<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Islam &#187; Israel</title>
	<atom:link href="http://media-islam.or.id/tag/israel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-islam.or.id</link>
	<description>Belajar Islam sesuai Al Qur&#039;an dan Hadits</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 02:56:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Video Tentara Israel Bantai 20 Relawan Kemanusiaan di Kapal Mavi Marmara</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2010/06/01/video-tentara-israel-bantai-20-relawan-kemanusiaan-di-kapal-mavi-marmara/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2010/06/01/video-tentara-israel-bantai-20-relawan-kemanusiaan-di-kapal-mavi-marmara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 08:22:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[mavi mara]]></category>
		<category><![CDATA[mavi marmara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=1144</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p style="text-align: justify;">Sekali lagi tentara Israel menunjukkan kebiadabannya. Mereka menyerang relawan kemanudiaan di kapal Mavi Marmara dalam misi kemanusiaan “Freedom Flotilla” (Armada Kebebasan). Paling tidak 20 relawan kemanusiaan tewas sementara lainnya terluka (korban jiwa kemungkinan bertambah).</p> <p style="text-align: justify;">Tapi pejabat Israel sekali lagi berusaha membodohi dunia dengan mengatakan mereka hanya membela diri. Bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/xmLl_Pq9SjM&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/xmLl_Pq9SjM&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Sekali lagi tentara Israel menunjukkan kebiadabannya. Mereka menyerang relawan kemanudiaan di kapal Mavi Marmara dalam misi kemanusiaan “Freedom Flotilla” (Armada Kebebasan). Paling tidak 20 relawan kemanusiaan tewas sementara lainnya terluka (korban jiwa kemungkinan bertambah).</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi pejabat Israel sekali lagi berusaha membodohi dunia dengan mengatakan mereka hanya membela diri. Bagaimana mungkin kapal relawan kemanusiaan yang tidak bersenjata di laut Internasional dengan tujuan Gaza Palestina (bukan Israel!) diserang tentara Israel bersenjata lengkap dari helikopter perang. Kemudian dengan entengnya mereka berkata “Cuma membela diri” di depan Televisi yang mengudara ke seluruh dunia.</p>
<p><span id="more-1144"></span><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/0G7zacsRz2A&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/0G7zacsRz2A&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Kapal Kemanusiaan itu membawa bantuan 10 ribu ton makanan dan suplai untuk rakyat Gaza yang menderita kelaparan dan kehausan karena kepungan tentara Israel. Bantuan Kemanusiaan terdiri dari 700 relawan dari 50 negara seperti Turki, Pakistan, Indonesia, Bahrain, Kuwait, Kanada, Inggris, Belgia, Jerman, Amerika Serikat, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan beberapa media Israel/Pro Yahudi dan para propagandanya di internet berusaha mendiskreditkan relawan kemanusiaan tersebut sebagai teroris ekstrim. Padahal mereka tak lebih dari relawan yang tersentuh rasa kemanusiaannya terhadap penderitaan rakyat Gaza yang diblokade Israel dan Hosni Mobarak. 12 di antaranya dari Indonesia adalah para dokter dari Mer-C dan juga beberapa jurnalis seperti Muhammad Yassin reporter dari TV One dan juga Dzikrullah beserta istrinya Santi Soekanto.</p>
<p style="text-align: justify;">Video dari TV One yang menunjukkan para relawan yang sebagian berusia lanjut dan wanita menunjukkan bahwa fitnah media Yahudi bahwa mereka adalah teroris ekstrim merupakan bohong belaka:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://video.tvone.co.id/arsip/view/39927/2010/05/31/kapal_mavi_marmara_sesaat_sebelum_dihadang_tentara_israel/">http://video.tvone.co.id/arsip/view/39927/2010/05/31/kapal_mavi_marmara_sesaat_sebelum_dihadang_tentara_israel/</a></p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah AS dengan tegas dan garang membombardir Libya, Afghanistan, dan Iraq. Tapi menghadapi majikan mereka: Israel, pemerintah AS begitu takut bagaikan anak tikus yang tidak berdaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita tidak bisa melawan tentara Israel yang biadab dengan relawan yang tidak bersenjata. Kita harus melawannya dengan senjata lengkap.</p>
<p style="text-align: justify;">Negara-negara Islam harus memutuskan hubungan dengan Israel dan Pemerintah AS yang merupakan antek Israel.</p>
<p style="text-align: justify;">MNC-MNC (Multi National Companies) yang dikuasai Yahudi AS yang menguras kekayaan alam negara-negara Islam (termasuk Indonesia) harus dinasionalisasi. Jika presiden Venezuela, Hugo Chavez, dan presiden Bolivia, Evo Morales yang non Muslim berani menasionalisasi perusahaan2 migas yang dikuasai Yahudi AS demi kesejahteraan rakyatnya, mengapa Indonesia yang jauh lebih besar dan mayoritas Muslim tidak?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya yakin Indonesia bisa jika rakyat beserta para ulama dan pemimpinnya bersatu untuk itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia juga harus memutuskan hubungan dengan lembaga bentukan Yahudi seperti IMF, Bank Dunia (Kedua pendirinya dan pemimpin pertamanya adalah Yahudi) dan WTO yang menguasai keuangan dan ekonomi Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Gunakan mata uang Dinar Emas dan Dirham Perak untuk melindungi mata uang kita dari serangan spekulan Yahudi macam George Soros. Minimal gunakan Uang Kredit yang dijamin dengan emas dan perak.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita bisa melawan Israel dari negara kita dengan menghentikan ribuan trilyun rupiah yang mengalir dari kekayaan alam kita sehingga mereka tidak bisa membuat kapal dan pesawat perang untuk membantai ummat Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita bisa melawan Israel dari negara kita dengan menghentikan kaum Yahudi dari mengontrol uang/Bank Sentral kita melalui Bank Dunia dan IMF. Lembaga-lembaga ini mendikte negara kita untuk menjual BUMN2 dan Kekayaan alam ke MNC milik Yahudi  AS. Mereka juga memaksa pemerintah Indonesia untuk menaikan harga-harga kebutuhan masyarakat (misalnya harga BBM, Gas, dan Listrik) yang diproduksi oleh perusahaan2 yang jadi kroni mereka sehingga mereka dapat semakin banyak uang.</p>
<p style="text-align: justify;">Saksikan juga beberapa video dari Rachel Corrie, seorang warga AS yang membela rakyat Palestina.<br />
Dia meninggal pada usia 23 tahun ketika mencoba menghentikan buldozer Caterpillar Israel yang ingin menggusur pemukiman Palestina. Supir Buldozer itu melindasnya. Mundur. Kemudian menggilas Rachel lagi hingga mati.</p>
<p>Sejak kelas 5 SD Rachel begitu peduli pada 40 ribu warga dunia yang mati kelaparan setiap hari termasuk di Palestina.</p>
<p>Silahkan lihat videonya dan mohon disebarkan ke yang lainnya:</p>
<h2><a title="Video Rachel Corrie, 23-Year-Old-American Killed  by Israel" rel="bookmark" href="http://islammyreligion.wordpress.com/2010/06/04/video-rachel-corrie-23-year-old-american-killed-by-israel/">Video Rachel Corrie, 23-Year-Old-American Killed by Israel</a></h2>
<p style="text-align: justify;">Berikut cara kaum Yahudi memeras uang penduduk dunia…</p>
<p style="text-align: justify;">==</p>
<p style="text-align: justify;">“Empat Langkah Strategi” World Bank untuk Memperbudak Negara Berkembang</p>
<p style="text-align: justify;">Profesor Joseph Stiglitz, mantan Ketua Ekonom World Bank, dan mantan Ketua Penasehat Bill Clinton, mengakui di publik “Empat Langkah Strategi” World Bank untuk memperbudak negara demi keuntungan bankir.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah Satu : Privatisasi. Pemimpin nasional akan ditawarkan 10% komisi untuk menjual aset-aset nasional. Uang akan disimpan dengan aman di rekening mereka di Swiss.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah Dua : Liberisasi Pasar Modal. Stiglitz menyebutnya siklus uang panas. Dana dari luar negeri harus dibiarkan bebas masuk untuk berspekulasi di real estate dan mata uang. Saat keadaan tampak menjanjikan, uang ditarik keluar untuk menciptakan kekacauan ekonomi.</p>
<p style="text-align: justify;">Negara bersangkutan kemudian akan meminta bantuan dari IMF dan IMF kemudian mensyaratkan untuk menaikkan suku bunga bank antara 30% sampai 80%. Ini terjadi di Indonesia, Brazil, dan juga negara-negara Asia dan Latin lainnya. Suku bunga tinggi ini menyebabkan kemiskinan bangsa, menurunkan nilai properti, menghancurkan produksi industri dan mengeringkan tabungan nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah Tiga : Penentuan Harga Pasar. Harga makanan, air, dan gas dinaikkan yang menyebabkan keresahan sosial yang berujung ke kerusuhan. Ini dikenal dengan istilah “kerusuhan IMF”. Kerusuhan akan menyebabkan pelarian modal dan kebangkrutan pemerintah. Ini menguntungkan korporasi luar negeri karena aset-aset negara tersebut sekarang bisa dibeli dengan harga amat murah.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah Empat : Perdagangan Bebas. Ini adalah tahap di mana korporasi internasional akan memasuki pasar Asia, Latin Amerika, dan Afrika pada saat mereka sendiri tetap mengenakan tarif masuk bagi produk agrikultur negara dunia ketiga. Mereka mengenakan harga yang sangat tinggi untuk obat bermerek dan menyebabkan tingkat kematian dan penyakit yang sangat tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Akan ada banyak orang yang kalah dalam sistem ini, dan sangat sedikit pemenang, para bankir. Sesungguhnya penjualan utilitas seperti listrik, air, telepon, dan gas adalah prasyarat untuk mendapatkan pinjaman oleh negara berkembang. Aset-aset ini diperkirakan senilai 4 trilyun dolar.</p>
<p style="text-align: justify;">Bulan September, Stiglitz diberikan hadiah Nobel bidang ekonomi.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?p=207803821#post207803821">http://www.kaskus.us/showthread.php?p=207803821#post207803821</a></p>
<p style="text-align: justify;">Saya pelajari sekilas Presiden Bank Dunia, ternyata (apakah kebetulan?) mayoritas Yahudi semua dari Presiden pertama Eugene Meye, hingga presiden2 terakhir seperti: Lewis T. Preston, James Wolfensohn, Paul Wolfowitz, Robert Zoellick.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada pun John J McCloy dan Robert McNamara meski bukan Yahudi namun sangat dekat dengan Zionis Yahudi. Bahkan McNamara-lah yang menjerumuskan AS ke dalam perang Vietnam. Beberapa dari Presiden Bank Dunia tersebut terlibat aktif di bidang politik. Paul Wolfowitz sebagai contoh adalah zionis Yahudi ekstrim yang menjerumuskan AS ke dalam perang Iraq.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali lagi jika World Bank itu positif kontribusinya, itu tidak masalah. Tapi kalau cuma parasit, itu berbahaya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/World_Bank_Group">http://en.wikipedia.org/wiki/World_Bank_Group</a></p>
<p style="text-align: justify;">List of presidents</p>
<p style="text-align: justify;">* Eugene Meyer (June 1946–December 1946) – Yahudi</p>
<p style="text-align: justify;">* John J. McCloy (March 1947–June 1949)</p>
<p style="text-align: justify;">* Eugene R. Black, Sr. (1949–1963) – Yahudi</p>
<p style="text-align: justify;">* George D. Woods (January 1963–March 1968) – Yahudi</p>
<p style="text-align: justify;">* Robert McNamara (April 1968–June 1981)</p>
<p style="text-align: justify;">* Alden W. Clausen (July 1981–June 1986) – Yahudi</p>
<p style="text-align: justify;">* Barber Conable (July 1986–August 1991) – Yahudi</p>
<p style="text-align: justify;">* Lewis T. Preston (September 1991–May 1995) – Yahudi</p>
<p style="text-align: justify;">* James Wolfensohn (May 1995–June 2005) – Yahudi</p>
<p style="text-align: justify;">* Paul Wolfowitz (1 June 2005–June 2007) – Yahudi</p>
<p style="text-align: justify;">* Robert Zoellick (1 July 2007–Present) – Yahudi</p>
<p style="text-align: justify;">Jubilee Plus publishes below a damning interview between Joseph Stiglitz ex-chief economist at the World Bank with the Observer, held over the weekend of the IMF’s 2001 Spring meetings. In the interview he attackes the role of the US in stripping debtor nations of assets. He praised Botswana for defying the Bank and the Fund, and refusing a Structural Adjustment Programme.</p>
<p style="text-align: justify;">IMF’s Four steps to Damnation</p>
<p style="text-align: justify;">(UK) 29th April, 2001 by Gregory Palast</p>
<p style="text-align: justify;">It was like a scene out of Le Carré: the brilliant agent comes in from the cold and, in hours of debriefing, empties his memory of horrors committed in the name of an ideology gone rotten. But this was a far bigger catch than some used-up Cold War spy.</p>
<p style="text-align: justify;">The former apparatchik was Joseph Stiglitz, ex-chief economist of the World Bank. The new world economic order was his theory come to life. He was in Washington for the big confab of the World Bank and International Monetary Fund. But instead of chairing meetings of ministers and central bankers, he was outside the police cordons. The World Bank fired Stiglitz two years ago. He was not allowed a quiet retirement: he was excommunicated purely for expressing mild dissent from globalisation World Bank-style.</p>
<p style="text-align: justify;">Here in Washington we conducted exclusive interviews with Stiglitz, for The Observer and Newsnight, about the inside workings of the IMF, the World Bank, and the bank’s 51% owner, the US Treasury. And here, from sources unnamable (not Stiglitz), we obtained a cache of documents marked, ‘confidential’ and ‘restricted’. Stiglitz helped translate one, a ‘country assistance strategy’. There’s an assistance strategy for every poorer nation, designed, says the World Bank, after careful in-country investigation. But according to insider Stiglitz, the Bank’s ‘investigation’ involves little more than close inspection of five-star hotels. It concludes with a meeting with a begging finance minister, who is handed a ‘restructuring agreement’ pre-drafted for ‘voluntary’ signature.</p>
<p style="text-align: justify;">Each nation’s economy is analysed, says Stiglitz, then the Bank hands every minister the same four-step programme.</p>
<p style="text-align: justify;">Step One is privatisation. Stiglitz said that rather than objecting to the sell-offs of state industries, some politicians – using the World Bank’s demands to silence local critics – happily flogged their electricity and water companies. ‘You could see their eyes widen’ at the possibility of commissions for shaving a few billion off the sale price. And the US government knew it, charges Stiglitz, at least in the case of the biggest privatisation of all, the 1995 Russian sell-off. ‘The US Treasury view was: “This was great, as we wanted Yeltsin re-elected. We DON’T CARE if it’s a corrupt election.” ‘ Stiglitz cannot simply be dismissed as a conspiracy nutter. The man was inside the game – a member of Bill Clinton’s cabinet, chairman of the President’s council of economic advisers. Most sick-making for Stiglitz is that the US-backed oligarchs stripped Russia’s industrial assets, with the effect that national output was cut nearly in half.</p>
<p style="text-align: justify;">After privatisation, Step Two is capital market liberalisation. In theory this allows investment capital to flow in and out. Unfortunately, as in Indonesia and Brazil, the money often simply flows out. Stiglitz calls this the ‘hot money’ cycle. Cash comes in for speculation in real estate and currency, then flees at the first whiff of trouble. A nation’s reserves can drain in days. And when that happens, to seduce speculators into returning a nation’s own capital funds, the IMF demands these nations raise interest rates to 30%, 50% and 80%. ‘The result was predictable,’ said Stiglitz. Higher interest rates demolish property values, savage industrial production and drain national treasuries.</p>
<p style="text-align: justify;">At this point, according to Stiglitz, the IMF drags the gasping nation to Step Three: market-based pricing – a fancy term for raising prices on food, water and cooking gas. This leads, predictably, to Step-Three-and-a-Half: what Stiglitz calls ‘the IMF riot’. The IMF riot is painfully predictable. When a nation is, ‘down and out, [the IMF] squeezes the last drop of blood out of them. They turn up the heat until, finally, the whole cauldron blows up,’ – as when the IMF eliminated food and fuel subsidies for the poor in Indonesia in 1998. Indonesia exploded into riots. There are other examples – the Bolivian riots over water prices last year and, this February, the riots in Ecuador over the rise in cooking gas prices imposed by the World Bank. You’d almost believe the riot was expected. And it is. What Stiglitz did not know is that Newsnight obtained several documents from inside the World Bank. In one, last year’s Interim Country Assistance Strategy for Ecuador, the Bank several times suggests – with cold accuracy – that the plans could be expected to spark ‘social unrest’. That’s not surprising. The secret report notes that the plan to make the US dollar Ecuador’s currency has pushed 51% of the population below the poverty line. The IMF riots (and by riots I mean peaceful demonstrations dispersed by bullets, tanks and tear gas) cause new flights of capital and government bankruptcies This economic arson has its bright side – for foreigners, who can then pick off remaining assets at fire sale prices. A pattern emerges. There are lots of losers but the clear winners seem to be the western banks and US Treasury.</p>
<p style="text-align: justify;">Now we arrive at Step Four: free trade. This is free trade by the rules of the World Trade Organisation and the World Bank, which Stiglitz likens to the Opium Wars. ‘That too was about “opening markets”,’ he said. As in the nineteenth century, Europeans and Americans today are kicking down barriers to sales in Asia, Latin American and Africa while barricading our own markets against the Third World ‘s agriculture. In the Opium Wars, the West used military blockades.</p>
<p style="text-align: justify;">Today, the World Bank can order a financial blockade, which is just as effective and sometimes just as deadly. Stiglitz has two concerns about the IMF/World Bank plans. First, he says, because the plans are devised in secrecy and driven by an absolutist ideology, never open for discourse or dissent, they ‘undermine democracy’. Second, they don’t work. Under the guiding hand of IMF structural ‘assistance’ Africa’s income dropped by 23%. Did any nation avoid this fate? Yes, said Stiglitz, Botswana. Their trick? ‘They told the IMF to go packing.’ Stiglitz proposes radical land reform: an attack on the 50% crop rents charged by the propertied oligarchies worldwide. Why didn’t the World Bank and IMF follow his advice? ‘If you challenge [land ownership], that would be a change in the power of the elites. That’s not high on their agenda.</p>
<p style="text-align: justify;">‘ Ultimately, what drove him to put his job on the line was the failure of the banks and US Treasury to change course when confronted with the crises, failures, and suffering perpetrated by their four-step monetarist mambo. ‘It’s a little like the Middle Ages,’ says the economist, ‘When the patient died they would say well, we stopped the bloodletting too soon, he still had a little blood in him.’ Maybe it’s time to remove the bloodsuckers.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.guardianunlimited.co.uk/">http://www.guardianunlimited.co.uk</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.jubileeresearch.org/analysis/articles/IMF_Four_steps_Damnation.htm">http://www.jubileeresearch.org/analysis/articles/IMF_Four_steps_Damnation.htm</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.globalpolicy.org/component/content/article/209/42969.html">http://www.globalpolicy.org/component/content/article/209/42969.html</a></p>
<p style="text-align: justify;">Ben Shalom Bernanke – is the Chairman of the Board of Governors of the United States Federal Reserve. He is ranked 4th most powerful person in the world in an annual ranking by Newsweek</p>
<p style="text-align: justify;">Donald Kohn (Jewish) – Vice chairman of the Federal Reserve, 2006 – 2010 (4 year term)</p>
<p style="text-align: justify;">Arthur F. Burns (Jewish) – Chairman of the Federal Reserve from 1970 to 1978</p>
<p style="text-align: justify;">Alan Greenspan (Jewish)- Previous chairman of the US Federal Reserve from 1987 to 2006.</p>
<p style="text-align: justify;">Alan Blinder (Jewish) Vice Chairman of the Board of Governors of the Federal Reserve System from 1994 to 1996</p>
<p style="text-align: justify;">Lawrence Summers – (Jewish) “Summers is director of Obama’s National Economic Council. He may at a later time succeed Ben Bernanke as Chairman of the Federal Reserve.”</p>
<p style="text-align: justify;">Paul Warburg, an immigrant German Jew and a driving force behind creation of the Fed. Warburg also served, albeit reluctantly, as one of President Wilson’s five initial appointments to the Fed Board of Governors (from its 1914 inception until 1918) and was considered by some as the de facto Chairman.</p>
<p style="text-align: justify;">Robert Zoellik (Jewish) – World Bank president 2007 present</p>
<p style="text-align: justify;">James Wolfensohn (Jewish) – World Bank president 1995 – 2005</p>
<p style="text-align: justify;">Paul Wolfowitz (Jewish) – World Bank president 2005 – 2007</p>
<p style="text-align: justify;">Eugene Meyer (Jewish) First President of the World Bank in June 1946.</p>
<p style="text-align: justify;">Alden W. Clausen (Jewish) World Bank president 1981 – 1986</p>
<p style="text-align: justify;">Also Chairman of the Federal Reserve from 1930 to 1933.</p>
<p style="text-align: justify;">World Bank Chief Economist –</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kabarislam.wordpress.com/2010/05/11/empat-langkah-strategi-world-bank-untuk-memperbudak-negara-berkembang/">http://kabarislam.wordpress.com/2010/05/11/empat-langkah-strategi-world-bank-untuk-memperbudak-negara-berkembang/</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&amp;act=view&amp;id=56067ebdd9f73521f14a16eaaec5ee95&amp;jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c">http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&amp;act=view&amp;id=56067ebdd9f73521f14a16eaaec5ee95&amp;jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c</a></p>
<div class="shr-publisher-1144"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F06%2F01%2Fvideo-tentara-israel-bantai-20-relawan-kemanusiaan-di-kapal-mavi-marmara%2F' data-shr_title='Video+Tentara+Israel+Bantai+20+Relawan+Kemanusiaan+di+Kapal+Mavi+Marmara'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F06%2F01%2Fvideo-tentara-israel-bantai-20-relawan-kemanusiaan-di-kapal-mavi-marmara%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F06%2F01%2Fvideo-tentara-israel-bantai-20-relawan-kemanusiaan-di-kapal-mavi-marmara%2F' data-shr_title='Video+Tentara+Israel+Bantai+20+Relawan+Kemanusiaan+di+Kapal+Mavi+Marmara'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2010%2F06%2F01%2Fvideo-tentara-israel-bantai-20-relawan-kemanusiaan-di-kapal-mavi-marmara%2F' data-shr_title='Video+Tentara+Israel+Bantai+20+Relawan+Kemanusiaan+di+Kapal+Mavi+Marmara'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2010/06/01/video-tentara-israel-bantai-20-relawan-kemanusiaan-di-kapal-mavi-marmara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Ummat Islam Bisa Dikalahkan Israel?</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2009/01/15/mengapa-ummat-islam-bisa-dikalahkan-israel/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2009/01/15/mengapa-ummat-islam-bisa-dikalahkan-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 09:42:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Media Islam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Mengapa Ummat Islam Bisa Dikalahkan Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa ummat Islam yang jumlahnya jauh lebih besar bisa dikalahkan Israel dengan mudah? Mengapa Ummat Islam meski saudara Muslimnya di Palestina dibantai Israel tidak berdaya sama sekali untuk membantu sehingga 1.033 warga Palestina (sebagian besar wanita dan anak-anak) tewas dan 4.850 luka parah?  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><img class="alignleft size-full wp-image-406" title="Roket Hizbullah" src="http://syiarislam.wordpress.com/files/2009/01/rokethizbullah.jpg" alt="Roket Hizbullah" width="220" height="150" />Jumlah ummat Islam ada 1,2 milyar. Sementara Yahudi hanya sekitar 20 juta di mana 7 juta tinggal di Israel. Sisanya 6 juta tinggal di AS, 700 ribu di Perancis dan Rusia, 300 ribu di Inggris, Asia, Amerika latin, dan sebagainya. Bahkan di Indonesia juga ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Mengapa ummat Islam yang jumlahnya jauh lebih besar bisa dikalahkan Israel dengan mudah? Mengapa Ummat Islam meski saudara Muslimnya di Palestina dibantai Israel tidak berdaya sama sekali untuk membantu sehingga 1.033 warga Palestina (sebagian besar wanita dan anak-anak) tewas dan 4.850 luka parah? Jumlah korban terus bertambah hingga sekarang (saat ini hari ke 20). Bukankah kata Nabi Muhammad SAW ummat Islam itu seperti satu tubuh? </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Jika yang lain sakit, maka yang lain akan merasakan sakit juga? Apakah ke-Islaman kita sudah sangat tipis?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> <span id="more-138"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Ini tak lepas dari berbagai faktor. Yang utama adalah karena kelemahan ummat Islam sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: maroon;">Ummat Islam Tidak Bersatu</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Pertama ummat Islam tidak bersatu. Tapi bercerai-berai. Padahal dalam surat Ali ‘Imran ayat 103 Allah melarang ummat Islam bercerai-berai. Saat ini ummat Islam di seluruh dunia terkotak-kotak dalam banyak negara yang tidak jarang satu sama lain saling bermusuhan bahkan perang seperti Iraq, Kuwait, Arab Saudi, Iran, dan sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Padahal ketika ummat Islam bersatu, ummat Islam mampu mengalahkan musuhnya dengan mudah. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ummat Islam mampu menghalau kaum Yahudi serta menundukkan kerajaan Romawi dan Persia. Pada zaman Sultan Salahuddin Al ‘Ayubi, ummat Islam mampu mengalahkan negara-negara Eropa yang bersatu dalam perang merebut Yerusalem.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Sebaliknya, kaum Yahudi yang mengembara di berbagai negara seperti Eropa, Amerika, Asia, dan Australia lewat Sistem Ekonomi Neoliberalisme/Kapitalisme melalui Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Komoditas akhirnya menguasai perekonomian banyak negara di seluruh dunia. Bahkan 90% sumber daya alam Indonesia seperti minyak, gas, emas, dan sebagainya dikuasai perusahaan-perusahaan kafir yang sebagian besar berasal dari AS. Organisasi PENA memperkirakan perusahaan-perusahaan tersebut memperoleh Rp 2.000 trilyun/tahun dari kekayaan alam Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Tak ada seorang pun yang bisa jadi presiden AS tanpa dukungan dana kampanye dari kelompok Jutawan Yahudi AS dan juga media massa yang dikuasai Yahudi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Dengan pimpinan AS yang pemerintahannya dikuasai kelompok Yahudi inilah kaum Yahudi mengerahkan segala dana, SDM, dan militer dari seluruh dunia untuk mendukung Israel. Sebagai contoh, negara-negara Islam seperti Mesir, Turki, dan Yordania selain berasaskan sekuler ciptaan Yahudi juga membina hubungan diplomatik dengan Israel. Presiden Mesir, Hosni Mobarak, bahkan menutup perbatasan Gaza-Mesir sehingga rakyat Palestina tidak bisa melarikan diri ke sana. Makanan dan obat-obatan pun tidak bisa masuk hingga sebagian rakyat Gaza ada yang sampai memakan rumput karena lapar. Presiden Mesir, Hosni Mobarak yang merupakan boneka Yahudi sanggup membuat bangsa Mesir jadi tidak punya rasa persaudaraan Islam atau pun Arab dengan Palestina yang Arab Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Oleh karena itu ummat Islam harus bersatu. Segala macam masalah furu’iyah seperti ”Qunut” yang membuat ummat Islam saling timpuk dan hujat satu sama lain harus dihilangkan. Sebab jangankan berdebat tentang hadits, berdebat tentang ayat Al Qur’an yang mutasyabihat (tidak jelas) pun Allah melarangnya (Ali ’Imran:7). Ummat Islam harus bersatu dan tidak boleh terpengaruh oleh kalangan khawarij atau pun ashobiyah yang begitu gampang mengkafirkan Muslim lainnya dan memecah-belah persatuan Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: maroon;">Ummat Islam Dikuasai Kelompok Kafir</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Ummat Islam juga tidak pantas tunduk kepada PBB yang dikuasai kelompok kafir yang tidak peduli sama sekali pada nasib ummat Islam di Iraq, Afghanistan, dan Palestina. Anggota Tetap DK (Dewan Keamanan) PBB adalah AS, Inggris, Perancis, Rusia, dan Cina. Semuanya kafir di mana AS, Inggris, dan Perancis dikuasai betul oleh kaum Yahudi. Oleh karena itu bodoh sekali jika ummat Islam mempercayakan nasibnya pada orang-orang kafir yang justru memerangi Islam. Allah melarang ummat Islam mengangkat orang-orang kafir jadi pemimpin atau pelindung (Al Maa’idah:57).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Sebaliknya Organisasi Konferensi Islam (OKI) harus diperkuat. Harus ada DK (Dewan Keamanan) OKI yang mampu mengirim pasukan untuk membela ummat Islam yang tertindas. Para raja mau pun presiden-presiden negara Islam harus memilih satu pemimpin untuk jadi pemimpin OKI yang akan melindungi mereka semua. Nanti pemimpin OKI inilah yang mengatur dan melindungi negara-negara Islam sehingga perpecahan antara negara Islam bisa dihilangkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: maroon;">Boikot Dollar dan Produk AS dan Israel</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohammad, menghimbau agar negara-negara Islam memboikot dollar dan produk AS. Indonesia untuk mempertahankan devisa sekitar US$ 54 milyar harus menjual seluruh kekayaan alamnya, menjual BUMN-BUMN yang bernilai ribuan trilyun rupiah, mengundang investor asing (baca: Investor Kafir), dan juga berhutang kepada IMF, World Bank, ADB, dan sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Sebaliknya, AS dengan mudah dapat membuat dollar. AS tinggal menekan tombol ”Print” untuk mencetak dollar sebanyak yang mereka mau. Padahal dollar AS itu sebenarnya berasal dari kertas yang nyaris tidak ada harganya. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Negara-negara Eropa cukup cerdas untuk bisa dipermainkan dollar AS. Oleh karena itu mereka (kecuali Inggris yang Pondsterlingnya nyaris sekuat dollar) membentuk mata uang Euro sehingga perdagangan antar negara Eropa tidak perlu memakai dollar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Jika tidak pakai dollar, Indonesia impor barang pakai apa? Indonesia bisa membayarnya dengan mata uang negara Importir seperti Yen Jepang atau Yuan China. Sebaliknya China dan Jepang jika beli barang Indonesia harus membayar dengan rupiah. Atau Indonesia bisa mematok rupiah dengan Dinar Emas atau Dirham Perak. Misalnya Rp 100 ribu saja dengan 0,1 Dinar (1 dinar = 4,25 gram emas 22 karat).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Bank-bank Syari’ah atau Bank-bank Islam harus mensosialisasikan Dinar emas dan Dirham perak dengan membuka counter jual-beli dinar/dirham sehingga tidak perlu dollar AS lagi. Jika transaksi valas nilainya sekitar Rp 7.000 trilyun/tahun dan memberi keuntungan sekitar Rp 500 trilyun/tahun bagi money changer atau pun bank yang menyediakan transaksi valas, maka jual-beli dinar-rupiah bisa memberikan keuntungan serupa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Produk-produk AS yang mendukung Yahudi seperti KFC, McDonald, Sara Lee, Coca Cola, dan sebagainya harus diboikot. Bagi orang-orang yang bekerja di perusahaan tersebut, janganlah takut miskin. Allah mengatakan hal itu dalam Surat At Taubah ayat 28 ketika orang-orang kafir dan perusahaan-perusahaan kafir dilarang memasuki kota suci Mekkah karena banyak orang Islam yang bekerja di perusahaan tersebut. Tapi ternyata begitu perusahaan orang-orang kafir menghilang, perusahaan-perusahaan orang Islam bisa menggantikannya. Ummat Islam justru lebih makmur karena mereka bukan cuma jadi pekerja atau kuli dengan upah UMR saja, tapi juga jadi pemilik perusahaan dengan penghasilan tak terbatas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Jangan hanya produk-produk AS yang diboikot. Para pejabat, wakil rakyat, ulama, ekonom mau pun jurnalis Muslim harus berusaha agar perusahaan-perusahaan kafir yang menguasai kekayaan alam Indonesia dan menyumbang total Rp 2.000 trilyun/tahun (menurut organisasi PENA) ke negara-negara kafir tersebut bisa dinasionalisasi sehingga hasilnya bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia dan ummat Islam. Ummat Islam harus bisa mengikuti Venezuela yang telah menasionalisasi perusahaan-perusahaan AS yang beroperasi di negaranya. Tentu saja hal ini akan dapat tentangan dari ekonom ”Mafia Berkeley” yang jadi kaki tangan Yahudi AS. Tapi ummat Islam harus bisa mengalahkan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Indonesia ”menyumbang” sekitar Rp 2.000 trilyun/tahun. Begitu pula negara-negara Islam lainnya yang kekayaan alamnya dikuras oleh AS. Uang itu akhirnya dipakai untuk membuat berbagai senjata canggih yang dipakai untuk menyerang dan menjajah Islam seperti di Iraq, Afghanistan, dan juga Palestina. AS setiap tahun menyumbang Israel sebesar US$ 3,2 milyar. Sebagian besar berasal dari negara-negara Islam seperti Indonesia. Ummat Islam yang seharusnya makmur pun jadi miskin seperti Indonesia. Indonesia tanahnya kaya, tapi rakyatnya miskin karena pemimpinnya kurang cerdas sehingga kekayaan alamnya justru dikeruk oleh pihak asing/kafir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Ummat Islam juga harus berhenti merokok karena selain berbahaya juga boleh dikata semua perusahaan rokok besar itu dikuasai orang kafir. Bahkan ada pabrik rokok Indonesia yang dikuasai perusahaan AS. Jika seorang menghabiskan Rp 300 ribu per bulan untuk rokok, maka dalam setahun dia menyumbang Rp 3,6 juta kepada orang kafir. Jika ada 100 juta Muslim yang merokok, maka ada Rp 360 trilyun uang yang disumbang ummat Islam kepada orang-orang kafir setiap tahun. Padahal mayoritas ummat Islam miskin dan butuh pertolongan!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: maroon;">Kuasai Persenjataan Canggih</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Para Mujahidin Indonesia yang akan berangkat ke Palestina juga harus cerdas. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Memang bela diri dengan tangan kosong mau pun dengan pedang itu penting. Tapi itu saja tidak cukup! Untuk melawan jet-jet dan helikopter tempur Israel tidak bisa dengan bela diri atau pedang saja. Tapi harus memakai senapan sniper atau pun roket yang bisa mencapai pesawat tempur Israel dan menghancurkannya. Ummat Islam harus menggunakan senjata yang bisa menggentarkan musuh sebagaimana dinyatakan surat Al Anfaal ayat 60.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Pembuatan roket-roket yang bisa menghancurkan tank-tank dan pesawat Israel macam yang dipakai gerilyawan Hizbullah di Lebanon harus dikuasai sehingga tentara Israel bisa dipukul mundur seperti di Lebanon pada tahun 2006.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: maroon;">Embargo Minyak terhadap AS dan Israel</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Satu lagi yang harus kita ingat. Kenapa Tank-tank Israel bisa berjalan, pesawat-pesawat tempur Israel bisa terbang, dan roket-roket Israel bisa meluncur? Itu karena minyak dari Arab Saudi. Tanpa minyak, tank, pesawat tempur, dan roket Israel takkan bisa berjalan. Israel tidak punya minyak. AS justru kekurangan minyak. Ada pun Arab Saudi adalah eksportir minyak terbesar di dunia. Tanpa minyak Arab Saudi, Israel tak akan mampu membantai ummat Islam di Palestina dan Lebanon. Oleh karena itu Iran mengusulkan embargo minyak terhadap Israel dan AS untuk mengatasi serangan Israel di Gaza.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Tahun 1970-an negara-negara Arab bisa membuat AS dan Israel mundur dengan embargo minyak. Namun saat ini pemerintah Arab Saudi mengundang tentara AS untuk menghadapi pemerintah Iraq yang dulu dipimpin Saddam Hussein. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Dengan matinya Saddam, harusnya raja Arab berani meminta tentara AS mundur dari tanah Arab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Semoga dengan persatuan dan kemandirian, ummat Islam bisa kembali berjaya. Mohon sampaikan informasi ini kepada muslim lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Roket: Senjata yang ditakuti Israel:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><a href="http://eramuslim.com/berita/dunia/inilah-senjata-senjata-yang-bikin-takut-israel.htm"><span lang="FI">http://eramuslim.com/berita/dunia/inilah-senjata-senjata-yang-bikin-takut-israel.htm</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Israeli city shaken by Hizbullah rocket attack</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Eight die, many injured in strike on Haifa rail depot</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><a href="http://www.guardian.co.uk/world/2006/jul/17/syria.israel1">http://www.guardian.co.uk/world/2006/jul/17/syria.israel1</a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Roket-roket Hizbullah:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><a href="http://www.globalsecurity.org/military/world/para/hizballah-rockets.htm">http://www.globalsecurity.org/military/world/para/hizballah-rockets.htm</a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<div class="shr-publisher-138"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F01%2F15%2Fmengapa-ummat-islam-bisa-dikalahkan-israel%2F' data-shr_title='Mengapa+Ummat+Islam+Bisa+Dikalahkan+Israel%3F'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F01%2F15%2Fmengapa-ummat-islam-bisa-dikalahkan-israel%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F01%2F15%2Fmengapa-ummat-islam-bisa-dikalahkan-israel%2F' data-shr_title='Mengapa+Ummat+Islam+Bisa+Dikalahkan+Israel%3F'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fmedia-islam.or.id%2F2009%2F01%2F15%2Fmengapa-ummat-islam-bisa-dikalahkan-israel%2F' data-shr_title='Mengapa+Ummat+Islam+Bisa+Dikalahkan+Israel%3F'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2009/01/15/mengapa-ummat-islam-bisa-dikalahkan-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

