<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Islam &#187; Penyakit Hati</title>
	<atom:link href="http://media-islam.or.id/category/penyakit-hati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-islam.or.id</link>
	<description>Belajar Islam sesuai Al Qur&#039;an dan Hadits</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 02:56:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Jangan Putus Asa!</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/08/17/jangan-putus-asa/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/08/17/jangan-putus-asa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 04:20:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan putus asa]]></category>
		<category><![CDATA[Putus Asa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=2116</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di media massa diberitakan beberapa ibu membunuh anaknya (kemudian bunuh diri) hanya karena khawatir tidak bisa membahagiakan anaknya.</p> <p style="text-align: justify;">Di AS ada seorang bapak yang dikenal baik kemudian membunuh 2 putri kembarnya. Seorang psikolog di acara Oprah Winfrey mengatakan bahwa itu terjadi karena bapak tersebut menderita depresi. Diperkirakan 20% penduduk AS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/08/gantungdiri.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1785" title="gantungdiri" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/08/gantungdiri.jpg" alt="" width="226" height="210" /></a>Di media massa diberitakan beberapa ibu membunuh anaknya (kemudian bunuh diri) hanya karena khawatir tidak bisa membahagiakan anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di AS ada seorang bapak yang dikenal baik kemudian membunuh 2 putri kembarnya. Seorang psikolog di acara Oprah Winfrey mengatakan bahwa itu terjadi karena bapak tersebut menderita depresi. Diperkirakan 20% penduduk AS pernah menderita depresi. Yang paling berbahaya adalah jika penderita depresi sudah kehilangan harapan (hope) atau putus asa. Orang seperti ini bukan hanya bisa bunuh diri tapi juga bisa membunuh orang yang dia cintai.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Islam kita dilarang putus asa dan harus beriman kepada takdir. Kita menerima semua ujian karena yakin itu semua sudah ditetapkan oleh Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2116"></span>Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat.” [Al Hijr:56]</p>
<p style="text-align: justify;">Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Az Zumar:53]</p>
<p style="text-align: justify;">Ustad Agung menyatakan sebab putus asa itu ada 2: 1. Tidak tahu tujuan hidup itu apa, 2. Tidak tahu cara mencapainya. Nah tujuan hidup kita sebenarnya adalah mencari ridho Allah. Jika Allah sudah ridho dengan kita, insya Allah seluruh keinginan kita akan dikabulkan oleh Allah. Cara mendapatkan ridho Allah bisa kita ketahui dengan mempelajari Al Qur&#8217;an dan Hadits.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah tidak menginginkan kita jadi dokter, kaya raya, atau yang lainnya. Yang dinginkan Allah dari kita hanya takwa. Yaitu mematuhi aturannya dan menjauhi larangannya. Toh ketika manusia mati, segala harta, jabatan, dan istri yang cantik sudah tidak bermanfaat lagi baginya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita jangan takut dan sedih jika ditimpa musibah berupa ketakutan, kelaparan, kemiskinan, dan kematian. Itu adalah cobaan. Ucapkanlah bahwa kita semua adalah milik atau ciptaan Allah dan kepada Allah kita kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita sabar, itu akan menambah pahala kita dan mengurangi dosa kita dan surga adalah imbalannya.</p>
<p style="text-align: justify;">”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,</p>
<p style="text-align: justify;">(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” [Al Baqarah:155-157]</p>
<p style="text-align: justify;">”…Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” [Yusuf :87]</p>
<p style="text-align: justify;">Kita harus yakin bahwa dibalik kesulitan yang menimpa kita, insya Allah akan ada kemudahan. Percayalah karena ini adalah janji Allah yang Maha Benar!</p>
<p style="text-align: justify;">Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,</p>
<p style="text-align: justify;">sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” [Alam Nasyrah:5-6]</p>
<p style="text-align: justify;">”…Siapakah yang dapat menghalangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al Fath:11]</p>
<h2 style="text-align: justify;">Allah tidak Membebani Cobaan di luar Kemampuan Kita</h2>
<p style="text-align: justify;">Yakinlah bahwa Allah tidak akan membebani kita cobaan di luar kemampuan kita. Segala macam cobaan insya Allah bisa kita atasi selama kita dekat dengan Allah SWT.</p>
<p style="text-align: justify;">”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” [Al Baqarah:286]</p>
<p style="text-align: justify;">”Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya…” [Al Mu'minuun:62]</p>
<p style="text-align: justify;">“Bertakwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuanmu” [At Taghabun:16]</p>
<h2 style="text-align: justify;">Berusaha Mencari Karunia Allah</h2>
<p style="text-align: justify;">Meski kita beriman kepada Takdir Allah, tidak berarti kita jadi fatalis dan tidak berusaha melakukan apa-apa.</p>
<p style="text-align: justify;">”Jika telah shalat, bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” [Al Jumu'ah:10]</p>
<p style="text-align: justify;">Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” [Al Qashash:77]</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa pengamen yang meski masih sangat muda begitu putus asa sehingga berkata: &#8220;Kami mengamen karena terpaksa. Tidak mungkin kami bekerja di kantor seperti bapak-bapak dan ibu-ibu&#8230;&#8221; Menyedihkan. Jika putus asa seperti itu dan tak mau berubah, Allah pun tak akan mengubah nasib mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">KH Muhammad Arifin Ilham lewat Facebook mengaku dulu sempat dagang Indomi, ngamen, dan juga jadi kenek. Namun semua itu beliau jalani dengan KESUNGGUHAN IKHTIAR,DOA,OPTIMIS &amp; TAWAKKAL. Aa Gym dulu juga sempat jadi supir mikrolet, sementara Ustad Yusuf Mansur yang dulu juga pedagang asongan di terminal sempat mendekam di penjara. Namun mereka semua tak pernah menyerah. Tidak pernah berputus asa. Senantiasa belajar agar lebih baik. Senantiasa berusaha/berikhtiar, berdoa, dan selalu optimis dan tawakkal. Akhirnya mereka pun jadi orang besar seperti sekarang yang kita kenal.</p>
<p style="text-align: justify;">Iwan Fals, ST12, Kangen Band, dan sebagainya dulu juga pernah jadi pengamen. Namun mereka mengamen dengan sungguh-sungguh dan senantiasa belajar sehingga lagu mereka enak di dengar. Tidak seperti sebagian pengamen sekarang yang nyanyi asal-asalan sambil setengah mengancam penumpang. Akhirnya para pengamen yang sungguh-sungguh itu pun menjadi penyanyi yang terkenal.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi jangan putus asa dan bermalas-malasan. Tetap terus belajar, berusaha, berdoa, dan optimis serta tawakkal.</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan baca juga:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/category/penyakit-hati/">http://media-islam.or.id/category/penyakit-hati</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p><strong>Status FB K. H. Muhammad Arifin Ilham</strong></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/kh.muhammad.arifin.ilham">http://www.facebook.com/kh.muhammad.arifin.ilham</a></p>
<p>K. H. Muhammad Arifin Ilham<br />
SUBHANALLAh,mngkn shabatku belum tahu,kalau dulu aku kuliah di UNAS angktn &#8217;89,aku sempat dagang Indomi &amp; ngamen di es teler 77 dIsamping terminal Pasar Minggu,akupun sempat jadi kenek Cibubur-cililitan,tinggal dibelakang terminal Pasar Minggu berhadapn dg warung nasi uduk pak Ali,lalu jadi marbot mesjid Darul Ulum kompleks KODAM Cibubur 1994,semua semangat kujalani dg KESUNGGUHAN IKHTIAR,DOA,OPTIMIS &amp; TAWAKKAL</p>
<div class="shr-publisher-2116"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F17%2Fjangan-putus-asa%2F' data-shr_title='Jangan+Putus+Asa%21'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F17%2Fjangan-putus-asa%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F17%2Fjangan-putus-asa%2F' data-shr_title='Jangan+Putus+Asa%21'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F08%2F17%2Fjangan-putus-asa%2F' data-shr_title='Jangan+Putus+Asa%21'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/08/17/jangan-putus-asa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Pelit, Kikir, atau pun Bakhil</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/05/30/jangan-pelit-kikir-atau-pun-bakhil/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/05/30/jangan-pelit-kikir-atau-pun-bakhil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 01:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=1842</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Siapa sih yang suka pada orang pelit, kikir, medit, bin bakhil? Jangankan orang lain, orang pelit sendiri belum tentu suka pada orang pelit lainnya. Bayangkan saat dia lapar dan ada orang lain dengan banyak makanan, tapi tak mau membaginya barang sedikit pun. Jangankan manusia, Allah pun benci pada orang yang pelit.</p> <p [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;">Siapa sih yang suka pada orang pelit, kikir, medit, bin bakhil? Jangankan orang lain, orang pelit sendiri belum tentu suka pada orang pelit lainnya. Bayangkan saat dia lapar dan ada orang lain dengan banyak makanan, tapi tak mau membaginya barang sedikit pun. Jangankan manusia, Allah pun benci pada orang yang pelit.</p>
<p style="text-align: justify;">Bakhil alias Kikir alias Pelit alias Medit adalah satu penyakit hati karena terlalu cinta pada harta sehingga tidak mau bersedekah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi memang pada umumnya manusia itu memang pelit/kikir:<br />
<strong>“Katakanlah: &#8220;Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.&#8221; Dan adalah manusia itu sangat kikir.” [Al Israa’ 100]</strong></p>
<p><span id="more-1842"></span>Oleh karena itu, kita hendaknya mempelajari firman Allah dan sabda Nabi kita agar bisa terhindar dari penyakit kikir.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Ali ‘Imran 180]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Padahal segala harta kita termasuk diri kita adalah milik Allah. Saat kita lahir kita tidak punya apa-apa. Telanjang tanpa busana. Saat mati pun kita tidak membawa apa-apa kecuali beberapa helai kain yang segera membusuk bersama kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya harta yang kita simpan itu bukan harta kita yang sejati. Saat kita mati tidak akan ada gunanya bagi kita. Begitu pula dengan harta yang kita pakai untuk hidup bermegah-megahan seperti beli mobil dan rumah mewah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya. Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya. Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta” [Al ‘Aadiyaat 6-8]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa” [Al Lail 8-11]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yang justru jadi harta yang bermanfaat bagi kita di akhirat nanti adalah harta yang kita belanjakan di jalan Allah atau disedekahkan. Harta tersebut akan jadi pahala yang balasannya adalah istana surga yang luasnya seluas langit dan bumi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” [Al Hadiid 7]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” [Al Hadiid 21]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak orang kikir enggan bersedekah karena takut berkurang hartanya. Takut miskin. Padahal itu adalah godaan setan:</p>
<p style="text-align: justify;">“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” [Al Baqarah 268]</p>
<p style="text-align: justify;">Kita memang tidak boleh terlalu boros. Tapi juga tidak boleh terlalu kikir. Jadi harus pertengahan:<br />
<strong>“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” [Al Furqaan 67]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">“Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” [Al Israa’ 29]</p>
<p style="text-align: justify;">Allah tidak suka dengan orang-orang yang kikir:</p>
<p style="text-align: justify;">“(yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” [Al Hadiid 24]</p>
<p style="text-align: justify;">Allah mengancam orang-orang yang kikir dengan neraka:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung (kikir). dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan yang (membakar) sampai ke hati.” [Al Humazah 1-7]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.” [Muhammad 38]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pelit dari bersedekah di jalan Allah baik untuk perjuangan mau pun dakwah syiar Islam merupakan satu ciri dari orang munafik:</p>
<p style="text-align: justify;">“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma&#8217;ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.” [At Taubah 67]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tips Agar Terhindar dari Sifat Kikir</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah memberi kita petunjuk agar terhindar dari sifat pelit. Di antaranya adalah mengerjakan shalat, bersedekah, yakin akan hari pembalasan sehingga dia tahu jika kikir dapat siksa neraka sedang jika bersedekah mendapat surga, memelihara kemaluan, dan memelihara amanah:</p>
<p style="text-align: justify;">“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.<br />
Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,<br />
dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,<br />
kecuali orang-orang yang mengerjakan salat,<br />
yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya,<br />
dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,<br />
bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),<br />
dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,<br />
dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.<br />
Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya).<br />
Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,<br />
kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.<br />
Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.<br />
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.<br />
Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.<br />
Dan orang-orang yang memelihara salatnya.<br />
Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.” [Al Ma’aarij 19-35]</p>
<p style="text-align: justify;">Baca juga berbagai penyakit hati lainnya di:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/category/penyakit-hati/">http://media-islam.or.id/category/penyakit-hati</a></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div class="shr-publisher-1842"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F30%2Fjangan-pelit-kikir-atau-pun-bakhil%2F' data-shr_title='Jangan+Pelit%2C+Kikir%2C+atau+pun+Bakhil'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F30%2Fjangan-pelit-kikir-atau-pun-bakhil%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F30%2Fjangan-pelit-kikir-atau-pun-bakhil%2F' data-shr_title='Jangan+Pelit%2C+Kikir%2C+atau+pun+Bakhil'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F30%2Fjangan-pelit-kikir-atau-pun-bakhil%2F' data-shr_title='Jangan+Pelit%2C+Kikir%2C+atau+pun+Bakhil'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/05/30/jangan-pelit-kikir-atau-pun-bakhil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lelaki Berbakti Kepada Orang Tua dan Istri Berbakti Kepada Suami</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/05/25/lelaki-berbakti-kepada-orang-tua-dan-istri-berbakti-kepada-suami/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/05/25/lelaki-berbakti-kepada-orang-tua-dan-istri-berbakti-kepada-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 08:23:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=1835</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Banyaknya perceraian terjadi karena istri/suami tidak menyadari posisi masing2. Begitu pula kadang istri kurang menghormati ibu mertuanya sehingga bisa konflik bukan hanya dengan suami, tapi juga dengan ibu mertuanya.</p> <p style="text-align: justify;">Padahal Islam sudah mengatur posisi masing-masing. Ibarat tentara, Ada Jendral, ada Kapten, dan ada Kopral. Kopral harus menghormati Kapten dan Kapten harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;">Banyaknya perceraian terjadi karena istri/suami tidak menyadari posisi masing2. Begitu pula kadang istri kurang menghormati ibu mertuanya sehingga bisa konflik bukan hanya dengan suami, tapi juga dengan ibu mertuanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal Islam sudah mengatur posisi masing-masing. Ibarat tentara, Ada Jendral, ada Kapten, dan ada Kopral. Kopral harus menghormati Kapten dan Kapten harus menghormati Jenderal. Sehingga ada keteraturan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya kalau semua merasa jenderal, maka yang ada kekacauan.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski demikian Islam juga mengajarkan agar pemimpin tidak sewenang-wenang dan menyayangi orang yang dipimpinnya. Seorang suami misalnya punya kewajiban menafkahi secara lahir dan batin pada keluarganya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dalam Islam ketaatan ditujukan kepada Allah, kemudian kepada RasulNya, yaitu Nabi Muhammad SAW.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span id="more-1835"></span>Setelah itu, seorang pria wajib berbakti kepada ibunya. Setelah itu kepada ayahnya.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sebaliknya seorang istri wajib berbakti kepada suaminya. Tidak pantas seorang istri mengatur-ngatur suami bahkan membuat suaminya takut kepada istri.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut hadits-hadits tentang itu.</p>
<h1 style="text-align: justify;">Seorang pria harus berbakti pada ibunya:</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:</strong><br />
<strong> Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik? Rasulullah saw. menjawab:</strong><br />
<strong> Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian</strong><br />
<strong> ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab lagi: Kemudian ayahmu. (Shahih Muslim No.4621)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata:<br />
Seseorang datang menghadap Nabi saw. memohon izin untuk ikut berperang. Nabi saw. bertanya: Apakah kedua orang tuamu masih hidup? Orang itu menjawab: Ya. Nabi saw. bersabda: Maka kepada keduanyalah kamu berperang (dengan berbakti kepada mereka). (Shahih Muslim No.4623)</p>
<h1 style="text-align: justify;">Ada pun seorang istri harus berbakti pada suaminya.</h1>
<p style="text-align: justify;">Sebab pada ijab-qabul, maka ayah mempelai wanita sebagai wali telah menyerahkan anaknya kepada sang suami.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang istri harus berbakti pada suaminya:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Seorang isteri yang ketika suaminya wafat meridhoinya maka dia (isteri itu) akan masuk surga. (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah Swt kelak tidak akan memandang (memperhatikan) seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya meskipun selamanya dia membutuhkan suaminya. (HR. Al Hakim)</p>
<p style="text-align: justify;">Hak suami atas isteri ialah tidak menjauhi tempat tidur suami dan memperlakukannya dengan benar dan jujur, mentaati perintahnya dan tidak ke luar (meninggalkan) rumah kecuali dengan ijin suaminya, tidak memasukkan ke rumahnya orang-orang yang tidak disukai suaminya. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak sah puasa (puasa sunah) seorang wanita yang suaminya ada di rumah, kecuali dengan seijin suaminya. (Mutafaq&#8217;alaih)</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak dibenarkan seorang wanita memberikan kepada orang lain dari harta suaminya kecuali dengan ijin suaminya. (HR. Ahmad)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Nabi bersabda: &#8220;Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku akan memerintahkan wanita sujud kepada suaminya karena besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya. (HR. Ahmad)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tak jarang seorang istri menganggap hina suaminya karena dia lebih kaya daripada suaminya. Penghasilannya lebih besar daripada suaminya. Padahal itu tidak baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Siti Khadijah meski beliau lebih kaya daripada suaminya, namun tetap menghormati dan menyayangi suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski seorang suami berkewajiban memberi nafkah bagi istrinya, namun di zaman sekarang ini banyak suami yang menganggur. Mereka tak dapat pekerjaan. Meski seorang istri berhak minta cerai, namun ada istri yang tetap sabar. Meski suaminya menganggur bertahun-tahun, namun dia tetap sabar. Sebagai gantinya justru dia yang bekerja menghidupi keluarganya.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski ada pertengkaran, namun secara keseluruhan istrinya tetap sabar dan terus memotivasi suaminya sehingga suaminya tetap semangat dan tidak putus asa. Akhirnya suaminya pun dapat bekerja dengan gaji yang tidak kalah besar dengan istrinya sehingga bisa menafkahi keluarganya. Itu jauh lebih baik ketimbang bercerai.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="shr-publisher-1835"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F25%2Flelaki-berbakti-kepada-orang-tua-dan-istri-berbakti-kepada-suami%2F' data-shr_title='Lelaki+Berbakti+Kepada+Orang+Tua+dan+Istri+Berbakti+Kepada+Suami'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F25%2Flelaki-berbakti-kepada-orang-tua-dan-istri-berbakti-kepada-suami%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F25%2Flelaki-berbakti-kepada-orang-tua-dan-istri-berbakti-kepada-suami%2F' data-shr_title='Lelaki+Berbakti+Kepada+Orang+Tua+dan+Istri+Berbakti+Kepada+Suami'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F25%2Flelaki-berbakti-kepada-orang-tua-dan-istri-berbakti-kepada-suami%2F' data-shr_title='Lelaki+Berbakti+Kepada+Orang+Tua+dan+Istri+Berbakti+Kepada+Suami'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/05/25/lelaki-berbakti-kepada-orang-tua-dan-istri-berbakti-kepada-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tergesa-gesa Adalah Perbuatan Setan</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/05/24/tergesa-gesa-adalah-perbuatan-setan/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/05/24/tergesa-gesa-adalah-perbuatan-setan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 07:53:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=1830</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Alon alon asal kelakon, kata orang Jawa dulu. Biar lambat asal selamat.</p> <p>“Tergesa-gesa adalah termasuk perbuatan setan,” begitu kata Nabi (HR Tirmidzi)</p> <p style="text-align: justify;">Bukan akhlak seorang mukmin berbicara dengan lidah yang tidak sesuai kandungan hatinya. Ketenangan (sabar dan berhati-hati) adalah dari Allah dan tergesa-gesa (terburu-buru) adalah dari setan. (HR. Asysyihaab)</p> <p style="text-align: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/05/kecelakaan.jpg"><img title="kecelakaan" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/05/kecelakaan.jpg?w=468&amp;h=300" alt="" width="468" height="300" /></a></p>
<p>Alon alon asal kelakon, kata orang Jawa dulu. Biar lambat asal selamat.</p>
<p>“Tergesa-gesa adalah termasuk perbuatan setan,” begitu kata Nabi (HR Tirmidzi)</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan akhlak seorang mukmin berbicara dengan lidah yang tidak sesuai kandungan hatinya. Ketenangan (sabar dan berhati-hati) adalah dari Allah dan tergesa-gesa (terburu-buru) adalah dari setan. (HR. Asysyihaab)</p>
<p style="text-align: justify;">Sering orang naik motor atau mobil dengan ngebut. Padahal bedanya paling cuma 15 menit lebih cepat dibanding dengan mengemudi biasa sambil hati-hati. Namun ngebut tersebut bukannya mempercepat, tapi justru bisa menimbulkan masalah. Bisa tabrakan, bisa mati, atau paling tidak lecet.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat saya jalan pagi, ada pengendara sepeda motor bukannya memperlambat motornya karena berada di pertigaan, tapi justru menggas dan mempercepat jalan motornya. Tidak sampai 50 meter, ternyata di balik pertigaan muncul mobil kijang. Motor itu pun menabrak mobil tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1830"></span>Bukannya sampai di tujuan lebih cepat, pengemudi motor tersebut dimaki-maki pengendara mobil yang ditabraknya. Pengemudi mobil mengambil kunci motornya. Bukannya lebih cepat sampai (paling cuma 15 menit lebih cepat), paling tidak pengendara motor tersebut justru kehilangan waktu beberapa jam hingga hari untuk mendapatkan kunci motornya kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada pula pengemudi motor yang mengebut. Mobil yang mau berbelok ke kanan untuk masuk ke rumahnya, justru berusaha disusul lewat sebelah kanan sehingga memakan jalur lalu lintas di sebelahnya. Akibatnya motor pun menabrak mobil tersebut sehingga mobil tersebut penyok berat di sisi pintu sopirnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang wanita yang membonceng di motor tersebut terjatuh ke aspal dan berteriak-teriak kesakitan tidak bisa berdiri atau berjalan. Terpaksa dimasukkan ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah beberapa contoh akibat tergesa-gesa atau ngebut. Bukannya cepat, malah celaka dan boros waktu. Jangan tergesa-gesa. Jangan ngebut. Biasa saja dan tenang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam beribadah juga begitu. Tidak boleh tergesa-gesa atau terburu-buru. Karena itu tidak akan membuat kita jadi khusyuk. Tetaplah tenang meski sudah iqomah.</p>
<p style="text-align: justify;">Abu Hurairah mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, &#8220;Apabila kamu mendengar iqamah, maka pergilah shalat (berjamaah). Hendaklah kamu bersikap tenang dan tenteram, jangan tergesa-gesa. Apa yang kamu dapati, shalatlah kamu bersama mereka; dan apa yang terlewatkan (ketinggalan), maka sempurnakanlah.&#8221; [HR Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;">Shalat hendaknya dilakukan dengan tenang agar khusyuk. Ada tuma&#8217;ninah atau berhenti sebentar di tiap gerakan. Tidak tergesa-gesa.</p>
<p style="text-align: justify;">Abu Qatadah berkata, &#8220;Rasulullah bersabda, &#8216;Apabila shalat didirikan, maka janganlah kamu berdiri sehingga kamu melihatku (dan hendaklah kamu bersikap tenang).&#8217;&#8221; [HR Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan saat makan pun tidak boleh terburu-buru:</p>
<p style="text-align: justify;">Anas bin Malik mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, &#8220;Apabila telah dihidangkan makan malam, maka mulailah sebelum kamu shalat magrib. Janganlah kamu tergesa-gesa terhadap makan malammu.&#8221; [HR Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu Umar berkata, &#8220;Rasulullah bersabda, &#8216;Apabila makan malam telah dihidangkan dan iqamah untuk shalat telah diucapkan, maka dahulukanlah makan malam dan jangan terburu-buru hingga kamu selesai makan.&#8221; (Dan dalam satu riwayat: hingga ia menyelesaikan keperluannya). [HR Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;">Jika terburu-buru, selain bisa keselek juga makanan tidak tercerna dengan baik dan bisa menimbulkan berbagai macam penyakit bagi tubuh kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam membaca Al Qur&#8217;an juga tidak boleh tergesa-gesa.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur&#8217;an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: &#8220;Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.&#8221; [Thaahaa 114]</p>
<p style="text-align: justify;">Manusia bersifat tergesa-gesa:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.&#8221; [Al Anbiyaa' 37]</p>
<p style="text-align: justify;">Jika terburu-buru, sering kita zhalim kepada orang lain misalnya menyerobot antrian bahkan menabrak orang lain hingga tewas. Lampu Kuning yang harusnya merupakan tanda/isyarat bahaya agar berhenti, justru diterobos. Laju kendaraan justru dipercepat. Itu semua tak lepas dari pengaruh setan dalam diri kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga kita semua bisa terhindar dari sifat tergesa-gesa dan bisa jadi orang yang tenang dan sabar. Karena Allah bersama orang-orang yang sabar.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2010/05/11/allah-bersama-orang-yang-sabar">http://media-islam.or.id/2010/05/11/allah-bersama-orang-yang-sabar</a></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div class="shr-publisher-1830"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F24%2Ftergesa-gesa-adalah-perbuatan-setan%2F' data-shr_title='Tergesa-gesa+Adalah+Perbuatan+Setan'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F24%2Ftergesa-gesa-adalah-perbuatan-setan%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F24%2Ftergesa-gesa-adalah-perbuatan-setan%2F' data-shr_title='Tergesa-gesa+Adalah+Perbuatan+Setan'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F24%2Ftergesa-gesa-adalah-perbuatan-setan%2F' data-shr_title='Tergesa-gesa+Adalah+Perbuatan+Setan'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/05/24/tergesa-gesa-adalah-perbuatan-setan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Riya (Pamer) Adalah Syirik Kecil</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2011/05/24/penyakit-riya-pamer-adalah-syirik-kecil/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2011/05/24/penyakit-riya-pamer-adalah-syirik-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 06:21:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=1827</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Riya adalah berbuat kebaikan/ibadah dengan maksud pamer kepada manusia agar orang mengira dan memujinya sebagai orang yang baik atau gemar beribadah seperti shalat, puasa, sedekah, dan sebagainya.</p> <p style="text-align: justify;">Ciri-ciri riya:</p> <p style="text-align: justify;">Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;">Riya adalah berbuat kebaikan/ibadah dengan maksud pamer kepada manusia agar orang mengira dan memujinya sebagai orang yang baik atau gemar beribadah seperti shalat, puasa, sedekah, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ciri-ciri riya:</p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat pujian dalam segala urusan. Sedangkan orang munafik ada tiga tanda yakni apabila berbicara bohong, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. (HR. Ibnu Babawih).</p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang riya’, maka amal perbuatannya sia-sia belaka.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1827"></span>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia” [QS. Al-Baqarah: 264]</p>
<p style="text-align: justify;">“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya” [Al Maa’uun 4-6]</p>
<p style="text-align: justify;">Riya membuat amal sia-sia sebagaimana syirik. (HR. Ar-Rabii’)</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya riya adalah syirik yang kecil. (HR. Ahmad dan Al Hakim)</p>
<p style="text-align: justify;">Allah mengancam orang yang riya ke dalam neraka dan menyebutnya sebagai teman setan:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riyakepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.&#8221; [An Nisaa' 38]</p>
<p style="text-align: justify;">Imam Al Ghazali mengumpamakan orang yang riya itu sebagai orang yang malas ketika dia hanya berdua saja dengan rajanya. Namun ketika ada budak sang raja hadir, baru dia bekerja dan berbuat baik untuk mendapat pujian dari budak-budak tersebut. Bukankah orang itu akan mendapat marah dari rajanya?</p>
<p style="text-align: justify;">Nah orang yang riya juga begitu. Ketika hanya berdua dengan Allah Sang Raja Segala Raja, dia malas dan enggan beribadah. Tapi ketika ada manusia yang tak lebih dari hamba/budak Allah, maka dia jadi rajin shalat, bersedekah, dan sebagainya untuk mendapat pujian para budak. Adakah hal itu tidak menggelikan?</p>
<p style="text-align: justify;">Agar terhindar dari riya, kita harus meniatkan segala amal kita untuk Allah ta’ala (Lillahi ta’ala).</p>
<p style="text-align: justify;">Selain riya yang beribadah kepada Allah hanya pamer kepada manusia, sikap riya/menjilat pada atasan pun tidak terpuji. Orang-orang seperti ini biasanya ke atas menjilat, namun ke bawah menginjak. Orang-orang seperti ini selain dibenci bawahannya juga dibenci Allah.</p>
<div class="shr-publisher-1827"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F24%2Fpenyakit-riya-pamer-adalah-syirik-kecil%2F' data-shr_title='Penyakit+Riya+%28Pamer%29+Adalah+Syirik+Kecil'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F24%2Fpenyakit-riya-pamer-adalah-syirik-kecil%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F24%2Fpenyakit-riya-pamer-adalah-syirik-kecil%2F' data-shr_title='Penyakit+Riya+%28Pamer%29+Adalah+Syirik+Kecil'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2011%2F05%2F24%2Fpenyakit-riya-pamer-adalah-syirik-kecil%2F' data-shr_title='Penyakit+Riya+%28Pamer%29+Adalah+Syirik+Kecil'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2011/05/24/penyakit-riya-pamer-adalah-syirik-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Riya, Bakhil dan Kikir</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2009/10/18/penyakit-riya-bakhil-dan-kikir/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2009/10/18/penyakit-riya-bakhil-dan-kikir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 03:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Bakhil]]></category>
		<category><![CDATA[Kikir]]></category>
		<category><![CDATA[Riya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=632</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Riya</p> <p style="text-align: justify;">Riya adalah berbuat kebaikan/ibadah dengan maksud pamer kepada manusia agar orang mengira dan memujinya sebagai orang yang baik atau gemar beribadah seperti shalat, puasa, sedekah, dan sebagainya.</p> <p style="text-align: justify;">Ciri-ciri riya:</p> <p style="text-align: justify;">Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;"><strong>Riya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Riya adalah berbuat kebaikan/ibadah dengan maksud pamer kepada manusia agar orang mengira dan memujinya sebagai orang yang baik atau gemar beribadah seperti shalat, puasa, sedekah, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ciri-ciri riya:</p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat pujian dalam segala urusan. Sedangkan orang munafik ada tiga tanda yakni apabila berbicara bohong, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. (HR. Ibnu Babawih).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-632"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang riya’, maka amal perbuatannya sia-sia belaka.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia” [QS. Al-Baqarah: 264]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya” [Al Maa’uun 4-6]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Riya membuat amal sia-sia sebagaimana syirik. (HR. Ar-Rabii&#8217;)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sesungguhnya riya adalah syirik yang kecil. (HR. Ahmad dan Al Hakim)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Imam Al Ghazali mengumpamakan orang yang riya itu sebagai orang yang malas ketika dia hanya berdua saja dengan rajanya. Namun ketika ada budak sang raja hadir, baru dia bekerja dan berbuat baik untuk mendapat pujian dari budak-budak tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah orang yang riya juga begitu. Ketika hanya berdua dengan Allah Sang Raja Segala Raja, dia malas dan enggan beribadah. Tapi ketika ada manusia yang tak lebih dari hamba/budak Allah, maka dia jadi rajin shalat, bersedekah, dan sebagainya untuk mendapat pujian para budak. Adakah hal itu tidak menggelikan?</p>
<p style="text-align: justify;">Agar terhindar dari riya, kita harus meniatkan segala amal kita untuk Allah ta’ala (Lillahi ta’ala).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bakhil atau Kikir</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bakhil alias Kikir alias Pelit alias Medit adalah satu penyakit hati karena terlalu cinta pada harta sehingga tidak mau bersedekah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Ali ‘Imran 180]</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal segala harta kita termasuk diri kita adalah milik Allah. Saat kita lahir kita tidak punya apa-apa. Telanjang tanpa busana. Saat mati pun kita tidak membawa apa-apa kecuali beberapa helai kain yang segera membusuk bersama kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya harta yang kita simpan itu bukan harta kita yang sejati. Saat kita mati tidak akan ada gunanya bagi kita. Begitu pula dengan harta yang kita pakai untuk hidup bermegah-megahan seperti beli mobil dan rumah mewah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa” [Al Lail 8-11]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yang justru jadi harta yang bermanfaat bagi kita di akhirat nanti adalah harta yang kita belanjakan di jalan Allah atau disedekahkan. Harta tersebut akan jadi pahala yang balasannya adalah istana surga yang luasnya seluas langit dan bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” [Al Hadiid 21]</p>
<p style="text-align: justify;">Insya Allah bersambung&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Baca juga:</p>
<h2><a href="http://media-islam.or.id/2009/10/08/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/">Penyakit Hati Sombong, Iri, dan Dengki dan Cara Mengobatinya</a></h2>
<div class="shr-publisher-632"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F10%2F18%2Fpenyakit-riya-bakhil-dan-kikir%2F' data-shr_title='Penyakit+Riya%2C+Bakhil+dan+Kikir'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F10%2F18%2Fpenyakit-riya-bakhil-dan-kikir%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F10%2F18%2Fpenyakit-riya-bakhil-dan-kikir%2F' data-shr_title='Penyakit+Riya%2C+Bakhil+dan+Kikir'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F10%2F18%2Fpenyakit-riya-bakhil-dan-kikir%2F' data-shr_title='Penyakit+Riya%2C+Bakhil+dan+Kikir'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2009/10/18/penyakit-riya-bakhil-dan-kikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Hati Sombong, Iri, dan Dengki dan Cara Mengobatinya</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2009/10/08/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2009/10/08/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 01:33:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Dengki]]></category>
		<category><![CDATA[Iri]]></category>
		<category><![CDATA[Sombong]]></category>
		<category><![CDATA[Ujub]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=602</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hati (bahasa Arab Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:</p> <p style="text-align: justify;"> <p style="text-align: justify;">Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: justify;">Hati (bahasa Arab Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-602"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya, orang yang dalam hatinya ada penyakit, sulit menerima kebenaran dan akan mati dalam keadaan kafir.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>“Orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [At Taubah 125]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu penyakit hati jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena bisa mengakibatkan kesengsaraan di neraka yang abadi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kita perlu mengenal beberapa penyakit hati yang berbahaya serta bagaimana cara menyembuhkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Sombong</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sering orang karena jabatan, kekayaan, atau pun kepintaran akhirnya menjadi sombong dan menganggap rendah orang lain. Bahkan Fir’aun yang takabbur sampai-sampai menganggap rendah Allah dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Kenyataannya Fir’aun adalah manusia yang akhirnya bisa mati karena tenggelam di laut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Allah melarang kita untuk menjadi sombong:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>“Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’ 37]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman 18]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Allah menyediakan neraka jahannam bagi orang yang sombong:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .&#8221; [Al Mu’min 76]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kita tidak boleh sombong karena saat kita lahir kita tidak punya kekuasaan apa-apa. Kita tidak punya kekayaan apa-apa. Bahkan pakaian pun tidak. Kecerdasan pun kita tidak punya. Namun karena kasih-sayang orang tua-lah kita akhirnya jadi dewasa.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Begitu pula saat kita mati, segala jabatan dan kekayaan kita lepas dari kita. Kita dikubur dalam lubang yang sempit dengan pakaian seadanya yang nanti akan lapuk dimakan zaman.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ “Uluumuddiin menyatakan bahwa manusia janganlah sombong karena sesungguhnya manusia diciptakan dari air mani yang hina dan dari tempat yang sama dengan tempat keluarnya kotoran.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Bukankah Allah mengatakan pada kita bahwa kita diciptakan dari air mani yang hina:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina?” [Al Mursalaat 20]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Saat hidup pun kita membawa beberapa kilogram kotoran di badan kita. Jadi bagaimana mungkin kita masih bersikap sombong?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>‘Ujub (Kagum akan diri sendiri)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Ini mirip dengan sombong. Kita merasa bangga atau kagum akan diri kita sendiri. Padahal seharusnya kita tahu bahwa semua nikmat yang kita dapat itu berasal dari Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jika kita mendapat keberhasilan atau pujian dari orang, janganlah ‘ujub. Sebaliknya ucapkan “Alhamdulillah” karena segala puji itu hanya untuk Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Iri dan Dengki</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Allah melarang kita iri pada yang lain karena rezeki yang mereka dapat itu sesuai dengan usaha mereka dan juga sudah jadi ketentuan Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’ 32]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Iri hanya boleh dalam 2 hal. Yaitu dalam hal bersedekah dan ilmu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari) [HR Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jika kita mengagumi milik orang lain, agar terhindar dari iri hendaknya mendoakan agar yang bersangkutan dilimpahi berkah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Apabila seorang melihat dirinya, harta miliknya atau saudaranya sesuatu yang menarik hatinya (dikaguminya) maka hendaklah dia mendoakannya dengan limpahan barokah. Sesungguhnya pengaruh iri adalah benar. (HR. Abu Ya&#8217;la)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dengki lebih parah dari iri. Orang yang dengki ini merasa susah jika melihat orang lain senang. Dan merasa senang jika orang lain susah. Tak jarang dia berusaha mencelakakan orang yang dia dengki baik dengan lisan, tulisan, atau pun perbuatan. Oleh karena itu Allah menyuruh kita berlindung dari kejahatan orang yang dengki:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.&#8221; [Al Falaq 5]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kedengkian bisa menghancurkan pahala-pahala kita.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu. (HR. Abu Dawud)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bersambung ke:</strong></p>
<h2><a href="http://media-islam.or.id/2009/10/18/penyakit-riya-bakhil-dan-kikir/">Penyakit Riya, Bakhil dan Kikir</a></h2>
<div class="shr-publisher-602"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F10%2F08%2Fpenyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya%2F' data-shr_title='Penyakit+Hati+Sombong%2C+Iri%2C+dan+Dengki+dan+Cara+Mengobatinya'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F10%2F08%2Fpenyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F10%2F08%2Fpenyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya%2F' data-shr_title='Penyakit+Hati+Sombong%2C+Iri%2C+dan+Dengki+dan+Cara+Mengobatinya'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F10%2F08%2Fpenyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya%2F' data-shr_title='Penyakit+Hati+Sombong%2C+Iri%2C+dan+Dengki+dan+Cara+Mengobatinya'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2009/10/08/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

