi juga bisa membunuh pasangan atau anaknya. Oleh karena itu anda harus bisa mengetahui bagaimana sifat calon pasangan anda jika marah agar tidak menyesal nantinya. Jangan sampai, terutama kaum wanita, jadi sansak hidup yang selalu dipukul oleh suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada wanita yang baru tahu suaminya kasar setelah menikah. Sering memukul hingga membuat dia berdarah. Sebelum menikah, katanya calon suaminya sangat baik. Oleh karena itu tak ada salahnya jika anda sekali dua kali mencoba membuat pasangan anda marah agar hal semacam itu bisa dideteksi secara dini. Jika anda terlanjur menikahi orang seperti ini, sebaiknya segera mencari perlindungan dan bercerai. Memang setelah marah mereka sangat baik dan sangat cepat menjadi baik lagi karena seluruh kemarahannya mereka keluarkan kepada anda. Tapi pasti mereka akan mengulanginya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaik-baik orang adalah yang diam jika dia marah. Jika pun berkata, dia sekedar mengungkapkan hal yang dia tidak suka tanpa menyebut anda dengan sebutan yang buruk.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Paling dekat dengan aku kedudukannya pada had kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya. (HR. Ar-Ridha)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selama menikah, Nabi belum pernah memukul istri atau pun anak-anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat anda sudah menikah, sebaiknya hanya ada 1 pihak saja yang marah. Yang lain sebaiknya mengalah. Ketika marah, jangan sekali-kali mengucapkan kata “Cerai.” Sebab itu bukanlah kata yang bisa diucapkan secara main-main atau untuk mengancam.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Tiga hal yang bila dikatakan dengan sungguh akan jadi dan bila dikatakan dengan main-main akan jadi, yaitu: nikah, talak dan rujuk (kembali ke istri lagi).&#8221; Riwayat Imam Empat kecuali Nasa&#8217;i. Hadits shahih menurut Hakim.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan pula anda mengeluarkan kata-kata dari “Kebun Binatang” atau pun sebutan menyakitkan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri (sesama Muslim) dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat:11]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jangan Mencintai Pasangan Anda Secara Berlebihan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut pepatah Inggris: “Love me little, love me long”. Cintai aku sedikit, tapi abadi. Biasanya pasangan yang cintanya berlebihan, sehingga di depan umum pun tampil sangat mesra, dalam beberapa tahun saja pasti bercerai. Ini karena rasa cintanya terlalu diumbar sehingga dalam waktu singkat sudah “habis.”</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Islam, kita tidak boleh berlebihan. Kita harus mengutamakan cinta kita kepada Allah dan Rasulnya. Jika pun kita mencintai sesama atau pasangan kita, itu karena Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud)</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita mencintai pasangan kita lebih daripada Allah, niscaya hati kita akan hancur dan putus asa jika pasangan kita meninggalkan kita baik karena cerai atau pun karena mati.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya jika kita mencintai Allah di atas segalanya, niscaya kita akan selalu tegar dan tabah karena kita yakin bahwa Allah itu Maha Hidup dan Abadi serta selalu bersama dengan hambanya yang Saleh.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Menikahlah Karena Cinta</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seharusnya kita menikah karena cinta. Bukan karena paksaan. Oleh karena itu, sebetulnya kisah kawin paksa antara Siti Nurbaya dengan Datuk Maringgih itu bertentangan dalam Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Zakwan ia berkata: Aku mendengar Aisyah berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang seorang gadis perawan yang dinikahkan oleh keluarganya, apakah ia harus dimintai persetujuan ataukah tidak? Beliau menjawab: Ya, harus dimintai persetujuan! Lalu Aisyah berkata: Aku katakan kepada beliau, perempuan itu merasa malu. Rasulullah saw. bersabda: Itulah tanda setujunya bila ia diam. (Shahih Muslim No.2544)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Syiarkanlah Pernikahan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Islam, pernikahan itu meski itu adalah pernikahan kedua, ketiga, atau keempat (poligami) harus disiarkan ke masyarakat luas agar nanti tidak terjadi fitnah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Amir Ibnu Abdullah Ibnu al-Zubair, dari ayahnya Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Sebarkanlah berita pernikahan.&#8221; Riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Hakim.</p>
<p style="text-align: justify;">Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:</p>
<p style="text-align: justify;">Bahwa Nabi saw. melihat warna bekas wangian pengantin di tubuh Abdurrahman bin Auf, lalu beliau bertanya: Apakah ini? Abdurrahman menjawab: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku baru saja menikahi seorang wanita dengan mahar seharga lima dirham emas. Rasulullah saw. lalu bersabda: Semoga Allah memberkahimu dan rayakanlah walaupun dengan seekor kambing. (Shahih Muslim No.2556)</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Anas Ibnu Malik ra bahwa Nabi SAW pernah melihat bekas kekuningan pada Abdurrahman Ibnu Auf. Lalu beliau bersabda: &#8220;Apa ini?&#8221;. Ia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menikahi seorang perempuan dengan maskawin senilai satu biji emas. Beliau bersabda: &#8220;Semoga Allah memberkahimu, selenggarakanlah walimah (resepsi) walaupun hanya dengan seekor kambing.&#8221; Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.</p>
<p style="text-align: justify;">Sering orang melakukan pernikahan secara diam-diam atau nikah siri sehingga orang banyak tidak tahu apakah mereka berdua menikah atau tidak. Itu jelas tidak sesuai dengan sunnah Nabi. Jika yang dilakukan pernikahan siri adalah istri kedua sementara istri pertama dirayakan, maka itu adalah ketidak-adilan yang tidak bisa ditolerir.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda: &#8220;Barang siapa memiliki dua orang istri dan ia condong kepada salah satunya (tidak adil), ia akan datang pada hari kiamat dengan tubuh miring.&#8221; Riwayat Ahmad dan Imam Empat, dan sanadnya shahih.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jangan Bercerai</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perceraian adalah hal yang halal tapi dibenci Allah:</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Perbuatan halal yang paling dibenci Allah ialah cerai.&#8221; Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa begitu?</p>
<p style="text-align: justify;">Karena perceraian bukan hanya menyakitkan pihak yang bercerai, tapi juga anak-anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar tidak bercerai, maka suami harus bertanggung-jawab memberi nafkah lahir dan batin pada istrinya dan keluarganya serta memperlakukan mereka dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Istri juga harus paham bahwa suami adalah pemimpin keluarga dan menghormatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)..” [An Nisaa’:34]</p>
<p style="text-align: justify;">Sediakanlah makan dan minuman bagi suami dan keluarganya. Karena wanita bertanggung-jawab mengatur hal itu. Masing-masing punya tugas dan tanggung–jawab.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika marah, sebaiknya diam. Jangan melontarkan kata-kata yang menyakitkan. Apalagi sampai main tangan. Jika ada satu yang marah, yang lain hendaknya mengalah. Sebab kalau keduanya sama-sama marah bisa berakibat “fatal.”</p>
<p style="text-align: justify;">Istri juga harus menghargai orang tua suami, begitu pula sebaliknya karena kedua orang tua tersebut seolah-olah sudah jadi orang tua mereka semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Sering perceraian terjadi karena faktor ekonomi, misalnya suami penghasilannya kurang atau bahkan diPHK. Istri hendaknya tidak diam atau justru merongrong suaminya. Sebaliknya coba bantu suaminya mencari nafkah.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski wanita tidak wajib mencari nafkah, toh Khadijah yang merupakan wanita yang paling utama, membantu Nabi dengan harta kekayaannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya lihat juga para istri yang langgeng menikah dengan suaminya, aktif membantu suaminya mencari uang dengan membuka katering atau berdagang di rumah sehingga mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga kuliah.</p>
<p style="text-align: justify;">Rajinlah berolahraga agar anda bisa memberi nafkah lahir dan batin. Bagaimana pun juga menurut Nabi Kesehatan adalah nikmat terbaik setelah iman. Karena itu peliharalah dengan berolahraga.</p>
<p style="text-align: justify;">Seringlah berdoa: “Robbana hablana min azwaajina wa dzurriyatina qurrota a’yuun. Waj’alna lil muttaqiina imaama” (Ya Allah, jadikanlah istri-istri dan anak-anak kami sebagai penghibur hati. Dan jadikanlah kami sebagai pemimpin orang-orang yang takwa).</p>
<p style="text-align: justify;">Media Islam – Belajar Islam sesuai Al Qur’an dan Hadits</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.media-islam.or.id/">www.media-islam.or.id</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://oak.cats.ohiou.edu/%7Ead361896/anne/cease/rapestatisticspage.html">http://oak.cats.ohiou.edu/~ad361896/anne/cease/rapestatisticspage.html</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Statistik dari Ohio University</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>In the United States, 1.3 women are raped every minute. That results in 78 rapes each hour, 1872 rapes each day, 56160 rapes ech month and 683,280 rapes each year.</li>
<li>1 out of every 3 American women will be sexually assulted in her lifetime.</li>
<li>The United States has the world&#8217;s highest rape rate of the countries that publish such statistics. It&#8217;s 4 times higher than Germany, 13 times higher than England, and 20 times higher than Japan.</li>
<li>1 in 7 women will be raped by her husband.</li>
<li>83% of rape cases are ages 24 or under.</li>
<li>1 in 4 college women have either been raped or suffered attempted rape.</li>
<li>1 in 12 males students surveyed had commited acts that met the legal definition of rape. Furthermore, 84% of the men who had commited such acts said what they had done was definitely not rape.</li>
<li>75% of male students and 55% of female students involved in acquintance rape had been drinking or using drugs.</li>
<li>Only 16% of rapes are ever reported to the police.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /></p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<div class="shr-publisher-394"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F08%2F10%2Ftips-dan-nasihat-untuk-menikah%2F' data-shr_title='Tips+dan+Nasihat+untuk+Menikah+Menurut+Islam'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F08%2F10%2Ftips-dan-nasihat-untuk-menikah%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F08%2F10%2Ftips-dan-nasihat-untuk-menikah%2F' data-shr_title='Tips+dan+Nasihat+untuk+Menikah+Menurut+Islam'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F08%2F10%2Ftips-dan-nasihat-untuk-menikah%2F' data-shr_title='Tips+dan+Nasihat+untuk+Menikah+Menurut+Islam'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2009/08/10/tips-dan-nasihat-untuk-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Membangun dan Membina Rumah yang Islami</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2008/06/23/tips-membangun-dan-membina-rumah-yang-islami/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2008/06/23/tips-membangun-dan-membina-rumah-yang-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 02:08:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.media-islam.or.id/2008/06/23/tips-membangun-dan-membina-rumah-yang-islami/</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Dalam membangun rumah yang baik, sering orang menggunakan Feng Shui yang berasal dari budaya Cina. Padahal tidak semuanya selaras dengan ajaran Islam. Jika keliru, mungkin bisa terjerumus dalam kemusyrikan karena mempercayai adanya kekuatan selain Allah yang bisa menyelamatkannya.</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify"> </p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Dalam membangun rumah yang Islami, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Dalam membangun rumah yang baik, sering orang menggunakan Feng Shui yang berasal dari budaya Cina. Padahal tidak semuanya selaras dengan ajaran Islam. Jika keliru, mungkin bisa terjerumus dalam kemusyrikan karena mempercayai adanya kekuatan selain Allah yang bisa menyelamatkannya.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Dalam membangun rumah yang Islami, sebetulnya dalam Islam ada beberapa petunjuk untuk itu. Di antaranya:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font><img src="http://syiarislam.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-174/plugins/wordpress/img/trans.gif" class="mceWPmore" title="Selebihnya..." /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-103"></span><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Tetangga yang Baik</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Pilihlah rumah di antara tetangga yang baik (kecuali jika anda adalah da’i yang ingin melakukan perbaikan). Sebab jika tetangga anda tidak baik, maka hidup anda akan merasa kurang nyaman. Bayangkan jika tetangga anda adalah preman, pezina, atau pemabuk.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Pilihlah tetangga (lihat calon tetangganya atau lingkungannya dulu) sebelum memilih rumah. Pilihlah kawan perjalanan sebelum memilih jalan dan siapkan bekal sebelum berangkat (bepergian). (HR. Al Khatib)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Nabi Saw berdoa: &#8220;Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di tempat pemukiman. </font><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Sesungguhnya tetangga-tetangga orang-orang Badui suka berpindah-pindah.&#8221; (HR. Ibnu &#8216;Asakir)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Tiap empat puluh rumah adalah tetangga-tetangga, yang di depan, di belakang, di sebelah kanan dan di sebelah kiri (rumahnya). (HR. Ath-Thahawi).</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Usahakan agar tetangga anda cukup makannya:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. </font><font style="font-size: 10pt" face="Arial">(HR. Al Bazzaar)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Hendaknya rumah cukup luas (tidak terlampau luas, tapi juga tidak terlampau sempit).</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Di antara kebahagiaan seorang muslim ialah mempunyai tetangga yang shaleh, rumah yang luas dan kendaraan yang meriangkan. (HR. Ahmad dan Al Hakim)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Rumah yang terlampau luas, misalnya 400 m2 lebih, cenderung menghasilkan ”Rumah Gedong” di mana tetangga satu tidak kenal dengan tetangga lainnya. Para penghuni masing-masing asyik di dalam ”Istana” mereka.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Sebaliknya rumah yang terlalu sempit, misalnya kurang dari 50 m2 cenderung membuat penghuninya tidak betah di rumah sehingga akhirnya banyak menghabiskan waktunya mengobrol/gosip dengan para tetangganya.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Luas rumah yang ideal (pertengahan) adalah sekitar 100-200 m2.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Jangan Membangun Rumah Megah</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Dalam membangun rumah, janganlah terlalu mewah sehingga jadi bermegah-megahan. Ini tidak disukai Allah dan merupakan satu sifat dari orang-orang yang buruk di akhir zaman.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At Takaatsur:1]</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Ketika ditanya tanda-tanda hari kiamat Nabi menjawab: ”Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung” [HR Muslim]</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba dengan bangunan-bangunan yang megah. (HR. Bukhari)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Jangan membangun rumah yang terlampau tinggi (misalnya sampai 4 tingkat) sehingga akhirnya tetangga tidak mendapat sinar matahari atau angin.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Ketika ditanya tanda-tanda hari kiamat Nabi menjawab: &#8220;Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat.&#8221; [HR Muslim]</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Buatlah Rumah yang Baik</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">“…menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk…” [Al A’raaf:157]</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Katakanlah: &#8220;Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.&#8221; [Al Maa-idah:100]</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Rumah yang baik adalah rumah yang sehat. Yaitu jendelanya cukup sehingga sinar matahari bisa masuk dan tidak lembab. </font><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Ini juga bisa menghemat listrik karena siang hari tak perlu menyalakan lampu. Selain itu ventilasinya juga harus baik sehingga udara segar bisa masuk ke dalam rumah. Jarak antara lantai dan atap sebaiknya agak tinggi (minimal 2,5 meter) sehingga tidak terlalu panas.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Rumah juga harus kuat dan aman. Misalnya dengan menggunakan beton bertulang, rumah jadi lebih aman jika misalnya terjadi gempa. Jika menggunakan kayu, pilih kayu yang kuat serta beri anti rayap sehingga tidak mudah kropos. Harus diperhatikan apakah rumah tersebut rawan dari kebakaran atau tidak.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Sebaiknya rumah minimal terdiri dari 3 kamar. Satu untuk suami-istri, satu untuk anak laki-laki, dan satu lagi untuk anak perempuan. Banyak kasus incest terjadi karena kamarnya hanya satu sehingga pria-wanita bercampur.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Hendaknya aurat dari lawan jenis (kecuali suami-istri) terpelihara dengan pembagian kamar yang baik.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">”Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya&#8217;. (Itulah) tiga &#8216;aurat bagi kamu” [An Nuur:58]</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Buatlah Rumah yang Indah</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Allah senang keindahan. </font><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Manusia pun banyak yang suka akan keindahan. Oleh karena itu buatlah rumah yang indah. Tapi ingat, keindahan tidak sama dengan kemewahan atau kemegahan</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Sesungguhnya Allah indah dan senang kepada keindahan. Bila seorang ke luar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan dirinya. (HR. Al-Baihaqi)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Rumah Harus Bermanfaat atau Fungsional</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Selain indah setiap bagian rumah juga harus bermanfaat/fungsional. Jadi tidak hanya sekedar estetis tapi tidak bermanfaat.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Dari Abu Hurairoh ra, dia berkata: “Rosululloh SAW bersabda: “Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat.” (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial">WC Jangan Mengarah/Membelakangi Kiblat</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Dari Abu Ayyub Al-Anshari ra.: </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Bahwa Nabi saw. bersabda: Apabila engkau ke WC, janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya ketika kencing atau buang air besar, tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat. (Shahih Muslim No.388)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Usahakan agar rumah anda mengarah ke kiblat. </font><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Jika tidak, sebaiknya tempat shalat anda tidak mengarah ke WC.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Usahakan di rumah ada shower atau kran air, sehingga anda bisa mandi/wudlu dengan lebih sempurna dengan air yang mengalir.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Dari Abu Hurairah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Janganlah seseorang di antara kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan junub.&#8221; </font><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Dikeluarkan oleh Muslim.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Sebaiknya tempat wudlu dipisah dari WC sehingga anda leluasa membaca doa sebelum atau sesudah wudlu.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Rumah Harus Bersih</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Rumah yang kotor tidak sehat. Karena akan mengundang berbagai penyakit. Oleh karena itu rumah harus bersih dan mudah dibersihkan.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati, dermawan dan senang kepada kedermawanan. Karena itu bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan meniru-niru orang-orang Yahudi. (HR. Tirmidzi)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Penjelasan:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Orang-orang Yahudi suka menumpuk sampah di halaman rumah.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Jangan Menaruh Patung di dalam Rumah</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Umar berkata, &#8220;Kami tidak memasuki gereja-gerejamu karena patung-patung dan gambarnya itu.&#8221; [HR Bukhari]</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"><span> </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Ibnu Abbas shalat di dalam biara (tempat ibadah agama lain) kecuali biara yang ada patung di dalamnya. [HR Bukhari]</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Jangan Memelihara Anjing</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata: </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa memiliki anjing selain anjing penjaga ternak dan anjing pemburu maka setiap hari pahala amalnya berkurang dua qirath. (Shahih Muslim No.2940)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Peliharalah Anak Yatim</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Jika anda berkelebihan, asuhlah anak yatim dan perlakukanlah dengan baik.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk. </font><font style="font-size: 10pt" face="Arial">(HR. Ibnu Majah)</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Tanamlah Pohon agar Teduh dan Sejuk</font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Tanamlah pohon di rumah anda sehingga rumah anda teduh dan mendapat udara segar dari oksigen yang dikeluarkan pohon tersebut. Kenyamanan naungan pohon ini digambarkan Allah sebagai berikut:</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">“Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.” [Al Insaan:14]</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Jika rumah anda luas mungkin anda bisa menanam pohon besar yang kuat seperti pohon asem. </font><font style="font-size: 10pt" face="Arial">Jika sedang, bisa menanam pohon ukuran sedang seperti rambutan atau mangga. Hindari pohon besar yang rapuh dan berbahaya seperti pohon angsana. Banyak korban jiwa karena tertimpa pohon tersebut ketika terjadi badai/angin kencang.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font style="font-size: 10pt" face="Arial"> </font></p>
<div class="shr-publisher-103"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F06%2F23%2Ftips-membangun-dan-membina-rumah-yang-islami%2F' data-shr_title='Tips+Membangun+dan+Membina+Rumah+yang+Islami'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F06%2F23%2Ftips-membangun-dan-membina-rumah-yang-islami%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F06%2F23%2Ftips-membangun-dan-membina-rumah-yang-islami%2F' data-shr_title='Tips+Membangun+dan+Membina+Rumah+yang+Islami'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2008%2F06%2F23%2Ftips-membangun-dan-membina-rumah-yang-islami%2F' data-shr_title='Tips+Membangun+dan+Membina+Rumah+yang+Islami'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2008/06/23/tips-membangun-dan-membina-rumah-yang-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

