Saat ini, terutama di masa Kampanye Pemilu, saya melihat banyak orang yang tidak sungkan-sungkan untuk berdusta/berbohong hanya untuk membela capres/cawapresnya atau menjatuhkan lawannya. Padahal berdusta itu besar dosanya di mata Allah. Contohnya ada yang berkata hutang berkurang padahal kenyataannya bertambah atau sebaliknya. Maka ramai disebut orang angin/janji surga, jual kecap, dan sebagainya untuk kata-kata dusta yang ditebar di kala kampanye atau waktu lainnya.
Memang di dalam keadaan tertentu, berbohong itu diizinkan.
Rasulullah Saw membolehkan dusta dalam tiga perkara, yaitu dalam peperangan, dalam rangka mendamaikan antara orang-orang yang bersengketa dan pembicaraan suami kepada isterinya. (HR. Ahmad)






Tulisan Terpopuler